Antara Pendidikan Dan Pernikahan

Antara Pendidikan Dan Pernikahan
Awal Perkenalan Kami


__ADS_3

Naadira


Namaku Naadira wijaya, sekarang aku sedang mengemban pendidikan disalah satu perguruan tinggi swasta yang ada di kota ZZ, aku memilih melanjutkan pendidikanku karena aku ingin menjadi seorang guru yang baik seorang ibu yang memiliki pendidikan yang cukup buat anak anakku dimasa depan, aku ingin menjadi motivasi bagi anak anakku kalo orang tuanya bisa kenapa anaknya tidak.


Bagi aku pendidikan sangatlah penting apalagi itu menyangkut masa depan, banyak orang yang mengatakan untuk apa seorang perempuan sekolah sampai tinggi (kuliah) kalo pada akhirnya dia hanya diam di dapur (rumah) melayani. Tapi untuk aku sendiri tidak bisa menyalahkan itu, tapi disisi lain aku ingin melahirkan anak anak yang cerdas dari seorang ibu yang cerdas juga.


Aku sekarang baru saja duduk di semester satu, baru selesai dari masa ospek dan masih pengenalan awal kampus belum jauh mengenal kehidupan kampus seperti apa. Hari hari aku jalani dengan riang bersama teman teman baruku, ya bisa dibilang banyak yang kami eksplor di kampus ini, tapi kami tetaplah harus ada dalam porsinya ya namanya juga mahasiswa baru masih selalu diperhatikan oleh kaka tingkat yang masam bin galak raut wajahnya, rasa ingin menikmati suasana yang ada dengan keinginan kami sendiri tanpa ada paksaan dari yang lain.


Aku duduk di kelas Keguruan sekolah dasar fakultas Keguruan. Karena aku suka dengan anak kecil juga ingin mengajarkan kepada mereka dasar kesuksesan, aku ingin memberi perhatian lebih dalam segi menyalurkan ilmu sehingga kalau mereka sudah berhasil sejak kecil maka disaat mereka besar mereka tinggal melanjutkan dan tidak merasa takut akan mencoba segala hal.


Banyak anak yang merasa kurangnya perhatian pendidikan dari orang tua, karena orang tua mereka sibuk bekerja alih alih mereka hanya dapat perhatian dari pengasuhnya, meskipun begitu bagi anak itu juga masih kurang karena asuhan orang tualah pendidikan dari orang tualah yang mereka butuhkan dengan penuh perhatian. Bahkan ada juga orang tuanya sibuk bekerja anaknya dibiarkan begitu saja alih alih anak menjadi nakal orang tua menjadi aneh melihat tingkah laku anaknya, kenapa anaknya bisa menjadi nakal seperti ini? Apakah mereka tidak menyadari bahwa ini ada sangkut pautnya dengan mereka yang kurang memberi perhatian terhadap anak.


Banyak kasus anak lebih dekat dengan orang lain dibandingkan dengan orang tuanya, mungkin karena pola asuh anak yang kurang perhatian orang tua kurang dan anak mencari perhatian atau mendapatkan perhatian lebih dari orang lain, anak lebih terbuka terhadap orang lain dari pada dengan orang tuanya sendiri. Miris memang mendengar kejadian itu.

__ADS_1


Sebenarnya banyak jurusan di perguruan tinggi ini tapi aku memilih jurusan pendidikan guru sekolah dasar dengan keinginanku sejak awal dan merasa nyaman ada disana tidak lain karena aku ingin mendidik anak agar tidak ada yang merasa terkucilkan atau bahkan merasa kurangnya perhatian dan lainnya, aku ingin memberikan pendidikan yang layak perhatian yang cukup bagi anak didikku nanti.


Keseharianku hanya berangkat ke kampus menghabiskan waktu aku di kampus (perpustakaan) setelah merasa bosan aku pulang kekosan tempat tinggalku saat ini, aku memilih rumah kosan yang berada tidak jauh dari kampus karena itu akan memudahkan agar tidak terlambat datang kekampus, apalagi waktu awal kegiatan ospek aku harus pergi ke kampus pagi pagi buta mungkin orang lain masih dalam balutan selimut hangat diatas kasur yang mpuk pulan.


Aku belum ada keberanian untuk mengikuti kegiatan kegiatan kampus ya karena pikirku mana mungkin mahasiswa baru sudah terlibat dalam struktur organisasi juga namanya juga masih Junior masih banyak banyak rasa takut, bagi aku menjaga sikap itu sangatlah penting tidak melakukan hal gegabah sehingga mendapatkan cap merah dari para senior dikampus apalagi anak yang masih Junior yang baru melakukan adaptasi dari SMA menuju masa kuliah.


Tidak banyak dari teman temanku mereka mulai tebar pesona terhadap kaka tingkat mu itu di fakultas sendiri maupun orang lain memperlihatkan gaya glamornya yang tidak lain yang mereka tunjukkan itu milik orang tuanya bukan hasil dari dirinya sendiri alih alih mereka mendapatkan ancaman dari kaka tingkat karena gayanya juga cara mereka untuk mendapatkan perhatian dari para senior lawan jenis mereka.


Tring...


Tring...


Hari sudah sore aku dengan sahabatku pulang bersama, menuju rumah kosan kami yang tidak jauh hanya saja beda komplek.

__ADS_1


Malam harinya nomer asing itu mengirim sebuah pesan lagi, "boleh kita berkenalan?" perasaan aku takut, "perkenalkan nama aku Reva Rahardiyan dari fakultas kedokteran". Sebelum aku membalas pesan itu aku mencari cari informasi dulu mengenai nama itu di perguruan tinggi yang sama denganku, dan memang disini ada fakultas kedokteran. Aku cari dan ternyata memang ada nama itu dia adalah salah satu mahasiswa kedokteran. Aku membuka kembali pesan darinya aku ragu untuk memberi balasan pesan tapi karena dia sudah memperkenalkan dirinya terlebih dulu mengapa aku tidak membalasnya " iya boleh ka, aku Naadira Wijaya, dari fakultas Keguruan"  aku kirim pesan itu dan aku menyimpan nomer asing itu dengan nama yang telah dia berikan 'Reva Rahardiyan'.


Dalam hatiku bertanya tanya 'dari mana dia mendapatkan nomer ponselku?' akukan tidak memberikan nomer ponselku ke orang lain kecuali waktu aku menjalani ospek kampus, semua mahasiswa harus menuliskan nomer ponselnya untuk pendataan, apa dari sana?


Tapi sudahlah ini udah malam, kalopun ada pesan lagi akan aku balas esok hari, hari ini aku sudah lelah dengan segala kegiatan kampus hari ini.


Sebelum aku beranjak mendekati tempat tidur aku membersihkan diri dulu, biasalah ribetnya perempuan sebelum pergi pergian termasuk pergi tidur. Setelah selesai aku beranjak menuju tempat tidur yang nyaman dan mematikan lampu yang terang menggantinya dengan lampu tidur yang tidak begitu terang.


'hemmmmm... 'helaan nafas ringanku


Aku sudah berbaring diatas kasur yang nyamanku ini, aku membayangkan bagaimana capenya menjadi seorang tenaga pendidik dan aku yakin kalo semuanya akan baik baik saja, aku bisa menyelesaikan ini semua dengan tepat waktu agar aku bisa mencapai cita-cita ku untuk menjadi seorang pendidik yang baik untuk anakku suatu saat nanti.


Akupun terlelap dalam tidurku

__ADS_1


Ditunggu cerita selanjutnya ya, insya alloh akan segera aku upload kelanjutannya...


Jangan lupa kasih love sebanyak banyaknya dan komentar yang membangun 😊


__ADS_2