
"Va kamu lusa mau pergi kekota nggak ?"
"Ada apa ?" Tanya Reva yang tidak ingat dengan jadwalnya.
"Lusa kita boleh pulang dulu kekota, ada instruksi juga dari fakultas" jelas putri
"Serius?" Tanya Reva tak percaya "iyalah, jadi gimana ? Mau pergi atau stay?"
Reva yang sedang menikmati makan siangnya "emmm" tanda iya dari Reva yang masih terus menikmati makanannya. "Oke deh, aku duluan ya" tanpa menunggu jawaban putri yang telah selesai dengan makan siangnya pergi meninggalkan Reva dikantin rumah sakit.
'aku akan membuat kejutan untuk Naadira pasti dia senang, beberapa waktu lalu sepertinya dia sudah mulai merasa nyaman denganku, maka dari itu aku harus menjaga kepercayaan dan kenyamanan nya, Naadira tunggu aku'
.
.
.
.
"Dira hari ini aku sudah boleh mulai bekerjakan ?" Tanya Irana yang sendari tadi memandang danau karena Naadira juga memandang danau entah apa yang ada dalam pikiran Naadira seperti sangat berat untuk diutarakan.
"Iya boleh, nanti aku antar kamu kesana" jawaban Naadira tanpa menoleh ke arah Irana tapi dengan cepat Irana memeluk Naadira arti berterima kasih, tapi Naadira masih saja terdiam dan menatap danau tampak tidak seperti biasanya.
Melihat Naadira yang masih terdiam Irana pun mencoba menebak nebak apa yang sebenarnya Naadira fikirkan.
Naadira kenapa ya, apa dia punya masalah? Atau kenapa ya
"Dira, apa kamu sedang merindukan ka Reva ?"
Pelukan mereka sudah terlepas dan sekarang Naadira sudah menghadapkan tubuhnya ke arah Irana yang berada disampingnya
Ya tebakan Irana benar ternyata
"Entahlah mungkin iya"
"Syukurlah kalau memang sekarang kamu sudah memiliki perasaan untuk ka Reva"
Naadira tersenyum ya karena sahabatnya ini tau bagaimana awalnya Naadira dengan Reva, Naadira yang belum punya perasaan apapun pada akhirnya timbul perasaan itu, ya butuh waktu cukup lama memang.
"Kalau kamu rindu dengannya kenapa kamu nggak samperin aja ke tempat praktek nya?"
Hemmmm andai kamu tau pergi kesana itu sangatlah jauh dan menguras waktu, tetapi akupun merasa nyaman ada disana dan enggan untuk pergi
"Jauh ah males" jawab Naadira
Mendengar jawaban Naadira lantas membuat Irana langsung menatap lekat lekat Naadira
Masa iya untuk kekasih hati dia bilang malas menemuinya sih
"Ihhhh kamu tuh gimana sih Ra, jarak tidak akan kerasa karena rindu"
__ADS_1
Lah Irana ini, andai dia tau pasti ngerasain
"Nggak ah"
"Naadira Naadira sikap cuek kamu masih aja melekat meski udah ada perasaan untuk ka Reva"
Ya sebenarnya aku sangat ingin menemuinya tapi tidak untuk datang ke tempat praktek nya, lewat video call juga sudah cukup bagi aku
Yeahhhhh
"Ada apa na" ucap Naadira kaget setelah mendengar suara Irana yang nyaris membuat pendengarnya terganggu, terlihat Irana masih mengetik diponselnya. "Yu kita pulang" ajak Irana sambil berdiri "kenapa ? Kan masih ada 2 mata kuliah hari ini"
"Udah itu semua nggak akan masuk karena ada rapat fakultas" mendengar hal itu ada raut kecewa dari wajah Naadira karena rapat kuliahnya terganggu "yaudah ayo"
Sekarang mereka sudah sampai di kafe milik Naadira entah apa yang harus dikerjakan Irana, Naadira pun masih bingung tapi dengan penuh keyakinan "aku kerja apa Ra?" Tanya Irana dengan semangat "emmmm kamu kerja sebagai pengawasan saja ya" entah apa yang dikatakan Naadira tapi semoga saja dimengerti "jadi kerja kamu mengawasi para pengunjung juga para pelayan sekaligus nanti kamu harus melaporkan suatu hal apapun mengenai kafe ini" tanpa menunggu lama iranapun langsung bergegas bersiap karena pengunjung kafe hari ini cukup ramai.
Naadira pun masuk keruangannya dan duduk santai, difikir semoga saja Irana tidak salah faham dengan tugas apa yang aku berikan ya mungkin sebagian orang beranggapan sebagai seorang satpam tapi bukan itu yang aku maksud, Irana aku jadikan asisten kafe ini.
"Nona muda tadi saya mendapatkan sebuat pesan masuk dari produk yang kemarin" Naadira yang sedang duduk menikmati teh dibalkon belakang melirik ke arah asistennya sekarang "pesan apa ?"
"Mereka bertanya apakah nona akan menerima tawaran menjadi model produk mereka nona"
Ya sudah aku duga itu akan terjadi, tapi aku tidak akan mengambil tawaran itu sekarang
"Ya aku akan ambil tawaran itu tapi tidak sekarang"
"Mengapa nona ?" Tanya asistennya
"Cukup itu yang kamu sampaikan nanti ke mereka.
"Baiklah kalau begitu akan saya sampaikan"
Asistennya pun kembali pergi ke rumah kosan di sampingnya dan sekarang Naadira hanya sendiri dirumah kosannya menatap bintang yang bertaburan di langit sana.
"Selamat pagi nona muda"
Sapa bi Inah yang sedang membersihkan ruangan, terlihat Naadira hanya tersenyum dan duduk dikursi terlihat lemas tidak semangat "nona kenapa ? Apa ada masalah ?" Tanya bi Inah sambil mendekat dan duduk di teras bawah dekat dengan Naadira melihat itu Naadira langsung menarik dan mengajak bi Inah untuk duduk bersamanya dikursi "sini Bi duduk sama aku dikursi"
"Ada apa nona ?" Khawatir jelas terlihat dari raut wajah bi Inah "tidak ada apa apa bi (sambil tersenyum) aku hanya sedikit kebingungan aja bi"
"Bingung kenapa nona ?"
"Apa aku harus kembali kedunia modeling?" Tanya Naadira
" Maksud nona ?"
"Ya Dina semalam bilang kalau dia menerima pesan dari produk yang kemarin diterima, dan mereka menawarkan aku untuk menjadi model produknya"
"Tapi nona bagaimana dengan kuliah nona ?"
"Nah itu dia bi, andai saja mereka bisa mengerti posisi aku sekarang bagaimana!"
__ADS_1
Hemmmmmmm helaan nafas berat keluar dari bi inah, ya bi Inah sudah faham betul bagaimana perasaan nona mudanya secara dia paling dekat dengan Naadira sejak dulu.
"Kalaupun nona menginginkannya maka lakukanlah nona, bibi akan mendukungnya"
Naadira dengan tanpa rasa canggung langsung menyenderkan badannya ke BI Inah dan secara langsung bi Inah menerima dan memeluk nona muda kesayangannya itu dan mengelus elus lengannya dengan lembut.
Hari ini Naadira akan pergi kekampus lumayan siang karena tidak ada jadwal dan hanya bertemu dengan pa Roy,
Dan untuk Irana dia tetap masuk kerja karena tidak ada jadwal kuliah kecuali kalau ada jaadwal dia diharuskan untuk kuliah terlebih dahulu sebelum kerja.
"Hallo Naadira" seorang laki-laki yang pernah mengajak pulang bareng kembali muncul. "Mau keruangan pa Roy ya, bareng oke" Naadira hanya membalas dengan senyuman dan melanjutkan pergi menuju ruangan pa Roy yang sudah tidak jauh.
"Selamat siang pa" setelah mendapat izin Naadira pun masuk kedalam ruangan diikuti oleh yang lainnya.
"Oke terima kasih untuk hari ini, ada waktu satu Minggu untuk kalian mempersiapkan diri dan perlengkapan yang lainnya, dan boleh silahkan bubar"
Setelah dipersilahkan Naadira pun pergi meninggalkan ruangan dan langsung pergi menuju mobilnya yang terparkir.
Ketika Naadira akan membuka pintu dan hendak masuk
Bukk!!
Pintu mobil tiba tiba ditutup rapat oleh seseorang,
"Bagaimana kalau kita makan siang bersama terlebih dahulu sebelum kamu pulang ?"
"Tapi.."
Belum Naadira menyelesaikan jawabannya
"Oh iya lupa kenalin aku Rangga " dengan menyodorkan tangannya dan langsung naadiran balas "Naadira"
Tring...
Suara ponsel terdengar dari dalam tas Naadira "maaf aku harus menjawabnya" tanpa menunggu jawaban Naadira lantas pergi menjauh
"Sebentar lagi aku pulang tunggu aku"
"Maaf aku harus cepat pulang" dengan cepat Naadira membuka dan masuk kedalam mobilnya "tapi bagaimana dengan makan siangnya?"
"Mungkin lain kali "
Naadira pun cepat pergi meninggalkan Rangga yang masih tetap mematung
Dan sebenarnya telpon tadi hanyalah akal akalan Naadira yang mana telpon itu sudah mati sebelum dijawab.
Segera Naadira menjalankan kemudinya menuju kafe
Karena sahabatnya sekarang bekerja dikafenya mau tidak mau harus sering melihat keadaan kafe bukan karena tidak percaya akann tetapi khawatir dengan keadaan sahabatnya yang selalu minta waktu lembur bekerja demi mendapatkan gaji tambahan.
sudah sangat lama aku nggak up, maaf ya.. akhir akhir ini aku lagi sibuk dengan tugas tugas kuliah ku dulu...
__ADS_1
semoga setelah ini aku rajin up lagi ya
stay with me until the end oke