Antara Cinta Dan Dusta 2

Antara Cinta Dan Dusta 2
ACDD 2-20


__ADS_3

Setelah dari rumah Pak Johan, mereka berdua kembali ke hotel untuk istirahat.


→Kamar Hotel


Mereka segera istirahat untuk melepaskan rasa lelah mereka.


"Akhirnya, kita menemukan juga dalang dari semua ini" Kata Anika


"Iya, dan aku gak nyangka kalau dJaklang dari semua ini adalah sekretaris ku sendiri" Kata Jovan" Dan setelah ini, aku akan memecat dia langsung, karena aku gak mau proyek ku ini gagal karena dia" Lanjutnya


"Iya, kamu benar dia harus menerima akibat dari perbuatan dia" Kata Anika


"Oh ya, sebelum kita pulang besok bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu untuk membelikan oleh-oleh untuk keluarga kita? "Kata Jovan


"Ide yang bagus, baiklah besok kita akan jalan-jalan untuk membeli oleh-oleh "kata Anika.


" Oke"kata Jovan


Mereka meneruskan obrolan mereka ke topik lainnya.


→Di kota Jakarta.


Cahaya telah pulang dari kamarnya. Kepulangannya disambut oleh Omanya.


"Eh, cucu Oma udah pulang" Kata Resti


"Iya, Oma" Kata Cahaya" Oh ya, nilai ulangan Aya bagus banget, Oma" Lanjutnya


"Oh ya, mana sini Oma lihat" Kata Resti


Cahaya menyerahkan kertas hasil ulangan itu kepada Resti. Ketika membaca kertas hasil ulangan cucunya, membuatnya tersenyum bangga.


"Cucu Oma memang anak pintar, Papah pasti bangga banget sama Aya" Kata Resti


"Aku gak sabar pengen tunjukin ini ke Papah" Kata Cahaya"Oma, ayo telpon Papah sekarang" Lanjutnya


"Nanti dulu, sekarang Aya ganti baju setelah itu langsung ke ruang makan ya nanti baru deh, kita telpon Papah" Kata Resti


"Oke, Oma" Kata Cahaya


Cahaya segera pergi menuju kamarnya untuk ganti baju.


→Di Kamar Cahaya.


Saat ini Cahaya sedang berganti pakaiannya. Tiba-tiba dia melirik ke arah kalender.


"Hari ini tanggal 10 berarti 2 minggu lagi aku akan berulang tahun, asyikk" Kata Cahaya dalam hatinya.


Cahaya segera keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan.


Sampai diruang makan, Cahaya segera duduk di kursi dan menyantap makan siangnya.


"Oh ya, Oma 2 minggu lagi hari ultahnya Aya" Kata Cahaya


"Oh ya, sebentar Oma hitung" Kata Resti" Oh ya, benar" Lanjutnya


"Aya maunya ultah Aya tahun ini dirayain, Oma, boleh kan?" Kata Cahaya


"Oma sih, setuju saja kalau ultah Aya dirayain, tapi izin ke Papah dulu" Kata Resti


"Oke, Oma" Kata Cahaya


Cahaya melanjutkan memakan makan siangnya. Setelah menghabiskan makanannya, Resti dan Cahaya segera pergi ke ruang tamu untuk bersantai.


"Ayo, Oma cepat telpon Papah" Kata Cahaya


"Iya, sabar dong, sayang" Kata Resti


Resti segera mengambil handphonenya dan menghubungi Jovan lewat VC.


→Di Kota Bandung


Mendengar suara handphonenya berbunyi, Jovan segera mengambil handphonenya dan mengangkat telponnya.


Seketika senyumnya mengembang ketika melihat wajah sang Putri.


"Hello, Princess Papah" Kata Jovan


"Hello, Pah. Papah aku kangen banget sama Papah" Kata Cahaya


"Papah juga kangen banget sama Aya" Kata Jovan


"Papah, nilai ulangan matematika Aya bagus loe" Kata Cahaya

__ADS_1


"Oh ya, memangnya Aya dapat nilainya berapa?" Kata Jovan


"98, Pah" Kata Cahaya


"Wah, anak Papah memang pintar, tapi Aya harus tetap rajin belajar ya" Kata Jovan


"Iya, Pah. Oh ya, Pah 2 minggu lagi Aya ultah" Kata Cahaya


"Iya, sayang Papah udah tau dan Papah gak lupa sama ultah Aya" Kata Jovan


"Boleh gak, Pah kalau ultahnya Aya dirayain? " Kata Cahaya


"Tentu saja boleh, sayang nanti Papah akan siapkan semuanya ya dan Aya mau kado Apa dari Papah?" Kata Jovan


"Apa aja deh, Pah yang penting itu dari Papah" Kata Cahaya


"Ya sudah, nanti Papah akan berikan kado yang paling spesial untuk anak Papah" Kata Jovan


"Makasih, Pah. Pah, sudah dulu ya Pah, Aya mau main dulu sama Mbak Karin" Kata Cahaya


"Iya, sayang" Kata Jovan


"Jovan, bagaimana soal orang itu? Apa kamu sudah menemukan dia?" Kata Resti


"Sudah, Mi nanti ya aku akan ceritakan semuannya setelah aku pulang nanti" Kata Jovan


"Ya sudah, kamu hati-hati disana jaga kesehatan" Kata Resti


"Iya, Mi" Kata Jovan


"Sudah dulu ya, sayang Bye" Kata Resti


"Bye, Mi" Kata Jovan.


Jovan memutuskan hubungan telponnya. Setelah melihat Jovan selesai menelpon. Anika segera menghampiri Jovan.


"Itu dari Cahaya ya?" Kata Anika


"Iya, dia bilang kalau nilai ulangan matematika dia bagus" Kata Jovan


"Memangnya dia dapat nilai berapa?" Kata Anika


"98" Kata Jovan


"Iya, kamu benar dia itu adalah kebangaan aku" Kata Jovan


"Melihat kamu telponan sama Cahaya, aku jadi kangen sama Keysha" Kata Anika


"Kenapa kamu gak telpon saja mereka?" Kata Jovan


"Kamu benar juga" Kata Anika


Anika segera menelpon Bayu. Sementara Jovan, dia segera menjauhkan dirinya dari Anika.


→Di Kota Jakarta


Saat ini Bayu sedang menemani Keysha bermain bersama Niken. Tiba-tiba handphonenya berbunyi dan dia segera mengangkat panggilan telpon dari handphonenya.


"Dari siapa, Pah dari Mamah ya?" Kata Keysha


"Iya, sayang ayo kesini" Kata Bayu


Keysha segera menghampiri Papahnya. Dia sangat sangat ketika melihat wajah Sang Mamah dilayar handphone.


"Hello, Mah" Kata Keysha


"Hello, sayang" Kata Anika


"Mah, aku kangen banget sama Mamah" Kata Keysha


"Mamah juga kangen banget sama kamu" Kata Anika


"Mah, Mamah gak lupa kan bawain aku oleh-oleh nanti" Kata Keysha


"Enggak dong sayang" Kata Anika


"Pokoknya jangan sampai lupa, Oke" Kata Keysha


"Iya, sayang" Kata Anika


"Kalau gitu aku mau lanjut main dulu ya sama Tante Niken" Kata Keysha


" Iya, sayang" Kata Anika

__ADS_1


"Oh ya, kamu kapan pulang kesini?" Kata Bayu


"Mungkin besok lusa, Mas" Kata Anika


"Syukurlah kalau begitu, Oh ya, aku sudah mulai bisa berjalan" Kata Bayu


"Itu suatu perkembangan bagus untuk kamu, Mas" Kata Anika


"Sudah dulu ya, kamu hati-hati disana terus jaga kesehatan juga" Kata Bayu


"Iya" Kata Anika


" Dah" Kata Bayu


"Dah" Kata Anika


Anika memutuskan hubungan telponnya dengan suaminya.


→Di Kota Jakarta


Setelah mengeloni Keysha tidur, Anika mengganti pakaiannya dan pergi menuju ruang tamu. Sampai disana, dia bertemu dengan Bayu.


"Kamu mau kemana?" Kata Bayu


"Aku mau jalan-jalan sebentar soalnya aku bosan di rumah" Kata Niken" Sudah dulu ya, sayang Bye" Lanjutnya.


Niken segera pergi menggunakan taksi yang telah dipesannya. Sementara Bayu hanya dapat menghela nafasnya lalu dia pergi ke kamarnya untuk istirahat.


Ternyata Niken menuju kesebuah Caffe untuk bertemu dengan teman-temannya.


"Hai, Tina" Sapa Niken


"Hai, Niken" Jawab Tina


Mereka pun cipika-cipiki.


"Ayo, silahkan duduk" Kata Tina


Niken pun duduk dikursi dan segera meminum minuman yang telah dipesankan teman itu.


"Kamu ngajak aku ketemuan ada apa?" Kata Tina


"Jadi gini, aku besok akan menikah" Kata Niken


"Menikah? Kamu serius? Sama siapa?" Kata Tina


"Sama Bayu" Kata Niken


"Bayu? Bayu yang waktu itu jadi simpanan kamu itu?" Kata Tina


"Tepat sekali" Kata Niken


"Bukannya dia udah punya istri, koq dia mau nikah sama kamu?" Kata Tina


"Iya, dia memamg sudah menikah, tapi bukan menikah sungguhan" Kata Niken


"Maksud kamu?" Kata Tina


"Istri itu adalah wanita yang ditemukan dia di jurang, karena dia hilang ingatan, dia dan ibunya mengakui kalau dia adalah istri dari Bayu" Kata Niken


"Oh, begitu" Kata Tina


"Apa kamu bisa bantu aku?" Kata Niken


"Bantu apa?" Kata Tina


"Untuk membantu aku menyingkirkan wanita itu dari kehidupan Bayu" Kata Niken


"Maksud kamu, kamu mau suruh aku untuk bunuh, dia ih gak mau" Kata Tina


"Ya, memang harus begitu kan atau kamu punya cara lain untuk menyingkirkan dia?" Kata Niken


"Hmm... Sebentar aku pikir dulu" Kata Tina" Aku punya ide " Lanjutnya


"Apa?" Kata Niken


"Bagaimana kalau kamu cari tau tentang identitas asli dia, kalau memang dia belum menikah kamu kembalikan dia ke keluarganya dan kalau dia sudah menikah kamu kembalikan dia ke suaminya, bagaimana gampangkan? " Kata Tina


"Iya, kamu benar. Makasih ya atas saran kamu" Kata Niken


"Sama-sama" Kata Tina


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka ke arah lain.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2