Antara Pendidikan Dan Pernikahan

Antara Pendidikan Dan Pernikahan
Ternyata rasa ini


__ADS_3

Flashback.....


Naadira wijaya


Hari ini aku menjalani ospek dikampus yang aku pilih untuk melanjutkan pendidikanku. Baru aja sehari menjalani masa ospek kampus aku sudah merasa lelah, kenapa sih setiap awal masuk mau igu sekolah biasa bahkan sampai kampus harus ada ospek ya. Gumam ku dalam hati.


Ketika aku berjalan dikoridor aula aku melihat dari kejauhan seorang pria dengan tubuh tinggi putih, rambutnya tersisir rapih, dengan memakai kemeja hitam dengan motif mewah disalah satu lengan bajunya, aku gak tau siapa dia tapi aku tertarik untuk mengenalnya.


"hei kamu, kenapa malah berdiri disana bukannya masuk kedalaman ruangan" sontak aku kaget melihat kaka panitia perempuan dengan sorot matanya yang tajam dan aku bisa melihat kalo dia sedang marah. Memang salah ya aku melihat seorang pria tampan. Geramku dalam hati "maaf ka, permisi" akupun masuk kedalam ruang aula.

__ADS_1


Acara demi acara hari ini telah terlewati, dan ada instruksi sebelum pulang ada pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu aku ikut mengantri bersama rekan rekan yang lain tapi disaat aku sedang mengantri aku tas yang aku gendong ditarik oleh kaka panitia perempuan yang tadi menegurku "kamu antrinya sebelah sana jangan disini" ucapnya galak. Memang apa bedanya sih? Ko sampai aku harus pindah meskipun merasa aneh tapi aku harus mengikuti instruksi dari panitia.


Hari hari ospek aku jalani dengan baik, dan seperti biasa entah kenapa disaat akan dilakukan pemeriksaan kesehatan aku selalu diarahkan oleh beberapa panitia, tapi kenapa? Perasaan yang lain juga bebas dia mengantri dimana saja yang dia mau, tapi kenapa aku nggak bisa dan malah selalu diarahkan.


Acara ospek dari kampus sampai tingkat fakultas sudah selesai dan katanya untuk tingkat jurusan akan menyusul dilain waktu yang belum bisa diberi tahu kapan akan dilaksanakan. Oke deh ternyata ini belum selesai.


Hari ini awal kegiatan belajar mengajar dikampus, mungkin untuk awal tidak langsung mulai pelajaran tapi perkenalkan dulu, aku berjalan dikoridor fakultas menuju kelas "hei kamu yang namanya Naadira?" seorang perempuan sedang duduk menyapaku, "iya aku Naadira ka" jawabku pelan lalu tersenyum pergi meninggalkan kaka tingkat itu.


Setelah itu mereka pergi entah kemana "Naadira kamu kenapa?" seorang temanku memanggil namaku dengan nada khawatir mungkin karena melihatku terduduk dilantai, akupun berdiri "aku nggak papa kok" sautku berbohong, lalu temanku menggandeng tanganku menuju kelas, setelah kami duduk dibangku depan terlihat wajah irana masih khawatir "sudahlah ra kamu jangan khawatir, aku nggak papa" ucapku sambil tersenyum.

__ADS_1


"dira sebenarnya aku tahu kejadian yang terjadi tadi" ucap ira pelan, sontak aku kaget dengan apa yang aku dengar "maksud kamu apa ra?" tanyaku penasaran "kaka tingkat yang tadi ngelakuin itu sama kamu mereka tetangga kosanku, semalam aku nggak sengaja mendengar pembicaraan mereka, awalnya aku acuh tetapi setelah aku mendengar nama kamu ada dalam pembicaraan itu aku jadi ingin tahu apa yang mereka bicarakan" keningku berkerut dengan apa yang telah aku dengar, memang ada apa? Dengan aku.


Wajah irana masih dalam kekhawatiran terhadapku "kamu harus hati hati ra, karena kakak tingkat banyak yang membicarakan kamu dibelakang, aku khawatir jadinya" aku masih belum mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"makasih ya ra, kamu sudah begitu mengkhawatirkan aku" aku tersenyum dan memeluk sahabatku irana, meskipun aku belum mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi.


Tidak lama dosenpun datang dan langsung memulai perkuliahan.


Setelah perkuliahan selesai waktunya istirahat, aku dan irana pergi ke kantin sekedar mau membeli minuman disaat menuju kantin ada seorang pria menyapaku "hai Naadira" aku hanya tersenyum dan mengangguk "Naadira kita makan siang bareng yu" ajak pria itu, aku masih terdiam dan irana dengan cepat menyenggol tanganku kode untuk memberi penolakan "maaf ka, tapi aku gak bisa, maaf ya" terlihat wajah kecewa dari pria yang ada di depannya itu tapi dia langsung tersenyum "iya nggak apa apa ko" setelah itu aku dan irana langsung pergi ke kantin dan mengambil beberapa makanan ringan yang kami butuhkan.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2