Antara Cinta Dan Dusta 2

Antara Cinta Dan Dusta 2
ADD 2-7


__ADS_3

...(Keesokan Harinya) ...


Saat ini Cahaya sedang sarapan bersama dengan Papahnya, Jovan.


"Pah, kenapa Uncle Leon gak ikut sarapan?" Kata Cahaya


"Papah gak tau, sayang mungkin Uncle Leon masih tidur" Kata Jovan


Tiba-tiba Bisa Ratih menghampiri mereka.


"Oh ya, Bi, apa Leon sudah bangun?" Kata Jovan


"Tadi Bibi udah bangunin Tuan Leon, Tuan tapi katanya saat ini Tuan Leon sedang sakit" Kata Bi Ratih


"Sakit?" Kata Jovan


"Iya, Tuan seperti ini karena kemarin deh soalnya Kan Tuan Leon pulangnya malam banget" Kata Bi Ratih" Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan" Lanjutnya


"Iya, Bi" Kata Jovan


Bi Ratih segera meninggalkan meja makan dan kembali ke dapur.


"Sudah selesai sarapannya, sayang?" Kata Jovan.


"Sudah, Pah" Kata Cahaya


"Ayo, kita berangkat sekarang" Kata Jovan


Mereka segera pergi meninggalkan meja makan. Saat diluar rumah, mereka bertemu dengan Karin yang baru datang.


"Selamat pagi, Tuan maaf saya telat" Kata Karin


"Selamat pagi juga" Jawab Jovan " Oke untuk kali ini saya maafkan kamu" Lanjutnya


"Terima kasih, Tuan" Kata Karin


"Mbak Karin, nanti kita main lagi ya setelah Aya pulang sekolah" Kata Cahaya


"Oke, tapi Non Aya belajar yang rajin dulu disekolah" Kata Karin


"Oke,Mbak"Kata Cahaya


"Kalau begitu saya masuk dulu, Tuan" Kata Karin kepada Jovan


"Iya, silahkan" Kata Karin


Setelah itu,  Cahaya dan Jovan masuk ke dalam mobil. Tak lama kemudian, mobil Jovan pun melaju meninggalkan pekarangan rumah.


Di dalam rumah, Karin segera menghampiri Bi Ratih di dapur.


"Selamat pagi, Bi Ratih" Sapa Karin


"Selamat pagi juga, Karin" Jawab Bi Ratih


Melihat Bi Ratih membawa semangkok bubur dan beberapa obat membuat Karin bingung.


"Bi, bubur sama obat itu untuk siapa?" Kata Karin


"Oh, ini untuk  Tuan Leon, dia sedang sakit" Kata Bi Ratih


"Sakit" Kata Karin


"Iya, sudah ya sekarang Bibi mau antar ini dulu ke Tuan Leon" Kata Bi Ratih


"Iya, Bi" Kata Karin


Bi Ratih pun membawa nampan tersebut menuju kamar Leon. Sementara Karin, saat ini dia diliputi rasa bersalah.


"Apa ini karena dia anterin aku pulang ya? Aduh, aku jadi merasa bersalah sama dia" Kata Karin dalam hatinya.


→Di Sekolah


Setelah diantar oleh Papahnya, Cahaya segera menuju kelasnya. Ketika dia sampai dikelasnya, dia melihat Keysha sedang bersedih dan dia segera menghampiri Keysha.


"Keysha, kamu kenapa? Koq sedih?" Kata Cahaya


"Papah aku sedang sakit, Aya kakinya gak bisa berjalan" Kata Keysha


"Memangnya, kenapa Kaki Papah kamu gak bisa jalan?" Kata Cahaya


"Kemarin Papah aku mengalami kecelakaan, aku sedih lihat Papah aku, Aya" Kata Keysha


Cahaya pun memeluk Keysha dan berusaha untuk menenangkan sahabatnya itu.


"Sudah kamu jangan sedih lagi, aku doakan semoga Papah kamu cepat sembuh" Kata Cahaya


"Makasih ya, Aya atas doanya" Kata Keysha


"Sama-sama" Kata Cahaya


Tak lama kemudian, Ibu Guru masuk ke kelas mereka dan jam pelajaran di kelas mereka dimulai.


→Di Kantor.


Jovan sedang melihat dan membaca semua berkas bisnisnya. Tiba-tiba Ferisha datang menghampiri dirinya.


"Permisi, Pak" Kata Ferisha


"Iya, ada apa?" Kata Jovan


"Diluar ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan Bapak" Kata Ferisha


"Siapa?" Kata Jovan

__ADS_1


"Saya tidak kenal, Pak sama dia katanya dia istri dari Pak Bayu, client baru kita" Kata Ferisha


"Ya sudah, suruh dia masuk" Kata Jovan


"Baik, Pak" Kata Ferisha


Ferisha pun keluar untuk memanggilkan orang itu yang ternyata adalah Anika. Setelah itu, Anika segera masuk ke dalam untuk menemui Jovan.


"Permisi" Kata Anika


Jovan segera menghentikan aktifitas membacanya dan menatap ke arah Anika. Betapa terkejutnya dia, melihat Anika, wanita yang dia temui disekolah anaknya itu dan begitu pun dengan Anika, dia tidak menyangka jika client suaminya adalah orang yang memeluknya kemarin.


"Anda, orang yang memeluk saya kemarin kan?"Kata Anika


"Sabar Jovan, kendalikan diri kamu" Kata Jovan


"Iya, saya adalah orang yang memeluk Anda kemarin" Kata Jovan" Mari silahkan duduk" Lanjutnya.


Anika pun duduk dikursi. Sebenarnya dia masih kesal dengan Jovan, namun dia tahan mengingat Jovan adalah Client penting suaminya.


"Jadi, Anda adalah istrinya Pak Bayu?" Kata Jovan


"Iya" Kata Anika


"Pak Bayu nya kemana? Bukannya seharusnya dia yang datang kesini?" Kata Jovan


"Suami saya saat ini sedang sakit, dia habis mengalami kecelakaan kemarin malam" Kata Anika


"Oh, maaf saya tidak tau" Kata Jovan


"Ini, berkas yang harus anda tangani untuk proyek kerja sama antara Anda dan suami saya" Kata Anika.


Jovan pun menerima berkas itu dan membacanya dengan teliti. Setelah itu dia segera menandatangi berkas itu.


"Oke, jadi sekarang perusahaan suami Anda dan perusahaan saya telah resmi berkerja sama" Kata Jovan" Dan secepatnya tolong Anda selesaikan berkas untuk membangun proyek kerja sama kita" Lanjutnya


"Baik, Terima kasih kalau begitu saya permisi dulu" Kata Anika


Anika pun segera pergi meninggalkan ruang kerja Jovan. Namun langkahnya terhenti ketika Jovan memanggil dirinya.


"Tunggu" Kata Jovan


"Ada apa?" Kata Anika


"Saya minta maaf karena kemarin saya lancang memeluk Anda" Kata Jovan


"Saya sudah memaafkan anda, permisi" Kata Anika


Anika pun benar-benar pergi meninggalkan Jovan. Sementara Jovan duduk kembali ke kursi kerjanya.


"Anika? Kenapa tiba-tiba aku jadi tertarik untuk mencari tau semua tentang dia" Kata Jovan dalam hatinya.


Sementara diluar kantor Jovan. Anika menghentikan langkahnya sebentar.


"Kenapa aku harus bertemu dengan pria itu lagi? Dan bahkan dia adalah client dari Mas Bayu, sebaiknya aku harus berhati-hati dengan dia" Kata Anika dalam hatinya


Tak lama setelah kepergian Anika. Resti pun datang dan segera masuk ke dalam kantor Jovan.


→Ruang Kerja Jovan


Resti telah sampai ke dalam ruang kerja Jovan.


"Sayang" Panggil Resti


"Mami" Kata Jovan" Mari, Mi silahkan duduk" Lanjutnya


Resti pun duduk dikursi dihadapan Jovan.


"Bagaiamana dengan tawaran Mami kemarin? Apa kamu sudah membuat keputusan?" Kata Resti


"Baiklah, Mi aku menerima perjodohan itu" Kata Jovan


"Kamu serius, sayang?" Kata Resti


"Iya, aku serius" Kata Jovan


"Ya sudah, nanti malam kita akan adakan pertemuan antara keluarga kita dan juga keluarga Nediva" Kata Resti" Kalau begitu Mami akan menyiapkan untuk nanti malam" Lanjutnya


Setelah Resti pergi meninggalkan Jovan. Jovan kembali berkutat dengan  pekerjaan. Tanpa mereka sadari, ternyata Ferisha mendengar semua pembicaraan mereka berdua.


"Ini gak bisa dibiarkan, aku harus mencari cara untuk mengagalkan rencana perjodohan itu" Kata Ferisha dalam hatinya.


Ferisha segera kembali ke meja kerjanya dengan perasaan kesal.


Di jalanan, saat Anika sedang asyik menyetir, tiba-tiba dia hampir menabrak orang. Dia segera menghentikan mobilnya.


"Ya ampun, hampir saja" Kata Anika dalam hatinya.


Anika pun turun dari mobilnya dan menghampiri orang yang hampir dia tabrak.


"Maaf, ya saya tidak sengaja" Kata Anika


"Tidak papa, mbak ini salah saya karena tidak berhati-hati menyebrang" Kata orang itu.


Anika pun melihat surat yang dipegang oleh orang itu.


"Kamu sedang mencari pekerjaan ya?" Kata Anika


"Iya, Mbak" Kata Orang itu


"Memangnya pekerjaan seperti apa yang kamu cari?" Kata Anika


"Semua pekerjaan saya kerjakan, Mbak asalkan itu halal" Kata Orang itu.

__ADS_1


"Seperti dia orang baik, apa aku kerjakan saya dia sebagai pengasuh untuk anak ku" Kata Anika dalam hatinya


"Jadi begini, saya itu sedang mencari seorang pengasuh untuk anak saya, apa kamu bisa untuk jadi pengasuh anak saya" Kata Anika


"Oh, bisa Mbak, bisa" Kata Orang itu


"Oh ya, perkenalkan saya Anika" Kata Anika


"Saya, Niken" Kata Orang itu yang ternyata bernama Niken" Kapan saya bisa bekerja?" Lanjutnya


"Mungkin hari ini juga bisa, ayo ikut saya" Kata Anika


Anika segera masuk ke dalam mobilnya dikuti oleh Niken. Anika melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.


→Di Rumah Jovan


Saat ini Karin sedang berada di depan kamar Leon. Sebenarnya dia ragu untuk menemui Leon namun dia harus meminta maaf dengan laki-laki itu. Setelah memantapkan hatinya. Dia segera mengetuk pintu kamar Leon.


"Siapa?" Kata Leon dari dalam kamarnya.


"Ini, Karin" Jawab Karin


"Masuk saja, Karin" Kata Leon


Karin pun segera masuk ke dalam kamar Leon.


"Ada apa, Karin?" Kata Leon


"Saya kesini hanya untuk minta maaf sama Tuan gara-gara saya Tuan jadi sakit begini" Kata Karin


"Gak papa, Karin ini bukan salah kamu koq" Kata Leon


"Tapi tetap saja saya bersalah sama Tuan" Kata Karin


"Sudah, kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu sama aku" Kata Leon" Oh ya satu lagi, tolong ya kamu jangan panggil aku Tuan" Lanjutnya


"Kenapa?" Kata Karin


"Soalnya aku gak nyaman aja dipanggil Tuan" Kata Leon


"Terus saya harus memanggil apa? Soalnya Umur kita terpaut cukup jauh" Kata Karin


"Hmm... Gimana kalau kamu panggil aku Kakak saja, biar lebih enak didengar aja, Oke" Kata Leon


"Iya, Kak" Kata Karin


"Makasih ya" Kata Leon sambil memegang tangan Karin.


"Ya ampun, tangan Kakak panas banget" Kata Karin


Lalu Karin pun meletakkan tangannya ke kening Leon.


"Ya ampun, badan Kakak juga masih panas sebentar ya, Kak" Kata Karin


Lalu Karin pun keluar dari kamar Leon. Sementara Leon dia sangat senang karena Karin sangat memperhatikan dirinya. Tak lama kemudian, Karin datang dengan membawa sebuah minuman.


"Kamu bawa apa, Karin?" Kata Leon


"Ini aku bawakan Teh Jahe untuk Kakak biar badan Kakak terasa lebih enak" Kata Karin


Leon pun tersenyum dan menerima Teh jahe buatan Karin itu.


"Makasih ya" Kata Leon.


Leon pun meminum Teh jahe itu.


"Ternyata kamu benar ya kalau minum Teh ini badan jadi lebih enak" Kata Leon


"Syukurlah kalau begitu, saya permisi keluar dulu, Kak" Kata Karin


"Iya" Kata Leon


Lalu Karin pun keluar dari kamar Leon sementara Leon memperhatikan kepergian Karin sambil tersenyum.


"Karin memang berbeda dengan gadis lainnya. Dan seperti gue benaran jatuh cinta sama dia" Kata Leon dalam hatinya.


→Di Rumah Sakit.


Anika telah sampai dirumah sakit tempat suaminya dirawat.


"Rumah sakit? Kenapa kita kesini, Mbak?" Kata Niken


"Soalnya saya mau mengenalkan kamu dengan suami dan mertua saya" Kata Anika


Anika segera menuju kamar rawat suaminya dan diikuti oleh Niken. Sampai di kamar rawat Anika segera menghampiri suaminya dan mertuanya.


"Kamu sudah pulang, Nika" Kata Bayu


"Bagaimana, Nika soal bisnis barunya Bayu?" Kata Ibu Vina


"Semua berjalan dengan Lancar, Mah" Kata Anika


"Syukurlah, kalau begitu" Kata Bayu


"Oh ya, aku udah menemukan pengasuh untuk Keysha" Kata Anika" Dan aku sudah bawa dia kesini untuk kenalan sama kamu dan Mamah" Lanjutnya


"Oh ya sekarang dimana dia?" Kata Ibu Vina


"Masuk lah" Kata Anika


Tak lama kemudian Niken pun masuk ke dalam kamar rawat Bayu. Bayu sangat terkejut melihat Niken dan begitu pun dengan Niken.


"Dia..." Kata Bayu dalam hatinya.

__ADS_1


"Mas Bayu" Kata Niken dalam hatinya


...~Bersambung~...


__ADS_2