Antara Pendidikan Dan Pernikahan

Antara Pendidikan Dan Pernikahan
Perkara Cincin


__ADS_3

Reva Rahardiyan


Setelah mengantarkan Naadira pulang aku terus saja kepikiran dengan cincin yang digunakan Naadira apakah itu cincin tunangan atau apa?, rasanya aku tidak sanggup kalo memang Naadira sudah bertunangan aku sudah menaruh hati sama dia.


Terdengar suara ponselku berdering, terlihat chandra meneleponku cepat aku angkat "hallo kenapa chan" tanyaku "kamu dimana? Aku, Glenn juga Daniel udah di depan rumah kamu, tapi kata satpam kamu lagi keluar" tanya chandra "ini aku lagi dijalan bentar lagi nyampe" sahutku.


Benar saja mobil Glenn sudah terlihat berada didepan rumahku aku melewati mobil itu dan segera mengarahkan ke pintu gerbang seketika satpam pun membukakan gerbang aku memasukkan mobilku ke area rumah dan diikuti oleh mobil Glenn.


"kamu dari mana va?"tanya Daniel "aku abis makan keluar" jawabku santai "sama siapa? Tumben" tanya Glenn penasaran "sama siapa lagi kalo bukan sama Naadira ya va" timbal chandra, aku hanya tersenyum bingung mau ngomong apa "wehhhhhh mantap, tapi ko kamu gak keliatan seneng sih va?" tanya Glenn "kalian mau jadi wartawan ya banyak nanya" jawabku kesal "selow dong bro jangan marah gitu, ada apa cerita dong" suruh Daniel, akupun menarik nafas dan mulai cerita "tadi pas aku lagi makan siang sama Naadira aku liat dia pake cincin di jari manisnya", terlihat dari wajah mereka kaget gak percaya "serius va?" tanya Glenn "ya seriuslah masa aku bohong sih" jawabku gak semangat "oke besok kita cari tahu tentang cincin itu, kamu tenang aja oke" sahut chandra tenang.


Pagi pagi sekali aku sudah berada dikampus, karena ada kelas praktek dadakan, sekarang aku sedang berada di kelas praktek, aku fokus dalam memerhatikan apa yang dipraktekan didepan sana, agar tidak terjadi kesalahan, aku tidak mau dengan apa yang terjadi sama aku yang berhubungan dengan perempuan mengganggu kuliah aku.


Sore hari ketika aku baru saja keluar dari kelas aku melihat layar ponsel ketiga sahabatku meneleponku berkali-kali tapi sayangnya aku tidak menjawabnya, lalu aku menelepon balik Glenn tidak lama aku langsung tersambung "va kamu dimana? Kenapa gak diangkat hah?" terdengar nada kesal dari Glenn "baru keluar dari kelas, hari ini ada kelas dadakan, emang kenapa?" tanyaku penasaran "kita udah cari tahu perihal cincin itu, ternyata itu cincin pemberian orang tuanya beberapa bulan yang lalu" ada rasa senang dan tenang didalam hati ini tapi mereka tau dari mana? "kalian tahu dari mana?" tanyaku "kita tadi ketemu sama sahabatnya Naadira spontan kita langsung nanya aja" syukur deh "oke kalo gitu, makasih infonya ya" ucapku senang "yo sama sama" jawab mereka yang terdengar ikut tenang.


Aku yakin dan percaya kalo mereka tidak sedang berbohong padaku.


Setelah beberapa hari ini aku tidak menghubungi Naadira begitupun dengan sahabat sahabatku karena aku ada kesibukan untuk persiapan praktek di rumah sakit diberbagai daerah.

__ADS_1


Malam nanti aku ada acara malam semangat bersama rekan dokterku yang lusa mulai disebarkan diberbagai daerah, aku berniat mengajak Naadira keacara itu, akupun coba menghubungi dia siang ini tidak lama dia mengangkat telepon "halo ka Reva", tanpa basa basi aku langsung bilang maksud dan tujuanku "Naadira nanti malem kamu sibuk engga?" tanyaku "emmmmm kebetulan engga ka kenapa?" tanyanya balik "nanti malem aku jemput ya, aku mau ngajak kamu keluar nanti" duh gimana kalo Naadira nolak ya "oh boleh ka jam berapa?" ada rasa senang yang tak tertahan ternyata Naadira menerima ajakanku "jam 19:30 aku jemput kamu ya", "oh iya ka "jawabnya cepat " oke terima kasih see you" tidak ada jawaban dari Naadira akupun menutup telponku.


Ada rasa senang yang bertubi tubi.


 


Aku sudah berada didepan rumah Dira, aku coba untuk mendatanginya pelan aku mengetuk pintu, beberapa kali sampai terbuka pintu itu. Terlihat dira membuka pintu dan mempersilahkan aku masuk, aku duduk dikursi yang berada diruang tengah.


Ruangan yang cukup luas untuk sekelas kosan, tidak hanya dilihat dari luar saja ternyata didalamnya pun luas, kompleks rumah kosan dengan berbagai tipe namun lokasi dira ini adalah yang paling luas diantara yang lain,


"ka tunggu sebentar ya, kalo kaka mau minum ambil aja sendiri dibelakang ya" ucapnya sambil berlalu memasuki kamarnya, akupun mencoba untuk pergi kearea belakang rumah ternyata fasilitas disini lengkap aku membuka lemari pendingin dan mengambil minuman yang ada dan cepat kembali keruang tamu.


Setelah sampai ditujuan aku cepat keluar dari mobil disusul Naadira "ka tunggu" cegah dira "ini kita mau apa kesini" astaga aku lupa tidak memberi tahu dia "nanti kita bicara didalam ya, sekarang kita masuk dulu" tanpa sadar aku meraih jemari Naadira dan menggenggam erat seperti tidak ingin terpisahkan.


Akupun memasuki ruangan, tidak lama aku disambut oleh rekan kelasku "hei Reva akhirnya kamu datang juga" aku membalas rangkulan temanku tanpa melepaskan tangan dira, "yu semua acara dimulai Reva sudah datang" teriak teman yang lain. Benar saja tidak lama aku datang acara langsung dimulai.


Aku mengajak Naadira duduk agak jauh dari panggung supaya aku bisa berbicara jelas dengannya.

__ADS_1


"ka ini acara apa " tanyanya


" ini acara semacam semangat kami para calon dokter untuk menyambut praktek kami lusa" jawabku tenang


"maksud kaka? Kaka lusa pergi praktek gitu" tanya Naadira dan ku jawab dengan anggukan


"kemana? Berapa lama? "tanyanya bertubi tubi, kenapa ya dengan Naadira apakah dia ada rasa buatku? Ah please jangan berharap jauh va tapi kalo dia punya rasa yang sama dengan apa yang aku punya, itu akan membuat aku sangat bahagia.


" ka ko gak dijawab sih? "tanyanya lagi


" emmm kaka ditempatkan di daerah Xx, sekitar 3 sampe 4 bulan" jawabku.


"oh lama banget ya" jawabnya ketus.


Terlihat raut kecewa diwajah Naadira, itu membuatku senang, ada sedih juga sih kenapa disaat aku mulai dekat dan akrab kita akan dipisahkan.


Ditunggu cerita selanjutnya ya, insya alloh akan segera aku upload kelanjutannya...

__ADS_1


Jangan lupa kasih love sebanyak banyaknya dan komentar yang membangun 😊


__ADS_2