Antara Pendidikan Dan Pernikahan

Antara Pendidikan Dan Pernikahan
Meminta Restu


__ADS_3

Reva Rahardiyan


Setelah selesai dari acara malam ini akupun mengantar pulang Naadira ke rumahnya, terlihat lelah dari raut wajah cantik itu, selama perjalanan pulang ke rumah tidak ada pembicaraan hanya keheningan yang ada.


Setelah sampai kedepan rumah Naadira, Naadira dengan cepat melepas pengalaman mobil dari tubuhnya "Naadira" panggiku, Naadira langsung menoleh kehadapanku "iya ka kenapa?" jawabnya, kenapa perasaan aku sedih ketika akan berpisah dengannya ya "terima kasih untuk malam ini" ucapku lirih, terlihat senyum dari bibir indah Naadira "iya sama-sama ka". Naadira pun membuka pintu mobil dan keluar setelah itu dia menutup pintu mobilku kembali terlihat dia langsung masuk kedalam rumahnya.


Akupun pergi meninggalkan area rumah Naadira dan langsung bergegas pulang ke rumahku sendiri, rasa dengan rasa senang begitu rasa sedih bercampur jadilah rasa pada diriku ini tidak karuan. Ingin rasanya terus berada disamping Naadira.


Ternyata benar banyak yang menyebut kalo kamu itu bunga kampus, benar saja tidak sedikit teman laki-laki ku yang mengetahui dirimu, dari sana akupun sadar bahwa aku bukanlah satu satunya yang mencoba mendekati kamu, tapi karena kamu aku akan selalu berusaha untuk mendapatkan kamu Naadira karena kamu sudah mencuri perasaanku.


Setelah sampai rumah aku bergegas memasuki kamarku yang berada di lantai atas, aku duduk dikursi kerjaku untuk membuat catatan apa saja yang akan aku bawa saat pergi nanti dari perlengkapan pakaian, makan, dan yang lain. Karena aku ditempatkan jauh dari kota jadi perlengkapan yang aku bawa harus lengkap.


Setelah selesai membuat dan membaca kembali catatan yang harus dibawa, aku langsung pergi ke area dapur aku menyambangi lemari penyimpanan ternyata perlengkapan mandi yang utuh sudah tidak ada (sudah habis) begitupun dengan bahan makanan.


Kapan terakhir aku berbelanja kebutuhan sehari-hari ya, rasanya sudah lama sekali.


Akupun bergegas kembali ke kamar dan berganti baju dengan baju tidur dan merebahkan tubuhku yang sangat lelah ini. Bayangan Naadira selalu ada disaat aku sedang merasa kesepian seperti sekarang, tapi apakah Naadira merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan?

__ADS_1


Malam semakin larut akupun tertidur.


Ke esok paginya aku terbangun cukup siang, aku melihat jam dinding sudah menunjukan jam 09:00 pagi, akupun beranjak dari kasurku yang sangat nyaman ini pergi kebalkon belakang membuka pintu kaca dan berjalan keluar menghirup udara segar dan sedikit merenggangkan tubuhku.


Setelah sekiranya cukup akupun pergi ke kamar mandi yang tidak jauh dari dekat kamar, kucuran air membasahi seluruh tubuhku rasa dingin akan kesegaran air.


Tidak lama aku sudah selesai dengan pakaian santaiku setelah terlihat cukup rapi aku bergegas turun kelantai bawah tidak lupa membawa catatan yang sudah aku buat semalam.


Aku pergi ke dapur dan mengambil satu pcs susu murni dan meminumnya pelan cukup beberapa tegukan susu itu habis tak tersisa. Akupun pergi keluar rumah bersiap untuk membeli beberapa perlengkapan. Aku memasuki mobil dan berlalu pergi meninggalkan area rumah, menuju mall yang tidak begitu jauh dari rumahku.


Lima belas menit kemudian aku sudah sampai di mall yang aku tuju terlihat begitu ramai pengunjung, terlihat penuhnya parkiran. Aku pergi memarkirkan mobilku di parkiran vip dan setelah itu aku mulai menelusuri mall itu, aku memasuki beberapa toko untuk membeli beberapa perlengkapan mandi, obat obatan yang mungkin saja diperlukan khawatir dengan keberadaan aku nanti tidak memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan obat obatan yang ada karena letaknya yang jauh dari pusat kota.


Setelah sekiranya cukup lantas aku pergi ke super market mall ini, saat aku memasuki super market mataku langsung tertarik untuk mendekati area buah buahan, aku berdiri melihat catatan mungkin saja ada yang terlupakan.


Brugg..


Ada seseorang yang menabrakku dia terjatuh kelantai tapi tidak lama ada seorang pelayan perempuan paruh baya yang mendekati perempuan yang sudah menabrakku tadi terlihat khawatir dari wajah pelayan itu ia membantu seorang perempuan yang memakai topi tadi, dengan cepat aku memasukkan catatanku kedalam kantung jaketku dan ikut berjongkok berniat untuk membantunya berdiri "aku minta maaf ya, aku tindak sengaja" sambil mengulurkan kedua tanganku "mari saya bantu", perempuan itu menerima uluran tangaku, aku bisa merasakan telapak tangan itu sangatlah lembut.

__ADS_1


Setelah perempuan itu berdiri dengan sempurna lalu terlihat dia membenarkan posisi topinya dan aku kaget melihat perempuan yang sekarang ada di harapanku ini "Naadira" panggilku dan terlihat raut wajah kaget juga darinya kami hanya diam saling menatap satu sama lain. Cukup lama sampai akhirnya Naadira pun pergi tanpa menyapaku sedikit pun.


Aku hanya melihatnya semakin lama semakin menghilang dari pandangan mataku. Tapi tidak biasanya Naadira seperti menghindari aku, ada apa? Apakah aku melakukan kesalahan. Tapi sebelum aku berpikir terlalu jauh lebih baik aku selesaikan dulu belanjaku kembali aku melihat catatan yang sempat aku simpan dikantong jaketku.


Setelah cukup dengan semua kebutuhan akupun pergi kekasir untuk membayar belanjaanku terlihat pelayan tadi masih mengantri tapi aku tidak melihat Naadira disana, kemana dia?. Setelah selesai membayar belanjaanku aku mendekati penjaga untuk menyimpan kebutuhanku ini ke dalam mobil karena aku masih ingin berada di mall ini "ada yang bisa saya bantu tuan" tanya penjaga, aku langsung mengeluarkan kunci mobil dari saku celana ku dan memberikannya ke penjaga "bereskan ini kemobilku, aku masih mau berkeliling disini" penjaga itupun langsung menerima dan menganggukan kepalanya tanda setuju dan faham dengan perintahku.


Aku pun melanjutkan untuk pergi kelantai paling atas mall ini, terlihat wajah para pegawai disana berlalu lalang "selama datang dan selamat siang tuan muda" sapa sekretaris lala dengan ramah, aku hanya membalasnya dengan senyuman "apakah ayah ada didalam?" tanyaku, "silahkan tuan muda presdir ada didalam ruangan", beberapa kali aku datang ke mall ini tidak lain untuk mengunjungi ayah tapi ayah selalu saja tidak datang, lalu aku berjalan mendekati pintu kantor ayahku sekretaris lala masih mengikutiku sampai aku masuk kedalam ruangan


Krek...


Aku membuka pintu ruang kantor ayah, terlihat ayah yang sedang duduk didepan meja kerjanya, ayah langsung menoleh kearahku "Reva" ayah langsung bangkit dari duduknya dan menghapiriku, ayah memelukku akupun membalas pelukan ayah.


Setelah beberapa saat kamu berpelukan kamipun duduk di sofa dekat jendela besar disana "ada apa Reva tumben kamu mendatangi ayah" tanya ayah "tidak apa apa yah, tadi Reva selesai membeli beberapa kebutuhan saja dan rasanya Reva ingin kesini yah" jawabku terlihat senyum ayah "kenapa kamu masih saja membayar apa yang kamu inginkan disini, kamu bebas dan berhak mengambil apapun dari sini nak", "tidak ayah aku hanya mengambil beberapa keperluan dan mungkin itu akan berguna bagi orang lain nanti" terlihat wajah penasaran "sebenarnya ada apa nak, maksud kamu apa?", akupun menjelaskan maksud aku datang menemui ayah yang tak lain untuk meminta restu karena aku mau praktek lapangan ke suatu daerah yang jauh dari sini "baiklah Reva ayah restui kamu, tapi kamupun harus berjanji sama ayah, kalau nanti ada apa apa kamu kabari ayah ya" minta ayah dan aku mengangguk setuju.


Setelah itu aku pamit untuk pulang kerumah bersiap membereskan keperluan untuk keberangkatan besok.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2