Antara Cinta Dan Dusta 2

Antara Cinta Dan Dusta 2
ACDD 2-28


__ADS_3

...(1 Minggu kemudian)...


→Di Rumah Bayu


Saat ini Bayu sedang sarapan pagi bersama keluarganya. Tiba-tiba Keysha merasakan sakit di sekiwr


"Aduh" Kata Keysha


"Kamu kenapa, sayang?" Kata Bayu


Tiba-tiba Keysha pun pingsan dan membuat semua keluarganya panik.


"Ya ampun, sayang kamu kenapa?" Kata Ibu Vina


"Ayo, kita bawa dia kerumah sakit" Kata Bayu


Bayu pun segera membawa Keysha ke rumah sakit. Sesampainya dirumah sakit, Keysha segera ditangani oleh dokter. Sedangkan Bayu, Niken, dan Ibu Vina menunggu dengan perasaan cemas. Tak lama kemudian, Dokter yang menangani Keysha pun keluar.


"Dokter bagaimana keadaan anak saya?" Kata Bayu


"Anak anda terkena penyakit gagal ginjal dan sudah sangat parah" Kata Dokter


Mereka bertiga sangat terkejut dengan pernyataan dari Dokter.


"Apa cucu saya bisa sembuh dok?" Kata Ibu Vina


"Bisa dengan mengadakan transplantasi ginjal yang cocok dengan dia" Kata Dokter


"Ambil ginjal saya saja, Dok saya yakin ginjal saya dengan anak saya cocok" Kata Niken


Bayu sangat terkejut dengan perkataan dari Niken.


"Kamu yakin, Niken ingin mendonorkan ginjal kamu untuk Keysha?" Kata Bayu


"Aku yakin, Mas lagian Keysha itu anak aku, aku gak mau kehilangan dia" Kata Niken


"Kalau begitu, mari ikut saya" Kata Dokter


Setelah itu Niken pun mengikuti Dokter itu. Sementara Bayu, dia tidak mempercayai jika Niken berani untuk mendonorkan ginjalnya untuk putri mereka. Setelah beberapa jam kemudian, Dokter dan Niken pun keluar dari ruang laboratorium.


"Ternyata benar, ginjal ibu Niken sangat cocok dengan Keysha" Kata Dokter


Bayu dan Ibu Vina tampak sangat senang mendengar pernyataan dari dokter.


"Dokter segera lakukan operasi itu demi menyelamatkan cucu saya" Kata Ibu Vina


"Tapi untuk saat ini tidak bisa" Kata Dokter


"Kenapa, Dokter?" Kata Ibu Vina


"Karena Ibu Niken saat ini sedang hamil, jika kita melakukan operasinya saat ini, maka kandungannya akan berbahaya" Kata Dokter


"Jadi kapan kita bisa melakukan operasi untuk Keysha?" Kata Niken


"Kalau anda sudah melahirkan, kita bisa melakukan operasi itu dan untuk mengurangi rasa sakitnya Keysha harus melakukan cuci darah 1 bulan sekali" Kata Dokter


"Baik, Dok lakukan yang terbaik untuk anak saya" Kata Bayu


"Kami akan melakukan sebaik dan semaksimal mungkin" Kata Dokter" Kalau begitu saya permisi dulu" Lanjutnya


Dokter pun pergi meninggalkan mereka. Sementara Mereka menuju ruang rawat Keysha.


→Di Ruang rawat Keysha


Sesampainya diruang rawat Keysha, Bayu segera menghampiri putrinya yang sedang terbaring lemah dan menggengam tangan putrinya.


"Sayang, cepat sembuh ya, Nak" Kata Bayu


Tiba-tiba Ibu Vina menghampiri Niken dengan perasaan marah.


"Ini semua gara-gara kamu" Kata Ibu Vina


"Kenapa Mamah bisa berkata begitu?" Kata Niken


"Iya, kalau saja kamu tidak hamil pasti operasi Keysha akan dilaksanakan sekarang juga" Kata Ibu Vina" Ingat ya, kalau sampai terjadi sesuatu sama Keysha, kamu dan anak yang didalam kandungan kamu yang bersalah" Lanjutnya


"Mamah apaan sih? Ini semua sudah takdir dan Mamah jangan salahkan anak yang didalam kandungan Niken, karena dia juga anak aku cucu Mamah" Kata Bayu


"Sampai kapanpun, cucu Mamah itu hanya Keysha" Kata Ibu Vina


Ibu Vina pun pergi meninggalkan ruang rawat Keysha. Sementara Bayu, dia menghampiri Niken untuk menghiburnya.


"Kamu tidak usah mendengar perkataan dari Mamah" Kata Bayu


"Tidak, Mamah kamu benar, akulah menyebab semua ini, mungkin ini balasan untuk aku karena dulu aku jahat, aku hanya mementingkan uang saja dan kalau saja seandainya aku tidak hamil pasti Keysha dapat melaksanakan operasinya" Kata Niken


"Sudah, ini bukan salah kamu dan aku senang sekarang kamu sudah berubah" Kata Bayu


"Dan aku sudah membuat keputusan" Kata Niken


"Keputusan apa?" Kata Bayu


"Jika nanti aku sudah melahirkan dan Keysha sudah di operasi, sesuai dengan keinginan kamu, kita akan berpisah dan hak asuh anak-anak akan aku pastikan akan jatuh ke kamu" Kata Niken


Bayu cukup terkejut mendengar pernyataan dari Niken.


"Tapi, aku minta satu hal sama kamu" Kata Niken


"Apa itu?" Kata Bayu


"Tolong kamu rawat anak-anak kita dengan baik, berikan kasih sayang kamu untuk mereka" Kata Niken.


"Iya, aku pasti akan menyayangi dan merawat mereka dengan baik" Kata Bayu


"Oh ya, apa aku boleh memeluk kamu?" Kata Niken


"Tentu saja" Kata Bayu


Mereka berdua pun berpelukan satu sama lain.


Sementara ditempat Lain, Cahaya sudah diperbolehkan pulang sejak 2 hari yang lalu, kini mereka menyiapkan kepindahan mereka ke London.


"Kenapa sih Mah, Pah kita harus pindah ke London?" Kata Cahaya


"Karena Papah dipindahtugaskan kesana, sayang jadi kita harus ikut Papah kesana" Kata Nayla


"Tapi bagaimana jika aku kangen sama Oma, Opa, Nenek, Kakek, Uncle Leon dan Mbak Karin?" Kata Cahaya


"Kita bisa menghubungi mereka lewat video Call" Kata Jovan


"Iya, sayang benar kata Mamah kamu itu kita pasti akan sering berhubungan Video Call" Kata Fakhri


"Semua sudah siap" Kata Jovan


Cahaya pun segera memeluk satu per satu keluarganya.


"Aya pasti akan merindukan kalian semua" Kata Cahaya


"Kami semua pasti juga akan merindukan Aya" Kata Resti


"Nanti kalau kalian sudah sampai disana, tolong hubungi kami ya" Kata Bram


"Iya, Pi" Kata Jovan


Setelah berpamitan, mereka bertiga segera masuk ke dalam mobil. Mobil pun berjalan meninggalkan pekarangan rumah.


Sesampainya di Bandara, mereka segera melakukan check in, setelah itu mereka masuk ke dalam pesawat yang akan mereka tumpangi. Pesawat pun terbang menuju London.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 jam, akhirnya mereka tiba di London pukul 22.00. Dan saat ini mereka telah sampai dirumah baru mereka.


"Jadi ini rumah kita?" Kata Nayla


"Iya, bagaimana kalian suka?" Kata Jovan


"Suka banget, Pah rumahnya bagus banget" Kata Cahaya


"Ayo, kita segera masuk ke dalam" Kata Jovan


Mereka pun segera masuk ke dalam rumah mereka.


→Di Ruang tamu


Mereka telah berada diruang tamu rumah mereka.


"Pah, kamar Aya yang mana?" Kata Cahaya


"Ada dilantai 2 pintu sebelah, kanan ya" Kata Jovan


"Oke, Pah" Kata Cahaya

__ADS_1


Cahaya segera pergi menuju kamarnya.


"Nah, sekarang ayo kita juga menuju kamar kita dan sekalian" Kata Jovan


"Sekalian apa?" Kata Nayla


"Kita buat adik untuk Cahaya" Bisik Jovan


"Apaan sih kamu baru juga sampai" Kata Nayla


Jovan pun segera menggendong istrinya untuk menuju kamar mereka berdua.


...(9 Bulan Kemudian)...


→Di Indonesia


#Rumah Bayu


Tak terasa sudah 9 bulan berlalu, kini usia kandungan Niken 9 bulan. Saat ini dia sedang membereskan rumah. Tiba-tiba dia merasakan sakit di perutnya.


"Aduh" Kata Niken


Bayu yang melihat Niken kesakitan, segera menghampirinya.


"Ada apa, Niken?" Kata Bayu


"Perut aku, sakit banget, Mas seperti ini waktunya aku melahirkan" Kata Niken


"Ya sudah, ayo kita ke rumah sakit" Kata Bayu"


Bayu pun segera memanggil Mamahnya.


"Mamah" Panggil Bayu


"Ada apa, Bayu?" Kata Ibu Vina


"Mah, aku mau antar Niken ke rumah sakit ya, sepertinya dia mau melahirkan Mamah tolong jaga Keysha" Kata Bayu


"Iya" Kata Ibu Vina


Bayu segera membawa Niken ke rumah sakit menggunakan mobil. Sesampainya dirumah sakit, Niken segera dimasukkan ke dalam ruang bersalin. Sementara Bayu menunggu dengan perasaan cemas.


Selama 1 jam menunggu, namun tidak ada suara bayi terdengar, hal itu cukup membuat Bayu panik.


"Ya Tuhan, tolong selamatkan istri dan juga anak ku" Kata Bayu dalam hatinya


Tiba-tiba Ibu Vina datang menghampiri Bayu dengan tergesa-gesa.


"Mamah? Mamah kenapa ada disini, bukannya Mamah ada dirumah jagain Keysha?" Kata Bayu


"Aduh, Bayu tadi Keysha pingsan dan Mamah langsung bawa dia kesini" Kata Ibu Vina


"Apa? Terus bagaimana keadaan Keysha, Mah?" Kata Bayu


"Kata Dokter kondisinya semakin parah dan dia harus segera dioperasi" Kata Ibu Vina" Apa Niken sudah melahirkan?" Lanjutnya


"Belum, Mah" Kata Bayu


"Ya ampun, bagaimana ini Keysha harus dioperasi sekarang sementara Niken belum melahirkan juga" Kata Ibu Vina


Tak lama kemudian, terdengar suara bayi menangis. Dan dokter yang menangani Niken pun keluar.


"Dok, bagaimana keadaan Istri dan anak saya?" Kata Bayu


"Kondisi istri dan anak Bapak baik-baik saja dan saat ini anak anda sedang dibersihkan" Kata Dokter


Bayu cukup lama lega mendengar pernyataan dari Dokter.


"Kalau begitu saya tinggal dulu" Kata Dokter


"Iya, Dokter" Kata Bayu


Dokter pun segera pergi meninggalkan Bayu dan Ibu Vina sementara Bayu, dia segera masuk ke dalam ruang rawat Niken diikuti oleh Ibu Vina. Sesampainya didalam, dia segera menghampiri Niken, yang telah siuman dari pingsannya.


"Niken" Panggil Bayu


"Mas Bayu, anak kita dimana?" Kata Niken


"Ada, nanti suster akan membawa dia kesini" Kata Bayu


Tak lama kemudian, Suster pun masuk dengan membawa bayi mereka.


Niken segera menyambut bayinya dengan penuh haru


"Terima kasih, sus" Kata Bayu


"Kalau begitu saya permisi dulu" Kata Suster


Suster pun keluar meninggalkan ruang rawat Niken.


"Ya ampun, kamu sangat cantik sekali sayang" Kata Niken


"Iya, kamu benar dia sangat cantik" Kata Bayu


"Oh ya, kamu sudah menyiapkan nama untuk dia?" Kata Niken


"Belum" Kata Bayu" Kalau kamu? Apa kamu sudah menyiapkan nama untuk dia?" Lanjutnya


"Sudah" Kata Niken


"Oh ya, siapa namanya?" Kata Bayu


"Aku mau kasih nama dia Shanum Evanda Lutfiya, bagaimana apa kamu setuju kalau kita kasih nama dia Shanum?" Kata Niken


"Tentu, aku setuju" Kata Bayu


"Karena kamu sudah melahirkan sebaiknya kamu bersiap untuk operasi" Kata Ibu Vina


"Operasi?" Kata Niken


"Iya, kamu jangan pura-pura lupa ya, bukannya kamu sudah berjanji setelah kamu melahirkan kamu akan mendonorkan satu ginjal kamu Keysha" Kata Ibu Vina" Dan kamu harus mendonorkan ginjal kamu sekarang soalnya keadaan Keysha semakin memburuk" Lanjutnya


"Ya ampun, Keysha" Kata Niken" Baiklah, aku sudah siap untuk mendonorkan ginjal aku untuk Keysha" Lanjutnya


"Tapi, Niken kamu baru saja merasakan kesakitan akibat melahirkan" Kata Bayu


"Tidak apa-apa, Mas yang penting sekarang adalah keselamatan anak aku" Kata Niken


"Ya sudah, Mamah akan beritahu dokter kalau Niken sudah siap untuk mendonorkan ginjalnya" Kata Ibu Vina.


Lalu Dokter pun menyiapkan semua keperluan untuk operasi. Niken dan Keysha pun dibawa masuk ke ruang operasi. Dan Operasi pun mulai berjalan. Bayu dan Ibu Vina menunggu hasilnya dengan sangat cemas. Selama 1 jam, lampu didepan ruang operasi berubah menjadi hijau yang artinya operasinya telah selesai, tak lama kemudian, Dokter pun keluar.


"Dokter, bagaimana dengan operasi anak saya?" Kata Bayu


"Semuanya berjalan dengan lancar, istri dan anak anda selamat" Kata Dokter


Bayu dan Ibu Vina sangat lega mendengar pernyataan dari Dokter.


"Mereka akan segera kami pindahkan ke ruang rawat" Kata Dokter


"Terima kasih, Dok" Kata Bayu


Setelah keluar dari ruang operasi, Niken dan Keysha pun dibawa ke ruang rawat masing-masing.


→Di Ruang rawat Keysha


Saat ini Bayu sedang berada diruang rawat Keysha. Dia menunggu putrinya itu siuman. Tiba-tiba dia teringat dengan Niken dan juga putrinya yang baru lahir.


"Mah, Mamah disini dulu ya, jagain Keysha" Kata Bayu


"Memangnya kamu mau kemana?" Kata Ibu Vina


"Aku ingin jenguk Niken dan juga aku mau lihat Shanum" Kata Bayu


"Untuk apa kamu lihat wanita itu? Dia bukan istri kamu lagi" Kata Ibu Vina


"Mah, Dia itu masih istri aku lagian dia yang telah menyelamatkan nyawanya Keysha" Kata Bayu


"Iya, tapi sesuai dengan perjanjian kalian, kalau dia sudah melahirkan dan Keysha sudah dioperasi, kamu akan menceraikan dia" Kata Ibu Vina


"Iya, aku masih ingat janji itu, maka dari itu aku ingin membicarakan hal ini dengan dia" Kata Bayu


"Ya sudah, kalau begitu, kamu segera temui dia dan segera ceraikan dia, setelah ini Mamah akan carikan wanita yang pantas untuk menjadi istri kamu dan ibu untuk anak-anak kamu" Kata Ibu Vina.


Bayu segera pergi meninggalkan ruang rawat Keysha dan berjalan menuju ruang rawat Niken. Ditengah perjalanan, tiba-tiba dia bertemu dengan suster.


"Maaf Pak Bayu" Kata Suster


"Ada apa, sus?" Kata Bayu

__ADS_1


"Itu, Putri Bapak menangis terus, mungkin dia lapar dan membutuhkan ASI ibunya" Kata Suster


"Ya sudah, biar saya yang bawa dia keibunya" Kata Bayu


"Mari, ikut saya" Kata Suster


Suster itu pun segera pergi menuju ruang bayi dan diikuti oleh Bayu. Sesampainya diruang bayi, suster itu menyerahkan Putri Bayu ke Bayu.


"Kalau begitu, saya permisi dulu, Sus" Kata Bayu


"Silahkan, Pak" Kata Suster itu


Bayu pun segera pergi meninggalkan ruang Bayi.


→Di ruang rawat Niken


Niken telah tersadar dari pingsannya. Dia mengedarkan pandangannya keseluruh ruang rawatnya. Tiba-tiba dia melihat Bayu masuk dengan membawa Putri mereka.


"Mas Bayu" Kata Niken


"Niken, kamu sudah sadar" Kata Bayu


"Shanum kenapa?" Kata Niken


"Daritadi dia menangis terus, mungkin dia ingin merasakan ASI dari kamu" Kata Bayu


"Ya sudah, sini biar aku kasih dia ASI ku" Kata Niken


Bayu segera menyerahkan Shanum kepada Niken. Niken pun memberikan Asinya untuk Shanum.


"Terima kasih" Kata Bayu


"Untuk apa?" Kata Niken


"Untuk semuanya, Terima kasih kamu sudah melahirkan putri secantik Shanum dan juga Terima kasih kamu sudah mendonorkan ginjal kamu untuk Keysha" Kata Bayu


"Sama-sama, Mas lagian aku melakukan itu semua untuk anak ku" Kata Niken" Dan kalaupun sekarang kamu mau menceraikan, aku siap" Lanjutnya


Bayu pun terdiam. Dia masih mempertimbangkan keputusannya untuk menceraikan Niken. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Bayu sudah mengambil keputusan.


"Niken, aku tidak mau menceraikan kamu" Kata Bayu


Niken sangat terkejut mendengar pernyataan dari Bayu.


"Maksud kamu apa?" Kata Niken


"Aku mau kamu tetap menjadi istri ku dan ibu  dari kedua putri ku" Kata Bayu


"Tapi... Bukannya kamu gak cinta sama aku dan aku juga banyak berbuat jahat sama kamu" Kata Niken


"Cinta bisa tumbuh seiring waktu berjalan dan aku yakin sekarang kamu sudah berubah menjadi wanita yang baik" Kata Bayu" Bagaimana, kamu mau kan untuk tetap jadi istri aku dan ibu untuk kedua putri kita" Lanjutnya.


"Iya, aku mau, Mas" Kata Niken


Tiba-tiba Ibu Vina datang menghampiri mereka dengan marah-marah, dia sudah mendengar semua pembicaraan mereka.


"Mamah tidak setuju dengan keputusan kamu ini, Bayu" Kata Ibu Vina


"Maksud Mamah?" Kata Bayu


"Mamah mau kamu tetap menceraikan wanita ini karena dia tidak pantas untuk menjadi istri kamu dan Ibu dari kedua anak kamu" Kata Ibu Vina


"Tidak, Mah aku rasa keputusan aku ini benar, aku gak mau memisahkan kedua anak ku dari Ibunya dan juga Niken sudah banyak berkorban untuk anak-anak kami" Kata Bayu


"Terserah kamu lah, tapi Ibu yakin, dia tidak akan berubah menjadi orang baik dan kamu akan sangat menyesali keputusan kamu ini" Kata Ibu Vina


Ibu Vina segera pergi meninggalkan ruang rawat Niken.


"Maafkan Mamah aku ya" Kata Bayu


"Gak papa, aku yakin suatu saat aku pasti Mamah kamu akan bisa menerima aku sebagai menantunya" Kata Niken


"Iya, semoga yang kamu harapkan itu terjadi" Kata Bayu


"Oh ya, aku mau kamu berjanji sama aku" Kata Niken


"Janji apa?" Kata Bayu


"Berjanjilah kamu gak akan memberitahu Keysha soal aku yang sudah mendonorkan ginjal ini untuknya" Kata Niken


"Baiklah, aku berjanji tidak akan memberitahu Keysha soal ini" Kata Bayu


"Terima kasih, karena kamu sudah mau berjanji" Kata Niken" Dan aku harap semoga kamu secepatnya bisa mencintai aku" Lanjutnya


Bayu pun tersenyum dan memeluk Niken dengan penuh kasih sayang.


"Aku berjanji mulai sekarang aku akan menyayangi kamu dan mulai berusaha mencintai kamu" Kata Bayu dalam hatinya.


...(Di London)...


Saat ini Nayla sedang menyiapkan sarapan untuk suami dan Anaknya. Tiba-tiba dia merasakan pusing dikepalanya dan dia hampir terjatuh namun dengan sigap, Jovan menangkap tubuhnya.


"Ya ampun, kamu kenapa, sayang?" Kata Jovan


"Aku juga tidak tahu, mungkin aku hanya kecapean saja" Kata Nayla


"Ya sudah, sekarang kamu istirahat ya dikamar nanti setelah aku mengantar Cahaya ke sekolah, aku akan antar kamu ke dokter" Kata Jovan


"Iya" Kata Nayla


"Ayo, aku antar kamu ke kamar" Kata Jovan


Jovan segera menggendong istrinya untuk menuju kamarnya. Setelah mengantar istrinya ke kamar, Jovan segera kembali menuju meja makan. Tak lama kemudian, Cahaya datang dengan pakaian sekolah yang rapi.


"Good morning, Papah" Sapa Cahaya


"Good morning too, sayang" Jawab Jovan


"Pah, Mamah kemana? Koq gak ikut sarapan?" Kata Cahaya


"Mamah sedang sakit, sekarang Mamah sedang istirahat dikamar" Kata Jovan


"Mamah sakit apa, Pah? Kalau begitu Aya mau ke kamar lihat Mamah" Kata Cahaya


"Nanti saja, kan Aya harus sekolah" Kata Jovan.


"Tapi Aya Khawatir sama Mamah, Pah" Kata Cahaya


"Sudah, Aya sekolah dulu ya, nanti kalau Aya gak sekolah pasti Mamah akan sedih terus sakitnya malah bertambah, Aya gak mau kan Mamah sakit?" Kata Jovan


Cahaya pun menggelengkan kepalanya.


"Nah, sekarang Aya sekolah ya" Kata Jovan


"Iya, Pah" Kata Jovan


Setelah menghabiskan sarapan, Jovan segera mengantar Cahaya ke sekolah. Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, akhirnya dia kembali ke rumahnya. Tak lupa dia menghubungi dokter pribadi keluarganya yang bernama Daisy untuk datang memeriksa Nayla. Tak lama kemudian Dokter pun datang dan Jovan segera mengantarnya ke kamar dirinya dan Nayla. Dokter itu pun memeriksa keadaan Nayla.


"How is my wife, doc?" Kata Jovan. [Bagaimana keadaan istri saya, Dok?]


"There is nothing to worry about, This is natural for women who are young pregnant" Kata Dokter Daisy.  [Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, ini hal yang wajar untuk wanita yang sedang hamil muda]


"What? You mean my wife is pregnant" Kata Jovan" [Apa? Maksud Anda stri saya hamil?]


"Yes, the age of the womb has entered 4 weeks" Kata Dokter Daisy. [Iya, usia kandungannya sudah memasuki 4 minggu]


Jovan sangat bahagia mendengar kabar kalau istrinya saat ini sedang hamil. Dan begitu pun dengan Nayla, dia sangat bahagia mendengar berita kehamilannya ini.


"But, I suggest that your wife does not get tired because the content is still weak" Kata Dokter Daisy. [Tapi, saya saran agar istri anda jangan sampai kecapekan soalnya kandungannya masih lemah]


"Well, I will take good care of my wife" Kata Jovan.  [Baik, Dok saya akan menjaga istri saya dengan baik]


"Oh yes, this a prescription medication to reduce the dizziness" Kata Dokter Daisy. [Oh ya, ini resep obat untuk mengurangi rasa pusingnya]


"Thank you, Doctor" Kata Jovan [Terima kasih, Dokter]


"If so, excuse me first" Kata Dokter Daisy. [Kalau begitu, saya permisi dulu]


Jovan pun mengantar Dokter itu ke depan rumahnya. Tak lama kemudian, Jovan kembali ke dalam kamarnya dan dia segera memeluk istrinya itu.


"Ya ampun, sayang aku bahagia banget, kamu sekarang sedang mengandung buah cinta kita yang kedua" Kata Jovan


"Iya, aku juga bahagia banget mendengar kabar ini" Kata Nayla


"Pokoknya aku janji, akan menjaga kalian dengan baik" Kata Jovan


"Iya, aku percaya kalau kamu akan menjaga kami dengan baik" Kata Nayla


Mereka berdua kembali berpelukan untuk menumpahkan rasa bahagia mereka.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2