Antara Cinta Dan Dusta 2

Antara Cinta Dan Dusta 2
ACDD 2-8


__ADS_3

→Di Rumah Jovan


Resti telah mempersiapkan semua untuk perjodohan Jovan dan gadis pilihannya. Tak lama kemudian, Leon keluar dari kamarnya dan menghampiri Tantenya itu.


"Tante, untuk apa semua ini?" Kata Leon


"Ini semua untuk nanti malam" Kata Resti


"Nanti malam memangnya ada acara apa?" Kata Leon


"Malam ini ada pertemuan keluarga untuk membahas perjodohan antara Jovan dan Nediva" Kata Resti


"Jadi Jovan menerima perjodohan itu, Tante?" Kata Leon


"Iya" Kata Resti


"Syukurlah akhir dia menerima perjodohan itu" Kata Leon" Aku doakan semoga Perjodohan nanti malam berjalan dengan lancar" Lanjutnya.


"Eh, tapi katanya kamu sedang sakit? Terus ngapain disini, bukannya istirahat dikamar" kata Resti


"Tadi sih ya, tapi sekarang udah mendingan" Kata Leon


"Syukurlah kalau begitu" Kata Resti" Ya sudah nanti mau menyiapkan persiapan untuk nanti malam ya" Lanjutnya


"Iya, Tante" Kata Leon


Resti segera meneruskan persiapan untuk nanti malam.


→Rumah Sakit.


Anika memperkenalkan Niken sebagai pengasuh anaknya kepada suami dan Ibu mertuanya.


"Mas, Mah kenalin ini Niken, dia yang akan jadi pengasuh untuk Keysha" Kata Anika


"Niken, Pak, Bu" Kata Niken


"Iya, salam kenal ya" Kata Ibu Vina" Tolong kamu jaga cucu saya dengan baik ya" Lanjutnya


"Baik, Bu" Kata Niken


"Oh ya,nanti  kamu bisa kan jemput Keysha di sekolahnya" Kata Niken


"Bisa, Bu" Kata Niken


"Ya sudah, nanti tolong ya kamu jemput Keysha di sekolahnya" Kata Anika


"Baik, Bu" Kata Niken


Lalu Anika pun menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan  melayani dan merawat Bayu.  Melihat hal itu cukup membuat Ibu Vina senang dan bahagia.


...(Siang Harinya) ...


→Sekolah


Tak terasa jam pulang sekolah tiba. Semua murid masing-masing meninggalkan kelas untuk menuju gerbang menunggu kedatangan jemputan mereka dan begitu pun dengan Cahaya dan Keysha.


Tak lama kemudian Mobil jemputan Keysha telah datang. Namun Keysha terkejut setelah mengetahui kalau yang menjemputnya bukan Mamahnya melainkan orang lain..


"Tante siapa? Kenapa ada di dalam mobil Mamah aku?" Kata Keysha


Sementara Niken terpaku ditempatnya. Matanya berkaca-kaca setelah melihat Keysha.


"Anak ku" Kata Niken dalam hatinya


Niken pun tersenyum menatap Keysha


"Tante adalah pengasuh kamu, sayang" Kata Niken


"Pengasuh?" Kata Keysha


"Iya, sayang Tante disuruh Mamah kamu untuk menjaga kamu" Kata Niken" Ayo, sayang kita pulang" Lanjutnya


"Aya, aku duluan ya" Kata Keysha


"Iya" Kata Cahaya


Keysha pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun berjalan meninggalkan sekolah.


Tak lama kemudian, mobil jemputan Cahaya pun datang. Cahaya masuk ke dalam mobil dan mobil pun berjalan meninggalkan sekolah.


→Di Rumah Jovan


Cahaya telah sampai dirumahnya dan dia segera masuk ke dalam rumah. Ketika masuk ke dalam, dia melihat Omanya yang sedang memasak makanan yang banyak.


"Oma" Kata Cahaya


"Eh, cucu Oma udah pulang" Kata Resti


"Oma, kenapa Oma masak makanan banyak banget?" Kata Cahaya


"Karena nanti malam ada acara di rumah ini, sayang" Kata Resti


"Acara apa, Oma?" Kata Cahaya


"Acara ini kejutan untuk Aya pasti Aya  akan senang dengan acara ini" Kata Resti" Pokoknya Aya dandan yang cantik ya malam ini" Lanjutnya


"Oke, Oma" Kata Resti


"Nah, sekarang Aya ganti baju terus kesini lagi ya untuk makan siang" Kata Resti

__ADS_1


"Oke, Oma" Kata Cahaya


Cahaya pun segera pergi ke kamarnya untuk berganti baju.


→Di Rumah Bayu


Niken sedang memasak makan siang untuk Keysha. Tak lama kemudian masakannya telah jadi.


"Nah, ini makan siangnya sayang" Kata Niken


Namun Keysha enggan untuk menyentuh makanan itu. Dia terus menekuk wajahnya di atas meja.


"Sayang, kamu makan ya, nanti kalau gak makan nanti kamu sakit" Kata Niken


"Gak mau, aku cuma mau makan kalau masakan dari tangan Mamah" Kata Keysha


"Tapi ini, resepnya dari Mamahnya Keysha" Kata Niken.


"Aku tetap gak mau" Kata Keysha


Tak lama kemudian, Anika pun datang. Melihat kedatangan Anika, membuat Keysha segera berlari menghampiri Keysha dan memeluknya.


"Mamah, aku gak mau punya pengasuh aku mau Mamah aja yang menjaga aku" Kata Keysha


Anika pun tersenyum dan mensejajarkan badannya menyesuaikan Keysha.


"Sayang, kamu kan tau kalau Mamah menggantikan Papah di kantor, kalau Mamah harus mengurus kamu sekaligus Mamah takut Mamah gak konsen dalam bekerja nanti Papah jadi sedih deh kalau lihat pekerjaannya hancur" Kata Anika" Tapi, Mamah janji ini semua hanya sementara sampai Papah bisa berjalan lagi. Jadi kamu harus menerima Tante Niken sebagai pengasuh kamu" Lanjutnya.


"Ya sudah deh, karena aku sayang sama Mamah aku Terima Tante Niken sebagai pengasuh aku" Kata Keysha


Anika dan Keysha pun berpelukan satu sama lain. Sementara Niken, hatinya sangat sakit melihat adegan yang terjadi itu.


"Kamu sudah makan siang?" Kata Anika


"Belum, Mah aku mau disuapin sama Mamah" Kata Keysha


"Ya sudah, ayo kita makan" Kata Anika


Mereka berdua segera menuju meja makan.


"Ini, Bu makan siang Keysha sudah saya siapkan" Kata Niken


"Makasih ya, Niken" Kata Anika


Anika segera menyuapi Keysha dengan Telaten. Sementara Niken pergi meninggalkan mereka.


"Kenapa rasanya sakit sekali ketika melihat anak ku sangat dekat dengan Ibu tirinya" Kata Niken dalam hatinya


Sampai diruang tamu, dia melihat foto Keysha masih bayi dan dia mengambil foto itu dan memeluknya.


"Andai saja kamu tau sayang kalau pengasuh kamu ini adalah Ibu kandung kamu" Kata Niken dalam hatinya


Tanpa Niken sadari, ternyata Anika memperhatikan Niken sejak tadi.


Tersadar akan kehadiran Anika, membuat Niken segera meletakkan kembali foto Keysha.


"Kamu kenapa? Koq kamu nangis sambil memeluk foto anak saya?" Kata Anika.


"Ini Mbak, saya hanya rindu dengan Anak saya dikampung" Kata Niken


"Oh, jadi kamu sudah berkeluarga?" Kata Anika


"Iya, mbak maaf kalau saya lancang memeluk foto anak mbak" Kata Niken


"Sudah, gak papa lagian saya mengerti bagaimana perasaan kamu ketika harus berpisah dengan anak" Kata Anika" Oh ya, Keysha sekarang sedang tidur jadi nanti setelah dia bangun tolong ya kamu siapin air hangat untuk dia mandi" Lanjutnya


"Baik, mbak" Kata Niken


"Kalau begitu saya, pergi dulu untuk kembali ke rumah sakit" Kata Anika


"Baik, mbak" Kata Niken


Lalu Anika pun pergi meninggalkan Niken menuju keluar rumah. Sementara Niken Pergi menuju kamar Keysha. Di dalam kamar Keysha, Niken segera memeluk dan mengusap pelan rambut Keysha serta menciumnya dengan kasih sayang.


"Sebaiknya aku harus lebih mendekatkan diri ku dengan Keysha, sehingga aku bisa mendapatkan kasih sayang dari anak ku ini" Kata Niken dalam hatinya.


...(Malam Harinya) ...


Kini Cahaya telah siap dengan baju gaunnya yang indah.


Semua orang tampak tidak sabar untuk menyambut kedatangan dari keluarga perempuan, kecuali Jovan. Dia terlihat biasa saja.


Tak lama kemudian, Keluarga perempuan pun datang dan Keluarga Jovan segera menyambut mereka.


"Ayo, silahkan masuk" Kata Resti


"Makasih, Bu Resti" Kata sahabatnya Resti


"Sama-sama, Bu Helda" Kata Resti


Mereka pun duduk disofa.


"Nah, perkenalkan ini Jovan, anak semata wayang saya" Kata Resti" Dan ini Cucu namanya Cahaya, dia anak dari Jovan" Lanjutnya


Cahaya pun bersalaman dengan semua tamu Omanya.


"Ya ampun, pintar sekali" Puji Pak Fahmi, suami Bu Helda


Sementara Nediva, dia terus memperhatikan Jovan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ternyata dia tampan juga tapi sayang dia sudah punya anak, tapi gak papa yang penting aku bisa mendapatkan hatinya" Kata Nediva.


"Oh ya, perkenalkan ini Nediva, putri semata wayang kami" Kata Bu Helda.


"Ya ampun, cantik sekali" Kata Resti


"Makasih, Tante" Kata Nediva


"Oh ya, kapan pertunangan anak kita dilaksanakan?" Kata Bu Helda


"Kalau saya sih terserah mereka saja" Kata Resti" Kalau menurut kamu, kapan sayang?"lanjutnya


"Kalau menurut aku sebaiknya kami harus saling mengenal dulu, kalau misalnya kami sudah saling mengenal satu sama lain, baru kita tetapkan tanggal pertunangan kami" Kata Jovan


"Iya, Mah aku setuju dengan Jovan, lagian kamu baru saja bertemu biarkan kamu saling mengenal dulu" Kata Nediva


"Ya sudah, kalau itu keputusan kalian, tapi jangan lama-lama ya" Kata Bu Helda


"Jovan, tolong kamu ajak Nediva Jalan-jalan berdua disekitar taman ini" Kata Resti


"Ayo" Kata Jovan


Jovan pun mengajak Nediva untuk Jalan-jalan di taman rumah mereka. Sementara Cahaya, dia kini bermain bersama Karin.


→Di Taman.


Jovan dan Nediva sedang berjalan-jalan sambil mengobrol.


"Aku gak nyangka kalau Pria yang ingin dijodohkan sama aku ternyata tampan juga" Kata Nediva


Namun Jovan tidak menggubris ucapan Nediva sama sekali. Dia hanya diam saja.


"Oh ya, pasti sulit ya merawat anak tanpa dampingan istri kamu?" Kata Nediva


"Sebagian orang merasa sangat sulit, tapi bagi ku ini sangat mudah karena aku merasa kalau istri ku juga ikut membantu ku" Kata Jovan" Oh ya, kenapa kamu mau menerima perjodohan ini?" Lanjutnya


"Karena aku mau membahagiakan kedua orang tua ku" Kata Nediva" Kalau kamu, kenapa kamu mau menerima perjodohan ini? "Lanjutnya


" Aku melakukan ini semua demi anak aku karena sejak kecil dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibunya" Kata Jovan" Apa kamu akan menerima Cahaya jikapun nanti kita akan menikah?" Lanjutnya


Nediva terdiam untuk sesaat. Namun dia tersenyum menatap Jovan.


"Iya, aku mau menerima Cahaya sebagai anak ku kalau nanti kita menikah" Kata Nediva


"Makasih ya, kamu sudah mau menerima anak aku" Kata Jovan


"Sama-sama" Kata Nediva.


Setelah mengobrol cukup lama akhirnya, mereka pun kembali menuju ruang tamu. Resti memanggil Cahaya untuk bergabung bersama mereka.


"Aya sayang, sebentar lagi Cahaya akan punya Mamah" Kata Resti


"Punya Mamah?" Kata Cahaya


"Iya, karena sebentar lagi Tante Nediva akan menjadi Mamahnya Aya" Kata Resti


Cahaya sangat terkejut mendengar perkataan dari Resti.


"Itu artinya Tante Nediva akan jadi ibu Tiri Aya, Oma?" Kata Cahaya


"Iya, sayang tapi bukan sebagai ibu tiri tapi sebagai ibu kandungnya Aya" Kata Resti


Tiba-tiba Cahaya turun dari Pangkuannya Resti.


"Gak, Aya gak mau punya Tiri, Aya gak mau Tante Nediva jadi Mamahnya Aya, Mamahnya Aya cuma Mamah Nayla" Kata Cahaya


Cahaya pun berlari menuju kamarnya sambil menangis. Jovan dan Karin pun mengikuti Cahaya ke kamarnya.


Sampai dikamarnya, dia menumpahkan semua kesedihannya.


"Mamah, Aya gak mau punya Ibu Tiri, Mamahnya Aya cuma Mamah" Kata Cahaya dalam hatinya


Jovan dan Karin yang melihat Cahaya menangis, mereka menjadi tidak tega. Jovan pun menghampiri Cahaya dan duduk diatas kasur Cahaya


"Sayang" Kata Jovan


"Papah jahat, Papah udah gak sayang sama Aya" Kata Cahaya.


"Kenapa Aya bilang begitu? Papah sayang banget sama Aya" Kata Jovan


"Terus kalau Papah sayang sama Aya kenapa Papah akan menikah sama Tante Nediva, Papah udah gak sayang lagi sama Mamah?" Kata Cahaya


"Ini semua Papah lakukan demi kamu sayang, demi kebahagiaan kamu, Papah mau kamu mendapatkan kasih sayang yang dari kecil tidak dapat kamu rasakan dari Mamah kamu" Kata Jovan


"Tapi, Pah Ibu Tiri itu jahat" Kata Cahaya


Tiba-tiba Resti masuk ke dalam kamar Cahaya


"Gak sayang, Tante Nediva orang yang baik dia pasti akan sayang sama Aya " Kata Resti


"Pokoknya Aya gak mau kalau Tante Nediva Jadi Mamahnya Aya" Kata Cahaya.


"Tapi, sayang... " Kata Resti


"Sudah, Mi biarkan Aya tenang dulu nanti kita bicarakan hal ini" Kata Jovan


Cahaya merebahkan dirinya dan menarik selimutnya untuk menutupi dirinya.


"Ayo, kita keluar" Kata Jovan

__ADS_1


Mereka pun keluar meninggalkan kamar Cahaya.


...~Bersambung~...


__ADS_2