
Setelah lisa sampai rumah neneknya dia langsung ambruk ke kasur king sizenya yang empuk.
Lisa kanila…
Sesamainya dirumah aku langsung pergi kekamarku dan merebahkan tubuhku dikasur king size, setelah beberapa saat aku kepikiran dengan perempuan kemarin, aku cepat mencari ponselku yang ada ditas, setelah aku menemukannya aku langsung menghubungi salah satu temanku lewat pesan chat “ cari tahu perempuan ini (kirim foto)” untung saja kemarin aku memfoto perempuan itu. Tring… bunyi pesan masuk kedalam ponselku “oke sa” balasan vega.
Liat aja nanti, aku akan mendapatkan apa yang aku mau, tidak ada yang bisa berani melawan aku, aku akan segera mendapatkan reva dan bersanding dengannya, aku akan menyingkirkan perempuan itu dari hadapan reva. Gumam rasa kesalku dalam hati.
Tok …tok…
Terdengar suara pintu kamarku diketuk, aku nggak tau siapa orang dibalik pintu itu mungkin nenek “ya masuk aja nggak aku kunci” sahutku agak keras, krekkk… pintu itu terbuka ternyata nenek, nenek mendekatiku “nak kamu dari mana saja ? kenapa semalam kamu tidak pulang ? kamu tidur dimana ?” Tanya nenek, aku langsung berganti dengan posisi duduk du atas kasur karena sekarang nenek sudah terduduk di sisi ranjang, emmmm aku harus jawab apa sama nenek ? “semalam aku tidur diapartement milik vega nek soalnya banyak tugas yang harus aku selesaikan, nenekan tau aku kalau sudah dirumah akan malas untuk mengerjakannya” ucapku maafin lisa nek, lisa udah berbohong sama nenek, ucapku dalam hati.
Mendengar jawabanku nenek hanya mengangguk mengerti “yasudah lain kali kamu kabari nenek ya, biar nenek tidak khawatir, yuk sekarang kita makan siang tadi pelayan dapur sudah memasak makanan kesukaan cucu nenek ini” ajak nenek, “iya nek, lisa mau ganti baju dulu ya” pintaku sambil berjalan menuju lemari dan pergi kekamar mandi. Setelah selesai berganti baju dan keluar dari kamar mandi ternyata nenek masih duduk dikasurku “eh kirain nenek udah duluan” ucapku, nenek menggelengkan kepalanya “tidak, nenek ingin bersama denganmu na”.
Setelah sekiranya siap aku dan nenek keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju meja makan, selah sampai benar saja makanan kesukaanku sudah tersaji dimeja makan yang berukuran besar itu.
Ditempat lain naadira masih menyibukan diri dengan kegiatan kampus, seperti biasa naadira menghabiskan waktunya di perpustakaan, sesekali ke kantin atau pergi ke kafe. Sesekali naadira dan reva bertukar kabar tidak banyak dan sering tapi setidaknya ada mengabari. Entah mungkin karena naadira tidak menyadari statusnya sekarang dengan reva atau apa yang pasti reva selalu berusaha buat naadira.
Naadira wijaya…
“ra kamu kapan mau nengok ka reva ketempat prakteknya ?”tanya irana saat kami sedang berada dikantin, aku hanya menoleh dan meneruskan melahap makananku “ihhhh naadira ko nggak dijawab sih” rengek irana. Aku mentapnya “untuk apa ?”tanyaku “ra masa pacar sendiri gitu sih?” aku hanya mengerutkan keningku. Sudah beberapa minggu sejak kepergian ka reva sampai sekarang aku belum mengunjunginya, karena aku belum yakin dengan perasaanku sendiri seperti apa, pacaran ? sejak kapan aku berpacaran dengan ka reva ? ketusku dalam hati.
__ADS_1
“minggu depan kita ada kelas kosong hari jum’at sabtu plus minggu, kamu bisa mengunjungi ka reva, mungkin dia mengharapkan kehadiran kamu ra” ucap irana lagi. Aku belum bisa berfikir sejauh itu. “buka hati kamu untuknya ra, aku yakin kalo ka reva nggak akan ngecewain kamu” irana masih aja terus menyakinkan aku tapi apakah benar dengan apa yang dibilang irana tadi ? “apakah itu benar” tanyaku, irana hanya mengangguk.
Setelah selesai perkuliahan aku memutuskan untuk pergi menemui papah dikantor pusat WJY Group. Diperjalanan aku hanya memikirkan perkataan irana, apakah benar ka reva sangat berharap dan menginginkan diriku untuk menemuinya ?. beberapa saat aku sudah sampai dikantor papah dan memberikan kunci mobilku kepenjaga gedung ungtuk memarkirkan mobilku.
Aku memasuki kantor papah dan tidak lama ada yang menyapaku “selamat sore nona muda” sapa sekretaris papah “sore, apa papah ada diruangan ?” tanyaku “ada nona muda, mari saya antar” jawab sekretaris itu aku hanya mengikutinya dari belakang, kita menaiki lift khusus yang akan langsung mengantarkan aku kekantor ayah yang berada di lantai 25 gedung ini. Setelah sampai lift pun langsung terbuka, aku dan sekretaris itu berjalan mendekati satu pintu, lantai ini hanya ada satu pintu saja tidak ada ruangan pekerja lain hanya saja diperkhususkan ruangan papah saja.
Krekk…
Pintu terbukan, terlihat papah sedang duduk di depan meja kerjanya, melihat aku masuk papah langsung berdiri “naadira” sapa papah, aku langsung berjalan mendekati papah dan memeluknya.”papah naadira kangen papah” rengekku “sayang papah juga kangen sama kamu nak, bagaimana kabarmu ?” Tanya papah sambil mengelus rambutku. Aku mendongakkan kepalaku sehingga bisa melihat papah “aku baik baik saja pah” papah mengajakku untuk duduk di sofa yang tidak jauh dari meja kerja papah.
“ada apa sayang” Tanya papah “tidak ada apa apa pah, aku hanya menrindukan papah” jawabku.
“kuliahku baik baik saja pah”
“apakah kamu yakin akan meneruskan kuliah kamu sampai selesai ?”
Aku mengangguk yakin “iya pah, aku yakin akan menyelesaikan kuliahku pah”
Sejujurnya papah kurang setuju dengan keputusan aku untuk melanjutkan pendidikan aku (kuliah), karena aku harus mulai belajar untuk meneruskan WJY Group yang mana nantinya akan menjadi milikku.
“sayang papah sudah menyiapkan apartement untukmu, kamu bisa tempati itu. Kenapa kamu lebih memilih untuk tinggal dirumah kosan sayang ?” Tanya papah.
__ADS_1
“terima kasih pah, suatu saat nanti naadira akan menempatinya tapi tidak untuk sekarang”
“kenapa sayang?”
“ada seseorang yang menyukai naadira pah, naadira ingin dia menerima dengan apa adanya naadira, bukan karena ada apanya naadira. Naadira nggak mau kalo dia hanya melihat apa yang kita punya, itu berarti dia tidak tulus sama naadira pah” ucapku, “siapa dia? Nak ?” tanya papah, “dia seorang mahasiswa kedokteran pah” jawabku, “beberapa waktu lalu dia mengungkapkan perasaannya sama aku, tapi aku hanya diam saja”lanjutku.
Papah langsung memelukku “rupanya putri kesayangan papah sedang jatuh cinta” aku langsung melepas pelukan papah “ko jatuh cinta sih pah, aku tidak mencintainya pah”komentarku “sayang dengan berjalannya waktu kamu akan merasakan cinta, biarkan dia mengetahui siapa kamu sebenarya agar dia bisa menjaga sikapnya terhadap kamu” ucap papah
“tidak pah, aku tidak mau” ucapku, papah hanya pasrah “yasudah papah yakin cepat atau lambat dia akan mengetahui siapa kamu dan kamu akan jatuh cinta dengannya” peluk papah kembali aku rasalkan , aku hanya mengangguk dalam pelukan papah.
Reva rahardiyan…
Dilain tempat reva masih selalu menunggu naadira untuk mengunjunginya, sudah beberapa minggu ini aku hanya bisa mengabariny lewat pesan chat dan hanya dibalas dengan sangat singkat, mungkin saja naadira sedang sibuk.
Beberapa waktu lalu aku sempat beberapa kali menerima tamu kunjungan tapi itu bukan naadira yang aku harapkan, melainkan cucu dari nenek yang pernah aku tolong ialah lisa, lisa sudah beberapa kali mengunjungiku, beberapa kalipun aku menolaknya karena bukan dia yang aku harapkan, tapi tetap saja aku harus menemuinya karena aku takut ia akan membuat kekacauan disini dan membuat aku malu.
Jangan lupa like dan comen
Selalu dukung penulis untuk selalu up episode selanjutnya ya
Happy reading…
__ADS_1