Antara Pendidikan Dan Pernikahan

Antara Pendidikan Dan Pernikahan
Perkenalan Kami 2


__ADS_3

Aku tinggal disalah satu kosan yang lumayan dekat dengan lokasi kampus tidak sampai 10 menit jaraknya dari kampus, kosan yang lumayan cukup luas ada beberapa ruangan terdiri dari ruang tamu, kamar, dapur, kamar mandi dan halaman belakang cukup nyaman kan.  Diruang tamu terdapat kursi lipat kecil, meja dan televisi juga beberapa perlengkapan yg lain dikamar tidur pastinya ada kasur, lemari dan meja kecil untuk aku simpan beberapa perlengkapan rias wajah yang biasa aku pakai, Begitupun di area dapur cukup bisa memenuhi kebutuhan.


Pagi itu aku berangkat kekampus agak siangan karena jadwal masuk kelas pun jam 10 pagi, sesampainya dikampus aku langsung memasuki kelas karena 15 menit lagi kelas akan dimulai, ruang kelas yang begitu luas dan ditempati beberapa orang didalemnya dengan suasana ramai karena mereka berbincang dengan sangat ramai. Aku ikut bergabung tapi tidak begitu suka dengan apa yang mereka obrolkan.


Tok tok tok...


Suara ketukan pintu terdengar pasti itu adalah dosen yang akan mengajar hari ini, dan benar saja ketika pintu terbuka sudah ada dosen dibalik pintu itu dan segera memasuki ruang perkuliahan, dan perkuliahan pun di mulai.


Setelah beberapa saat Kuliah pun berakhir aku dan beberapa temanku langsung pergi ke kantin kampus untuk membeli beberapa makanan sebagai cemilan siang hari sebelum masuk kelas selanjutnya, aku berteman dengan seseorang yang memiliki hobi mencoba berbagai makanan tidak terlihat sebenarnya kalo dia memiliki hobi makan dengan postur tubuhnya yang langsing.


Tring...


Disaat aku sedang menikmati cemilanku terdengar bunyi tanda sebuah pesan masuk ke ponselku, aku menyalakan ponselku dan melihat nama yang tertera diponsel itu Reva Rahardiyan, aku membaca pesan itu 'kamu cantik dan begitu manis'  aku merasa aneh dengan isi pesan itu, kenapa dia bisa mengatakan seperti itu padaku apakah dia mengenalku? apakah dia sedang berada dikantin ini? Tapi masa iya sih bukannya setiap fakultas itu punya kantin sendiri sendiri, untuk apa dia mengunjungi kantin difakultasku, apa kehabisan makanan jadi dia pergi kesini?


Aku memalingkan wajahku melihat kesekeliling arah untuk mencari seseorang tapi tidak menemukannya, entah aku yang tidak menemukannya atau karena aku belum mengetahui wajah aslinya tapi aku sudah melihat wajahnya diakun sosial medianya kemarin meskipun gak begitu kuperhatikan.

__ADS_1


"terima kasih" ucapku membalas pesan itu


"sama-sama" balasnya cepat.


Kemudian aku lanjut menikmati cemilanku bersama temanku dan asyik membicarakan banyak hal yang terjadi dihari hari sebelumnya.


Beberapa waktu kemudian aku bersama teman teman ku beranjak pergi meninggalkan kantin menuju kelas untuk menyelesaikan perkuliahan terakhir. Setelah jam kuliah selesai aku berniat engga langsung pulang kekosan tapi sebelumnya aku ingin pergi membeli beberapa makanan karena persediaan dikosan mulai menipis. Aku berjalan menyusuri jalan yang tak begitu ramai dan aku cukup menikmatinya, tidak banyak yang aku beli hanya cukup untuk kebutuhan beberapa hari kedepan saja tidak sampai menimbulkan tumpukan makanan yang banyak.


Setelah selesai membeli beberapa bahan makanan aku bergegas pulang karena aku udah merasa lelah seharian dikampus dan ada beberapa tugas yang harus aku kerjakan. Sesampainya dikosan aku cepat merapikan makanan yang aku beli dan membersihkan diri. Kucuran air membasahi rambut beserta tubuhku segar rasanya.


Cukup lama aku berada dikamar mandi dan sudah selesai, setelah itu bergegas mengambil baju tidur dan memakainya, aku merebahkan tubuhku di kursi 'hemmmmm lelah sekali hari ini, tugas kuliah juga lumayan banyak, aku harus bisa membereskan semuanya supaya tidak bertele tele' akupun mangambil leptop lalu manyalakannya membuka lembaran demi lembar buku kuliah untuk melihat tugas apa aja yang harus aku kerjakan.


Dosennya tidak begitu muda atau pun tua termakan usia, dan katanya masih cukup bergaul dengan mahasiswa yang lain. Dengan tekad aku memberanikan diri untuk menghubungi dosen tersebut melihat jam di dinding pun belum terlalu malam " hallo Naadira ada yang bisa saya bantu?" terdengar suara yang begitu berat dari sana awalnya aku ragu tapi karena sudah terlanjur aku harus bisa melanjutkan ini "maaf pa, saya mengganggu waktu istirahat bapa, saya mau bertanya perihal tugas yang bapa kasih pada saat dikelas tadi, setelah saya teliti saya kurang mengerti dengan tugas yang bapa berikan" ucapku tenang "oh begitu jadi tugasnya itu seperti ini bla bla bla, apakah kamu sekarang mengerti?" tanyanya, setelah mendengar penjelasan itu akhirnya aku mengerti dan faham perihal tugas yang diberikan "baik pa terima kasih, sekarang saya faham" jawabku cepat "baik kalo begitu bapa akhiri ya" tidak lama dosen bersangkutan menutup telponku tanpa menunggu jawabanku selanjutnya.


Akupun melanjutkan mengerjakan tugas dan tanpa lupa memberi tahukan mengenai penjelasan tugas tadi.

__ADS_1


Tidak lama kemudian aku menerima sebuah video call 'hah dari Reva? Mau apa sih dia'  aku angkat telpon videonya


"Hallo cantik" sapa dia


"(tersenyum) halo juga ka, iya gimana" jawabku, aduh ada apa sih udah malem juga aku mau istirahat emang dia gak cape apa dengan kegiatan dikampus, dengusku kesal.


"sedang apa nih bu guru?" ucap dia semangat, "baru selesai ngerjain tugas" jawabku singkat "gak nanya balik nih aku lagi apa gitu?"  harap dia yang ingin ditanya "oh kaka lagi apa? (senyum kesal)"  tanya terpaksaku "aku lagi mikirin kamu apakah kita bisa mengenal lebih dekat satu sama lain" dengan semangat dia mengatakannya, kenapa sih dia, apa yang harus aku jawab coba? "bisa tidak bisa iya"  jawabku "ko gitu sih? Kenapa udah ada yang punya ya?" sontak aku kaget denger dia bilang gitu, jujurnya aku belom punya seseorang yang deket sih lebih tepatnya belom ada yang cocok "kenapa ngomongin itu sih ka" jujur aku gak nyaman karena rasa kantukku, aku memikirkan bagaimana caranya untuk bisa menutup cepat panggilan video itu, apa aku pura-pura engga ada sinyal aja ya?


"Hallo ka hallo, kaka ngomong apa ini keputus putus gini suaranya"


Terlihat jelas wajah berkerut dari sana menandakan ada yang aneh terjadi, tapi aku tidak memperdulikan itu, aku hanya ingin cepat istirahat mengistirahatkan tubuhku, selimut yang hangat dan kasur yang nyaman mpuk sudah menungguku.


Aku tutup video call itu, 'maaf ka aku tutup video call dari kaka, aku cape ka aku mau istirahat itu juga karena kaka membuat saya tidak nyaman'


Akupun pergi ke kamar dan beristirahat.

__ADS_1


Ditunggu cerita selanjutnya ya, insya alloh akan segera aku upload kelanjutannya...


Jangan lupa kasih love sebanyak banyaknya dan komentar yang membangun 😊


__ADS_2