
→Di Bandung
Setelah menempuh penerbangan selama 2 jam, akhirnya mereka telah sampai di kota B. Kini mereka sedang berada di hotel untuk menginap.
"Saya pesan 2 kamar single room" Kata Jovan
"Maaf, Pak kamarnya cuma 1 saja yang kosong semuanya sudah terisi" Kata Resepsionis
"Aduh, bagaimana ini ya" Kata Jovan" Sebentar ya, saya tanya teman saya dulu" Lanjutnya
Lalu Jovan menghampiri Anika yang sedang duduk di kursi tunggu.
"Bagaimana? Sudah dapat kamarnya?" Kata Anika
"Jadi begini, kata resepsionis kamarnya cuma 1 saja yang kosong" Kata Jovan
"Terus, bagaimana?" Kata Anika
"Apa kamu setuju kalau kita satu kamar?" Kata Jovan
"Apa" Kata Anika
"Tapi meskipun kita satu kamar tapi kita tidurnya terpisah, bagaimana?" Kata Jovan
"Ya sudah, kalau memang begitu aku setuju daripada kita gak dapat kamar untuk tidur" Kata Anika
Jovan segera kembali ke meja resepsionis.
"Baik, saya pesan kamar itu" Kata Jovan
"Baik, Pak" Kata Resepsionis
Resepsionis itu segera menyerahkan kunci kepada Jovan. Setelah mendapatkan kunci mereka berdua segera pergi ke kamar mereka.
→Kamar
Mereka telah sampai di kamar.
"Nah, nanti kamu tidur dikasur kalau aku akan tidur disofa itu" Kata Jovan
"Kamu gak papa tidur disofa?" Kata Anika
"Gak papa koq, tenang saja" Kata Jovan.
"Oke" Kata Anika
Setelah itu mereka berdua segera membereskan barang mereka masing-masing.
"Oh ya, kapan kita akan mencari dia?" Kata Anika
"Mungkin besok pagi" Kata Jovan
"Oke" Kata Anika
...(Malam Harinya) ...
Kini mereka sedang asyik dengan aktifitas mereka masing-masing. Anika sedang duduk diatas kasur sambil membaca Novel sementara Jovan dia sedang berdiri dibalkon sambil memandangi pemandangan langit dimalam hari.
Melihat Jovan yang sedang berdiri dibalkon. Membuat Anika segera menghentikan aktifitasnya dan berdiri menghampiri Jovan.
"Kamu ngapain disini?" Kata Anika
__ADS_1
"Aku sedang memandangi langit" Kata Jovan
"Untuk apa?" Kata Anika
"Untuk melihat istri ku" Kata Jovan
Anika terdiam ketika mendengar perkataan dari Jovan.
"Apa kamu sangat mencintai istri kamu?" Kata Anika
"Iya, aku sangat mencintai istri ku bahkan teramat sangat" Kata Jovan
"Memangnya apa yang menyebabkan kamu kehilangan istri kamu?" Kata Anika" Maaf jika aku terlalu lancang bertanya seperti itu?" Lanjutnya
"Gak papa, aku kehilangan istri ku karena dia salah paham dengan ku, dia mengira aku selingkuh dengan sekretaris ku, dia bahkan sempat meminta cerai dengan ku dan kami bertengkar di dalam mobil, tapi pada saat yang bersamaan ada truck yang melintas di depan mobil kami, sehingga untuk menghindar truck itu, mobil kami jatuh ke jurang" Kata Jovan" Beruntung aku dan Cahaya tapi akibat kecelakaan itu aku kehilangan istri ku dan Cahaya kehilangan sosok ibunya" Lanjutnya
Anika pun terdiam mendengar cerita dari Jovan
"Apa menurut kamu ini semua salah ku?" Kata Jovan
"Bukan, ini semua sudah takdir yang harus kamu Terima" Kata Anika
"Tetap saja jika kejadian itu tidak terjadi aku tidak akan kehilangan istri ku" Kata Jovan
Tiba-tiba Jovan pun memeluk Anika dan Anika hanya diam saja ketika Jovan memeluknya. Menyadari hal itu seketika Jovan pun melepaskan pelukannya.
"Maafkan aku" Kata Jovan
"Gak papa" Kata Anika
"Kamu tau, dia sangat mirip sekali dengan kamu" Kata Jovan
"Dengan ku?" Kata Anika
Jovan segera mengambil foto dari dalam kopernya dan menyerahkan foto itu kepada Anika.
"Itu foto istri ku, Nayla" Kata Jovan
Anika sangat terkejut ketika mengetahui kalau istrinya Jovan sangat mirip dengannya.
"Aku gak nyangka jika aku dan istri kamu ternyata benar-benar mirip" Kata Anika" Kenapa bisa seperti ini?" Lanjutnya
"Aku juga tidak tau, kenapa ini bisa terjadi" Kata Jovan" Setelah kejadian kecelakaan itu, aku harus merawat Cahaya sendirian dan ketika Cahaya terus membicarakan soal Mamahnya hati ku rasanya sangat sakit, dia masih sangat membutuhkan Mamahnya" Lanjutnya
Jovan menghentikan bicaranya ketika melihat wajah Anika yang sembab.
"Kamu menangis?" Kata Jovan
Anika segera menghapus airmatanya
"Tidak" Kata Anika
Anika tersenyum lalu tangannya memegang pundak Jovan.
"Kamu memang pria yang hebat, kamu bisa merawat dan membesarkan anak kamu sendirian tanpa istri kamu" Kata Anika.
"Terima kasih" Kata Jovan tersenyum" Ya sudah, sekarang ayo kita tidur" Lanjutnya
Mereka segera pergi ke tempat masing-masing. Anika segera merebahkan diri kasur sementara Jovan merebahkan dirinya ke sofa.
"Oh ya, Nika" Kata Jovan
__ADS_1
"Ada apa?" Kata Anika
"Selamat tidur, mimpi yang indah" Kata Jovan
"Terima kasih" Kata Anika
Mereka berusaha untuk memejamkan mata mereka agar tertidur. Tak lama kemudian mereka pun tertidur dengan pulas.
→Di Jakarta
Niken sedang menyiapkan beberapa obat bayu dan juga air minumnya. Tiba-tiba dia mengeluarkan sebuah botol kecil dari saku bajunya, lalu mencampurkan ke dalam minuman Bayu.
"Dengan cara ini, aku yakin Mas Bayu akan segera menikahi aku" Kata Niken dalam hatinya
Setelah itu, dia segera pergi ke kamar Bayu untuk mengantar itu semua.
→Kamar Bayu.
Saat ini Bayu sedang memainkan laptopnya, Tak lama kemudian, Niken pun datang dengan membawa nampan berisi obat dan air putih.
"Ini, obat kamu" Kata Niken
"Taruh saja disana" Kata Bayu
Niken segera menaruh nampan itu di meja, lalu duduk di tepi kasur.
"Kalau kamu gak segera minum obatnya, bagaimana kamu bisa sembuh?" Kata Niken
Niken menyerahkan beberapa butir obat kepada Bayu. Bayu pun menghentikan aktivitasnya dan meminum obat dari Niken.
"Ini, minumannya" Kata Niken
Bayu pun meminum air itu, lalu kembali memainkan Laptopnya, tiba-tiba Bayu memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Aduh" Kata Bayu
"Kamu kenapa, mas?" Kata Niken
Bayu pun memandang wajah Niken yang dia lihat seperti wajah Anika.
"Anika, kamu sudah pulang" Racau Bayu
Niken tersenyum puas, rencana yang dia lakukan berhasil.
"Ayo, sini temani aku, sayang" racau Bayu kembali
Niken pun semakin mendekatkan dirinya ke Bayu. Akhirnya mereka pun melakukan hubungan seperti suami istri.
→Pukul 01.00
Anika tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Karena merasa haus, dia pun beranjak bangun untuk mengambil air minum.
Setelah minum, tanpa sengaja dia pandangannya terarah ke Jovan yang sedang tidur disofa. Melihat selimut Jovan yang terjatuh, Anika segera menghampiri Jovan dan menyelimuti nya kembali. Dia pun duduk sambil memperhatikan wajah Jovan.
"Entah kenapa, tiba-tiba aku merasa sangat sedih dan sakit ketika mendengar cerita dari pria ini, seakan aku sangat merasakan kesedihan dia juga dan kalau aku didekat dia, aku merasakan sesuatu yang berbeda" Kata Anika dalam hatinya" Apa aku telah jatuh cinta sama dia?" Lanjutnya
Tersadar akan sesuatu, dia segera bangkit dari posisi duduknya.
"Tidak, seharusnya ini tidak terjadi, aku tidak boleh jatuh cinta dengan laki-laki lain, aku harus melupakan perasaan ini" Kata Anika
Anika segera menuju kasurnya kembali dan merebahkan dirinya untuk kembali tidur.
__ADS_1
...~Bersambung~...