Antara Pendidikan Dan Pernikahan

Antara Pendidikan Dan Pernikahan
Reva Rahardiyan


__ADS_3

Usaha pertama


Disaat jam mulai menunjukkan waktu makan siang, aku sudah berada di area kampus, udah sejak beberapa bulan lalu aku tidak datang mengunjungi tempat ini karena ada tugas luar kampus, aku langsung menuju kefakultas Keguruan untuk bisa menemui Naadira, aku langsung mendatangi kantin fakultas dan aku membuat janji dengan teman temanku yang berada di fakultas keguruan untuk sekedar berbincang bincang. Setelah aku sampai di kantin dan mengedarkan mataku kesekeliling tempat, akhirnya aku menemukan dimana temanku sudah berkumpul, aku mendekati dan mulai menyapanya "Reva, apa kabar?" tanya Daniel " baik, gimana kabar kalian sudah lama kita gak kumpul ya" jawabku, aku disini cuma punya sedikit teman ialah Daniel, Chandra juga Glenn kami sudah berteman sejak masa SMA dulu hanya saja kami berbeda keinginan dalam memilih jurusan kuliah, "kita baik baik aja va" jawab Chandra ringan. "pelayan" teriak Chandra sambil mengangkat satu tangannya, tidak lama pelayanpun datang "ada yang bisa saya bantu ka, kaka mau pesan apa?" ucap pelayan, Chandra membuka daftar menu dan menyebutkan semua makan yang dipesan, jelas saja kalo Chandra sudah tau pasti apa yang akan dipesan teman temannya itu termasuk Reva. "ditunggu ya ka pesanannya" ucap pelayan lalu meninggalkan mereka.


Ketika sedang asik ngobrol

__ADS_1


brugg!!


Glenn menepuk meja sangat kencang dan membuat Reva, Chandra juga Daniel kaget, melihat seseorang yang telah duduk diujung ruangan sana "liat dia" tunjuk Glenn yang diikuti oleh 3 temannya untuk melihat apa yang dimaksud Glenn "dia wanita yang banyak dikagumi oleh banyak laki-laki difakultas ini, termasuk aku" ucap Glenn, Reva pun kaget dengan sosok wanita yang dituju Glenn, wanita yang aku inginkan, wanita yang telah mencuri hatiku dalam satu pertemuan saja. "kamu kan udah punya pacar" ketusku kesal sama Glenn "ya iya aku gak mungkinlah pacari dua duanya" jawab Glenn cepat. Dari teman temanku ini hanya aku yang belum bisa menemukan seseorang yang tepat dan cocok "kenapa gak kamu deketin aja dia va siapa tau dia cocok sama kamu, iya gak" ucap Daniel semangat "iya va kenapa gak kamu aja yang deketin, secara kamu punya segalanya, siapa sih yang gak bisa nolak" Glenn mendukung ide yang Daniel kasih begitupun dengan chandra, akupun mulai cerita sama teman-temanku tentang perasaanku sebenarnya "oh jadi kamu udah mulai coba mendekati va, trus jawab dia gimana" nada Glenn penasaran. "ya gitu dia cukup respon dengan singkat, mungkin dia sibuk" ucapku gak peduli "coba kamu hubungi dia sekarang, diakan lagi dikantin itu artinya dia gak sibuk dong?" suruh Chandra dengan semangat, aku mulai mengeluarkan ponsel dari dalam celana jeans dan menyalakannya aku mulai mengetik beberapa pesan untuk Naadira setelah itu aku simpan ponselku diatas meja, "dia membuka ponsel sepertinya dia sudah membaca pesanmu va" ucap Glenn yang dari tadi memperhatikan Naadira.


Satu buah pesan masuk ke ponselku, dia hanya menjawab "terima kasih", aku cepet balas pesan itu "sama-sama". Setelah beberapa lama aku merhatiin dia dari kejauhan dan tidak lama merekapun mulai meninggalkan kantin "mau kemana mereka?" tanyaku "mungkin mereka ada jadwal lagi va" sahut Glenn "oh" jawabku singkat, "setau aku dia sedang dideketin sama beberapa orang di kampus ini va, dia udah jadi bunga kampus angkatan sekarang" penjelasan Daniel membuatku semakin kuat untuk memiliki hatinya "kamu mungkin akan bersaing dengan beberapa orang yang mendekati Naadira va, kalo kata teman teman kelasku yang pernah coba deketin katanya dia gak respon baik va ya akhirnya dia mundur" lanjut Daniel "serius? Oke aku tertantang untuk memilikinya" jawabku semangat "serius va? Jangan sampai kamu menyia nyiakan orang sebaik dan secantik dia" ucap Chandra tidak percaya dengan apa yang aku bilang "aku serius" ucapku tegas dan meninggal mereka yang masih duduk dikantin "mau kemana va?" tanya Glenn aku berbalik "mau kefakultas akulah" jawabku sembari pergi, aku membawa mobilku menuju parkiran depan fakultas kedokteran tetapi aku tidak ingin keluar dari mobil dan hanya terdiam membayangkan wajah Naadira yang cantik itu 'meskipun kamu banyak penggemar tapi aku salah seorang yang akan membuat kamu bahagia ra'

__ADS_1


Malam harinya aku coba video call Naadira setelah menunggu beberapa saat dia mengangkat video call dari aku, kelihatannya di baru beres mandi, keliatan seger aku mulai ngobrol basa basi sama dia, saking penasaran aku menanyakan sesuatu perihal apakah dia udah punya pacar atau belum tapi sontak dia langsung berubah raut wajah tidak nyaman, gak lama dari itu dia mematikan video call dari aku, aku baru aja seneng tetapi karena kesalahan aku dia jadi merasa ngga nyaman.


Ditunggu cerita selanjutnya ya, insya alloh akan segera aku upload kelanjutannya...


Jangan lupa kasih love sebanyak banyaknya dan komentar yang membangun 😊

__ADS_1


__ADS_2