Antara Pendidikan Dan Pernikahan

Antara Pendidikan Dan Pernikahan
rumah kosan irana


__ADS_3

Pagi itu setelah sarapan bersama mamah sama papah, aku pamit bersamaan dengan papah yang akan berangkat ke kantornya "sayang hati hati ya bawa mobilnya" kata papah sambil mengelus kepalaku aku mengangguk dan memeluk papah, setelah melepas pelukan papah masuk kedalam mobilnya akupun pamit ke mamah dan masuk kedalam mobilku, aku menjalankan mobilku sendiri dan langsung pergi kekampus karena hari ini hanya ada satu mata kuliah saja dan setelahnya aku sudah ada janji dengan pa Roy.


Pa Ali, bi inah dan Dina juga menaiki mobil dan mengikutiku dari belakang hanya saja akan berbeda arah. Karena mereka akan menuju rumah kosan dan membereskan segala keperluannya, bi inah dan pa Ali itu adalah pasangan suami istri sedangkan Dina adalah orang kepercayaan papah entah apa yang pasti dia sekarang menjadi asisten pribadiku dan diapun sudah berkeluarga.


Mobilkupun memasuki area kampus dan ku parkikan ditempat biasa agak jauh dari fakultas akupun berjalan memasuki gedung fakultas menuju ruang kelasku. Aku masuk kedalam kelas dan ternyata irana belum ada dikelas, akupun duduk dibangku paling depan dan mulai membuka buku untuk membaca materi sebelumnya untuk mengingat kembali sebelum kuliah dimulai. Sementara yang lain mereka hanya bermain ponsel dan bercengkramah dengan begitu asiknya, entah apa yang mereka bicarakan aku tak tau dan nggak mau tahu.


Sampai waktu jam kuliah selesai irana tidak ada kabar dan dia tidak masuk kelas hari ini, membuat aku khawatir sama irana. Tidak biasanya irana seperti ini. Gerutukku dalam hati.


Setelah selesai dari kelas aku pergi kebruangannya pa Roy, di sana ternyata sudah ada cukup banyak mahasiswa lain "nah Naadira sudah datang, silahkan duduk" ujar pa Roy, aku pun langsung duduk di bangku yang kosong dekat pa Roy.


Pa Roy menjelaskan seperti apa dan bagaimana program pengabdian kepada masyarakat tempat dan berapa lama akan diadakan program tersebut.


Cukup lama pa Roy menjelaskan dan akhirnya selesai karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima sore.


Aku Pun keluar ruangan bersama dengan yang lain "Naadira pulang bareng yuk" kata seseorang yang sedang berdiri di sampingku, "maaf ka tidak bisa" ucapku "kenapa?"


"aku bawa kendaraan sendiri"


"oh, yaudah kapan kapan aku jemput kamu ya"


Aku nggak tau harus jawab apa aku hanya bisa tersenyum dan meninggalkannya.


Aku nggak tau siapa namanya yang jelas dia sepertinya mahasiswa di atasku entah jurusan apa aku nggak tau.


Akupun menjalankan mobilku membelah jalanan yang sudah padat karena sudah sore para pekerjapun pastinya sudah bubar dari tempat kerjanya dan ingin cepat sampai kerumah masing-masing untuk beristirahat.


"nona makan malam sudah siap" kata bi inah, "iya bi" jawabku. Akupun beranjak pergi meninggalkan balkon belakang menuju ruang depan.


Setelah selesai menikmati makan malamku dan tidak lama Dina datang


"maaf nona muda saya mengganggu waktu nona"


"ada apa Dina"

__ADS_1


"tadi siang saya menerima beberapa bingkisan untuk nona, dan ini bingkisannya nona" kata Dina sambil menyerahkan beberapa bingkisan berbagai ukuran.


Aku melihat bingkisan itu yang Dina simpan dimeja akupun membukanya satu persatu yang ternyata isinya make up dan produk body scrube juga produk perawatan kulit lainnya.


"untuk apa ini semua nona, apakah nona memesannya " tanya Dina


" tidak aku tidak memesan apapun" jawabku


Semua produk ini ya sesekali aku pernah bahkan sering memakainya. Entah kenapa aku langsung berfikir dengan duniaku dulu, setiap apa yang aku gunakan selalu menjadi hal yang harus aku publikasikan di media sosialku bahkan sudah sejak lama aku meninggalkan dunia media sosial aku hanya ingin lebih fokus dengan kuliahku ini aku ingin menikmati setiap detiknya.


"tolong bereskan ini semua kelaci sesuai dengan kegunaannya" ucapku


"baik nona"


Akupun masuk kedalam kamar, merebahkan tubuhku dikasur yang sangat nyaman ini, aku meraih ponselku dan menghidupkan ponselku ada beberapa pesan masuk dan terlihat nomer baru yang terpajang disana, ada juga pesan dari ka Reva cepat aku membuka pesan itu 'hallo sayang, apa kabar? Kamu sedang apa sekarang?' sudah lama memang aku tidak bertukar kabar dengan ka Reva, akupun cepat membalas pesan itu.


Malam itu akupun saling bertukar balasan pesan dengan ka Reva, entah kenapa aku merasa senang bisa bertukar cerita meskipun hanya lewat pesan online ini.


Pagi pagi aku berencana untuk lari pagi memutari kompleks rumah kosan, hari ini tidak ada jadwal kuliah, tidak ada jadwal lain hari ini free, setelah siap akupun keluar rumah.


Setelah sampai diblok rumah kosan irana terlihat ada mobil pic up seperti sedang pindahan, karena aku berniat bertemu dengan irana akupun lari lari kecil sampai aku didepan mobil pic up itu, aku kaget ternyata barang barang yang diangkat ke mobil pic up itu barang barangnya irana.


Aku berdiri disamping mobil pic up, terlihat ada seorang wanita yang sedang mengangkat meja kecil "irana" sapaku.


Irana pun menyimpan meja itu dan mendekatiku "Naadira, kamu ngapain disini?"


"harusnya aku yang tanya, kamu mau kemana? "tanyaku khawatir


" aku nggak kemana-mana, aku hanya pindah rumah kosan saja"


"kemana?"


"aku akan pindah ke rumah kosan yang lebih kecil"

__ADS_1


Maksud irana apa? Rumah kosan yang lebih kecil? Bukannya ini rumah kosan yang sudah kecil ya, tidak mempunyai halaman depan begitupun halaman belakang setelah membuka pintu langsung disambut dengan ruang serba ada kasur dan perabot lainnya. Ada yang lebih kecil lagi?


"kenapa kamu pindah?"tanyaku khawatir kalau memang akan jauh dari sahabatku ini


"kedua orang tuaku tidak bisa membayar sepenuhnya ra, ini terlalu mahal"


Aku memang tidak pernah bertanya dengan keadaan keluarga irana seperti apa dan bagaimana, tapi mendengar kata kata irana mungkin bisa disimpulkan kalau irana termasuk orang yang kurang mampu, akupun berniat untuk membantu irana, dia sahabat baikku dia tidak pernah merepotkan aku bahkan aku yang selalu merepotkannya.


"akupun berniat untuk mencari pekerjaan untuk menambah perekonomian keluargaku ra" lanjutnya


Akupun masih terdiam sampai irana mengutarakan keinginannya untuk bekerja, karena sahabatku ini selalu menolak kebaikan yang cuma cuma, maka aku harus membantunya dengan cara memberikan pekerjaan yang cocok untuknya.


"ra, di kafe kamu ada pekerjaan yang kosong tidak? Boleh aku bekerja sama kamu? "


" hah? " aku kaget dengan ucapan irana yang seolah olah bisa membaca pikiranku


" iya ra, aku ingin bekerja dan apakah dikafe milikmu ada pekerjaan yang kosong? " tanya irana lagi


"iya ada, tapi ada satu syarat" ucapku


"apa syaratnya ra?"


"kamu jangan pindah dari sini, kamu harus tetap disini kembalikan barang barang kamu ketempat semula" pintaku


Sontak membuat irana membulatkan matanya "tapi kenapa ra"


"kamu mau bekerja dengankukan, yaudah lakukan apa yang aku mau, kamu bisa bekerja denganku kalau kamu tetap ada dirumah kosan ini"


Maafkan aku irana, aku melakukan ini karena aku nggak mau jauh dari kamu, kamu sahabat terbaikku, aku nggak tega liat kamu tinggal dirumah kosan yang lebih dari kecil dari ini bahkan aku ingin kamu pindah kedekat rumah kosan aku, tapi kamu pasti akan menolaknya.


"baik ra, terima kasih ya" irana sambil memelukku, akupun membalas pelukannya


Stay with me ya...

__ADS_1


Bersambung dulu yes


__ADS_2