
Pagi pagi lisa sudah terbangun dari tidurnya karena alarm jam berbunyi menunjukkan pukul 07:00 pagi hari ini ada ujian akhir semester, lisa harus berangkat ke kampus. Meskipun memang dia sering tidak absen kelas tapi setidaknya lisa harus absen untuk ujiannya.
Setelah selesai mandi, aku bergegas memakai pakaian hitam putihku khas fakultas keguruan, setelah rapih dengan pakaian dan riasan make up aku langsung turun kelantai bawah terlihat nenek sudah duduk santai diruang tamu "pagi nenek" sapaku mencium nenek "pagi lisa, mau kemana sudah rapih" tanya nenek melihatku seperti yang aneh "lisa hari ini ada ujian, lisa berangkat dulu ya ne" jawabku sambil pergi meninggalkan nenek.
Sesampainya dikampus tepatnya dikelas aku langsung mendekati temanku vega untuk menanyakan perihal gadis yang waktu itu aku lihat "gimana lo udah nemuin informasi tentang cewe itu" tanyaku, terlihat sepertinya vega sudah menemukan informasi yang aku butuhkan "aku udah tau sa" jawabnya, dengan semangat aku ingin mendengarkan apa kata vega.
Tapi tidak lama dari itu dosen penjaga ujian masuk dan langsung membagikan lembar ujian, eh kenapa harus sekarang sih!! Gerutuku kesal. "eh ada lisa ternyata" sindir dosen itu, aku hanya tersenyum kesal.
Ujian sudah selesai dikerjakan, aku dan vega pergi kekantin untuk mengisi perutku yang kelaparan ini, dan aku ingin cepat mendapatkan informasi yang aku inginkan "oh ya terusin ngomong kamu yang tadi perihal info tentang cewe itu" tanyaku sekarang kita sudah duduk di bangku kantin posisiku berhadapan dengan vega.
"namanya Naadira wijaya, cewe itu adalah mahasiswa PGSD dikelas unggulan, dia juga disebut sebut sebagai bunga kampus tahun ini sa, dia terkenal dengan kebaikan dan kelembutannya juga kecantikannya. Malah banyak mahasiswa dari berbagai jurusan ingin mendekati dia sa" jawabnya itu membuat aku semakin kesal segitu istimewanya sampai banyak orang menyukainya!!. "terus dia termasuk anak yang rajin sa, dia selalu masuk kelas dan selalu mendapatkan nilai tertinggi difakultas ini, dia selalu sibuk dan menghabiskan waktu diperpustakaan fakultas dia sangatlah mengutamakan pendidikan dibandingkan yang lain bahkan katanya dia sampai tidak punya waktu untuk hal hal yang kurang bermanfaat" lanjut vega.
__ADS_1
Mendengar itu aku langsung mempunyai banyak rencana untuk mendapatkan ka Reva, dengan kesibukan yang dimiliki Naadira, aku bisa mendapatkan ka Reva dengan sering mendatanginya di kampung itu. Pikir ku. "oke thaks informasi yang lo kasih, lo temen paling aku andalkan" ucapku "ya, jangan lupa sebagai balasannya lo harus traktir aku ya" pintanya aku hanya bisa mengangguk menyetujui apa yang diinginkan temanku ini.
Beberapa hari berikutnya aku berangkat menuju tempat praktek ka Reva, karena sebelumnya aku pernah mengikutinya secara diam-diam sewaktu keberangkatannya, cepat aku mengemudikan mobil agar bisa cepat sampai dan bertemu dengan ka Reva. Beberapa perlengkapan mandi dan makanan juga pakaian ganti sudah aku siapkan. Dan tidak lupa membawa bingkisan untuk ka Reva tentunya semoga saja ka Reva suka dengan apa yang aku bawa. Gumamku dalam hati.
Setelah perjalanan panjang yang aku tempuh, akhirnya aku sampai diperkampungan yang menjadi tempat prakteknya ka Reva, akupun langsung bertanya kepada warga tempat tinggal dokter Reva selama praktek dimana, setelah mendapatkan alamat dan ciri ciri rumahnya aku langsung menuju tempat itu tapi aku tidak melihat adanya mobil di depan rumah yang hanya terdiri dari satu lantai itu. Apa ka Reva belum pulang? Padahal ini sudah sore, aku akan menunggumu ka.
Setelah cukup lama aku menunggu akhirnya ada satu mobil yang memasuki area pekarangan rumah tapi itu bukan mobilnya ka Reva, tapi mobil itu ada disaat perjalanan waktu itu, mungkin aku bisa bertanya dan menunggu ka Reva disana. Akupun keluar dari mobil sambil membawa bingkisan yang aku bawa khusus buat ka Reva, dan masuk kepekarangan rumah itu melihat pintu terbuka aku langsung mendekat.
Tok tok tok...
"permisi" panggiku
__ADS_1
Tidak lama ada seorang perempuan yang keluar dari dalam kamar dan mendekatiku "maaf ada yang bisa saya bantu?" tanyanya. Tanpa basa basi aku langsung menanyakan perihal ka Reva "ka Revanya ada?" tanyaku, tanpa rasa canggung perempuan itu menyuruhku untuk duduk dikursi yang berada tidak jauh dari pintu "silahkan duduk dulu, maaf kalo boleh tau anda siapa? Dan ada keperluan apa anda menanyakan Reva" tanyanya. Apa apaan dia? Pake banyak tanya segala emangnya nggak boleh apa kalo aku bertemu dengan ka Reva, ucapku kesal dalam hati.
"aku lisa cucu dari nenek yang pernah ditolong ka Reva" jawabku semoga aja tidak membuatnya penasaran lagi. Tapi perempuan itu sepertinya masih ingin bertanya tapi tidak lama ada sebuah mobil memasuki pekarangan rumah, aku langsung melihatnya dan ternyata itu mobil ka Reva. Beberapa saat kemudian ka Reva keluar tapi bersama dengan perempuan, aku langsung kesal siapa perempuan itu apa sainganku bertambah? . Setelah cukup mendekat "eh ada tamu, siapa dia?" perempuan yang keluar dari mobil ka Reva bertanya, tapi ka Reva langsung terlihat raut wajah tidak suka "ada apa kamu datang kesini? Dari mana kamu tahu tempat ini?" deg.. Apakah ka Reva sedang marah? Kedua perempuan tadi langsung masuk kedalam rumah meninggalkan kami berdua. "masuklah kita bicara didalam" ajak kau Reva yang sudah berjalan meninggalkan aku di ambang pintu, lalu aku ikut masuk tapi setelah aku masuk kedalam rumah aku tidak melihat adanya kursi "duduklah" suruhnya, tapi bagaimana aku bisa duduk disini tidak ada kursi! Hanya ada samak butut tergelar begitu saja. "kenapa masih berdiri ayo duduk!" lagi lagi ka Reva menyuruhku untuk duduk terpaksa aku duduk dengan hanya beralasan samak butut.
"ada apa kamu kesini? "tanyanya galak, ka Reva sekarang sudah duduk jauh didepan ku " aku kesini untuk mengunjungi kaka, dan ini ada bingkisan yang aku bawa untuk kaka, sebagai tanda terima kasih aku karena kejadian beberapa hari yang lalu" jawabku. Ka Reva hanya memandang bingkisan itu dan kembali menatapku galak "oh baiklah aku terima bingkisan ini, sekarang silahkan kamu pergi dari sini" ucap ka Reva, apa? Dia mengusir aku? Nggak punya hati banget, tapi aku berusaha tidak menunjukkan rasa kekesalan aku dan akupun menuruti keinginannya.
Aku pamit dan pergi dari rumah itu, tapi aku tidak menyerah beberapa hari berselang aku datang lagi dan lagi tapi selalu saja mendapatkan perilaku penolakan darinya.
Reva Rahardiyan...
"va kenapa kamu selalu terlihat tidak suka disaat perempuan itu mengunjungi mu? " tanya putri setelah melihat lisa pergi dari rumah untuk kesekian kalinya, aku menarik nafas dan menatap putri yang masih menunggu jawaban "aku hanya menunggu Naadira, hanya dia yang aku harapkan bukan orang lain" ucapku "Reva Reva hubungi saja dia dan tanyalah kapan dia akan mengunjungi mu kesini" ucap putri aku hanya menggeleng tidak mungkin karena pasti Naadira sedang sibuk dengan urusannya "hemmmmm kalo begitu janganlah menunggu nya, yuk istirahat besok kita masuk pagi" ucap putri langsung pergi dan masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Naadira kapan kamu akan mengunjungi ku? Harapku melihat langit yang sudah mulai gelap.
Bersambung....