Antara Cinta Dan Dusta 2

Antara Cinta Dan Dusta 2
ACDD 2-27


__ADS_3

Sepulang sekolah, Cahaya menunggu Nayla untuk menjemputnya. Melihat Cahaya yang sedang berdiri di depan gerbang, Membuat Keysha teringat perkataan Neneknya semalam dan dia segera melakukan perkataan Neneknya. Keysha perlahan mendekati Cahaya. Sampai di belakang Cahaya, Keysha segera mendorong Cahaya, hal itu membuat Cahaya terjatuh dan kepalanya membentur batu besar. Di saat yang bersamaan Nayla melihat Cahaya terjatuh.


"Cahaya" Teriak Nayla


Nayla segera menghampiri Cahaya dan memangku kepala Cahaya yang penuh dengan darah.


"Cahaya sayang bangun, sayang Mamah mohon buka mata kamu" Kata Nayla


Orang-orang sekitar pun membantu Cahaya untuk dilarikan ke rumah sakit dan diikuti oleh Nayla.


→Rumah Sakit


Nayla menunggu kabar keadaan Cahaya dengan perasaan yang tak menentu. Tak lama kemudian, Jovan datang bersama kedua mertuanya dan kedua orang tuanya.


"Jovan" Kata Nayla


Nayla segera memeluk Jovan.


"Sudah, kamu tenang ya aku yakin anak kita pasti baik-baik saja" Kata Jovan


"Tapi, aku gak bisa jagain Cahaya, aku bukan ibu yang baik untuk dia" Kata Nayla


"Sayang, dengarkan aku kamu itu ibu yang baik untuk anak kita" Kata Jovan


"Iya, sayang sebaiknya kita berdoa semoga Cahaya Baik-baik saja" Kata Resti


Tak lama kemudian, Dokter yang menangani Cahaya pun keluar.


"Dokter, bagaimana keadaan anak saya?" Kata Jovan


"Dia baik-baik saja, syukurlah pendarahan diotaknya cepat kami hentikan, jika tidak dia tidak bisa kami selamatkan" Kata Dokter


Semua pun bernafas dengan lega.


"Apa kami boleh menjenguk anak kami sekarang, Dokter?" Kata Nayla


"Oh, tentu silahkan" Kata Dokter" Kalau begitu, saya permisi dulu" Lanjutnya


Dokter pun pergi meninggalkan mereka. Sementara mereka masuk ke dalam ruang rawat Cahaya.


Di dalam ruang rawat, Nayla segera menghampiri kasur anaknya. Dia mengenggam tangan anaknya dan menciumnya dengan kasih sayang.


"Maafkan Mamah sayang, Mamah tidak bisa menjaga kamu" Kata Nayla


Tiba-tiba Bram masuk ke dalam ruang rawat Cahaya.


"Bagaimana, Pak? Apa anda tau siapa yang mencelakai Cahaya?" Kata Pak Fakhri


"Iya, saya tau" Kata Bram


"Siapa, Pi?" Kata Jovan


"Keysha, anaknya Bayu" Kata Bram


"Apa, Keysha, Pi?" Kata Nayla


"Menurut beberapa murid yang melihat kejadian itu, Keysha sengaja mendorong Cahaya hingga Cahaya terjatuh" Kata Bram


"Ya ampun, keterlaluan sekali anak itu" Kata Resti" Berani sekali dia menyakiti cucu Mami" Lanjutnya.


"Sayang, kamu jaga Cahaya ya aku mau pergi dulu sebentar" Kata Jovan


"Apa kamu mau kerumahnya Bayu?" Kata Nayla


"Iya, aku ingin minta penjelasan sama dia, kenapa anaknya bisa menyakiti Cahaya" Kata Jovan


"Ya sudah, kamu hati-hati ya terus aku mohon kamu jangan emosi saat ketemu sama mereka" Kata Nayla


"Iya, aku akan coba untuk menahan emosi aku" Kata Jovan" Aku pergi dulu" Lanjutnya


"Jovan, Papi ikut" Kata Bram


Jovan dan Bram pun keluar dari ruang rawat Cahaya. Mereka segera pergi ke rumah Bayu dengan menggunakan mobil.


Sementara itu, Keysha telah sampai di rumahnya dengan wajah yang ketakutan sehingga membuat Bayu, Niken, dan Ibu Vina kebingungan.


"Keysha" Panggil Bayu


"Iya, Pah" Kata Keysha


"Kamu kenapa ketakutan seperti itu?" Kata Bayu


"Iya, ada apa, sayang?" Kata Ibu Vina


"Hmmm.... Gak ada apa-apa koq, Pah, Nek" Kata Keysha" Aku ke kamar dulu ya" Lanjutnya


Saat Keysha ingin menuju kamarnya, Tiba-tiba Jovan dan Bram pun datang.


"Pak Jovan, ada apa Anda kemari?" Kata Bayu


"Saya ingin bertemu dengan Putri Anda dan meminta suatu penjelasan dari dia" Kata Jovan


"Penjelasan dari Putri saya, maksudnya?" kata Bayu


"Tadi Putri saya terjatuh disekolah dan sekarang dia dirawat dirumah sakit, dan menurut saksi yang melihat kejadian itu, Putri Andalah yang mendorong Putri saya hingga dia terjatuh" Kata Jovan


"Apa? Itu tidak mungkin, Putri saya tidak mungkin sejahat itu apalagi Cahaya itu adalah sahabat dia" Kata Bayu


"Iya, kamu jangan asal menuduh cucu saya, Ya" Kata Ibu Vina


"Saya tidak menuduh, kalau kalian tidak percaya, Anda bisa tanyakan hal itu kepada orangnya dan bahkan saya bisa mendatangkan saksi itu kesini" Kata Jovan


Bayu pun menghampiri Keysha dengan wajah marahnya sementara Keysha seketika dia langsung menundukkan kepalanya karena takut.


"Apa benar kamu sudah mendorong Cahaya hingga dia jatuh dan bahkan sampai masuk rumah sakit?" Kata Bayu

__ADS_1


Namun Keysha tidak menjawab pertanyaan dari Papahnya, dia masih menundukkan wajahnya.


"JAWAB PAPAH, KEYSHA" bentak Bayu


"Iya, Aku yang mendorong Cahaya hingga dia jatuh" Kata Keysha


Bayu sangat terkejut mendengar jawaban dari anaknya, dia tidak menyangka jika Putrinya berbuat jahat kepada orang lain.


"Ya ampun, Keysha kenapa kamu tega menyakiti Cahaya, padahal dia itu sahabat kamu" Kata Bayu


"Aku melakukan itu semua karena aku benci sama dia, Pah dia udah rebut Mamah dari kita" Kata Keysha" Dan mulai sekarang dia bukan sahabat aku" Lanjutnya


"Sudah berapa kali, Papah bilang Tante Nayla itu bukan Mamah kamu" Kata Bayu


"DIA MAMAH AKU, PAH DAN SAMPAI KAPANPUN DIA TETAP MAMAH AKU" Kata Keysha


Keysha segera berlari menuju kamarnya. Saat Bayu ingin mengejarnya, Ibu Vina mencegat dirinya.


"Biar, Mamah yang bujuk dia" Kata Ibu Vina


Ibu Vina pun segera berjalan menuju kamar cucunya.


"Maafkan perbuatan putri saya, Pak saya tidak menyangka jika Keysha bisa berbuat jahat kepada Cahaya" Kata Bayu


"Untuk kali ini saya maafkan, tapi jika sekali lagi putri anda menyakiti putri saya, saya tidak akan segan untuk membawa masalah ini ke jalur hukum" Kata Jovan" Dan saya mohon, tolong berikan pengertian kepada putri anda, kalau Nayla bukan Ibunya dia tapi Ibunya Cahaya" Lanjutnya


"Baik, nanti saya akan berikan pengertian kepada dia" Kata Bayu


"Baik, kalau begitu kami permisi dulu" Kata Jovan


Jovan dan Bram segera pergi keluar dari rumahnya Bayu. Sementara Bayu, kini dia sedang terduduk disofa sambil menenangkan dirinya.


Sesampainya di kamar Keysha, Ibu Vina segera menghampiri cucunya itu untuk menenangkannya.


"Sayang, sudah ya kamu jangan nangis" Kata Ibu Vina


"Nek, apa benar kalau aku sudah jahat sama Cahaya? Padahalkan dia itu selama ini baik sama aku" Kata Keysha


"Menurut Nenek apa yang kamu lakukan itu bagus dan setimpal dengan perbuatan dia" Kata Ibu Vina" Dengar, dia itu sudah merebut Mamah kamu, jadi dia sudah mendapatkan balasan yang setimpal dengan kamu menyakiti dia" Lanjutnya


"Iya, Nenek benar dia sudah merebut Mamah dari aku" Kata Keysha


"Nah, makanya kamu harus membenci dia untuk selamanya" Kata Ibu Vina


"Iya, Aku akan benci dia untuk selamanya" Kata Keysha


"Pintar, ini baru namanya Cucu Nenek" Kata Ibu Vina


Ibu Vina memeluk cucunya itu dengan penuh kasih sayang. Tanpa mereka sadari, Niken telah mendengar pembicaraan mereka diluar.


"Dasar si tua bangka jahat, aku harus memberitahukan ini ke Mas Bayu" Kata Niken dalam hatinya


Niken segera pergi untuk menemui Bayu. Sementara Bayu, dia sedang melamun memikirkan anaknya.


"Aku tau kenapa dia bisa begini?" Kata seseorang


"Niken" Kata Bayu


Ternyata orang itu adalah Niken. Niken segera menghampiri Bayu.


"Aku tau siapa orang yang sudah membuat Keysha berubah menjadi jahat seperti ini" Kata Niken


"Siapa?" Kata Bayu


"Ibu kamu, dia adalah orang yang membuat Keysha menjadi jahat seperti ini" Kata Niken


"Apa? Mamah, tidak itu tidak mungkin" Kata Bayu


"Aku tau kamu pasti tidak akan percaya, tapi ini kenyataannya, Mas aku dengar sendiri kalau dia menghasut Keysha untuk membenci Cahaya" Kata Niken.


"Ada apa, ini?" Kata Ibu Vina yang baru saja datang.


"Mah, Apa benar Mamah yang sudah menghasut Keysha untuk menjadi jahat seperti ini?" Kata Bayu


Ibu Vina sangat terkejut, dia tidak menyangka jika Bayu mengetahui semuanya.


"Kamu kenapa bisa bicara seperti itu sama Mamah?" Kata Ibu Vina


"Karena tadi Niken yang bilang sama aku, katanya dia mendengar kalau Mamah yang sudah menghasut Keysha untuk membenci Cahaya" Kata Bayu


"Kamu lebih percaya dengan istri kamu yang jahat itu daripada sama Mamah kamu sendiri? Tega kamu ya, menuduh Mamah seperti ini" Kata Ibu Vina


"Aku bukan menuduh, Mah aku cuma mau mendengar kebenarannya saja dari Mamah" Kata Bayu


"Ya, tentu saja itu semua tidak benar, Mamah gak pernah menghasut Keysha untuk membenci Cahaya" Kata Ibu Vina


"Tapi kata Niken... " Kata Bayu


"Kamu mau saja dibohongi sama istri kamu itu" Kata Ibu Vina


"Kali ini, aku berkata dengan sangat jujur, Mas tolong kamu percaya sama aku" Kata Niken


"Atau jangan-jangan, dia yang sudah menghasut Keysha untuk berbuat jahat, soalnya dia ini orang yang sangat jahat dan licik" Kata Ibu Vina


"Gak, itu gak benar, Mas" Kata Niken


"Perkataan Mamah ada benarnya juga, jangan-jangan kamu yang sudah menghasut Keysha" Kata Bayu


"Kamu menuduh aku juga?" Kata Niken


"Aku tidak menuduh, tapi ini Fakta, kamu itu jahat dan licik, Niken" Kata Bayu


"Tapi, Mas... " Kata Niken


"Sudah, aku tidak mendengar penjelasan kamu lagi, pokoknya setelah anak yang ada didalam kandungan kamu itu lahir, aku mau kita cerai dan hak asuh Keysha dan anak yang ada dikandungan kamu akan jatuh ke aku" Kata Bayu" Aku gak mau kalau anak-anak aku tau kalau mereka mempunyai Ibu yang sangat jahat dan licik" Lanjutnya

__ADS_1


Bayu pun pergi meninggalkan Niken. Sementara Ibu Vina tersenyum puas. Dia pun mendekati Niken dan membisikkan sesuatu.


"Kamu lihat kan, Bayu lebih percaya saya daripada kamu dan sebentar lagi kamu akan ditendang dari rumah ini untuk selamanya" Kata Ibu Vina


Ibu Vina pun pergi menjauhi Niken. Sementara Niken, dia tampak sangat kesal.


"Kenapa disaat aku berkata jujur, Mas Bayu tidak percaya sama aku, apa ini semua karena dulu aku jahat ya? Aku memang jahat, tapi aku gak mau anak-anak ku menjadi seorang penjahat, pokoknya mulai sekarang aku akan berubah menjadi lebih baik lagi, karena aku gak mau mereka punya Ibu yang jahat seperti aku dan aku harus meyakinkan Mas Bayu untuk tidak menceraikan aku" Kata Niken dalam hatinya.


Sementara dimobil, Jovan sedang melamunkan sesuatu. Melihat anaknya yang sedang melamun, Bram pun menyadarkan lamunan anaknya itu.


"Jovan, kamu kenapa?" Kata Bram


"Aku gak papa, Pi hanya saja aku sedang memikirkan sesuatu" Kata Jovan


"Memikirkan apa?" Kata Bram


"Aku punya rencana kalau setelah Cahaya sembuh, kami akan pindah ke London" Kata Jovan


"Apa? London? Kamu serius, Jovan?" Kata Bram


"Iya, Pi aku serius" Kata Jovan


"Tapi kalau kamu pindah ke London? Bagaimana dengan pekerjaan kamu disini?" Kata Jovan


"Untuk soal itu sudah aku pikirkan dari awal lagian disana aku juga sudah mempunyai cabang dari perusahaan aku yang ada disini" Kata Jovan


"Tapi apa kamu sudah bicarakan ini sama Nayla dan Mami" Kata Bram


"Nanti setelah kita sampai dirumah sakit, aku akan membicarakan ini sama Mami dan juga Nayla" Kata Jovan


"Papi akan selalu dukung keputusan kamu" Kata Bram


"Makasih, Pi" Kata Jovan


Sementara dirumah sakit, Cahaya telah siuman dari pingsannya.


"Mamah" Panggil Cahaya


"Sayang, syukurlah akhirnya kamu sadar juga" Kata Nayla


"Mamah, kenapa Aya ada dirumah sakit?" Kata Cahaya


"Tadi Aya jatuh disekolah dan kepala Aya terbentur batu" Kata Nayla


"Dan yang bikin Aya jatuh itu adalah Keysha" Kata Resti


"Keysha? Jadi yang udah dorong Aya itu Keysha?" Kata Cahaya


"Iya, sayang pokoknya Oma minta sekarang kamu jauhi dia kalau perlu kamu gak usah bersahabat lagi sama dia" Kata Resti


"Iya, Oma lagian Aya memang udah gak bersahabat lagi sama dia soalnya dia udah memutuskan persahabatan kami" Kata Cahaya


"Kenapa dia memutuskan persahabatan kalian?" Kata Nayla


"Katanya Aya udah rebut Mamah dari dia, makanya dia gak mau bersahabat sama Aya lagi bahkan dia sekarang benci sama Aya" Kata Cahaya


Nayla pun segera memeluk Putrinya. Dia merasa kalau dirinya lah yang menyebabkan Putrinya terluka seperti ini.


"Maafkan Mamah, sayang" Kata Nayla


"Kenapa Mamah minta maaf sama Aya?" Kata Cahaya


"Karena Mamah Aya sekarang terluka, tapi mulai sekarang Mamah janji akan menjaga Aya dengan baik dan Mamah gak akan pernah membiarkan Aya terluka" Kata Nayla


Tak lama kemudian Jovan dan Bram pun datang. Mereka sangat senang melihat Cahaya sudah sadar.


"Sayang, syukurlah Aya sudah sadar Papah sama Mamah khawatir banget sama Aya" Kata Jovan


"Sekarang Aya istirahat ya" Kata Nayla


"Iya, Mah" Kata Cahaya


Cahaya segera memejamkan matanya untuk tidur. Tak lama kemudian, Cahaya pun sudah tertidur dengan pulas.


Oh ya, ada yang mau aku bicarakan sama kalian?" Kata Jovan


"Bicara soal apa, sayang?" Kata Resti


"Nanti setelah Cahaya sembuh, Aku, Nayla, dan Cahaya akan pindah ke London" Kata Jovan


"Apa? Kalian akan pindah Ke London?" Kata Resti


"Iya, ini semua aku lakukan untuk Cahaya" Kata Jovan


"Memangnya kenapa kita harus pindah ke London?" Kata Nayla


"Karena aku gak mau lihat Cahaya terluka lagi, Aku yakin Keysha pasti akan menyakiti Cahaya lagi, jadi demi keselamatan Cahaya dan ketentraman keluarga kita, aku mau kita pindah ke London" Kata Jovan


"Itu artinya Mami akan terpisah dengan cucu Mami" Kata Resti


"Gak, Mi akan kita bisa berhubungan lewat video call" Kata Jovan


"Iya, Mi lagian ini semua demi kebaikan cucu kita" Kata Bram


"Ya sudah, Mami dukung kalau kalian ingin pindah ke London" Kata Resti


"Kalau kamu, kamu setuju kan kalau kita pindah ke London?" Kata Jovan kepada Nayla


"Aku setuju, lagian ini semua juga demi kebaikan Putri kita, aku gak mau lihat dia terluka lagi" Kata Nayla


"Iya, aku janji akan selalu membuat kalian bahagia" Kata Jovan


Mereka berdua pun berpelukan satu sama lain. Dan Jovan segera mengurus surat kepindahan mereka.


...~Bersambung~...

__ADS_1


__ADS_2