
Reva Rahardiyan
Hari ini pastinya tidak ada jadwal kuliah karena hari minggu, dan dari duluan tidak ada mahasiswa yang kuliah dihari minggu. Jam menunjukkan pukul 10:00 pagi, kalo aku ngajak Naadira sarapan pagi pastinya dia udah sarapan, emmmmm apa aku ajak dia untuk makan siang aja ya? Tapi ide bagus. Gumam hatiku.
Aku mengambil ponselku yang berada di meja balkon, aku mulai menyalakan ponsel dan langsung menghubungi Naadira semoga saja dia udah bangun dan tidak memiliki kesibukan, cukup lama dia belum mengangkat telpon dariku tapi aku coba lagi dan lagi dan akhirnya dia mengangkat telponku.
"Hallo ka" terdengar suara dia dari balik ponsel.
"Hallo Naadira, kamu lagi sibuk engga hari ini? " tanyaku tanpa basa basi
"emmmmm engga ka biasa aja" jawabnya singkat
"nanti kita makan siang bareng mau gak? " dag dig dug aku takut dia menolak
" emmmmm boleh ka, dimana, jam berapa?" jawabnya dengan pertanyaan bertubi tubi, tapi ada rasa senang dalam hati ini
"di restoran langganan aku pasti kamu akan menyukainya, jam 13:00 aku akan menjemput kamu, tapi aku engga tau alamat kamu dimana? " tanyaku
" oke ka, alamatnya nanti aku kirim maps ya ka" jawabnya
"oke deh ditunggu" jawabku singkat sebelum mematikan telponku "iya ka" lalu setelah aku mendengar jawaban terakhirnya akupun langsung memutuskan telpon yang tersambung tadi.
__ADS_1
Ada rasa senang dalam hati ini, aku tidak sabar untuk menunggu nanti siang.
Aku lihat jam di dinding sudah menunjukan pukul 12:30 dan Naadira pun tadi udah kirim alamatnya melalui maps yang mempermudah aku untuk sampai, aku mengambil kunci mobil lalu bergegas keluar rumah dan memasuki mobil lalu berangkat menuju alamat Naadira. Hari ini jalanan cukup ramai aku harap tidak terlambat datang di rumah Naadira.
Setelah melewati jalanan yang cukup ramai sampailah aku disebuah kosan yang lumayan cukup luas untuk disebut kosan, kosan yang langsung menghadap kejalan dan terlihat ada mobil terparkir dihalaman depan.
Aku keluar dari dalam mobilku untuk menyambut kedatangannya dan mendekat " hai, \(sambil membuka pintu mobil\) silahkan masuk manis" ucapku dan Naadira pun membalas dengan senyuman dan memasuki mobil lalu menutupnya cepat aku membuka pintu mobil dan mulai duduk dipengemudi lalu mulai pergi diperjalanan kami hanya diam tanpa bergeming setelah sampai disebuah restoran yang dituju kamipun keluar dan berjalan memasuki restoran.
Setelah memasuki restoran dan duduk di dekat jendela besar yang langsung menghadap kejalan raya, seorang pelayan mendekati kami "tuan Reva ada yang bisa kami bantu" sahut pelayanan yang langsung menyerahkan daftar menu, terlihat wajah Naadira kaget saat pelayan itu memanggilku dengan sebutan tuan
__ADS_1
"Naadira kamu mau pesan apa? Kamu bebas pilih apa yang kamu inginkan" sambil menyerahkan daftar menu "aku pesan seperti biasa aja" ucapku kepada pelayan restoran, aku perhatikan Naadira yang sedang membuka buku daftar menu itu tapi ada yang membuatku menjadi canggung ketika mataku melihat ada yang melingkar dijari manis Naadira, apakah dia sudah bertunangan? Atau bahkan sudah menikah? Pikiranku seketika kacau
"aku mau beef potato dengan spice souce dan minumnya jus jeruk aja tapi pengen asem ya" sambil tersenyum. Setelah selesai pelayanpun meninggalkan kami, aku coba membuka obrolan agar suasana tidak terlihat canggung "Naadira" sontak dia melihat kearahku dengan senyuman "iya ka" jawabnya, aku harus meminta maaf sama dia perihal apa yang semalam telah aku lakukan "aku minta maaf ya semalem mungkin aku sudah membuat kamu tidak nyaman" dengan rasa tidak karuan karena aku takut dia tidak memaafkan aku "iya ka, aku sudah memaafkan kaka, aku juga minta maaf ya ka semalem aku merasa lelah dan tidak kuat ingin ngantuk" sambil tertawa, mukanya langsung memerah, akupun ikut tertawa mendengar jawaban itu "iya aku maafin ko".
Tidak lama dua pelayan mendatangi kami dan menyerahkan pesanan yang tadi kami pesan, setelah selesai para pelayanpun meninggalkan kami.
Kamipun mulai menikmati makan kami masing masing dan setelahnya semuanya habis tiba tiba Naadira menanyakan sesuatu yang tak ingin aku jawab sebenarnya "ka boleh aku tanya?" dengan gugur aku menjawab "iya boleh kenapa ra?" dengan cepat dia bertanya lagi "kenapa pelayan tadi memanggil kaka dengan sebutan pa?" deg apakah aku harus memberi tahunya sekarang? Pelan namun pasti aku menjawab pertanyaannya "sebenarnya ini adalah restoranku ra" raut wajah dira terlihat tak percaya "wah kaka hebat, masih kuliah tapi udah punya bisnis" terlihat senyum mengembang dari bibirnya.
Setelah selesai makan kamipun langsung pulang karena hari sudah mulai sore, aku langsung antar Naadira kerumah kosannya "makasih ka" ucapnya "iya sama sama" akupun pergi dan pulang kerumahku sendiri dengan perasaan campur aduk antara senang dan ragu karena adanya yang melingkar dijari manis Naadira.
__ADS_1
Ditunggu cerita selanjutnya ya, insya alloh akan segera aku upload kelanjutannya...
Jangan lupa kasih love sebanyak banyaknya dan komentar yang membangun 😊