Antara Pendidikan Dan Pernikahan

Antara Pendidikan Dan Pernikahan
Keberangkatan yang bahagia


__ADS_3

Keinginan Reva untuk berada disamping Naadira berlalu satu tahap sekarang mereka bisa dibilang sedang menjalin kasih (pacaran) secara tidak langsung dengan kejadian tadi dipinggir danau Reva menyatakan perasaannya kepada Naadira.


Sekarang Naadira Reva dan sahabat sahabatnya sudah berkumpul di depan gedung fakultas kedokteran tepat didekat mobil pribadi Reva, rata-rata calon dokter yang akan pergi menuju tempat prakteknya sudah masuk kedalam mobilnya, kecuali Reva yang masih setia menggenggam tangan Naadira "pergilah va, Naadira biar kami yang jaga" ucap Daniel "iya benar ada kami disini yang akan menemani Dira" kesetujuan sahabat sahabatnya menjadi ketenangan tersendiri bagi Reva.


Naadira wijaya...


Aku hanya bisa tersenyum setengah percaya tidak percaya dengan apa yang dirasakan oleh hati aku sekarang "Naadira kalau kamu nanti punya waktu kosong dan ingin bertemu denganku, kamu boleh mengunjungi aku kesana itupun kalau kamu mau" ucap ka Reva meminta ku untuk mengunjunginya tapi mungkin disisi lain ka Reva pun tidak berharap besar dengan kedatangan ku kesana, aku hanya mengangguk mengerti, tapi apakah kunjungan ku nanti tidak akan mengganggu kegiatannya "benarkah?" tanya ku "iya, kamu boleh mengunjungi ku kesana, tapi kalau kamu mau mengunjungi ku kesana aku sarankan kamu ditemani pa sarif penjaga rumah ku" ucapnya terdengar memang sangat mengharapkan aku mengunjunginya "iya ka" ucapku singkat, sesaat Reva kembali memelukku dan mencium pucuk kepalaku. Setelah itu dia masuk kedalam mobil dan pergi menjauh dari pandangan mataku.


Aku pasti mengunjungi mu suatu hari nanti ka, tapi maaf aku tidak akan mengabari kamu terlebih dahulu. Hati hati jaga dirimu baik-baik disana. Ucapku dalam hati.


"Ra kita pulang yuk" ajak irana "loh ko pulang sih, kan ada jam kuliah" tanyaku mengingat sekarang sudah mendekati waktunya masuk kelas "iya maksudnya kita pulang ke fakultas" aku hanya mengangguk dan berpamitan ke tiga sahabat ka Reva "ka aku sama ira pamit dulu, kami ada kelas" ucapku tenang dan sopan "oh iya silahkan, kalau ada apa-apa cepat kabari kami ya" pinta Glenn, aku mengangguk mengerti lalu pergi meninggalkan tiga pria itu.

__ADS_1


Sesampainya dikelas aku langsung duduk di bangku depan, sudah pasti bangku paling depan itu tidak ada yang mau mengisi karena itu bangku panas, entah apa yang mereka maksud tapi bagiku semua bangku sama aja.


Sesaat aku melupakan hal yang telah terjadi dipagi hari, aku hanya ingat fokus dengan kuliahku. Meskipun memang kuliah dijurusan guru sekolah dasar itu sangatlah mudah mengapa karna kita hanya mengulang pelajaran waktu dulu, hanya saja memahami anak yang lumayan membuat aku harus bisa berfikir luas bagaimana anak diluar sana.


Tring...


Disaat dosen sedang izin untuk keluar kelas sebentar, terdengar suara pesan masuk kedalam ponselku, aku membuka layar ponselku dan melihat asal pesan itu dari mana, setelah aku lihat ternyata berasal dari kafe 'maaf nona sudah mengganggu waktunya, saya hanya memberi tahu bahwa tadi ada seorang pria yang datang dan ingin menemui nona' aku cepat berfikir siapa yang ingin menemuiku? Apa nanti aku pergi kekafe ya sehabis kuliah? Iya aku harus kesana


"ra kamu mau kemana hari ini? Aku ikut kamu ya" ucap ira, dan aku hanya mengangguk setuju. Kita sudah berjalan dikoridor kelas menuju parkiran setelah sampai aku langsung masuk kedalam mobil disusul dengan ira. Aku melajukan mobilku menuju kafe "ra ngomong ngomong kita mau kemana?" tanya ira, oh iya aku lupa tidak memberi tahu dia kemana kita akan pergi "kita pergi ke kafe, kamu maukan?" tanyaku yang dibalas dengan anggukan semangat ira, aku hanya tersenyum melihat roda bahagia dari wajah sahabatku.


Kafe yang berada di pusat kota dengan desain interior simple tapi mewah yang cukup ramai dikunjungi oleh anak muda apalagi hari hari weekend,beruntung hari ini hari senin jadi tidak terlalu banyak pengunjung. Sepuluh menit berlalu mobil sudah terparkir di area kafe, kamipun keluar dari mobil "ra kafenya mewah banget, pasti menu nya mahal mahal deh, aku nggak punya cukup uang ra" ucap ira aku hanya bisa tersenyum ramah mendengar ucapannya itu "udah ayo masuk, kali ini aku yang akan traktir" "benar ra? Serius" tanya ira dengan penuh semangat "iya ayo masuk" aku menarik tangan ira untuk memasuki kafe milikku ini.

__ADS_1


Aku belum memberi tahu irana bahwa kafe ini milik keluargaku, karena mungkin nanti dia akan mengetahui sendiri. Setelah sampai dipintu kafe, pintu itu langsung terbuka dengan sendirinya "wah pintunya terbuka sendiri ra" ucap ira yang membuatku ingin tertawa karena gelas melihat tingkahnya "ra kamu pilih kursi yang kamu ingin tempati sekali menunya juga, aku ingin ketoilet sebentar" pintaku ira membalas dengan anggukan semangat. Setelah itu aku pergi ke ruangan pribadiku yang berada di ujung ruangan tidak lama datang seorang pelayan perempuan menghampiriku "maaf nona telah mengganggu waktunya nona" sapanya "tidak apa apa, jelaskan siapa yang ingin menemuiku?" tanya ku cepat karena sekarang aku membawa sahabatku dan tak ingin membuatnya menunggu lama "kami disini tidak mengenalnya nona, tetapi pria itu sangat tampan nona" jawab pelayan, sungguh aku tidak tau siapa pria yang ingin menemuiku "trus apa yang dia lakukan disini" tanyaku "pria itu hanya duduk dan menanyakan nona, karena saya hanya menjawab nona sedang tidak ada disini diapun langsung pergi nona" ucap pelayan lagi "yasudah kamu boleh pergi dan lanjutkan pekerjaan kamu kembali" suruhku karena aku ingin mengakhiri obrolan yang tidak jelas ini.


Akupun keluar dan menuju kursi yang telah ditempati ira tak lupa memesan beberapa cemilan favorit ku baru saja aku duduk "ra lama benget sih" tanya ira membuat ku kaget "namanya juga tempat umum gimana sih" jawabku sewot kamipun tertawa seiring dengan perbincangan kami.


Irana termasuk orang yang selalu membuat aku bisa tertawa dengan tingkahnya yang lucu kalau dia menjadi peserta dalam pencarian bakat menjadi pelawak pastinya dia langsung menang.


Kamipun menikmati cemilan kami sedikit demi sedikit sampai tidak tersisa "ra aku sudah kenyang makanannya enak enak, sekarang aku mulai ngantuk kita pulang tu ra" pinta ira, aku hanya mengiyakan khawatir kalo dia sampai tidur disini akan membuat aku bosan menunggunya.


Setelah mengantarkan irana ke rumah kosannya aku langsung pulang ke rumahku sendiri tidak lama hanya melewati beberapa blok saja aku sudah sampai dirumah. Bi inah yang sudah menunggu kedatangan ku dari tadi langsung menyambutku "selamat siang nona bibi sudah siapkan makan siang" ucap bi inah seraya memasuki rumah "iya bi nanti aku akan memakannya aku mau bersih bersih dulu ya bi" ucapku "baik nona".


Ditunggu cerita selanjutnya ya....

__ADS_1


__ADS_2