
...(Keesokan Harinya)...
Saat ini Jovan dan Nediva sedang sarapan pagi bersama.
"Bi, Aya mana koq gak ikut sarapan?" Kata Jovan
"Non Aya, ada di depan sana Tuan, katanya dia gak mau sarapan pagi disini" Kata Bi Ratih
"Ya sudah, Bibi Antar makanan ini ke dia ya soalnya dia belum makan apa-apa malam tadi" Kata Jovan
"Baik, Tuan" Kata Bi Ratih
Saat Bi Ratih ingin membawa makanan untuk Cahaya, tiba-tiba Nediva menghentikannya.
"Tunggu, Bi" Kata Nediva" Biar aku aja yang antar ini ke Cahaya" Lanjutnya
"Tidak, biar saya saja" Kata Bi Ratih
"Bi, biarkan Nediva yang mengantar makanan untuk Cahaya" Kata Jovan
Mendengar perkataan Jovan, membuat Bi Ratih terpaksa mengalah dan menyerahkan makanan itu ke Nediva. Nediva segera pergi menuju kolam renang.
"Saya harus ikuti dia" Kata Bi Ratih
Bi Ratih pun mengikuti Nediva secara diam-diam.
Di kolam renang, Cahaya sedang belajar di meja dekat kolam renang.
"Nih, sarapan untuk kamu" Kata Nediva
Namun Cahaya hanya diam saja tanpa menghiraukan Nediva.
"Kamu dengar gak, nih sarapan untuk kamu" Kata Nediva
Namun lagi-lagi Cahaya tidak menjawab perkataan dari Nediva, sehingga Nediva menarik pergelangan tangan Cahaya dengan keras.
"Aduh, sakit" Kata Cahaya
"Dengar ya aku sudah bosan dengan perlakuan kamu itu ke aku" Kata Nediva" Kalau bukan karena Ayah kamu itu, aku sudah melenyapkan kamu" Lanjutnya
Cahaya berusaha untuk menarik tangannya dari Nediva. Namun tanpa sengaja Cahaya mendorong Nediva dan alhasil, Nediva terjatuh ke kolam renang.
"Tolong" Teriak Nediva
Di dalam, mendengar teriakan Nediva, membuat Jovan segera pergi menuju kolam renang.
"Ya ampun, Nediva" Kata Jovan
Jovan segera menyeburkan dirinya untuk menolong Nediva. Setelah itu Jovan segera membawa Nediva ke tepi kolam renang.
"Nediva kamu kenapa sampai jatuh begini?" Kata Jovan
"Aku didorong sama Cahaya, Jovan dia gak mau kalau aku yang bawain sarapan pagi untuk dia" Kata Nediva berbohong.
Jovan menatap Cahaya dengan marah dan segera menghampiri Cahaya lalu mencengkram tangan Cahaya dengan sangat keras.
"Papah, sakit" Kata Cahaya
Jovan segera membawa Cahaya masuk ke dalam. Saat di dalam, Bi Ratih berusaha menghentikan Jovan.
"Tuan, sabar Tuan ini bukan salah Non Aya" Kata Bi Ratih
"Bibi diam dan tidak usah ikut campur urusan antara Saya dan anak saya" Kata Jovan
Jovan segera membawa Cahaya ke kamarnya. Sampai dia kamarnya, Jovan membawa Cahaya masuk ke dalam kamar mandinya.
"Duduk" Kata Jovan
Jovan menyalakan shower nya dengan kapasitas yang tinggi. Hal itu membuat Cahaya sedikit kesulitan bernapas.
"Berdiri" Kata Jovan
Dengan sisa tenaga, Cahaya pun berdiri.
"Kenapa kamu dorong Tante Nediva ke kolam renang? Padahal dia sudah baik sama kamu" Kata Jovan
"Aya gak ngelakuin itu, Pah" Kata Cahaya
"Papah gak percaya sama kamu melihat selama ini aku sangat membenci dia" Kata Jovan" Minta maaf sama Tante Nediva" Lanjutnya
"Gak mau, Aya gak salah" Kata Cahaya
"Gak mau? Oke" Kata Jovan
Jovan segera mengambil ikat pinggangnya dan memukul Cahaya dengan ikat pinggangnya itu. Tanpa memperdulikan tangis kesakitan Cahaya, Jovan terus memukuli Cahaya.
Setelah memukul Cahaya, Jovan segera keluar dari kamar mandi dan menguncinya.
Di luar kamarnya dia bertemu dengan Bi Ratih.
"Bibi jangan bukain pintu untuk Cahaya dan jangan beritahu ini kepada siapapun" Kata Jovan
Jovan segera pergi meninggalkan Bi Ratih.
"Saya harus melakukan apa yang benar, meskipun taruhannya adalah pekerjaan saya" Kata Bi Ratih dalam hatinya.
Sementara di ruang tamu, Jovan sedang duduk melamun. Tiba-tiba Nediva menghampiri Jovan.
"Aku pasti stress karena melihat sikapnya Cahaya, daripada kamu strees mendingan kita jalan-jalan" Kata Nediva
"Ayo" Kata Jovan
Jovan dan Nediva segera pergi keluar rumah. Diluar rumah, mereka masuk ke dalam mobil. Dan Jovan segera melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.
Tak lama setelah, mobil Jovan pergi, datanglah mobil Anika. Dia keluar bersama dengan Keysha.
"Koq, rumah Cahaya sepi, Mah?" Kata Keysha
"Mamah Gak tau, sayang sebentar Mamah tekan belnya" Kata Anika
Anika segera menekan belnya. Tak lama kemudian, pintu pun terbuka dan ternyata yang membuka pintu adalah Bi Ratih. Bi Ratih sangat terkejut melihat Anika.
"Nyonya Nayla? Nyonya masih hidup?" Kata Bi Ratih
"Maaf, nama saya Anika bukan Nayla" Kata Anika
"Tapi... " Kata Bi Ratih
__ADS_1
"Bi, Aya nya ada kan?" Kata Keysha
"Ada, tapi.... " Kata Bi Ratih
"Tapi kenapa, Bi?" Kata Anika
"Non Aya sedang ada masalah" Kata Bi Ratih
"Masalah apa, Bi?" Kata Anika
Bi Ratih segera menyuruh Anika dan Keysha untuk masuk ke dalam dan membawa mereka ke dalam kamar Jovan. Sampai di kamar Jovan, Anika merasakan sesuatu yang berbeda.
"Aya nya mana, Bi?" Kata Keysha
"Non Aya ada di dalam kamar mandi ini, dia dikunci sama Papahnya di kamar mandi ini" Kata Bi Ratih
"Apa? Dikunci?"Kata Anika
"Iya, Nyonya tolong keluarkan Non Aya dari kamar mandi ini kasihan dia" Kata Bi Ratih
Anika berusaha untuk mendobrak pintu kamar mandi itu. Namun usahanya gagalnya.
"Apa, Bibi punya kunci cadangan kamar mandi ini?" Kata Anika
"Kunci cadangan, sebentar saya cari dulu, Nyonya" Kata Bi Ratih
Bi Ratih segera keluar mencari kunci Cadangan. Tak lama kemudian, dia kembali dengan membawa sebuah kunci.
"Ini, Nyonya" Kata Bi Ratih
Anika segera membuka pintu itu dengan kunci cadangan. Tak lama kemudian, pintu terbuka dan mereka segera masuk ke dalam. Sampai didalam, mereka terkejut melihat Cahaya yang pingsan.
"Non Aya" Kata Bi Rafih
"Cahaya" Kata Anika pelan
Mereka segera menghampiri Cahaya dan Anika memangku kepalanya Cahaya.
"Non Aya, bangun, Non" Kata Bi Ratih
"Aya, bangun Aya" Kata Keysha
"Ayo, kita bawa dia ke rumah sakit" Kata Anika
Mereka segera membawa Cahaya ke rumah sakit.
→Di Rumah Sakit.
Cahaya segera dimasukkan ke dalam UGD. Mereka menunggu dengan perasaan cemas.
"Bagaimana, Cahaya bisa sampai begini, Bi?" Kata Anika
Bi Ratih menceritakan semuanya kepada Anika. Mendengar cerita dari Bi Ratih, membuat Anika seketika emosi.
"Hmm... Nyonya apa bisa Nyonya nungguin Non Aya kesini, saya mau ke rumah sebentar" Kata
"Hmm... Bisa koq, Bi" Kata Anika
"Iya, Bi lagian aku mau tau keadaannya Aya" Kata Keysha
"Terima kasih, Nyonya, Non" Kata Bi Ratih.
"Semoga Aya baik-baik saja ya, Mah" Kata Keysha
"Iya, sayang" Kata Anika.
Tak lama kemudian Dokter yang menangani Cahaya keluar.
"Dok, bagaimana keadaan dia?" Kata Anika
"Apa Anda ibu pasien?" Kata Dokter
"Iya, saya ibunya" Kata Anika
"Dia baik-baik saja, tapi saja melihat ada bekas lebam dipunggung anak Ibu, seperti dia habis dipukul" Kata Dokter
"Hmm... Bukan dok, tadi dia sempat terjatuh" Kata Anika
"Oh, begitu? Tapi dia harus dirawat selama beberapa hari disini" Kata Dokter
"Baik, Dok" Kata Anika
"Kalau begitu saya permisi dulu" Kata Dokter
Dokter pun pergi meninggalkan Anika dan Keysha.
"Ayo, Mah kita lihat keadaannya Cahaya" Kata Keysha
"Ayo,sayang" Kata Anika
Mereka pun masuk ke dalam kamar rawat Cahaya.
→Di Rumah Jovan
Jovan dan Nediva telah kembali ke rumah setelah puas berjalan-jalan ria. Namun ketika mereka masuk di dalam, Jovan terkejut ketika Leon menamparnya dengan keras.
"Ada apa ini? Kenapa loe tampar gue?" Kata Jovan
"Ini adalah balasan karena loe udah nyakitin Cahaya, anak loe sendiri demi gadis jahat seperti dia" Kata Leon
"Loe tau darimana soal itu?" Kata Jovan
"Bi Ratih yang telpon gue dan menceritakan semuanya" Kata Leon
"Gue melakukan itu semua karena dia nakal, Leon dia hampir melukai Nediva" Kata Jovan
"Gue heran sama loe? Bukannya dulu loe gak mau dekat sama dia, tapi nyatanya sekarang loe dekat sama dia tapi loe tega nyakitin anak loe sendiri, hebat banget loe" Kata Leon
Tiba-tiba Resti dan Bram datang menghampiri mereka berdua.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berdua ribut seperti ini?" Kata Bram
"Om tau apa yang dilakukan anak Om ini pada Cucu Om, dia memukul Cahaya dan bahkan dengan tega mengurungnya di kamar mandi demi gadis jahat ini" Kata Leon
"Gadis jahat, siapa kamu maksud Leon?" Kata Resti
"Dia" Kata Leon sambil menunjukkan tangannnya ke arah Nediva" Gadis yang Tante jodohkan dengan anak Tante ternyata dia adalah gadis yang sangat jahat" Lanjutnya
__ADS_1
"Maksud kamu apa?" Kata Resti
"Tadi malam dia sengaja menyandung kaki Cahaya sehingga Cahaya tersandung seolah-olah Cahaya yang membuat makan malam menjadi berantakan" Kata Leon" Dan tadi pagi, dia memfitnah Cahaya yang telah mendorong dia padahal dia yang menyakiti Cahaya terlebih dahulu" Lanjutnya
"Itu gak benar, Tante dia bohong" Kata Nediva
"Iya, Leon gak mungkin Nediva berbuat seperti itu, dia ini gadis yang baik" Kata Resti
"Kenapa sih, Tante dan anak Tante hanya melihat dari sisi luarnya saja" Kata Leon
"Memang loe punya bukti apa sehingga bisa menyudutkan Nediva seperti ini?" Kata Jovan
"Untuk membuktikan ucapan gue ini, gue punya saksi atas kejahatan dia" Kata Leon
"Saya, saksinya tuan" Kata Bisa Ratih
"Bi Ratih" Kata Jovan, Resti, dan Bram.
"Malam tadi saya melihat Gadis ini dengan sengaja menyandung kakinya Non Aya, sehingga menyebabkan tangan Non Aya terluka parah dan tadi pagi saya melihat dia juga menarik tangan Non Aya dengan keras, ketika Non Aya ingin melepaskan tangan dia, tiba-tiba dia terjatuh" Kata Bi Ratih" Saya berani bersumpah kalau ucapan saya ini benar adanya dan saya rela jika saya harus dipecat dari sini" Lanjutnya.
Mendengar perkataan Bi Ratih, membuat Jovan terdiam. Tiba-tiba Bram menamparnya dengan keras.
Plakkk
"Kamu memamg sangat keterlaluan, Jovan" Kata Bram
"Dan untuk kamu saya kira, kamu adalah gadis yang baik tapi ternyata saya salah, kamu adalah gadis yang jahat untuk cucu saya" Kata Resti" Dan saya akan membatalkan perjodohan kamu dengan anak saya" Lanjutnya
"Tapi, Tante... " Kata Nediva
"Sekarang kamu pergi dari sini, PERGI" Kata Resti
Nediva pergi dengan hati yang sangat kesal. Sementara itu, Bram terus memarahi Jovan.
"Sekarang Cahaya ada dimana?" Kata Resti
"Non Aya ada di rumah sakit" Kata Bi Ratih
"Ayo, kita semua kesana" Kata Bram
Mereka semua pun pergi menuju rumah sakit. Sementara di rumah sakit, saat ini Anika dan Keysha sedang menjaga Cahaya. Anika terus memperhatikan Cahaya dan terus menggengam tangannya erat. Sementara Keysha kini dia tertidur di sofa.
"Entah kenapa, aku merasakan sakit yang luar biasa ketika melihat anak ini terbaring lemah disini? Bahkan rasa itu jauh lebih sakit daripada ketika aku melihat Keysha sakit" Kata Anika dalam hatinya.
"Tapi, apapun itu tolong sembuhkan dia" Kata Anika
Tiba-tiba Keysha terbangun dari tidurnya dan segera menghampiri Mamahnya
"Mamah" Kata Keysha
"Iya, sayang ada apa?" Kata Anika
"Aya belum bangun juga, Mah?" Kata Keysha
"Belum, sayang" Kata Anika" Kita doakan saja ya semoga Aya bisa cepat bangun" Lanjutnya
"Iya, Mah" Kata Keysha
Sementara itu, Jovan dan keluarga telah sampai dirumah sakit dan mereka segera menuju ruang rawat Cahaya.
Ketika sampai di ruang rawat Cahaya, mereka terkejut ketika melihat Anika.
"Nayla" Kata Resti kepada Anika
Resti segera menghampiri Anika dan memeluknya.
"Nayla, sayang kamu masih hidup?" Kata Resti
"Maaf, Nyonya besar dia ini bukan Nyonya Nayla, tapi dia Nyonya Anika. Dia adalah Mamah dari Non Keysha, sahabat Non Aya" Kata Bi Ratih" Dia yang sudah menolong dan membawa Non Aya disini" Lanjutnya
"Tapi... " Kata Resti" Ah sudahlah, maafkan saya ya, tadi saya kira kamu adalah menantu saya yang sudah tiada dan Terima kasih sudah menolong cucu saya"kata Resti
"Sama-sama, Bu" Kata Anika tersenyum.
Sementara Jovan dia terus menggengam tangan Cahaya dan terus meminta maaf kepada Putrinya itu.
"Maafkan aku, Nayla aku sudah menyakiti Putri kesayangan kita" Kata Cahaya.
"Ini semua gara-gara kamu Jovan, lihat Putri kamu begini gara-gara kelakuan kamu yang tidak melihat dulu kebenarannya" Kata Bram" Dan ini juga semua gara-gara Mami kalau saja Mami tidak menjodohkan Jovan dengan gadis itu, pasti cucu kita akan baik-baik saja" Lanjutnya
"Iya, Pi Mami menyesal Mami minta maaf" Kata Resti
"Aku berjanji mulai hari ini aku tidak akan pernah menerima perjodohan lagi" Kata Jovan
Tiba-tiba jari tangan Cahaya bergerak dan dia menggumam
"Mamah" Gumam Cahaya
"Cahaya sayang" Kata Jovan
Cahaya mulai membuka matanya secara perlahan.
"Aya, sayang" Kata Jovan sambil memeluk Cahaya" Maafkan Papah sayang, Maafkan Papah" Lanjutnya
"Papah, jangan pukul Aya lagi, Aya sakit Pah" Lirih Cahaya
Mendengar perkataan Cahaya membuat hati semua orang yang ada disana seketika terenyuh.
"Iya, sayang Papah janji gak akan pukul kamu lagi atau menyakiti kamu lagi" Kata Jovan
"Dan Papah juga harus janji gak boleh menikah sama Tante jahat itu atau dengan siapapun" Kata Cahaya
"Iya, sayang Papah janji gak akan pernah menikah dengan siapapun" Kata Jovan
"Kamu tenang saja, Aya karena Tante Jahat itu sudah kami usir dari rumah kamu" Kata Leon
"Benarkah?" Kata Cahaya
"Iya, jadi sekarang hanya ada kamu dan juga Papah dan keluarga kita" Kata Jovan
Jovan dan Cahaya segera berpelukan satu sama lain.
"Keysha, maafkan aku ya gara-gara aku rencana Jalan-jalan kita jadi batal" Kata Cahaya
"Gak papa, Aya kan bisa lain kali kita jalan-jalannya" Kata Keysha" Aku cepat sembuh ya" Lanjutnya
"Iya" Kata Cahaya
__ADS_1
Mereka berdua berpelukan satu sama lain. Setelah itu, Keysha dan Anika berpamitan untuk pulang.
...~Bersambung~...