
"Dokter Reva didalam sudah ada beberapa pasien yang menunggu" ujar penjaga, aku cepat masuk ke dalam ruangan. Benar saja diluar ruangan tadi sudah banyak pasien yang menunggu, dokter umum di rumah sakit ini sudah mulai lanjut usia jadi tidak bisa banyak melayani pasien alhasil aku dan putri yang melayani.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan sore hari dan pasien untuk melakukan pengobatan jalanpun tidak terlihat dibangku antrian, akupun keluar ruangan berjalan menuju kursi yang berada di luar gedung rumah sakit sederhana ini, rasanya aku ingin membangun kembali rumah sakit ini agar terlihat lebih nyaman dan layak lagi, terutama untuk pasien rawat inap disini hanya ada dua ruangan yang mana dalam satu ruangan terdiri dari lima kasur berjajar dilantai tanpa ranjang.
Ya suatu saat nanti aku akan merenovasi rumah sakit ini, mungkin bisa dengan meminta bantuan ayah
"va sudah lama nunggu ya" tanya putri yang baru keluar dari rumah sakit "nggak biasa aja" jawabku tenang "yaudah sekarang kita pulang yuk, lagian sudah tidak ada pasien lagi" ujarnya, akupun mengangguk dan berjalan menuju mobil dan pulang ke rumah.
Hari hari aku jalani pergi ke rumah sakit pulang ke rumah sesekali pergi mengantar putri membeli beberapa keperluan dapur dan yang lain. Ya aku dan putri tidak begitu sibuk seperti dua temanku yang lainnya yang selalu lembur dipuskesmas entah apa yang mereka kerjakan sampai pulang larut malam dan pergi pagi dini hari.
Sudah beberapa hari ini akupun tidak menghubungi Naadira, bahkan aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang, aku memandangi layar ponselku yang mana tertera foto aku dengan Naadira, terlihat jelas senyum mengembang dari bibirnya yang indah.
Naadira wijaya
Sinar matahari pagi menembus masuk kedalam kamar melewati celah celah jendela kamar.
Tok tok tok...
Krekk.
Pintu kamar terbuka, terlihat bi inah memasuki kamarku "selamat pagi nona muda" sapanya, aku melihat kearah bi inah "selamat pagi bi, ada apa" tanyaku.
"maaf nona sudah mengganggu, nyonya meminta saya menyampaikan pesan kepada nona"ucap bi inah
"pesan apa bi"
"nyonya meminta nona pulang kerumah setelah selesai dari kampus hari ini"
__ADS_1
Ada apa? Kenapa mamah meminta aku kerumah? "iya nanti aku langsung kerumah setelah dari kampus, bibi gimana?"
"bibi bisa pulang kerumah sendiri nona"
Aku mengangguk "yasudah kalau begitu permisi nona" ucap bi inah seraya pergi meninggalkan aku dikamar.
"Naadira" terdengar suara seseorang memanggil namaku, akupun mengedarkan pandanganku mencari asal suara, terlihat seseorang sedang berlari mendekatiku "Naadira huh" ucapnya sambil mengatur nafasnya, dia raja teman kelasku "ada apa?" tanyaku "kamu dipanggil pa Roy keruangannya sekarang" jawab raja, keningku mengerut ada apa? Tanyaku dalam hati.
"yaudah makasih ya, sekarang aku kesana"ucapku sambil meninggalkan raja ditaman yang masih terlihat kelelahan.
"permisi pa" ucapku yang sekarang sudah didepan ruang pa Roy, terlihat pa Roy yang sedang duduk di kursi kerjanya dengan setumpuk berkas yang ada dimejanya "ya masuk Naadira" ucapnya akupun berjalan masuk dan duduk dikursi di depan meja pa Roy.
"begini Naadira, langsung sebentar lagi kamu naik sementara 3, dan sudah banyak catatan prestasi yang kamu raih maka dari itu saya akan mengajukan kamu untuk bersedia mengikuti pengabdian kepada masyarakat , apakah kamu bersedia? " tanya pa Roy. " iya pa saya bersedia "ucapku "oke terima kasih kalau kamu bersedia ikut, nanti akan bapa kabari lagi untuk informasi selanjutnya" ucap pa Roy, akupun izinin pamit peninggalkan ruangan karena memang sudah tidak ada pembahasan yang akan dibahas.
Setelah selesai dengan urusan kampus akupun pulang menuju rumah mamah karena tadi pagi mamah memintaku kerumah.
Ya rumah yang beberapa bulan aku tinggal ini nampaknya masih seperti biasa sebelum aku tinggalkan, tidak ada yang berubah "mamah mana?" tanyaku "nyonya sedang berada di taman belakang nona" akupun langsung berjalan menuju taman belakang.
Terlihat mamah sedang bersantai menikmati hembusan angin "mah" sapaku singkat, mamah langsung melihat dan memeluk erat tubuhku "mamah merindukan kamu sayang" ucap mamah.
Oh jadi hanya karena mamah merindukan aku, uhhhhh mamah membuat aku khawatir saja.
Sore itu aku habiskan bertukar cerita bersama mamah dan juga papah yang telah pulang dari kantor. Dan akupun memberi tahu perihal pengabdian kepada masyarakat yang diadakan oleh kampus. Setelah aku beritahukan juga mengenai prestasi yang aku dapatkan dikampus dan terlihat wajah bangga papah dan mamah yang langsung memelukku.
Sejak dulu aku hanya belajar dirumah tanpa teman hanya ada guru privat yang papah sediakan untukku ya aku menjalankan 'home schooling' entah apa alasan papah sampai melakukan itu, maka dari itu aku sangat menikmati waktuku saat ini.
"sayang, kata papah kamu sudah memiliki seorang kekasih apa itu benar?" tanya mamah, aku melirik papah dan papah hanya mengangguk dan merangkulku, akupun kembali menatap mamah yang sudah menunggu jawabanku "iya mah" jawabku, "siapa dia sayang?" tanya mamah lagi. "dia seorang calon dokter, dia kuliah diuniversitas yang sama, dia kaka tingkat aku mah" ucapku "orangnya baik dan untuk sekarang ini aku nyaman bersamanya" lanjutku.
__ADS_1
"kapan kamu akan memperkenalkannya sama mamah dan papah sayang? "tanya mamah sontak membuatku kaget. Nggak mungkin secepat ini aku memperkenalkan ka Reva dengan keluargaku, aku sendiri belum sepenuhnya tahu seperti apa ka Reva dan bagaimana dia.
" suatu saat nanti Naadira akan memperkenalkannya sama mamah sama papah kalau Naadira sudah ingin"ucapku "baiklah sayang" mamah kembali memelukku.
Haripun sudah mulai larut malam, aku memutuskan untuk tidur dirumah ini, akupun sudah sangat merindukan kamarku yang aku tinggal beberapa bulan lalu.
Dirumah ini hanya ada aku, mamah sama papah ya karena aku anak tunggal bukan karena mamah sama papah tidak menginginkan banyak anak akan tetapi kandungan mamah selalu lemah dan selalu terjadi keguguran. Itu sebabnya mamah sam papah sangat menyayangiku.
Tok tok tok...
Pintu terbuka sedikit demi sedikit alih alih aku melihat kearah pintu dan menunggu siapa yang masuk "maaf nona muda, tuan besar meminta nona untuk keruang kerjanya sekarang nona" ucap bi inah, akupun mengangguk dan berjalan menuju ruang kerja papah yang tidak jauh dari kamar.
Terlihat pintu ruang kerja papah terbuka meskipun tidak lebar, akupun langsung masuk keruang papah terlihat ada beberapa orang didalam akupun mendekati papah yang tengah duduk dikursi kerjanya "ada apa pah?" tanyaku bingung. "sayang mamah sama papah sudah sepakat untuk mengirim beberapa orang untuk melayani kamu di rumah kosan kamu itu"
"tapi pah? "tanyaku bingung
" papah sudah menyiapkan 2 rumah kosan disamping kiri dan kanan rumah kosan kamu sayang, agar bi inah selalu ada buat menemani kamu begitupun pa Ali akan menjadi supir pribadi kamu disaat kamu membutuhkannya, dan ini perkenalkan namanya Dina dia akan menjadi asisten pribadi kamu dia akan membantu kamu sayang"
"papah nggak seharusnya papah melakukan ini sama aku pah" ucapku tidak percaya dengan apa yang papah lakukan, kalau begini orang akan tahu siapa aku. Gerutukku dalam hati
"tidak sayang, mamah sama papah sangat khawatir sama kamu, papah nggak ingin kamu kesepian dan kesulitan diluar sana, meskipun kamu menyembunyikan identitas kamu sebenarnya cepat atau lambatpun orang lain akan tau sayang" ucap papah seperti bisa membaca apa yang aku pikirkan.
"iya pah" ucapku pelan
"jangan khawatir mereka akan melakukannya dengan sebaik mungkin agar tidak ada orang yang mengetahuinya" ucap papah seraya meyakinkan aku dengan apa yang papah lakukan. "besok pagi pa Ali dan bi inah juga Dina akan memakai mobil yang berbeda, jadi kamu bisa membawa mobil kamu sendiri" lanjut papah.
Ya sebenarnya aku lebih suka membawa mobilku sendiri dibandingkan memakai supir pribadi karena mungkin lebih bisa bebas pergi kemanapun semauku.
__ADS_1
Tunggu episode selanjutnya ya