Antara Pendidikan Dan Pernikahan

Antara Pendidikan Dan Pernikahan
Hadirnya perasaan itu


__ADS_3

Naadira wijaya


Cukup lama aku terdiam menunggu diteras rumah, sesekali aku melihat sekitar rumah lalu duduk kembali mungkinkah ka Reva sedang istirahat karena lelah dengan kegiatannya hari ini? Gumam dalam hati karena ka Reva tidak kunjung datang.


Sekian lama aku menunggu adalah seseorang yang datang dan berdiri sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, mungkin itu ka Reva "ka Reva" sapaku seketika kegiatan mengeringkan rambut itu berhenti, dengan wajah yang masih tertutup dengan handuk "ka Reva" sapaku lagi karena sekarang aku sudah bisa melihat wajah pria yang didepanku dia hanya menatapku, "Naadira" ucapnya pelan tapi masih tidak bergerak dari posisinya hanya memandangku tidak percaya "ka Reva" ucapku lagi menyadarkannya tak lama dia langsung memelukku dengan erat dan melepaskan pelukannya dan mengajak aku masuk kedalam rumah.


Aku melepaskan sepatu yang aku pakai dn masuk kedalam rumah, didalam rumah aku menyadari tidak ada kursi duduk hanya ada tikar sederhana sebagai alas untuk duduk, sementara ka Reva sudah duduk duluan lalu aku menyusul untuk ikut duduk di sampingnya, terlihat rona bahagia dari raut wajah ka Reva, entah kenapa aku juga merasakan kebahagiaan itu bisa bertemu dengannya. "maaf disini tidak ada kursi jadinya kita duduk dilantai seperti ini" ujar ka Reva "tidak apa apa ka, tidak masalah" jawabku.


Cukup banyak yang aku dan ka Reva bicarakan, semangat dan senang yang selalu aku lihat diwajahnya, sebahagia inikah ka Reva dengan kedatanganku? Haripun tidak terasa sudah mulai malam aku berniat untuk pamit pulang, tapi ka Reva tidak memperbolehkan aku pulang dan meminta aku untuk menginap dirumah ini, pelan aku coba menolak karena takut malah mengganggu bahkan merepotkan tapi itu semua bukan masalah katanya, tapi dia lebih mengkhawatirkan aku pulang dimalam seperti ini. Akupun menerima tawarannya.


Setelah selesai makan malam dengan hanya ditemani cemilan sudah membuat kami merasa kenyang ka Reva mengantarkan ku menuju kamarnya, krekk... Pintu kamar itu terbuka dan aku masuk kedalam kamar dan duduk di ujung kasur, tak lama ka Reva menutup pintu dan pergi meninggalkan aku didalam kamarnya, sementara aku hanya memperhatikan kamar yang tidak luas hanya ada kasur berukuran untuk satu orang dan lemari kecil ada beberapa berkas tertata rapih disana. Parfum pria tercium kuat disini mengisi kamar ini.


Akupun merebahkan tubuhku diatas kasur dan mulai terlelap dalam tidurku.


Keesokan paginya matahari sudah menyinarkan sinarnya kepenjuru dunia, aku terbangun dari tidurku dan berjalan keluar kamar dan pergi kebagian belakang rumah didapur sudah ada ka putri yang sedang bersiap membuat sarapan dan akupun berniat untuk membantunya, tapi sebelumnya aku membersihkan dulu diri aku dan pergi ke kamar mandi. Setelah selesai aku pun ikut membantu ka putri menyiapkan sarapan "mari aku bantu ka" pintaku "boleh" jawabnya langsung memberikan aku untuk memotong sayuran "ini semua kamu yang bawa dira?" tanyanya "iya ka" jawabku "terima kasih ya, duh jadi ngerepotin" ujarnya "tidak ka tidak merepotkan" ucapku lirih. Sambil melanjutkan memasak "ka hari ini kaka praktek mulai jam berapa?" tanyaku khawatir kalau memang aku akan membuat mereka terlambat ketempat prakteknya "mmmm apakah Reva tidak memberi tahu kamu?" tanyanya aku langsung menggeleng tidak tahu "hari ini kita libur" lanjutnya, oh pantes aja sekarang sudah lumayan siang dan mereka belum juga berangkat dan pantas juga semalem ka Reva bilang akan mengajakku keliling kampung ini.

__ADS_1


Setelah selesai masak makanan untuk sarapan akupun menyiapkannya di meja kecil di tempat makan.


krekk


suara pintu kamar terbuka aku menoleh dan mendapatkan ka Reva yang baru saja bangun "ka Reva sudah bangun" sapaku ka Reva hanya tersenyum mengangguk "Reva cepat kamu mandi dan kita sarapan bersama" ujar ka putri yang keluar dari dapur, ka Reva langsung pergi ke kamar mandi. Ka putri terlihat sudah berpengalaman apakah dia sudah menikah? Ya "tenang saja aku sudah menikah, jadi aku sudah pengalaman dengan semua kegiatan rumah" mendengar itu aku tersenyum senang "dan tenang saja aku akan menjaga Reva untuk mu disini" aku tersenyum mengangguk "terima kasih ya ka" ucapku.


Setelah acara sarapan pagi selesai, aku dan ka putri membereskan sisa makanan dan menyimpannya "rencana hari ini kamu sama Reva mau kemana?" tanya putri, melihat aku yang hanya menggeleng "pergilah jalan jalan bersamanya pemandangan dikampung ini sangat indah dan sejuk" lanjutnya "kaka ikut juga kan?" tanyaku "tidak kaka tidak ikut, kaka akan menunggu suami kaka yang akan berkunjung kemari" ujarnya dengan penuh semangat dan senyum yang mengembang, ya sangat terlihat jelas rasa senang dari raut wajahnya. Apakah mungkin ini yang dikarasakan ka Reva disaat menungguku? "yaudah sekarang kamu samperin Reva, biar kaka yang melanjutkan ini" pintanya sambil merebut gelas yang sedang aku pegang.


Akupun berjalan mendekati ka Reva yang sedang duduk diruang tamu, belum juga aku duduk ka Reva sudah beralih posisi menjadi berdiri "kita jalan jalan yuk" ajaknya sambil meraih tanganku dan menarik keluar rumah aku hanya mengikutinya dari belakang "ini pakai sendal" sambil menunjuk sendal yang sudah terpajang dilantai, akupun memakainya dan mulai berjalan kaki meninggalkan rumah.


Aku duduk bersampingna dengan ka Reva tangan kami masih bergenggaman satu sama lain, "Naadira maaf jalan jalannya hanya pergi keladang yang entah milik siapa!" ucap ka Reva dengan nada sedikit khawatir mungkin khawatir aku tidak menyukai jalan jalan ini, tapi itu salah aku sangat menikmati ini semua, aku senang bisa bersama dengan ka Reva menghabiskan waktu bersama "tidak ka, aku sangat menikmati ini semua" ucapku langsung memeluk lengan ka Reva dan membenamkan kepalaku dipundak ka Reva.


Entah kenapa aku menjadi merasa nyaman bersama dengan ka Reva, rasanya aku ingin selalu merasa ada disampingnya dan tidak mau berpisah dengannya. "boleh kita ambil gambar berdua?" pintanya, aku mengangguk "iya boleh".


Cekrek....

__ADS_1


Cekrek....


Cekrek....


Beberapa kali kami mengambil foto sendiri sampai berdua, entah kenapa aku sangat bahagia hari ini.


Setelah cukup lama kami ada di ladang kamipun memutuskan untuk pulang ke rumah, mengingat aku harus kembali ke kota, setelah semua barangku rapih dan sudah masuk ke mobil dibantu oleh pa sarif, saatnya aku pamit dirumah tidak ada orang mungkin ka putri sedang pergi bersama suaminya, hanya ada ka Reva seorang berat rasanya pergi meninggalkan ka Reva, tapi disisi lain ada kewajiban lain yang harus aku penuhi "aku pamit pulang ya" sautku pelan aku ingin menangis tapi aku nggak mau membuat ka Reva sedih aku tahan supaya tidak menetes air mataku didepan ka Reva, terlihat ka Reva mengangguk "ya, aku akan menunggumu berkunjung kembali sayang" ujar ke Reva seraya memelukku dan mengelus ujung kepalaku, hangat rasanya didalam pelukannya rasa nyaman akupun membalas pelukan ka Reva untuk pertama kalinya. "aku sayang kaka" tanpa sadar aku mengucapkan itu pelan tapi mungkin itu jelas terdengar oleh ka Reva.


Kamipun melepaskan pelukan dan aku masuk kedalam mobil "pa hati hati dijalannya ya" pesan ka Reva untuk pa sarif "baik tuan" jawabnya.


Mobilpun melaju meninggalkan rumah itu suatu saat nanti aku pasti akan mengunjungi ka Reva lagi "pa nanti antarkan aku kesini lagi ya" pintaku "baik nona" dibalas dengan nada semangat dari pa sarif.


Ditunggu cerita selanjutnya ya...


Happy reading semua.

__ADS_1


__ADS_2