
...(Keesokan Harinya) ...
Cahaya telah sampai di sekolahnya dengan diantar Papahnya. Dia tidak sabar untuk menghadapi ulangan hariannya hari ini.
"Pah, Aya masuk ke kelas dulu ya" Kata Cahaya
"Iya, sayang" Kata Jovan
Cahaya pun menyalimi tangan Papahnya dan mencium kedua pipi Papahnya. Setelah itu, Cahaya segera menuju kelasnya.
Saat ingin masuk ke mobil, tiba-tiba handphone Jovan berbunyi dan dia segera mengangkat panggilan telpon dari handphonenya.
"Hello, Leon ada apa?" Kata Jovan
"Gue mau bicara sama loe soal pelaku yang memfitnah proyek" Kata Leon
"Oke, gue akan segera ke kantor" Kata Jovan
Jovan masuk ke dalam mobil dan segera melakukan mobilnya menuju kantor.
→Di Sekolah
Cahaya telah masuk ke dalam kelasnya dan duduk di kursinya. Saat melihat Cahaya telah datang, Keysha segera menghampiri Cahaya.
"Keysha, kamu udah belajar belum untuk ulangan harian matematika hari ini?" Kata Cahaya
"Aku gak belajar" Kata Keysha
"Kenapa? Kalau kamu gak belajar bagaimana kamu ingin menjawab soalnya nanti?" Kata Cahaya
"Aku kan pintar, jadi gak perlu lagi belajar" Kata Keysha" Kamu tau disekolah ku dulu aku sering dapat juara 1" Lanjutnya
"Biarpun pintar tetap kita harus belajar biar ilmu kita bertambah dan nilai ulangan kita juga bagus" Kata Cahaya
"Aku akan buktikan sama kamu kalau aku akan dapat nilai yang bagus" Kata Keysha
Cahaya hanya diam saja setelah mendengar perkataan dari Keysha. Tak lama kemudian, ibu Guru pun datang dan ulangan harian mereka segera dimulai.
→Di Kantor Jovan.
Sampai dikantor, Jovan segera menemui Leon yang sedang berada diruang kerjanya.
"Bagaimana, loe dapat info apa soal orang itu?" Kata Jovan
"Untuk lebih jelasnya lagi, ayo kita sekarang ke kantor polisi" Kata Leon
Mereka segera pergi dari ruang kerja. Saat diluar, tiba-tiba mereka bertemu dengan Ferisha.
"Pak Jovan sama Pak Leon mau kemana?" Kata Ferisha
"Kami mau ke kantor polisi" Kata Jovan
"Kantor polisi? Untuk apa Bapak kesana?" Kata Ferisha
"Kami sedang ada urusan kecil disana, sudah dulu ya" Kata Leon
Mereka segera pergi meninggalkan Ferisha yang tampak kebingungan.
→Di Sekolah
Keysha tampak kebingungan ketika melihat soal ulangannya. Dia bingung harus menjawab apa.
"Aduh bagaimana ini? Soalnya susah semua ya udah deh aku jawab asal saja" Kata Keysha dalam hatinya
Keysha pun menjawab dengan asal saja. Selama 1 jam, akhirnya mereka pun telah menyelesaikan ulangan mereka.
→Di Kantor
Jovan dan Leon telah sampai di kantor polisi. Mereka segera meminta informasi yang mereka cari.
"Jadi, begini, Pak menurut hasil pencarian yang kami lakukan, orang itu saat ini sedang bersembunyi di kota Bandung Kata Polisi
"Di kota Bandung, Pak?" Kata Jovan
"Iya" Kata Polisi" Tapi Anda jangan khawatir, kami akan segera menangkap dia" Lanjutnya
__ADS_1
"Tidak, usah Pak" Kata Jovan
"Maksud, loe apa? Kenapa dia gak ditangkap? "Kata Leon
" Pak, saya ingin menyelesaikan masalah ini secara baik-baik"kata Jovan
"Baiklah, jika itu keinginan anda" Kata Polisi
"Terima kasih, atas informasinya Anda, Pak" Kata Jovan
"Iya, sama-sama" Kata Polisi
Mereka segera pergi keluar meninggalkan kantor polisi.
"Loe yakin mau menyelesaikan ini secara baik-baik?" Kata Leon
"Iya, gue yakin" Kata Jovan
"Tapi, bagaimana jika dia tidak mau mengakui perbuatan dia dan mencelakai loe?" Kata Leon
"Jika itu terjadi, maka tidak ada jalan lagi, dia harus kita jebloskan ke penjara" Kata Jovan
"Okelah, jika itu keputusan loe" Kata Leon
"Tunggu, sebentar" Kata Jovan ketika dia teringat sesuatu.
Jovan segera mengambil handphone dan menelpon seseorang.
"Hello, Anika" Kata Jovan
" Hello, Jovan ada apa?" Kata Anika
"Aku sudah mendapatkan informasi tentang orang itu" Kata Jovan
"Oh ya, apa informasi yang kamu dapatkan? "Kata Anika
"Kata Polisi orang itu kini sedang bersembunyi di kota Bandung" Kata Jovan
"Jadi sekarang dia ada dikota Bandung?" Kata Anika
"Kamu mau kesana? Dengan siapa?" Kata Anika
"Aku kesana sendirian saja" Kata Jovan
"Hmmm... Apa aku boleh ikut sama kamu" Kata Anika
"Jangan, ini terlalu bahaya untuk kamu" Kata Jovan
"Aku hanya tidak ingin kamu menyelesaikan masalah ini sendirian karena proyek itu adalah milik kita dan kita harus menyelesaikan masalah ini secara bersama-sama" Kata Anika
"Ya sudah, jika kamu memaksa kamu boleh ikut" Kata Jovan
"Terima kasih, sudah mengizinkan aku untuk ikut kamu kesana" Kata Anika
"Sudah dulu ya, soalnya aku mau siapin barang untuk keberangkatan kita dan untuk soal tiket kamu tidak usah cemas, karena aku sudah pesan 2 tiket" Kata Jovan
"Iya" Kata Anika
"Sampai ketemu nanti sore" Kata Jovan
"Iya" Kata Anika
Jovan pun memutuskan sambungan telponnya dengan Anika.
"Anika mau ikut sama loe?" Kata Leon
"Iya, katanya kita harus menyelesaikan masalah ini secara bersama-sama" Kata Jovan" Ya sudah, Ayo pulang soalnya gue mau siapin barang untuk keberangkatan gue ke kota B" Lanjutnya
Jovan dan Leon masuk ke mobil. Jovan segera menjalankan mobil meninggalkan kantor polisi.
→Di Rumah Bayu&Anika
Setelah menerima telpon dari Jovan. Anika segera pulang ke rumahnya untuk bersiap.
"Kamu yakin, Nika mau ikut Pak Jovan ke Bandung untuk menemui orang itu?" Kata Bayu
__ADS_1
"Iya, Mas lagian aku gak enak kalau lihat Pak Jovan bekerja sendirian untuk proyek kita padahal harusnya kita harus bekerja sama demi proyek itu" Kata Anika" Lagian aku perginya cuma 1 minggu saja" Lanjutnya
"Ya sudah, aku izinkan kamu untuk pergi kesana" Kata Bayu
"Makasih ya, Mas udah kasih izin untuk aku" Kata Anika
"Sama-sama" Kata Bayu
Setelah itu Anika segera menyiapkan barang keperluannya untuk pergi ke Kota B.
...(Sore Harinya) ...
→Di Rumah Jovan
Saat ini Jovan sedang berpamitan kepada orang tuanya dan juga kepada anaknya.
"Mi, Pi aku pergi dulu ya dan tolong jaga Cahaya" Kata Jovan
"Iya, kamu hati-hati disana dan kami pasti akan jaga Cahaya dengan baik" Kata Resti
"Kalau kamu sudah sampai disana, kamu harus langsung telpon Kami" Kata Bram
"Iya, Pi" Kata Jovan
Jovan pun berlutut menyamakan posisi dengan Anaknya. Cahaya segera memeluk Papahnya dengan sangat erat.
"Aya sayang, aya jangan nakal ya terus harus dengar apa kata Oma dan Opa" Kata Jovan
"Iya, Pah" Kata Cahaya
"Oh ya, Cahaya mau oleh-oleh apa dari Papah?" Kata Jovan
"Aya gak mau oleh-oleh apapun dari Papah yang Aya mau Papah cepat pulang kesini" Kata Cahaya
"Iya, sayang itu pasti" Kata Cahaya
Setelah berpamitan kepada semuanya, Jovan segera masuk ke dalam mobil. Mobil pun berjalan meninggalkan pekarangan rumah.
→Di Rumah Bayu&Anika.
Anika juga berpamitan kepada Suami dan Ibu Mertuanya. Saat ini dia sedang menggendong Keysha, karena anaknya itu sangat rewel dan tidak ingin ditinggal olehnya,
"Mas Bayu, Mamah aku pergi dulu ya" Kata Anika
"Iya, kamu hati-hati di sana ya, sayang" Kata Ibu Vina
"Iya, Mah" Kata Anika
Anika pun juga berpamitan kepada Keysha yang saat ini masih berada digendongannya.
"Sayang, Mamah pergi dulu ya" Kata Anika
"Gak mau, Mamah jangan pergi kesana" Kata Keysha
"Sayang, Mamah kesana untuk bekerja" Kata Anika
"Gak, pokoknya Mamah gak boleh kesana" Kata Keysha
"Mamah janji akan lama disana dan Mamah akan bawakan oleh-oleh yang banyak untuk Keysha" Kata Anika
"Gak Mau, aku gak mau pisah dari Mamah" Kata Keysha
Anika pun mengisyaratkan Niken untuk mengambil Keysha dari gendongannya. Dan itu segera dilakukan oleh Niken. Keysha menangis sejadi-jadinya kita dia digendong paksa oleh Niken.
Anika masuk ke dalam taksi yang telah di pesannya. Taksi pun melaju meninggalkan pekarangan rumahnya.
→Di Bandara.
Sampai di Bandara, Ternyata Jovan telah menunggu dirinya. Dia segera menghampiri Jovan.
"Maaf ya, kelamaan nunggu" Kata Anika
"Gak papa, ayo kita segera berangkat" Kata Jovan
Setelah itu mereka segera check in untuk keberangkatan mereka. Pesawat segera terbang menuju kota tujuan mereka.
__ADS_1
...~Bersambung~...