
Reva Rahardiyan....
Masih dalam perjalanan pulang jalanan malam ini menuju rumah terlihat padat klakson klakson mobil berbunyi satu dengan yang lainnya cukup lama aku terdiam didalam mobil sampai pada akhirnya aku melihat pengemudi mobil yang berada di depanku berhamburan keluar dan berjalan kedepan, sepertinya telah terjadi sesuatu.
Akupun ikut keluar dan mendekati kerumunan orang diujung jalan sana, setelah mendekat aku melihat seorang perempuan paruh baya tergeletak tak sadarkan diri, cepat aku membelah kerumunan orang orang yang hanya melihat dan tidak melakukan apa-apa hanya sekedar melihat saja "permisi maaf saya dokter" dengan cepat orang yang sedang berkerumun itu memberikan aku jalan.
Aku mendekati wanita paruh baya itu dan mengecek denyut nadinya masih normal lalu aku meminta untuk panggilkan ambulans, dan nenek itu di angka dibantu beberapa orang ke pinggir jalan agar tidak menghalangi perjalanan yang lain. Tidak lama ambulan datang dan membawa nenek itu ke rumah sakit terdekat akupun mengikuti dengan memakai mobilku sendiri, setelah sampai di Rs nenek itu langsung dibawa kebuang UGD dan ditangani dengan cepat oleh dokter di dalam sana. Aku hanya diam menunggu diluar ruangan "maaf tuan, apakah anda keluarga dari pasien?" tanya suster yang sekarang sudah berada di depanku "maaf susah, saya bukan kerabat pasien, tapi saya hanya sedikit menolong pasien" jawabku tenang lalu suster terlihat tersenyum "baik kalau begitu saya permisi tuan" aku hanya membalas dengan anggukan, suster pulang kembali pergi masuk kedalam ruangannya.
"suster suster tolong katakan apakah tadi ada nenek yang masuk kedalam Rs ini?" terdengar suara perempuan menangis di depan meja informasi, tapi mungkin orang itu sedang mencari keluarganya yang hilang. Lama aku menunggu akhirnya aku memutuskan untuk pulang karena malam semakin larut dan besok aku harus berangkat pagi sekali, akupun berjalan ke meja informasi dan perempuan yang tadi menangis masih duduk didepan meja informasi dengan mata yang masih basah karena air matanya terus mengalir "suster saya pamit pulang dulu" ucapku sambil berlalu pergi meninggalkan area itu, tetapi belum jauh melangkah ada yang mencengkram tanganku dari belakang akupun membalikan badan dan terlihat perempuan yang tadi duduk di depan meja informasi itu sudah berada di hadapanku "ka terima kasih sudah menolong nenek yang tadi kaka tolong, karena dia adalah nenek saya" terlihat perempuan itu menundukan kepalanya dan ada perasaan tenang karena nenek tadi sudah dipertemukan dengan keluarganya "iya sama-sama, kalo begitu saya pamit pulang, jaga neneknya dengan baik" tanpa berfikir panjang aku langsung membalikan badanku dan berjalan pulang
tapi belum aku melangkah tanganku kembali ditarik dan lagi lagi aku membalikan badanku sekarang aku bisa melihat wajah gadis itu dia mengulurkan tangannya kepadaku "boleh kita berkenalan" pintanya "aku Lisa mahasiswa universitas XX, nama kaka?" tanyanya akupun membalas uluran tangannya "Reva Rahardiyan" jawabku singkat dan melepas uluran tangannya cepat, "kaka kuliah dimana?" tanyanya lagi "saya kuliah di universitas yang sama dengan kamu" terlihat dia mengangguk mengerti "fakultas?" lagi lagi gadis itu bertanya "kedokteran" jawabku singkat dan langsung pergi meninggalkan gadis itu.
Aku sudah sangat lelah dengan semua ini, hari ini aku tidak bisa bertemu dengan perempuan yang aku sukai ialah Naadira tapi malah bertemu tanpa sengaja dengan perempuan yang tidak tahu asal usulnya yang pasti membuat ku tidak nyaman dibuatnya.
__ADS_1
Lisa Kanila....
Sudah malam nenekku belum juga pulang ke rumah, aku khawatir terjadi sesuatu dengannya. Akupun pergi mencari nenek dengan menunjukkan foto nenek keorang yang aku liat "maaf pa apakah bapa liat nenek ini?" sudah beberapa orang yang aku tanya tapi tetap saja mereka tidak melihat nenek.
Cukup jauh aku mencari nenek dan mencoba bertanya lagi ke bapa yang sedang terlihat duduk santai di dekat halte "maaf pa mengganggu waktunya sebentar, apakah bapa melihat nenek ini?" terlihat bapa itu terdiam sepertinya bapa ini melihat nenekku "oh nenek ini tadi bawa ambulan mba ke Rs xx" mendengar jawaban itu aku langsung kaget dan pamit pergi "terimakasih pa informasinya" akupun langsung pergi menuju Rs yang di maksud.
Setelah sampai aku yang masih menangis karena khawatir langsung menghampiri meja informasi disana ada suster yang sedang berjaga, langsung aku bertanya mengenai pasien baru "selamat malam suster, apakah baru baru ini ada pasien yang datang untuk diperiksa?" "sebentar ya mba, saya lihat dulu" jawab suster sambil melihat dan membuka buku catatan.
Tidak lama ada seorang pria menghampiri dan izin pamit pada suster, setelah itu suster menyebutkan bahwa ada seorang perempuan paruh baya tergeletak dipinggir jalan "sekarang dimana dia sus?" tanyaku cepat lalu suster menunjuk ruangan UGD yang tidak jauh dari tempatku duduk sekarang, tidak lama aku melihat dan benar saja itu nenekku, aku tidak langsung menghampiri nenekku tapi aku cepat kembali ke meja informasi untuk menanyakan siapa yang telah menolong nenekku dan membawanya ke Rs, suster langsung menunjuk pria yg masih tidak jauh dan masih terlihat oleh penglihatanku cepat setengah berlari aku mendekatinya dan mencengkram tangannya. Dengan berusaha mengatur nafas tenang dan ingin berterima kasih "ka terima kasih sudah menolong nenek yang tadi kaka tolong, karena dia adalah nenek saya" terlihat pria itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya "iya sama-sama, kalo begitu saya pamit pulang, jaga neneknya dengan baik" pesannya dengan singkat.
Setelah mendapatkan jawaban itu dia langsung pergi tanpa permisi terlebih dahulu pada ku dasar cowo aneh, dingin banget sih dia ketusku dalam hati karena merasa kesal sudah dibiarkan begitu saja oleh seorang pria ya karena banyak pria yang menginginkan bersanding denganku, secara aku ini cantik, sexy juga kaya raya kurang apalagi coba.
Akupun segera pergi keruang rawat nenek, melihatnya yang kini telah tersadar dari pingsannya membuat aku makin tenang "nenek bagaimana kabar nenek sekarang" tanyaku nenek hanya tersenyum mungkin itu jawaban bahwa nenek sudah baik baik saja.
__ADS_1
Keesok harinya nenek sudah boleh dibawa pulang ke rumah, akupun di bantu suster membawa nenek ke parkiran dan memasukkan nenek kedalam mobil lalu aku jalankan mobilku cepat menuju rumah meninggalkan Rs. Aku ingin cepat pergi ke kampus karena ingin bertemu dengan pria semalam.
Mobil sudah berhenti didepan pintu utama rumah aku membantu nenek keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah, langsung aku mengantar nenek ke kamarnya dan pamit karena atau pergi ke kampus "ne Lisa izin pamit ya, Lisa hari ini mau pergi ke kampus dulu ne" terlihat wajah nenek yang langsung mengerut tidak percaya dengan apa yang aku katakan "tumben kamu pergi ke kampus ada apa" "ah nenek mau tau aja, yaudah ya nek Lisa pergi dulu dadah nenek" akupun berjalan cepat keluar dari kamar nenek, dan langsung pergi ke kampus.
Sebelumnya aku sudah mandi dan berdandan dengan sangat cantik sebelum aku menjemput nenek dari Rs jadi bisa langsung pergi menuju kampus.
Setelah sampai didepan pintu gerbang utama kampus terlihat ada suasana berbeda terpampang banner yang bertuliskan 'selama datang para calon dokter yang akan melaksanakan praktek' akupun cepat berfikir bahwa pria yang semalam aku temui ada mahasiswa kedokteran tidak berfikir lama aku langsung menjalankan mobilku menuju fakultas kedokteran.
Benar saja setelah sampai disana sudah banyak orang berkumpul disana aku coba mencari pria itu dan setelah lumayan lama aku melihatnya tapi kenapa ada......
Bersambung....
Ditunggu cerita selanjutnya ya🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan Vote juga ya, karena penulis sangat butuh dukungan untuk melanjutkan ceritanya 😊