Antara Pendidikan Dan Pernikahan

Antara Pendidikan Dan Pernikahan
Perjalanan


__ADS_3

Reva Rahardiyan......


Setelah dari danau akupun bergegas menuju fakultasku dikarenakan pemberangkatan akan segera dimulai, akupun pergi meninggalkan naadira disana, karena mungkin naadira enggan ikut mengantar kepergianku, tapi belum jauh aku melangkahkan kakiku tiba tiba naadira memanggil namaku sontak aku berbalik melihatnya yang masih terdiam ditempat tadi dan tidak lama dia mulai berjalan mendekatiku “boleh aku ikut mengantar kepergian kaka ?” setelah mendengar dengan aa yang dikatakan naadira aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk lalu aku menggenggam tangannya , kami berjalan beriringan menuju fakultasku ya lumayan cukup jauh memang tapi mungkin adanya naadira disamingku itu tidak akan membuat adanya rasa lelah.


Sesampainya didepan gedung fakultas aku berjalan mendekati mobilku yang terparkir, sekarang kami sudah berada disisi mobilku. Ada rasa takut akan kehilangan naadira tetapi mungkin rasa takutku ini terlihat diraut wajahku dan langsung bisa terbaca oleh ke3sahabatku. Tetapi mereka langsung membuatku merasa tenang karena mereka akn menjaga naadira untukku, aku tersenyum bahagia mendenganya.


Akupun ingin sekali nanti naadira mengunjungi aku disana, tanpa rasa ragu aku memintanya dan ternyata naadira mengiyakan permintaanku, aku senang dan akan menunggu kunjungannya, aku memeluknya dan mencium puncak kepalanya. Akupun masuk kedalam mobil dan mulai pergi meninggalkan area fakultas.


Ada perasaan yang amat bahagia yang aku rasakan karena one step aku bisa memiliki naadira wanita yang aku inginkan sejak dulu pertama kali melihatnya, akupun menjalakan mobil menuju tempat praktekku bersama beberapa temanku yang lain mobil kami beriringan, sebelum sampai ketemat tujuan kami sempat berhenti beberapa kali, saking tempat praktek kami yang sangat jauh itu.


Lisa kanila…


Setelah melihat adegan tadi ada rasa kesal dalam hatiku, siapa perempuan yang ada di sisi ka reva tadi apakah itu pacar ka reva ? sial, aku harus bisa merebut ka reva dari perempuan itu. Tak lama reva pun pergi dengan mengendarai mobil sportnya ‘apa aku ikuti saja kemana ka reva akan pergi ?’ tidak berpikir lama akupun memutar balik mobil dan mengikuti mobil ka reva kemanapun dia pergi meski jauh sekalipun.

__ADS_1


Sudah dua jam perjalanan masih terus saja belom berhenti jauh banget sih emangnya ka reva ditugaskan dimana sih ?


Setelah sekian lama akhirnya beberapa kali pejalanan yang jauh ini berhenti untuk beristirahat akupun ikut berhenti dari kejauhan, aku mejaga agar tidak diketahui oleh ka reva, dan sekitar jam lima sore rombongan itu tiba diperkampungan berarti sekita 7/8 jam aku berkendara mengikuti arah tujuan mereka, gila ini mah jauh banget tapi aku nggak boleh lelah ini baru tahap awal, aku harus bisa merebut ka reva dari perempuan tadi dengan cara sering mengunjungi ka reva kesini, meski ini akan memakan waktu yang tidak sedikit.


Setelah beberapa lama aku memperhatikan mereka dengan disambut oleh warga dari kejauhan aku memutuskan untuk kembali pulang ke kota, haripun sudah mulai gelap cepat aku melanjukan mobilku berharap cepat menemukan penginapan karna aku sudah merasa lelah membawa mobil seharian ini, ditambah semalam aku tidak tidur dengan baik karena mencari dan menunggu nenek di rs.


Cukup lama aku melajukan mobilku dan akhirnya aku bisa menemukan penginapan, aku langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam office penginapan, aku memesan kamar vip ya ini bisa dibilang kamar paling mahal yang ada dipenginapan ini, setelah diantar oleh pelayan menuju kamar dan aku masuk kedalam kamar, aku memperhatikan isi kamar yang tidak begitu mewah seperti yang biasa aku tempati tapi ini cukup lumayan untuk mengistirahatkan tubuhku yang pegal dan lelah ini.


Untung saja aku membawa beberapa perlengkapan mandi dan baju ganti di mobil, bukan sengaja tapi aku terbiasa menyimpan beberapa perlengkapan dan bisa dipakai saat mendesak seperti ini, akupun pergi mandi, dikamar mandipun hanya ada ember untuk menampung air, gayung juga kloset itupun yang jongkok , ihhhhh apa apaan sih ini , gerutukku kesal.


Tapi mungkin karena rasa lelahku, akupun tertidur dengan sangat nyenyak.


Keesokan paginya aku terbangun karena cahaya matahari masuk dari balik kain penutup jendela , aku bangun dalam kondisi badan udah cukup segar untuk melanjutkan perjalanan pulang kekota, setelah selesai mandi dan membayar administrasi penginapan aku langsung melajukan mobilku menuju jalanan kota, didalam mobil aku hanya terfokus pada jalanan yang mulai ramai, sesekali terbesit untuk mencari tahu siapa perempuan yang kemarin reva peluk.

__ADS_1


Ditempat lain reva dan temannya mulai mendatangi tempat dimana mereka akan tinggal beberapa bulan kedepan, rumah sederhana yang didalamnya ada ruang tengah yang tak begitu luas, empat kamar berukuran sedang satu kamar mandi dan dapur, rumah ini cukup untuk mereka berempat masing masing mendapatkan kamar, terdiri dari dua laki laki dan dua perempuan yang sudah menikah.


Setelah memasukan perlengkapan masing masing ke kamar, mereka bagi bagi tugas untuk untuk beres beres rumah dikemudian hari, karena sekarang tidak ada pelayan yang biasa membantu mengurus segala keperluan mereka. Malam semakin larut reva dan teman temannya pergi kemar masing masing untuk beristirahat, rasa lelah jelas sekali terlihat dari wajah mereka. Hanya saja ada sedikit rasa kecewa dalam hati reva karena didaerah tempatnya praktek sangat minim sinyal telpon, dan itu akan membuat sulit bagi reva untuk menghubungi naadira yang sekarang telah menjadi kekasihnya itu. ‘naadira kamu sedang apa sekarang ? apakah kamu memikirkan ku seperti aku yang selalu memikirkanmu ?’ gumam reva dalam hati.


Lalu iapun tertidur dengan hanya beralaskan kasur kecil yang hanya cukup dipakai oleh satu orang saja, selimutpun reva dan kawan kawan yang lain harus membawa sendiri, karena warga setempat hanya menyediakan rumah dengan kasur juga perlengkapan masak saja ya kalo dibayangkan tidak begitu berada tapi itu disyukuri reva dan kawan kawannya seraya tempat yang mereka singgahi sekarang sangat jauh dari perkotaan bahkan jauh dari kata modern sekalipun.


Keesokan harinya setelah selesai dengan persiapan juga sarapan reva dan rekannya pergi ke rumah sakit yang bisa ditempuh dengan 20 menit perjalanan saja, sementara yang lain berada dipuskesmas setempat, dalam perjalanan reva dan teman perempuannya yang sudah menikah itu berada dalam satu mobil reva “va kamu udah punya pacar?” Tanya putri, mendengar itu reva hanya tersenyum “iya aku udah punya, dan next time mungkin dia akan mengunjungiku” jawab reva “ syukurlah, siapa kalo boleh tahu?”Tanya putri lagi “namanya naadira wijaya dari fakultas keguruang” jawab reva tenang, mendengar nama itu rasanya tidak asing ditelinga putri ia kembali memutar ingatnya untuk mengingat nama itu.


Ahhhh putri menemukan jawaban, sontak teriak putri membuat reva kaget “kenapa ?” Tanya reva kepada putri yang masih terlihat tidak percaya “si bunga kampus tahun sekarang itu ?” jawab putri dengan semangat, reva pun pernah mendengar bahwa bunga kampus tahun ini ada difakultas keguruan malah melewati batas kecantikan biasanya “maksud kamu ?” Tanya reva tidak percaya dengan pernyataan putri dengan menyebut bahwa naadira itu bunga kampus tahun sekarang “iya pacar kamu itu bunga kampus tahun sekarang, diapun menjadi duta academic dijurusannya, masa kamu pacanya tidak mengetahui itu sih va” aku hanya tersenyum, selama ini aku hanya mengenal naadira dan tidak focus dengan pendapatan gelarnya dikampus, ternyata kekasihnya itu tidak hanya cantik tapi sangat pintar, baru masuk saja sudah menjadi duta fakultas “apakah kamu tahu kalau dia banyak disukai oleh banyak pria dikampus ?”Tanya putri lagi, lagi lagi reava hanya tersenyum membuat putri kesal.


Tapi ada perasaan senang dalam hati putri bahwa temannya yang tampan ini sudah mempunyai seorang kekasih, dulu dia mengenal reva itu karena sikap dingin reva terhadap perempuan tetapi untuk putri sendiri sikap dingin reva itu sangat wajar karena ia tahu kalau reva itu sedang focus terhadap pendidikannya, bahkan dikampus sendiri banyak yang mengaku sebagai kekasih reva tapi tidak ada reaksi sama sekali dari reva, reva hanya diam dengan apa yang terjadi dikampus ini terhadap dirinya.


Sesampainya dirumah sakit mereka langsung disambut hangat oleh kepala rumah sakit juga tenaga medis yang lain.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote ya …


Happy reading semua…


__ADS_2