
"Selamat sore nona" kedatangan Naadira disambut oleh pelayan kafe, Naadira membalasnya dengan senyuman ramah.
Naadira mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan tapi dia tidak melihat seseorang yang dia cari.
"Ada yang bisa saya bantu nona muda ?" Tanya salah seorang pelayan yang sendari tadi memperhatikan Naadira seperti sedang mencari seseorang "ya dimana Irana ?"
"Irana sedang pergi keluar sebentar nona"
"Keluar kemana ?"tanya Naadira lagi
"Saya kurang tahu nona"
Mendapat jawaban itu Naadira mengangguk "kalau nanti dia datang suruh keruangan saya ya" pinta Naadira ramah
"Baik nona"
"Satu lagi saya ingin menu favorit saya ya"
"Baik nona, akan kami buatkan"
"Terima kasih"
Setelah itu Naadira pun pergi kedalam ruangannya. Selain cantik keramahan Naadira begitupun dengan ketegasannya membuat para pekerja kafenya sangat menghormati dan banyak yang memujinya.
Naadira merebahkan tubuhnya disofa yang sangat empuk dan nyaman pastinya.
Huffffff...
Hubungan apa yang sebenarnya aku jalankan ini ? Ka Reva sangat sibuk dan jarang mengabariku tapi ya nggak papa semoga saja selalu ada waktu untuk bersama, aku akan mencoba percaya dengannya lagian rasa nyamanpun aku mulai merasakannya. Dan untuk Irana segimana aku melarangnya pasti dia akan tetap melakukannya ya dia memang pekerja keras apalagi berbenturan dengan ekonomi keluarga.
Tok... Tok..
__ADS_1
Ketukan pintu membuat Naadira tersadar dari lamunannya "iya masuk"
Krek....
Pintu terbuka dan terlihat Irana masuk membawa nampan yang isinya adalah menu favorit Naadira.
Irana berjalan mendekat dan menaruh menu diatas meja dengan hati hati lalu duduk disamping Naadira.
"Dari mana kamu ?"
Belum sempat Irana menyapa Naadira sudah bertanya terlebih dahulu.
"Aku habis pergi membayar listrik rumah orang tuaku Ra, maafin aku ya"
Mendengar jawaban Irana, Naadira hanya mengangguk faham tanpa memperpanjang masalah.
"Gaji sudah kamu terimakan ?"
"Emmmm..."
Naadira menikmati menunya dengan sangat lahap entah karena lapar atau karena memang benar benar enak.
"Yasudah kalau begitu aku kembali bekerja ya ra."
Izin Irana untuk meninggalkan Naadira, ya bagaimana pun Naadira adalah teman sekaligus bosnya saat kerja.
Setelah selesai dengan urusan kafe Naadira pulang ke rumah kosannya dan beristirahat di kursi
Bi Inah yang menyadari kepulangan Naadira langsung menuju dapur untuk mengambil minum untuk majukan yang sangat ia sayangi
"Nona, sepertinya nona kurang baik hari ini" bi Inah meletakkan punggung tangannya di beberapa bagian wajah Naadira, ya Naadira meras kurang baik hari ini badannya terasa sangat lelah dan hangat.
__ADS_1
"Nggak ko bi, aku baik baik saja, bibi bantu aku mengemas keperluan aku untuk ikut komunitas ya" pinta Naadira
"Baiklah nona"
Bi inah tidak bisa berbuat apa karena Naadira pun menegaskan kalau dirinya tidak apa apa dan baik baik saja.
Naadira mengeluarkan catatan apa saja yang harus ia persiapkan dan di bawa dan menyerahkan catatan itu ke BI inah
"Ini yang harus dipersiapkan dan dibawa bi"
Bi Inah menerima dua lembar catatan penuh dengan tulisan rapih dan jelas.
"Nona apa ini semua permintaan dari kampus?"
Tanya bi Inah yang sendari tadi menatap seksama kertas pemberian Naadira.
"Tidak, hanya saja aku menambahkan beberapa keperluan lainnya"
Mendengar itu bi Inah faham karena Naadira selalu mencatat apa yang perlu dia bawa dan tidak boleh ketinggalan.
"Besok kita belanja keperluan ya bi"
"Baik nona"
Naadira pun pergi kedalam kamarnya dan ingin segera mandi dengar air hangat "oh iya bi, tolong siapkan air hangat ya" pinta Naadira dari dalam kamar
"Baik nona"
Bi Inah yang masih membaca dan mencoba mengingat apa saja yang harus di catat kembali yang sudah ada dan tidak ada. Dari mulai makanan, perlengkapan mandi, baju baju dan keperluan lainnya.
maaf ya semuanya para pembacaku, sudah lama aku gak up, soalnya lagi sibuk sibuknya dengan beberapa tugas kuliah juga yang lainnya...
__ADS_1
aku harap semuanya selalu stay with me until the end oke