Antara Cinta Dan Dusta 2

Antara Cinta Dan Dusta 2
ACDS 2-3


__ADS_3

(Malam harinya)


Setelah selesai makan malam, Cahaya duduk diruang tamu menunggu kedatangan Papahnya.


"Papah kemana sih, Oma koq belum sampai juga?" Kata Cahaya


"Sabar dong, mungkin sebentar lagi Papahnya sampai" Kata Resti.


Tak lama kemudian, Jovan pun datang menghampiri mereka.


"Papah" Kata Cahaya


Cahaya segera berjalan menghampiri Papahnya dan memeluk Papahnya. Jovan pun membalas pelukkan Putrinya.


"Papah kenapa baru pulang?" Kata Cahaya


"Maaf ya, sayang tadi pekerjaan Papah banyak banget jadi pulangnya telat deh, maafin Papah ya" Kata Jovan


"Gak papa koq, Pah yang penting Papah sekarang sudah pulang" Kata Cahaya


"Kamu kenapa belum tidur? Kan besok kamu harus sekolah?" Kata Jovan


"Aya, nungguin Papah pulang soalnya Aya mau lihatin hasil gambaran Aya sama Papah" Kata Cahaya


"Oh, ya mana? Sini Papah lihat" Kata Jovan


Cahaya membawa Papahnya untuk segera melihat gambaran.


"Ini, Pah" Kata Cahaya


Jovan pun melihat gambaran Cahaya. Tiba-tiba dia terpaku melihat gambaran cahaya itu.



"Bagaimana, baguskan Pah gambaran Aya?" Kata Cahaya


"Iya, sayang bagus banget" Kata Jovan


"gambar ini untuk Papah nanti Papah pajang ya dikamar Papah" Kata Cahaya


"Iya, sayang" Kata Jovan " Ya sudah sekarang kamu tidur ya, kan besok kamu harus sekolah "Lanjutnya


" Iya, Pah" Kata Cahaya


"Ayo, Non Aya sekarang kita ke kamar, nanti mbak Karin akan bacain dongeng untuk Non Aya" Kata Karin


"Ayo, mbak" Kata Cahaya


Mereka segera berjalan menuju kamar. Sementara Jovan menemani kedua orang tuanya.


"Bagaimana Jovan, pekerjaan kamu dikantor hari ini?" Kata Bram


"Ya, cukup lancar, Pi meskipun banyak sekali pekerjaan dikantor hari ini" Kata Jovan


"Ya sudah sekarang kamu istirahat ya" Kata Resti


"Iya, Mi" Kata Jovan


Lalu Jovan pun segera berjalan menuju kamarnya untuk istirahat.


"Bukannya Mami mau bicarakan soal perjodohan itu sama Jovan?" Kata Bram


"Besok saja, Mami bicarakan sama dia soalnya kelihatannya Jovan sangat kelelahan" Kata Resti


"Ya sudah, ayo sekarang kita tidur" Kata Bram


"Ayo, Pi" Kata Resti


Mereka berjalan menuju kamar mereka untuk istirahat.


Di dalam kamar, Jovan merebahkan dirinya ke atas kasur sambil memandangi gambaran dari anaknya itu. Tiba-tiba dia teringat dengan istrinya, Nayla.


"Seandai kamu disini Nay, pasti sekarang kamu sangat bahagia dan bangga dengan Putri kita" Kata Jovan dalam hatinya.


Dia memejamkan matanya untuk tidur. Tak lama kemudian dia tertidur dengan memeluk gambaran Cahaya itu.


(Keesokan Harinya)


Saat ini keluarga Jovan sedang sarapan pagi bersama.


"Oh ya, Mi, Pi aku lupa menyampaikan sesuatu sama Mami dan Papi" Kata Jovan


"Soal apa, sayang?" Kata Resti


"Leon udah kembali ke Indonesia" Kata Jovan


"Kamu serius, Jovan?" Kata Bram


"Iya, kemarin dia datang ke kantor aku, Pi" Kata Jovan


"Jadi, Uncle Leon udah kembali ke Indonesia, Pah?" Kata Cahaya


"Iya, sayang" Kata Jovan


"Asyik, Aya bakalan dapat dong oleh-oleh dari Uncle Leon" Kata Cahaya


"Dasar, anak itu selalu saja gak pernah bilang kalau dia sudah kembali kesini" Kata Resti


"Oh ya, kapan dia akan datang kesini?" Kata Bram


"Mungkin hari ini, Pi" Kata Jovan


Mereka pun melanjutkan sarapan pagi mereka. Setelah sarapan pagi, Jovan segera mengantar Cahaya ke sekolah.


→Bandara


Di Bandara, ada seorang wanita yang sedang duduk menunggu seseorang. Tiba-tiba seorang anak kecil menghampiri dirinya.


"Mamah" Panggil anak itu


"Hey, Keysha sayang" Kata Wanita itu


Ternyata anak kecil itu adalah anak wanita itu. Keysha pun duduk disamping Mamahnya.


"Mah, Papah mana koq, gak sama Mamah?" Kata Keysha


"Papah lagi ke toilet sayang" Kata Wanita itu.


Tiba-tiba seseorang memanggil dirinya.


"Anika" Panggil orang itu

__ADS_1


"Mamah" Kata Wanita itu yang ternyata bernama Anika


Dan orang yang memanggil dirinya adalah Ibu Vina, dia adalah mertua dari Anika.


"Oh ya, Bayu mana?" Kata Ibu Vina


"Mas Bayu lagi ke toilet, Mah" Kata Anik


"Oh, begitu


Tak lama kemudian Bayu pun menghampiri mereka. Dia adalah suami dari Anika.


" Bagaimana, apa kalian sudah siap untuk ke rumah baru kita?"kata Bayu


"Siap, Papah" Kata Keysha


"Ayo, kita segera berangkat" Kata Bayu


Mereka pun menuju rumah mereka dengan menggunakan Taksi. Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya mereka sampai di rumah mereka.


"Ini rumah baru kita, Pah?" Kata Keysha


"Iya, sayang bagaimana kamu suka gak?" Kata Bayu


"Suka banget, Pah" Kata Keysha


"Ayo kita masuk ke dalam" Kata Bayu


Mereka semua masuk ke dalam rumah untuk melihat isi rumah tersebut. Sampai di dalam rumah, mereka segera melihat isi rumah tersebut.


"Bagaimana menurut Mamah sama Nika tentang rumah ini?" Kata Bayu


"Rumah ini sangat Bagus dan suasananya juga nyaman" Kata Ibu Vina


"Iya, Mas aku juga sependapat dengan Mamah" Kata Anika


"Semoga kita betah tinggal disini" Kata Bayu


"Amin" Kata mereka semua.


"Ayo kita lihat kamar kita semua" Kata Bayu


Mereka segera naik ke lantai 2 untuk melihat kamar mereka.


"Nah, ini kamar kamu sayang" Kata Bayu


"Wah, kamarnya bagus banget, Pah" Kata Keysha


"Kamu suka gak sama kamarnya?" Kata Bayu


"Suka, makasih ya Pah" Kata Keysha


"Sama-sama, sayang" Kata Bayu


"Sekarang kamu istirahat ya" Kata Anika


"Iya, Mah" Kata Keysha


Bayu, Anika, dan Ibu Vina keluar dari kamar Keysha.


"Kalau begitu, Mamah juga mau lihat kamar Mamah dulu ya" Kata Ibu Vina


Ibu Vina segera pergi meninggalkan anak dan juga menantunya.


"Sekarang, ayo kita lihat kamar kita" Kata Bayu


"Ayo" Kata Anika


Mereka berjalan menuju kamar mereka.


"Ini, kamar kita" Kata Bayu" Apa kamu suka sama kamar ini?" Lanjutnya


"Aku suka, Mas" Kata Anika


"Kalau begitu aku mau mandi dulu ya" Kata Bayu


"Iya, mas" Kata Anika


Bayu segera pergi menuju kamar mandi. Sementara Anika membereskan semua pakaian dirinya dan juga Bayu.


(Siang Harinya)


Cahaya sedang menunggu mobil jemputannya. Tak lama kemudian mobil yang sangat dia kenali datang menghampirinya.


"Oma" Kata Cahaya


Ternyata itu adalah mobil Omannya, Resti. Resti segera menghampiri cucunya dan memeluk cucunya.


"Kenapa Oma yang jemput Aya, kan biasanya Pak Burhan" Kata Cahaya


"Memangnya Aya gak senang kalau Oma yang jemput?" Kata Resti


"Senang koq, Oma" Kata Cahaya


"Ya udah, ayo sekarang kita pulang" Kata Resti


Cahaya dan Resti memasuki mobil. Tak lama kemudian, Mobil pun berjalan meninggalkan sekolah Cahaya.


→Di Dalam mobil.


"Oma, kita mau kemana? Kan ini bukan jalan ke rumah?" Kata Cahaya


"Kita mau ke kantornya, Papah sayang kita akan kasih kejutan sama Papah" Kata Resti


"Jadi, kita mau ke kantor Papah, Oma?" Kata Cahaya


"Iya, sayang"Kata Resti


" Asyik"kata Cahaya


Mobil pun berjalan menuju ke kantornya Jovan.


→Kantor Jovan.


Saat ini Jovan sedang sibuk mengerjakan semua pekerjaannya. Tiba-tiba Ferisha masuk ke dalam ruang kerja Jovan.


"Permisi, Pak" Kata Ferisha


"Ada apa, Ferisha?" Kata Jovan


"Saya ingin menyampaikan kabar kalau client kita yang dari luar negeri itu sudah datang ke Indonesia" Kata Ferisha

__ADS_1


"Oke, kamu atur pertemuan saya dengan dia besok" Kata Jovan


"Baik, Pak kalau begitu saya permisi dulu" Kata Ferisha


"Iya, silahkan" Kata Jovan


Ferisha pun segera keluar dari ruang kerja Jovan. Sementara itu, Resti dan Cahaya telah sampai dikantor Jovan dan saat ini mereka berada di lobby.


"Selamat siang, Ibu" Sapa resepsionis itu yang bernama Vina


"Selamat siang" Jawab Resti


"Hai, Cahaya" Sapa Gina


"Hai juga, Tante Gina" Jawab Cahaya


"Oh ya, Jovan ada diruangnya? " Kata Resti


"Ada, Bu" Kata Gina


"Kalau begitu, saya ke ruangan Jovan dulu" Kata Resti


"Baik, Bu" Kata Resti


Resti dan Cahaya segera pergi menuju ruang kerja Jovan. Tak lama kemudian, mereka sampai diruang kerja Jovan.


"Papah" Panggil Cahaya


Jovan sangat terkejut dengan kedatangan Putrinya dan juga Maminya.


"Aya" Kata Jovan


Cahaya segera menghampiri Papahnya dan memeluknya.


"Mami sama Cahaya kenapa kesini?" Kata Jovan


"Memangnya Mami sama Cahaya gak boleh kesini? Kami kesini untuk menemui kamu" Kata Resti


"Ya pasti boleh, Mi aku malah senang dengan kehadiran Mami dan Cahaya disini" Kata Jovan


"Papah, Aya mau beli ice cream" Kata Cahaya


"Aya mau ice cream?" Kata Jovan


Cahaya pun menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan dari Papahnya.


"Sebentar" Kata Jovan


Jovan menghubungi Ferisha. Tak lama kemudian, Ferisha pun datang.


"Ada apa, Pak manggil saya?" Kata Ferisha


"Saya mau minta tolong sama kamu untuk menemani anak saya beli ice cream, apa kamu mau?"Kata Jovan


" Tentu saja, Pak saya mau"kata Ferisha


"Tapi, kan Aya maunya sama Papah" Kata Cahaya


"Sayang, Papah lagi banyak kerjaan jadi belinya sama Tante Ferisha dulu ya" Kata Jovan


"Ya udah, deh" Kata Cahaya


Setelah menyerahkan sejumlah uang kepada Ferisha. Ferisha dan Cahaya pun pergi untuk membeli ice cream.


"Oh ya, ada sesuatu yang ingin Mami bicarakan sama kamu?" Kata Resti


"Bicara soal apa, Mi?" Kata Jovan


"Tunggu, sebentar" Kata Resti


Resti membuka tasnya dan mencari sesuatu. Ternyata dia mengambil beberapa foto dan menunjukkan kepada Jovan.


"Maksud, Mami apa menunjukkan foto gadis ini sama aku?" Kata Jovan


"Gadis ini namanya Nediva, dia ini adalah anak dari sahabatnya Mami" Kata Resti" Dan Mami sama Maminya Nediva berencana untuk menjodohkan kamu sama dia" Lanjutnya


"Apa" Kata Jovan kaget" Gak, Mi aku gak mau dijodohkan seperti ini" Lanjutnya


"Tapi, sayang ini sudah saatnya kamu harus menikah lagi demi Cahaya dan Mami mohon tolong lupakan Nayla" Kata Resti


"Gak, Mi sampaikan kapanpun aku gak akan pernah melupakan Nayla karena aku yakin dia masih hidup" Kata Jovan


"Tapi, Jovan kasihan Cahaya dia butuh seorang ibu untuk menyayangi dia" Kata Resti" Ayolah, kamu jangan egois, ini semua Mami lakukan demi kebahagiaan kamu dan juga Cahaya, cucu kesayangan Mami" Lanjutnya


"Berikan aku waktu untuk berpikir, Mi" Kata Jovan


"Baiklah, Mami akan berikan waktu kamu untuk memikirkan ini" Kata Resti


Sementara dilobby, Ferisha dan Cahaya telah kembali ke kantor setelah membeli ice cream.


"Makasih ya, Tante udah menemani aku beli ice cream ini" Kata Cahaya


"Sama-sama, sayang kalau kamu butuh ditemani Panggil saja Tante, Oke" Kata Ferisha


"Oke, Tante" Kata Cahaya


Mereka segera pergi menuju ruang kerja Jovan.


"Papah" Kata Cahaya


Cahaya pun menghampiri Papahnya.


"Makasih ya, Ferisha kamu sudah menemani anak saya" Kata Jovan


"Sama-sama, Pak kalau begitu saya permisi dulu" Kata Ferisha


"Iya" Kata Jovan


Ferisha pun keluar dari ruang kerja Jovan


"Pah, Aya mau ke ruang bermain dulu ya" Kata Cahaya


"Iya, sayang" Kata Jovan


"Ayo, sayang Oma temani kamu main" Kata Resti


Cahaya segera pergi ke ruang bermain yang sengaja Jovan siapkan untuk anaknya jika anaknya datang ke kantornya. Sementara Jovan memikirkan perkataan dari Maminya.


"Apa aku Terima saja perjodohan itu tapi bagaimana jika Nayla masih hidup. Entah kenapa hati ku berkata jika istri ku itu masih hidup" Kata Jovan dalam hatinya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2