
Naadira wijaya
Setelah kelas selesai aku pergi keperpustakaan, rasanya sudah lama aku tidak mengunjungi perpustakaan akhir akhir ini, "ira aku mau keperpustakaan sekarang" ucapku, "kenapa kamu gak akan kekantin dulu? Atau mau pulang setelah dari perpus?" tanya ira "engga, aku hari ini mau menghabiskan waktu aku di perpus kalopun nanti bosen aku langsung pulang aja" jawabku tenang "oke deh bye Naadira" ucap ira langsung meninggalkan aku.
Aku berjalan menuju perpustakaan fakultas yang berada tidak jauh dari kelasku, akupun masuk dan mencari beberapa buku yang ingin aku baca.
Di tempat lain ira yang sedang duduk di kursi kantin sendirian didatangi Daniel yang tak lain adalah sahabat dekat Reva.
"hallo boleh aku duduk disini? "tanya Daniel
Sontak ira pun terlihat kaget dan mempersiapkan Daniel untuk duduk di depannya" silahkan ka inikan tempat umum"
Daniel mulai mencoba bertanya kepada ira mengenai Naadira
"nama kamu siapa? " tanya Daniel
" aku Irana ka " jawab singkat ira yang terlihat canggung
__ADS_1
" oh ira kamu sahabat Naadira kan? " terlihat kaget dari wajah ira matanya pun membulat kenapa lagi dengan kaka ini, kenapa dia menanyakan sahabatku yang cantik itu, apakah dia menyukai dira? Aduh ka jangan membuat hari kaka sakit, Naadira pasti akan menolak kaka. Gumam hati ira "iya ka benar aku sahabat Naadira, ada apa ka menanyakan sahabatku" tanya ira penasaran "oh engga, aku cuma mau tanya sesuatu boleh? Tapi jangan kasih tau Naadira sedikit pun oke" permohonan Daniel demi sahabatnya, tuhkan ada apa lagi ini, "iya ka boleh, kaka mau tanya apa?" gugup tapi Daniel harus bisa menanyakannya "aku mau tanya apakah Naadira sudah bertunangan?" tanpa malu Daniel pun menanyakan hal itu, tapi Ira malah tertawa membuat Daniel merasa gak karuan ada apa? "aduh kaka, kaka orang kesekian kalinya nanya hal itu sama aku" jawab ira sambil tetap tertawa membuat Daniel semakin merasa aneh "emang kenapa?" tanya Daniel "kaka, Naadira itu belum bertunangan dengan siapapun, dia masih ingin fokus dengan kuliahnya, perihal cincin itu pemberian orang tuanya beberapa bulan yang lalu" percaya tidak percaya mendengar jawaban itu Daniel kembali bertanya "serius?", "serius kaka, Naadira belum bertunangan, malah dia beberapa kali menolak ajakan kaka kaka yang menghubungi dia, tapi ada satu kaka tingkat yang dia sukai" jawab ira dengan serius, "siapa?" Daniel tetap penasaran "dia dari fakultas kedokteran, namanya ka Reva Rahardiyan kalo gak salah" sontak Daniel merasa kaget begitupun bahagia, cukup puas dengan jawaban yang di dapatkan mulai dari perihal cincin juga orang yang disukai Naadira.
"makasih banyak ya infonya, semoga suatu saat nanti kita bisa berbisnis" ucap Daniel lalu meninggalkan ira begitu saja, ira pun tidak peduli dengan tingkah Daniel yang langsung meninggalkannya.
Hari hari dijalani seperti biasanya, aku sibukan dengan berbagai kegiatan apalagi akhir akhir ini aku habiskan waktu di perpustakaan untuk membaca beberapa buku yang kurasa itu penting.
Sore itu aku berada di taman belakang rumah kosanku, aku sedang bersantai menikmati sore hari yang cukup cerah, ditemani potongan buah buahan segar.
Terdengar suara ponselku berdering tanda ada telpon masuk aku menyalakan ponsel dan melihat ka Reva, cepat aku angkat telponnya dan ternyata dia mengajakku keluar malam ini ada rasa senang dihatiku akhirnya aku bisa bertemu dengannya lagi, akupun menerima ajakan nya dan mulai meninggalkan taman belakang.
Akupun pergi mandi, cukup lama aku berada di dalam kamar mandi, setelah selesai dengan rangkaian acara mandi tadi akupun mulai mengenakan dress dengan warna calem dan aku mulai merapihkan rambutku.
Terdengar suara pintu ada yang mengetuk, aku cepat membuka pintu dan ternyata ka Reva sudah menunggu dibalik pintu "eh kaka, mari ka masuk dulu" aku mengajak ka Reva masuk kedalam rumahku, diapun langsung duduk di kursi duh bi inah gak ada, trus gimana nyiapin minum ya, akukan belum selesai berdandan! Apa aku suruh aja ka Reva memiliki minuman yang ada dikulkas ya.
"ka tunggu sebentar ya, kalo kaka mau minum ambil aja sendiri dibelakang ya" ucapku berlalu meninggalkan ka Reva diruang tengah. Aku cepat menyelesaikan rias wajah kuman rambut, setelah beberapa saat aku selesai dan keluar dari kamar mendapati ka Reva gak ada diruang tamu oh mungkin sedang dibelakang mengambil minum.
Akupun mulai mengenakan sepatu, disaat aku menoleh aku mendapati ka Reva yang sedang berdiri melihat ke arahku, akupun coba memanggilnya beberapa kali "ka Reva" tapi tetap saja dia tidak tersadar dari lamunannya akupun coba mendekati dan memanggilnya lagi dan akhirnya itupun tersadar dan cepat mengajakku untuk berangkat.
__ADS_1
Kamipun pergi menelusuri jalanan yang terlihat lenggang. Tapi aku mau dibawa kemana,
Sesampainya disebuah restoran, akupun penasaran ini ada apa sebenarnya. Percaya tidak percaya ka Reva menggenggam tanganku dan mengajakku memasuki ruangan, setelah menerima sambutan dari temannya Reva pun ngajak aku duduk di bangku yang cukup jauh dari panggung, aku bertanya apa maksud dari acara ini, dan kaget setelah aku tau kalo acara ini acara penyembuhan sebel para calon dokter ini pergi untuk praktek di rumah sakit yang berbeda beda.
Tapi kenapa aku harus kaget mendengar kabar itu, lagian ka Reva bukan siapa siapa aku begitu sebaliknya, aku hanya sebatas adik tingkatnya saja tidak lebih dari itu.
Juga kenapa harus ada rasa sedih yang merangkup dalam hatiku, ada apa denganku sehingga aku memiliki perasaan seperti ini, seharusnya aku menjaga hatiku, aku gak boleh punya perasaan kepada ka Reva karena bisa saja ka Reva sudah memiliki seorang kekasih, tetapi kenapa harus aku yang diajak pergi ketempat ya bisa dibilang penting ini,
Kalau pun ka Reva sudah memiliki seorang kekasih berarti aku hanya menjadi pelampiasan saja ketika ka Reva sedang kesepian, hemmmm kasihan sekali diriku ini.
Tapi bagaimana jika aku memiliki sebuah perasaan sama ka Reva? Bagaimana ini bisa terjadi? kenapa disaat aku mulai merasakan kenyamanan kenapa kami harus dipisahkan kenapa kami harus di jauhkan.
Nggak aku nggak boleh gegabah, aku nggak boleh punya fikiran yang akan membuat aku sakit hati pada akhirnya, aku harus bisa menjaga perasaan aku sendiri, aku harus tenang, jangan kaget ataupun sedih dengan apapun yang terjadi dikemudian hari.
Malam semakin larut dan acara semakin tambah ramai, ya ini untuk hiburan sebelum mereka berpisah dan sibuk dengan urusan praktek masing-masing.
Ditunggu cerita selanjutnya ya, insya alloh akan segera aku upload kelanjutannya...
__ADS_1
Jangan lupa kasih love sebanyak banyaknya dan komentar yang membangun 😊