
...(Keesokan Harinya) ...
Bayu tersadar dari tidurnya, tiba-tiba dia terkejut ketika melihat dirinya tertidur tanpa pakaian dan dia lebih terkejut ketika melihat Niken yang juga tertidur disampingnya dengan keadaan yang sama seperti dirinya.
"Kenapa dengan ku? Apa yang terjadi semalaman?" Kata Bayu dalam hatinya.
Tiba-tiba dia teringat kejadian semalam ketika dia meminum minuman dari Niken.
"Ini pasti ulahnya Niken" Kata Bayu dalam hatinya.
Tak lama kemudian, Niken terbangun dari tidurnya.
"Selamat pagi, sayang ku" Sapa Niken mesra.
"Apa yang telah kamu campurkan ke dalam minuman aku semalam?" Kata Bayu
"Kamu mau tau? Oke aku akan beri tau, aku. Mencampurkan suatu obat dimana ketika kamu meminumnya, kamu akan mabuk" Kata Niken
"Kurang ajar kamu, kamu benar-benar wanita jahat" Kata Bayu
"Aku melakukan ini semua agar kamu segera menikahi aku" Kata Niken
Niken pun tersenyum sambil mengusap perutnya.
"Tak lama lagi, pasti adiknya Keysha akan tumbuh disini" Kata Niken
"Jangan harap semua itu terjadi" Kata Bayu
"Oke, kita lihat saja" Kata Niken" Tapi, kamu harus segera menikahi aku minggu ini juga" Lanjutnya
"Minggu ini juga? Gila ya, kamu" Kata Bayu
"Iya, aku memang gila, daripada nanti ini adalah kesempatan yang bagus karena aku gak mau nunggu ini berlama-lama lagian kaki kamu juga sudah mulai sembuh" Kata Niken
Bayu hanya diam saja tanpa menghiraukan ucapan Niken.
"Ya sudah, kalau kamu tidak mau aku akan bawa Keysha pergi hari ini juga" Kata Niken " Dan aku tidak akan pernah main-main " Lanjutnya.
"Oke, kita akan menikah besok" Kata Bayu" Tapi kita tidak menikah disini, di tempat lain" Lanjutnya
"Gak papa yang penting adalah kita harus menikah" Kata Niken" Makasih ya, sayang" Lanjutnya
Niken segera memakai pakaiannya kembali dan pergi keluar dari kamar Bayu. Sementara Bayu, dia mengacak rambutnya karena frustasi.
"Semoga saja Niken tidak hamil karena kejadian ini, kalau tidak pasti aku akan kehilangan Anika, wanita yang sangat aku cintai" Kata Bayu dalam hatinya.
→Di Rumah Jovan.
Cahaya tampak bersemangat karena hari ini hasil ulangannya akan dibagikan.
"Cucu Oma, kenapa? Koq kelihatannya semangat sekali hari ini?" Kata Resti
"Iya, Oma soalnya hari ini hasil ulangan matematika kemarin akan dibagikan dan Aya gak sabar ingin lihat hasilnya" Kata Cahaya
"Opa doakan semoga nilai ulangan Aya bagus, dan kalau nilai ulangan Aya bagus Opa akan kasih Aya hadiah" Kata Bram
"Opa serius?" Kata Cahaya
"Iya, Opa serius" Kata Bram
"Oke, Opa" kata Cahaya
"Nah, sekarang Aya berangkat ya ke sekolah sama Pak Burhan" Kata Resti
"Oke, Oma" Kata Cahaya
Setelah berpamitan, Cahaya segera berangkat menuju sekolah.
→Di Bandung
Jovan terbangun dari tidurnya. Dia melirik ke Anika yang masih tidur. Lalu dia segera mengambil baju ganti dan masuk ke dalam kamar mandi. Selama 15 menit, akhirnya Jovan telah siap dengan pakaiannya.
Setelah itu dia menghubungi restoran untuk memesan makanan.
"Hello, ini dari kamar 104, saya pesan sandwich 2 dan susu 2 gelas, tolong diantar segera, Baik Terima kasih" Kata Jovan
Setelah memutuskan hubungan telponnya, dia duduk di sofa. Tatapannya teralih kepada Anika yang masih tertidur pulas.
"Kenapa aku semakin penasaran dengan wanita ini? Kenapa aku semakin merasa kalau dia adalah Nayla, istri ku. Pokoknya aku harus mencari tau asal usul gadis ini sebelum pulang ke Jakarta" Kata Jovan dalam hatinya
Lalu dia kembali menghubungi seseorang.
"Hello, selamat pagi, tolong kamu carikan data identitas wanita bernama Anika Orang Revalia, Baik saya tunggu kabar secepatnya dari kamu" Kata Jovan
Setelah Jovan memutuskan hubungan telponnya, dia melihat Anika yang telah terbangun.
__ADS_1
"Kamu sudah bangun" Kata Jovan" Selamat pagi" Lanjutnya menyapa Anika
"Selamat pagi juga, maaf ya aku bangunnya terlambat" Kata Anika
"Gak papa" Kata Jovan
"Kalau gitu aku mau mandi dulu sebentar" Kata Anika
"Iya, silahkan" Kata Jovan
Lalu Anika segera pergi ke kamar mandi dan tak lupa dia juga membawa baju gantinya. Selama 20 menit, akhirnya dia telah selesai bersiap.
"Oh ya, aku sudah memesan sarapan pagi untuk kita mungkin sebentar lagi akan datang" Kata Jovan
"Baik" Kata Anika
Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu, Jovan segera membukakan pintunya. Ternyata yang datang adalah pesanan sarapan pagi mereka.
"Ini uangnya dan Terima kasih" Kata Jovan
"Sama-sama, Pak" Kata orang itu
Jovan segera membawa makanan itu dan meletakkannya ke meja.
"Mari, silahkan dimakan" Kata Jovan
"Oh, iya Terima kasih" Kata Anika
Mereka pun menyantap sandwich dan susu itu hingga habis. Setelah menghabiskan sarapan pagi mereka, mereka segera pergi untuk menyelesaikan masalah proyek mereka.
→Di Kelas.
Ibu guru telah datang dan siap untuk membagikan hasil ulangan mereka.
"Selamat pagi, anak-anak" Sapa Ibu Guru
"Selamat pagi, Bu" Kata Mereka semua.
"Hari ini, ibu akan bagikan hasil ulangan kalian kemarin" Kata Ibu Guru
Ibu Guru pun membagikan hasil ulangan mereka.
"Selamat untuk, Cahaya karena nilainya sangat sempurna" Kata Ibu Guru
"Kamu memang murid yang pintar, Cahaya" Kata Ibu Guru
"Terima kasih, Bu" Kata Cahaya
Sementara Keysha, dia sangat sedih karena melihat hasil ulangannya yang jelek.
"Aduh, bagaimana ini pasti nanti Papah marah besar dan aku akan dihukum, pokoknya aku harus menyembunyikan hasil ulangan ini dari Papah" Kata Keysha dalam hatinya.
Setelah pembagian hasil ulangan selesai, Ibu Guru memulai pelajaran.
→Di Kota B.
Saat ini Anika dan Jovan sedang berkeliling untuk mencari orang yang mereka cari. Sudah seharian, mereka berkeliling namun mereka tidak menemukan orang itu.
"Kemana lagi kita cari orang itu, sudah seharian penuh kita berkeliling untuk mencari orang itu" Kata Anika
"Bagaimana kalau kita makan siang dulu, nanti baru kita cari lagi" Kata Jovan
"Oke" Kata Anika.
Lalu mereka segera mencari restoran untuk makan siang.
→Di Restoran.
Sampai di restoran, mereka segera memesan makanan. Setelah memesan makanan, mereka menunggu pesanan mereka. Selama 20 menit, akhirnya pesanan mereka telah tiba. Dan mereka segera menyantap pesanan mereka.
"Oh ya, maaf jika kemarin aku sudah bercerita yang tidak-tidak sama kamu" Kata Jovan
"Tidak masalah, aku gak papa koq" Kata Anika
"Karena kemarin aku sudah menceritakan tentang kehidupan ku, apa boleh kamu ceritakan kehidupan kamu juga?" Kata Jovan
Anika segera memandang Jovan dengan lekat.
"Kalau kamu tidak mau cerita juga gak papa" Kata Jovan
"Baiklah, aku akan cerita" Kata Anika" Aku dan Mas Bayu sudah menikah hampir 7 tahun dan selama ini kehidupan kami harmonis dan juga penuh kebahagiaan, dia juga suami yang baik dan penyayang" Lanjutnya
"Dia memang terlihat seperti suami yang baik" Kata Jovan" Oh ya, selama kalian menikah apa kalian punya masalah?" Lanjutnya
"Tidak ada" Kata Anika
__ADS_1
"Oh ya, kalian memang keluarga yang harmonis" Kata Jovan
"Terima kasih" Kata Anika
Selama 15 menit, akhirnya mereka telah menghabiskan makanan mereka. Namun, saat selesai membayar makanan mereka, tiba-tiba Anika melihat seseorang yang mereka cari.
"Jovan, itu bukannya orang yang kita cari" Kata Anika
Jovan pun melihat ke arah yang ditunjukan oleh Anika.
"Iya, kamu benar, ayo kita ikuti dia" Kata Jovan.
Jovan dan Anika segera masuk ke dalam taksi untuk mengikuti orang itu yang pergi menggunakan motor.
→Daerah A
Mereka telah sampai di daerah A. Dari kejauhan, mereka melihat orang itu masuk ke dalam sebuah rumah gubuk. Mereka mendekati rumah itu dan mengetuk pintu rumah itu. Tak lama kemudian, pintu pun terbuka dan yang membukakan pintu adalah wanita itu
"Permisi, Bu apa benar ini dengan rumahnya Pak Johan" Kata Jovan
"Iya, benar" Kata wanita itu
"Apa kami boleh bertemu dengan Pak Johannya?" Kata Anika
"Oh, boleh silahkan masuk" Kata wanita itu.
Wanita itu pun masuk ke dalam diikuti oleh Anika dan Jovan.
"Sebentar ya panggilkan Bapak dulu, mari silahkan duduk" Kata Wanita itu
Mereka pun duduk dikursi, sementara wanita itu masuk ke dalam kamar. Tak lama kemudian, seorang pria pun keluar.
"Maaf anda siapa?" Kata Pria itu
"Apa Anda adalah Pak Johan?" Kata Jovan
"Iya, saya Johan tapi anda berdua siapa?" Kata pria itu yang ternyata bernama Pak Johan
"Perkenalkan saya Jovan dan ini teman saya, Anika kami kesini ingin bertanya kepada bapak" Kata Jovan
"Soal apa?" Kata Johan
"Apa maksud dan tujuan anda mengatakan kepada semua orang jika proyek yang kami kerjakan itu ilegal" Kata Jovan
"Dan kenapa Bapak mencuri surat izin asli proyek kami" Kata Anika
Pak Johan sangat terkejut ketika mengetahui jika kedua orang yang menemuinya ini adalah pemilik dari proyek itu.
"Bapak tidak usah takut, kami tidak akan melaporkan bapak ke polisi asal Bapak menjawab alasan Bapak dengan jujur" Kata Jovan
"Maafkan saya, Tuan, Nyonya saya melakukan itu semua karena disuruh dan juga terpaksa karena saya membutuhkan uang untuk anak saya berobat" Kata Pak Johan
"Iya, Pak benar apa yang dikatakan suami saya" Kata istri Pak Johan
"Siapa yang menyuruh kalian untuk melakukan ini" Kata Anika
"Maaf, Nyonya kami tidak dapat menjawab itu semua karena kami takut dia akan menyakiti keluarga kami" Kata Pak Johan
"Semua akan baik-baik saja, Pak saya akan melindungi keluarga kalian" Kata Jovan
"Benarkah itu Tuan?" Kata Pak Johan
"Iya, benar" Kata Jovan
"Baiklah saya akan beritahu semuanya, namanya adalah Ferisha" Kata Pak Johan
"Ferisha, jadi Ferisha yang sudah menyuruh Bapak? " Kata Jovan
"Iya, Pak" Kata Pak Johan
"Kurang ajar, dia" Geram Jovan" Terima kasih atas kejujuran Bapak dan Bapak tenang saja, saya akan melindungi keluarga Bapak dan bahkan saya akan membiayai kebutuhan hidup keluarga Bapak" Lanjutnya
"Terima kasih, Tuan" Kata Pak Johan" Oh ya, sebentar" Lanjutnya
Pak Johan pergi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu. Tak lama kemudian, dia keluar kembali dengan membawa surat.
"Ini, surat izin proyek Tuan saya kembalikan, sekali lagi Terima kasih atas kebaikan hati bapak" Kata Pak Johan
"Sama-sama, Pak kalau begitu saya permisi dulu" Kata Jovan" Dan kalau ada apa-apa segera hubungi saya" Lanjutnya sambil menyerahkan kartu namanya.
"Baik, Tuan" Kata Pak Johan
Jovan dan Anika segera pergi meninggalkan rumah Pak Johan dengan menggunakan taksi.
...~Bersambung~...
__ADS_1