Antara Pendidikan Dan Pernikahan

Antara Pendidikan Dan Pernikahan
Kenapa


__ADS_3

Naadira wijaya.....


Setelah bi inah selesai memasak, dan semua makan sudah terhidang di meja lalu bi inah berjalan mendekati pintu kamar Naadira, pintu diketuk beberapa kali tapi tidak ada jawaban


Tok tok tok.....


"nona" beberapa kali bi inah memanggil nama Naadira tetap saja tidak ada jawaban,


Krek..


Bi inah pun membuka pintu kamar Naadira terlihat Naadira yang sedang tertidur pulas, bi inah pun kembali menutup pintu kamar dan duduk dikursi yang berada diruang tamu.


Nona muda sedang tertidur pulas, aku nggak tega membangunkan nona muda, biar aku tunggu saja sampai nona bangun. Ucap bi inah dalam hati.


Huahh...


Aku terbangun dari tidur siangku, rasa lapar yang telah membangunkan ku, akupun beranjak dari tempat tidur menuju ruang tamu.


Krek...


Pintu terbuka, terlihat bi inah yang sedang duduk dikursi dihadapannya ada beberapa makanan yang sudah siap dilahap sepertinya terlihat enak untuk dinikmati.


"nona sudah bangun" sapa bi inah sambil beranjak dari kursi, aku melirik bi inah dan tersenyum malu "maaf ya bi, sudah membuat bibi menunggu lama, aku ketiduran tadi" jawabku merasa bersalah "nona apakah makanannya perlu saya hangatkan?" tanya bi inah yang sebari mengambil beberapa makan dari meja, kalo diangetin kelamaan, aku sudah sangat lapar sekali sekarang. "tidak usah bi, biarkan saja aku sudah lapar sekali" mendengar jawabanku bi inah langsung menyimpan makanan tadi kembali kemeja "kalau begitu silahkan nona selamat menikmati" setelah itu bi inah beranjak pergi meninggalkan aku sendiri, tapi apakah bi inah sudah makan siang? "bi inah" panggiku, tidak lama bi inah pun datang "iya nona, ada yang bisa saya bantu", "bibi sudah makan siang belum? " tanyaku cepat, terlihat jelas kalau bi inah sama sama belum makan siang sendari tadi pasti bi inah menunggu aku.


"tidak bi, bibi hanya perlu menemani aku disini, mari kita makan siang bersama bi" aku mendekati bi inah lalu menarik tangannya pelan sampai bi inah mengikuti ku duduk kembali di kursi. "maaf nona saya duduk dibawah saja" mintanya tapi dengan cepat aku mencegahnya "tidak bi, bibi harus duduk disini sama aku, bibi harus nurut sama aku ini perintah" jawabku tegas.

__ADS_1


Maaf bi bukan maksud aku bertindak kasar sam bibi tapi ini hanya agar bibi mau menemani dan menerima ajakan aku untuk makan siang bersama.


Dan sekarang aku dan bi inah menikmati makan siang bersama, jujur saja masakan bi inah sangatlah nikmat dan aku sedikit demi sedikit belajar masak bersama bi inah.


Setelah selesai menyantap hidangan makan siang akupun pergi ke taman belakang rumah hanya untuk menghirup udara segar melihat langit senja yang cantik, sementara bi inah membereskan bekas makan tadi.


"nona sedang apa disini? " tanya bi inah yang sekarang berdiri disampingku, aku menoleh sekilas melihat bi inah " tidak bi aku hanya ingin menikmati waktu senjaku disini" terdengar suara nafas beratku "baiklah nona, kalau nona butuh bantuan panggil bibi saja ya nona" sambil pergi meninggalkan aku sendiri ditaman belakang


"bi" ucapku pelan, membuat bi inah memutar balikan badannya dan mendekatiku lagi "iya kenapa nona" jawab bi inah "bi jangan pulang dulu ya bi" pintaku, "baik nona, malam ini bibi akan menemani nona disini" mendengar jawaban bi inah akupun bahagia "makasih ya bi" "iya nona, kalau begitu bibi masuk kedalam dulu ya nona" bi inah pun pergi kedalam rumah, entah apa yang akan bi inah kerjakan yang pasti malam ini bi inah harus menemani aku disini.


Senja sudah berganti menjadi malam yang sangat dingin, tapi ini membuat aku enggan untuk pergi kedalam rumah, banyak bintang menghiasi langit yang gelap. Itu memberikan arti yang sangat dalam bahwasanya dimana ada kegelapan disanalah akan ada cahaya yang meneranginya.


"maaf nona saya sudah mengganggu"aku kaget tiba-tiba bi inah datang "kenapa bi" tanyaku "maaf nona sepertinya diluar ada tamu, tadi bibi lihat ada sebuah mobil berhenti tepat didepan rumah nona".


Deg... Siapa malam malam begini datang kerumah "apakah nona sedang membuat janji dengan seseorang malam ini?" aku masih mengingat ngingat "seingat aku, aku tidak membuat janji bertemu dengan siapapun bi" jawabku tenang "bi kalau memang orang itu datang kesini, bilang saja aku sedang pergi bersama teman-teman ku ya bi" maaf bi aku mengajak bibi untuk berbohong sejujurnya malam ini aku tidak ingin menemui siapapun yang mengunjungi rumah ini.


****


Reva Rahardiyan.....


Setelah berpamitan dengan ayah akupun bergegas pulang ke rumahku membelah jalan dengan cepat, aku kemudikan mobilku dengan kecepatan tinggi pikiranku kacau selalu ada bayangan Naadira.


Tidak lama kemudian aku sampai di rumah "pa tolong masukan semua barang barang kedalam ya" ucapku kepada pa sarif, pa sarif sudah bekerja lama dengan ayahku setelah aku memutuskan untuk kuliah pa sarif dialihkan untuk menjagaku dan melayaniku.


Akupun masuk ke dalam rumah langsung masuk ke kamar ku, aku membandingkan tubuhku kekasur, batinku selalu memberontak setiap kami aku mengingat Dira, aku sangat ingin selalu ada bersamanya. Karena fikiranku penuh dengan Naadira, aku putuskan untuk pergi kerumahnya nanti malam.

__ADS_1


Malam belum begitu larut aku bergegas pergi menuju rumah Naadira, jalanan malam ini sangat lenggang aku membuat ku tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di depan rumah Naadira, terlihat mobil yang terparkir dihalaman rumah itu tandanya Naadira ada di rumah, akupun keluar dari mobil dan berjalan menuju rumah Naadira.


Setelah didepan pintu, aku ketuk beberapa kali pintu itu dan


Krek...


Pintu terbuka tidak terlalu lebar, terlihat wanita paruh baya yang tadi aku temui di mall, dia tersenyum dan menyapaku "selamat malam tuan", aku tersenyum dan niat untuk kembali menyapa dan langsung menanyakan sesuatu "selamat malam bi, apa Naadiranya ada?" aku harap aku bisa bertemu dengannya sebelum aku pergi meninggalkan kota ini " maaf tuan nona muda sedang tidak berada dirumah, tadi sore nona pergi bersama teman-temannya" jawabnya terdengar kalau wanita ini berkata jujur, kapan Naadira akan pulang, dan kemana dia pergi "baiklah kalau begitu saya akan menunggunya disini" pintaku, "sebaiknya tuan pulang saja, karena barusan nona memberi kabar tidak akan pulang malam ini" perasaanku semakin berkecamuk ingin bertemu dengan Naadira tapi sayangnya Naadira sedang pergi dengan teman-temannya "oh baik bi kalau begitu saya pamit pulang, terima kasih bi" "baik sama-sama tuan".


Akupun pergi pulang meninggalkan area rumah Naadira, tapi kenapa hati ini berkata kalau Dira itu ada didalam rumah, tapi bibi tadi bilang kalau dira sedang pergi keluar bersama dengan teman-temannya.


Apakah Naadira sedang mencoba menghindariku? Tapi kenapa? Apa aku telah berbuat kesalahan padanya? Maafkan aku Naadira kalau aku sudah berbuat kesalahan sama kamu.


****


Naadira wijaya....


"nona" bi inah sudah kembali "iya boleh bagaimana?" tanyaku penasaran "tamu yang tadi datang adalah seorang pria yang tadi tidak sengaja nona tabrak" mendengar jawaban bi inah ada rasa senang begitu sedih "nona kenapa wajah nona terlihat sedang sedih, apa nona sedang ada masalah? Maaf nona saya sudah lancang menanyakan hal pribadi nona" bi inah tertunduk kepalanya akupun meraih tangannya "bi aku tidak apa apa, malah aku ingin berterima kasih karena bibi telah melakukan hal yang benar tadi" tanpa menunggu jawaban bi inah akupun langsung pergi kekamar.


Aku jauhkan tubuhku ke atas kasur dan menatap langit Kamarku,


Maaf ka aku berbohong dengan keberadaan aku yang sebenarnya, aku hanya sedang tidak ingin bertemu denganmu karena aku tidak tau dengan apa yang tengah aku rasa ini ketika bertemu dengan kamu ka. Kenapa rasa ini selalu senang selalu bersemangat ketika sedang bersama kaka, tapi sekarang ketika kaka akan pergi begitu pula dengan perasaan ini yang sangat sedih.


Malampun terasa sangat dingin membuat semua orang ingin berselimut dengan kehangatan tapi hatiku terasa ada kesedihan.


Tunggu cerita selanjutnya ya

__ADS_1


Happy reading 🙏😁😍


__ADS_2