Antara Cinta Dan Dusta 2

Antara Cinta Dan Dusta 2
ACDD 2-15


__ADS_3

...(Keesokan Harinya) ...


Cahaya telah bersiap untuk kembali bersekolah dan saat ini dia sedang menyantap sarapan paginya.


"Aya yakin hari ini mau ke sekolah?" Kata Resti


"Iya, Oma kan Aya udah sembuh lagian nanti kalau Aya libur terus Aya akan ketinggalan pelajaran" Kata Cahaya


"Ya sudah, kalau memang itu kemauan Aya" Kata Resti


Setelah menghabiskan sarapannya. Dia segera berpamitan kepada Oma dan Opanya. Lalu dia segera berangkat ke sekolah bersama Papahnya.


→Di Sekolah.


Di depan sekolah, dia bertemu dengan Keysha.


"Keysha" panggil Cahaya


"Aya" Jawab Keysha


Mereka segera berpelukan satu sama lain untuk melepaskan rasa rindu mereka.


"Aya, aku kangen banget sama kamu, aku kesepian kalau gak ada kamu" Kata Keysha


"Aku juga kangen banget sama kamu" Kata Cahaya


"Ayo, kita segera ke kelas" Kata Keysha


"Ayo" Kata Cahaya" Pah, aku ke kelas dulu ya" Lanjutnya


"Iya, sayang" Kata Jovan


Setelah mencium kedua pipi Papahnya, Cahaya dan Keysha segera berjalan menuju kelas. Sementara Jovan, dia segera menjalankan mobilnya menuju kantornya.


→Di Kantor.


Saat Jovan sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya. Tiba-tiba handphonenya berbunyi dan dia segera mengangkat panggilan telpon dari handphonenya itu.


"Hello, Anika ada apa?" Kata Jovan


"Sepertinya proyek kita mengalami masalah" Kata Anika disebrang sana


" Maksud kamu?" Kata Jovan


"Aku juga gak tau, sekarang cepat kamu kesini" Kata Anika


"Baiklah aku akan segera kesana" Kata Jovan.


Lalu dia bergegas untuk segera pergi ke lokasi proyeknya itu. Setelah kepergian Jovan, Ferisha diam-diam menelpon seseorang.


"Bagus, kamu menjalankan rencana ini dengan sangat bagus, pokoknya jangan sampai hal ini diketahui orang lain" Kata Ferisha


Setelah memutuskan hubungan telpon itu, Ferisha tersenyum licik.


"Aku harus bisa menghancurkan proyek itu, jika tidak Jovan akan terus dekat dengan wanita yang tidak tau malu itu" Kata Ferisha dalam hatinya.


→Di Lokasi Proyek.


Sesampainya disana, dia melihat banyak kerumunan orang yang memenuhi tempat itu. Dia segera masuk lewat pintu belakang gedung yang ada didekat proyeknya itu.


Sampai disana, Anika dan beberapa orang pekerjanya sudah ada disana menunggunya.


"Ada apa ini? Kenapa banyak sekali orang diluar?" Kata Jovan


"Ada yang sedang memfitnah kita, Pak" Kata salah satu pekerja bernama Hito


"Memfitnah? Maksud kamu?" Kata Jovan


"Mereka bilang kalau proyek kita ini ilegal dan mereka memaksa kita untuk menghentikan proyek ini" Kata Hito


"Ilegal? Bukannya ada surat tanda buktinya kalau proyek kita itu legal" Kata Anika


"Surat itu hilang entah kemana, Pak? Padahal saya sudah menyimpan surat itu ditempat yang aman" Kata Hito


"Siapa yang berani memfitnah proyek kita ini? Kurang ajar sekali dia" Kata Jovan" Aku akan selidiki dia cepat atau lambat dia, kita akan menemukannya" Lanjutnya


"Semoga aja pelaku dan dalang dari masalah ini cepat ketemu" Kata Anika


"Untuk sementara kita akan pakai fotocopy surat tanda bukti itu" Kata Jovan


"Jadi kamu masih memiliki fotocopy surat tanda bukuti itu" Kata Anika


"Iya, aku akan suruh Leon untuk membawakannya" Kata Jovan


Tak lama kemudian, Setelah Leon datang membawa surat itu, Jovan segera menunjukkan surat fotocopy itu kepada semua orang. Orang-orang itu pun pergi meninggalkan tempat lokasi proyek.


"Sekarang tinggal kita cari pelaku penyebar fitnah ini dan mencari surat asli ini" Kata Jovan


"Tapi, bagaimana caranya kita mencari tau soal pelakunya itu?" Kata Anika


Mereka pun sama-sama berpikir.


"Bagaimana kalau kita mengetahuinya lewat CCTV saja" Kata Leon


"Iya, Loe benar" Kata Jovan


Mereka bertiga segera pergi ke ruang CCTV. Video CCTV pun diputar. Dan mereka menemukan pelakunya.

__ADS_1


"Video ini akan gue perlihatkan ke polisi sehingga polisi bisa membantu kita untuk menemukan dia" Kata Leon


Setelah itu mereka segera keluar dari gedung itu.


"Anika" Panggil Jovan


"Iya, ada apa?" Jawab Anika


"Apa kamu mau makan siang bareng?" Kata Jovan


"Makan siang Bareng?" Kata Anika


"Iya, kita tidak berdua saja tapi ada Leon yang juga akan ikut makan siang" Kata Jovan


"Ya sudah kalau begitu, aku mau" Kata Anika


Mereka segera menuju ke restoran untuk makan siang. Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, akhirnya mereka sampai direstoran.


Di dalam restoran, waiters segera menghampiri mereka.


"Permisi, mau pesan apa?" Kata Waiters


"Saya pesan steak sama minumannya jus lemon" Kata Jovan


"Kalau saya pesan spaghetti dan minumannya Jus alpukat" Kata Leon


"Kamu mau pesan apa, Nika?" Kata Jovan


"Aku tidak tahu, soalnya aku masih bingung harus pesan apa?" Kata Anika


"Apa anda mau pesan 2 menu spesial kami?" Kata Waiters itu.


"Apa itu?" Kata Anika


"Menu pertama ada sup seafood dengan minuman jus lemon dan menu kedua ada Nasi goreng kornet dengan minumannya jus jeruk" Kata Waiters


"Saya pesan menu kedua saja, soalnya kalau pesan menu yang pertama saya alergi seafood" Kata Anika


Jovan sedikit terkejut ketika mengetahui kalau Anika ternyata alergi terhadap seafood.


"Dia alergi seafood? Nayla kan juga alergi seafood" Kata Jovan dalam hatinya.


"Baik, Mbak" Kata Waiters


Waiters itu segera pergi untuk membuatkan pesanan mereka.


"Kamu alergi seafood?" Kata Jovan


"Iya" Kata Anika


"Sejak kapan?" Kata Jovan


"Oh, begitu" Kata Jovan" Ada yang aneh" Lanjutnya dalam hatinya


Tak lama kemudian,  waiters itu kembali dengan membawa pesanan mereka. Mereka segera menyantap dan menikmati makanan pesanan mereka. Di saat makan, Jovan terus memperhatikan gerak makan dari Anika.


Setelah selesai menghabiskan makanan, Jovan segera membayar makanan yang mereka pesan. Setelah itu, mereka bertiga segera keluar dari restoran.


"Bro, gue duluan" Kata Leon


"Iya" Kata Jovan


Leon segera melajukan mobilnya meninggalkan Jovan dan Anika.


"Kamu mau pulang atau balik ke kantor kamu?" Kata Jovan


"Aku balik ke kantor soalnya ada yang masih harus aku kerjakan " Kata Anika


"Oh, begitu" Kata Jovan" Ya sudah kamu hati-hati ya dijalan" Lanjutnya


"Iya, Aku duluan ya" Kata Anika


"Iya" Kata Jovan


Anika segera masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan restoran. Sementara Jovan dia juga masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan restoran.


→Di Rumah Bayu&Anika.


Niken sedang membuatkan makanan untuk makan siang Bayu. Setelah selesai, dia segera mengantarkannya ke Bayu.


Niken pun mengetuk pintu kamar Bayu.


"Masuk" Kata Bayu dari dalam.


Niken pun masuk ke dalam. Bayu sangat terkejut melihat Niken.


"Kamu, mau apa kamu kesini?" Kata Bayu


"Aku cuma mau antar makan siang untuk kamu" Kata Niken


Niken menaruh nampan yang berisi makanan itu ke atas meja kecil disamping kasur.


"Kamu masih ingat makanan kesukaan aku?" Kata Bayu


"Tentu saja, aku masih ingat, mas" Kata Niken" Sekarang kamu makan, biar aku yang suapi kamu biar Papah dari anak ku ini cepat sembuh" Lanjutnya


Niken pun menyuapi Bayu dengan telaten.

__ADS_1


"Apa mau kamu sebenarnya, Niken?" Kata Bayu


Niken menghentikan aktifitasnya dan menatap Bayu lekat.


"Apa jika aku jawab jujur, apa kamu akan sanggup memenuhinya" Kata Niken


"Maksud kamu?" Kata Bayu


"Izinkan aku kembali kedalam kehidupan kamu dan Keysha, Mas" Kata Niken" Aku masih sangat mencintai kamu dan aku juga sangat menyayangi Keysha, aku tidak mau dijauhkan lagi dari anak ku " Lanjutnya


"Kamu sudah gila ya, aku sudah mempunyai istri" Kata Bayu


"Ya, kamu ceraikan saja dia dan menikah sama aku" Kata Niken


Karena tidak tahan dengan ucapan Niken, membuat Bayu menamparnya dengan keras.


Plakkk


Niken memegang pipinya yang habis ditampar oleh Bayu.


"Ternyata sifat kamu tidak berubah, Niken kamu sama seperti Niken yang dulu yang telah menghancurkan rumah tangga ku bersama Kirana" Kata Bayu" Dan sekarang kamu mau menghancurkan kembali rumah tangga aku dengan Anika. Tidak,Niken sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan Anika" Lanjutnya.


"Dan sampai kapanpun aku juga tidak rela jika Keysha lebih menyayangi dia daripada aku ibu kandungnya" Kata Niken" Oke, begini saja, kalau bagaimana kalau kita menikah siri?" Lanjutnya


"Kamu sudah benar-benar gila" Kata Bayu


"Ya, aku sudah gila. Kalau memang kamu tidak mau menikah dengan ku, maka Keysha akan aku bawa pergi dari sini" Kata Niken


"Jangan pernah berani kamu membawa anak ku pergi, kamu tidak berhak atas Keysha"Kata Bayu


"Tentu saja aku berhak karena dia juga anak kandung ku" Kata Niken" Bagaimana? Apa kamu mau Keysha aku pergi jauh dari kamu dan aku pastikan kamu tidak akan pernah bertemu lagi dengan Keysha" Lanjutnya


Bayu pun terdiam mendengar ancaman Niken. Dia tau jika Niken adalah wanita yang nekat.


"Baiklah, aku akan penuhi permintaan kamu tapi setelah aku sembuh" Kata Bayu


"Baik, aku pegang janji kamu ini tapi ingat jika kamu mengingkarinya aku gak segan-segan bawa Keysha pergi" Kata Niken


Niken segera pergi keluar dari kamar Bayu. Setelah kepergian Niken, tanpa sengaja Ibu Vina mendengar pembicaraan Bayu dan Niken. Dia segera masuk ke dalam kamar anaknya.


"Bayu kamu benar-benar keterlaluan, kamu tega membohongi Mamah selama ini" Kata Ibu Vina


"Maksud Mamah apa?" Kata Bayu


"Kamu telah membohongi Mamah tentang Keysha yang ternyata dia bukan anak kamu dengan Kirana, tapi dia anak kamu dengan Niken" Kata Ibu Vina


Bayu sangat terkejut, ternyata Mamahnya sudah mengetahui rahasia dirinya itu.


"Maafkan aku, Mah" Kata Bayu


"Apa Kirana juga tau kalau Keysha bukan anaknya?" Kata Ibu Vina


Bayu menggeleng lemah. Membuat Ibu Vina menghela nafasnya berat.


"Jadi Kirana hanya tau jika Keysha itu adalah anak kandungnya?" Kata Ibu Vina


"Iya" Kata Bayu


"Kenapa, Bayu? Kenapa kamu melakukan ini semua" Kata Ibu Vina.


"Karena aku tidak mau Kirana tau kalau sebenarnya anaknya sudah tiada sejak dilahirkan, aku takut jika jiwa dan mental terganggu, disaat yang bersamaan Niken ternyata melahirkan Keysha dihari itu, maka dari itu aku membuat perjanjian dengan Niken jika aku membawa Keysha maka dia akan mendapatkan uang 100 juta dan aku menyetujui itu" Kata Bayu"Mamah tau kan saat itu aku sangat mencintai Kirana, aku akan melakukan apa saja demi dia, Mah" Lanjutnya


"Walaupun dia ibu dari Cucu Mamah,  Mamah tidak akan setuju kamu menikah dengan dia" Kata Ibu Vina


"Jadi mamah udah tau soal itu?" Kata Bayu


"Iya, Mamah sudah dengar semuanya termasuk kebohongan yang kamu lakukan" Kata Ibu Vina"Bayu, kamu sudah memiliki istri, bagaimana perasaannya Anika jika dia tau hal ini" Lanjutnya.


"Tapi, Mah jika aku menolak keinginan wanita itu, dia akan membawa Keysha pergi" Kata Bayu


"Dia tidak mungkin bawa Keysha pergi, itu hanya gertakan dia saja" Kata Ibu Vina


"Tidak, Mah aku kenal siapa Niken, dia akan benar-benar melakukan ancaman dia itu" Kata Bayu


"Ya sudah, biarkan saja dia bawa Keysha pergi kan kamu bisa punya anak lagi dari Anika" Kata Ibu Vina.


"Tidak, Mah sampai kapanpun aku tidak akan pernah punya anak dari Anika" Kata Bayu


"Kenapa, begitu dia itu istri kamu, Bayu" Kata Ibu Vina


"Bukan, Mah dia bukan istri ku" Kata Bayu


"Maksud kamu, apa?" Kata Ibu Vina


"Apa Mamah lupa, kita menemukan dia di dasar jurang dan kita bawa dia kerumah kita dan mengakui sebagai istri aku dan Ibu dari Keysha" Kata Bayu" Maka dari itu sampai kapan pun aku tidak akan bisa menyentuh Anika" Lanjutnya


Ibu Vina terdiam mendengar perkataan Bayu. Tentu saja dia mengingat kejadian ketika dia menemukan Anika dan membawa Anika masuk ke dalam kehidupan mereka.


"Terus, apa kamu akan menikahi wanita itu?" Kata Ibu Vina.


"Iya, aku akan memenuhi permintaan dia agar dia tidak membawa Keysha pergi" Kata Bayu


"Oke, jika itu keputusan kamu Mamah akan Terima tapi sampai kapanpun Mamah tidak akan menganggap dia sebagai menantu Mamah karena menantu Mamah hanya Anika" Kata Ibu Vina


Ibu Vina segera pergi dari kamar Bayu untuk menenangkan dirinya. Tanpa sepengetahuan mereka, Niken mendengar semua pembicaraan mereka.


"Oh, ternyata wanita itu bukan istrinya Mas Bayu, baguslah itu akan membuat ku semakin mudah untuk menyingkirkan dia" Kata Niken dalam hatinya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2