Antara Cinta Dan Dusta 2

Antara Cinta Dan Dusta 2
ACDD 2-21


__ADS_3

...(Keesokan Harinya) ...


→Di Jakarta


Cahaya masih tidur dengan pulasnya. Karin pun masuk ke dalam untuk membangunkan Cahaya.


"Non Aya, ayo bangun" Kata Karin


"Ih, Mbak Karin Aya masih ngantuk kan hari ini hari minggu" Kata Cahaya


"Iya, Mbak tau tapi diluar ada yang mau ketemu sama Non Aya" Kata Karin


"Siapa, Mbak? Papah?" Kata Cahaya


"Non Aya lihat saja sendiri" Kata Karin


Cahaya segera beranjak dari tempat tidurnya untuk melihat siapa yang datang. Sampai diruang tamu, dia melihat 2 orang yang sangat dirindukan selama ini.


"Nenek, Kakek" Kata Cahaya


Nenek-kakek adalah sebutan untuk Pak Fakhri dan Saira. Melihat Cucunya datang, Pak Fakhri segera merentangkan tangannya. Cahaya pun menghampiri Kakeknya dan memeluknya dengan sangat erat.


"Kakek, Aya kangen banget sama Kakek" Kata Cahaya


"Kakek juga kangen banget sama Aya" Kata Pak Fakhri


"Cuma Kakeknya saja dikangenin, Neneknya enggak?" Kata Saira.


"Hehehe, Aya juga kangen banget sama Nenek" Kata Cahaya sambil memeluk Neneknya


"Nenek juga kangen banget sama Aya" Kata Saira.


"Kakek, ayo kita main Aya udah lama gak main bareng sama Kakek" Kata Cahaya


"Sekarang Aya mandi dulu habis itu baru main sama Kakek" Kata Karin


"Oh iya, ya udah Aya mandi dulu ya, Kek" Kata Cahaya


"Iya, sayang" Kata Pak Fakhri.


Cahaya segera pergi ke kamarnya untuk mandi dan dikuti oleh Karin.


"Oh ya, Jovan mana? Koq daritadi tidak kelihatan?" Kata Saira


"Jovan sedang berada di Kota B, lagi ada kerjaan besok mungkin dia sudah pulang" Kata Bram


"Oh, begitu" Kata Saira


"Oh ya apa kalian akan menetap disini?" Kata Resti


"Seperti tidak, soalnya kami masih ada sesuatu yang harus kami kerjakan disana" Kata Pak Fakhri" Mungkin kami hanya 1 bulan berada disini" Lanjutnya


"Wah kebetulan sekali, nanti kami akan merayakan ultahnya Cahaya disini" Kata Resti


"Oh iya, 2 minggu lagi kan ultahnya Cahaya" Kata Saira


"Pokoknya kita harus berikan kado yang spesial untuk cucu kesayangan kita, Mah" Kata Pak Fakhri


"Iya, Pah" Kata Saira.


Tak lama kemudian, Cahaya sudah rapi dan cantik.


"Ayo, Kek kita main" Kata Cahaya


"Ayo" Kata Pak Fakhri


Cahaya segera mengajak Kakeknya keruang bermain diikuti oleh Karin, Saira, Resti, dan Bram.


→Di Bandung


Kini Jovan dan Cahaya sedang asyik berkeliling untuk mencari oleh-oleh.


"Kamu mau beli oleh-oleh apa untuk Cahaya? " Kata Anika


"Aku juga gak tau, soalnya aku masih bingung" Kata Jovan" Kalau kamu?" Lanjutnya


"Sama, aku juga masih bingung*kata Jovan


Tiba-tiba Jovan melihat toko perhiasan.


" Aku mau ke toko perhiasan itu? Apa kamu mau ikut? "Kata Jovan


" Boleh, ayo"kata Anika


Sampai disana dia memilih perhiasan yang ada disana.


"Kamu mau beli perhiasan untuk siapa?" kata Jovan


"Untuk Cahaya soalnya 2 minggu lagi Cahaya akan berulang tahun dan dia juga minta diadakan pesta" Kata Jovan" Apa kamu bisa bantu pilihin?" Lanjutnya.


"Bisa, sebentar" Kata Anika


Anika pun melihat-lihat perhiasan yang ada ditoko itu. Tak lama kemudian pandangannya terfokus kepada sebuah kalung yang dilihatnya sangat indah.


"Menurut aku kamu belikan kalung ini aja untuk Cahaya?" kata Anika" Kalungnya bagus, simple, dan cantik cocok untuk Cahaya " Lanjutnya


Jovan pun melihat kalung yang dilihatkan oleh Anika.


"Iya, kamu benar pasti Cahaya akan suka dengan kalung ini" Kata Jovan" Pak, saya beli kalung ini dan tolong dibungkus sekalian" Lanjutnya kepada penjual perhiasan.

__ADS_1


"Baik, sebentar saya bungkuskan" Kata Penjual perhiasan itu


Jovan pun menunggu kalung pesanan. Sementara Anika mencoba untuk melihat perhiasan lainnya. Tiba-tiba dia menemukan sebuah gelang.


"Seperti gelang ini cocok untuk aku hadiahkan kepada Cahaya" Kata Anika dalam hatinya.


"Pak, saya beli gelang ini dan tolong bungkuskan sekalian juga" Kata Anika


"Baik" Kata Penjual perhiasan


"Pasti itu untuk anak kamu, kan?" Kata Jovan


"Bukan" Kata Anika


"Terus untuk siapa?" Kata Jovan


"Nanti juga kamu akan tau" Kata Anika.


Setelah menerima bungkusan perhiasan mereka. Mereka segera membayar lalu pergi meninggalkan Toko itu.


→Di Jakarta


Saat ini Bayu sedang bersiap untuk menikah dengan Niken. Sebenarnya dia ragu untuk menikahi Niken namun mengingat ancaman Niken membuat dia harus melaksanakan pernikahan itu.


Setelah memantapkan hatinya, dia segera keluar dari kamarnya untuk menuju ruang keluarga. Disana, sudah ada Niken, Ibunya, dan juga penghulu serta 2 orang saksi. Bayu segera menghampiri mereka dan duduk disamping Niken.


"Bagaimana, apa dua mempelai sudah siap?" Kata Bapak penghulu


"Kami berdua sudah sangat siap, Pak" Kata Niken


"Baiklah, mari kita mulai akad nikahnya" Kata Bapak penghulu" Jabat tangan saya" Lanjutnya


Bayu segera menjabat tangan Bapak penghulu.


"Saudara Bayu Evando Pradipta Bin David Hafiz Pradipta saya nikahkan dan saya kawinkan Engkau dengan Niken Marioline Elvaritta Binti Damar Azka Elvaritto Dengan maskawinnya berupa Cincin emas 24 karat, Tunai" Kata Bapak Penghulu


"Saya terima nikah dan kawinnya Niken Marioline Elvaritta Binti Damar Azka Elvaritto dengan maskawinnya yang tersebut dibayar Tunai" Kata Bayu


"Bagaimana para saksi, Sah?" Kata Bapak penghulu


"SAH" Kata Para Saksi


"Selamat, mulai sekarang kalian sah menjadi pasangan suami istri" Kata Bapak penghulu


"Terima kasih, Pak" Kata Niken


Akhirnya mereka berdua telah jadi suami istri. Setelah acara selesai, Bayu berbicara berdua kepada Niken.


"Niken, dengar kamu harus tinggalkan rumah aku?" Kata Bayu


"Kenapa? Bukannya kita sudah sah menikah?" Kata Niken


"Benarkah? Kamu serius?" Kata Niken


"Iya, aku serius" Kata Bayu


"Tapi, bagaimana kalau istri kamu tanya tentang aku?" Kata Niken


"Tenang saja, aku sudah mempunyai alasan untuk itu" Kata Bayu


"Oke, aku mau untuk pergi dari rumah kamu" Kata Niken


"Ya sudah, ayo aku akan antar kamu ke rumah baru kamu" Kata Bayu


"Oke, sayang" Kata Niken


"Mamah ikut dengan kamu, Bayu" Kata Ibu Vina


"Iya, Mah" Kata Bayu


Bayu dan Niken segera pergi menuju rumah barunya.


→Di Rumah Jovan


Saat ini Cahaya sedang bermain bersama Kakeknya. Pak Fakhri memperhatikan Cahaya dengan penuh kasih sayang lalu mengusap rambut cucunya pelan.


"Nayla, sekarang Anak kamu sudah besar, seandainya kamu ada disini pasti sekarang Papah dapat melihat kamu bahagia bersama keluarga kecil kamu" Kata Pak Fakhri dalam hatinya.


Mengingat tentang anaknya, membuat Pak Fakhri meneteskan air matanya sehingga membuat Cahaya menjadi panik.


"Kakek, kakek kenapa? Koq nangis? Kakek sakit ya?" Kata Cahaya


"Gak, sayang Kakek cuma teringat sama Mamah kamu dia sangat cantik dan juga mirip seperti kamu" Kata Pak Fakhri


"Kakek jangan sedih, meskipun Mamah gak ada disini tapi Mamah tetap ada di hati kita" Kata Cahaya


"Iya, sayang" Kata Pak Fakhri


Pak Fakhri pun memeluk Cahaya dengan erat. Lalu mereka melanjutkan bermain bersama.


→Di Bandung


Setelah selesai membeli oleh-oleh, Saat ini sedang jalan-ja


"Oh ya, kalau aku gak salah dengar suami kamu sudah sembuh ya?" Kata Jovan


"Iya, katanya dia sudah sembuh" Kata Anika


"Itu artinya bukan kamu lagi yang mengurusi proyek kita?" Kata Jovan

__ADS_1


"Seperti begitu, soalnya aku mau fokus lagi untuk mengurus anak aku" Kata Anika


"Tapi, kita masih tetap jadi teman kan?" Kata Jovan


"Tentu saja, kita masih bisa berteman" Kata Anika


"Syukurlah kalau begitu" kata Jovan" Oh ya malam ini katanya ada taman hiburan, apa kamu mau kesana bareng aku?" Lanjutnya


"Iya, aku mau lagian aku udah lama banget gak ke taman hiburan malam" Kata Anika


"Oke" Kata Jovan


Mereka melanjutkan makan siang mereka. Setelah selesai makan siang, mereka segera pergi meninggalkan restoran.


Diluar restoran, tiba-tiba handphone Jovan berbunyi.


"Sebentar ya, aku mau angkat telpon dulu" Kata Jovan


"Iya" Kata Anika


Jovan segera pergi menjauh untuk menerima telpon dari seseorang.


"Bagaimana apa kamu sudah menemukan apa yang saya suruh" Kata Jovan


"Sudah, Pak" Kata orang itu


"Oke, temui saya di hotel Hilton Bandung 2 jam lagi" Kata Jovan


"Baik, Pak" Kata orang itu.


Jovan segera memutuskan hubungan telponnya dan kembali menghampiri Anika.


"Ayo, kita pulang sekarang" Kata Jovan


"Oke" Kata Anika


Tak lama kemudian, taksi pesanan mereka telah sampai dan ereka segera masuk ke dalam taksi. Taksi pun berjalan meninggalkan restoran.


→Di Jakarta


Bayu, Niken, dan Ibu Vina telah sampai di rumah baru yang akan ditempati oleh Niken.


Niken seketika kagum dan terpesona dengan rumah barunya itu.


"Jadi ini rumah buat aku, Mas?" Kata Niken


"Iya, ayo masuk" Kata Bayu


Mereka pun masuk ke dalam rumah.


→Ruang Tamu


"Wow, ternyata rumahnya sangat bagus dan juga elegan" Kata Niken


"Jadi sekarang ini adalah rumah kamu dan kamu bebas melakuan apapun dirumah ini" Kata Bayu


"Oke" Kata Niken" Tapi meskipun kita pisah rumah tapi kamu harus beri aku uang bulanan untuk aku" Lanjutnya


"Oke, aku akan kasih uang kamu 5 juta setiap bulan, bagaimana?" Kata Bayu


"5 juta? Menurut ku itu masih sangat kurang" Kata Niken


"Kurang? Kamu mau menguras anak saya?" Kata Ibu Vina


"Mah, sudah" Kata Bayu" Kamu mau berapa?" Lanjutnya


"Ya, sekitar 20 juta setiap bulan? Bagaimana?" Kata Niken


"Oke, 20 juta akan aku transfer di rekening kamu" Kata Bayu


"Makasih ya, sayang" Kata Niken


Niken pun memeluknya namun dia menepis dengan lembut.


"Ini sudah sore, kalau begitu aku dan Mamah pulang dulu" Kata Bayu


"Kamu gak menginap disini?" Kata Niken


"Untuk minggu ini aku akan berada bersama Anika dan Keysha dan untuk minggu selanjutnya aku berada disini" Kata Bayu


"Oke" Kata Niken


"Oh ya, kalau kamu bosan aku sudah transfer uang untuk jalan-jalan" Kata Bayu


"Oke, Mas" Kata Niken


"Ayo, Mah kita pulang" Kata Niken


Lalu Bayu dan Ibu Vina pergi meninggalkan rumah Niken menggunakan mobil. Sementara Niken, dia pergi menuju kamarnya dilantai 2.


→Kamar Niken.


Niken segera duduk diatas kasurnya sambil tersenyum.


"Akhirnya aku bisa menikmati semua ini, tapi setelah ini bagaimana cara aku bisa mengetahui tentang gadis itu? Hmm... Seperti soal itu nanti akan ku pikirkan yang penting sekarang aku harus bersenang-senang di rumah mewah ini" Kata Niken dalam hatinya.


...~Bersambung~...


...Publish...

__ADS_1


...[03-06-2020]...


__ADS_2