Appetite (Rahasia Istri Idaman)

Appetite (Rahasia Istri Idaman)
13


__ADS_3

“Sudah aku katakan jangan menatapku seperti itu... itu akan merugikan kakak ipar,” ujar Zionna menghisap dalam rokoknya, lalu menghembuskannya ke depan wajah Ken. Lalu, menyeringai nakal pada Ken.


“Kau bahkan membuat jantungku berdetak kencang,” ungkap Ken blak-blakan.


“Karena kakak ipar sudah mulai tua, jadi perbanyaklah berolahraga,” ledek Zionna terkekeh.


“Hahaha… aku tidak setua itu... bahkan tubuhku sangat kekar, dan kejantananku tak perlu kau ragukan lagi... seharusnya kau penasaran dengan apa yang ada di balik kemeja longgar ini,” bantah Ken membanggakan diri.


“Benarkah? Kalau begitu kakak ipar harus memamerkannya sesekali,” timpal Zionna mematikan rokoknya.


“Haruskah??”


“Tentu saja, agar istrimu menjadi sangat bergairah,” annguk Zionna pelan.


“Lalu bagaimana denganmu? Apa kau juga akan merasa bergairah??” tanya Ken blak-blakan.


“Entahlah… tapi sejujurnya… aku adalah wanita dengan nafsu yang sangat besar.. bahkan Vann sulit mengendalikanku,” ujar Zionna menyeringai.


Degg !!


Ken menelan salivanya.


“Palingkan wajahmu, suasana ini akan menjadi canggung…” celetuk Zionna menatap ke arah depan.


“Ma—maaf… Oh iya... aku punya sesuatu untukmu,” ujar Ken mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Ia menyodorkan sebuah kotak pada Zionna.


“Apa ini?” tanya Zionna mengguncang kotak itu.


“Anggap saja sebagai kado ucapan selamat datang di keluarga ini,” gumam Ken menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.


Zionna segera membuka kotak itu, ternyata di dalamnya terdapat sebuah gelang berlian yang sangat indah.


“Bukankah ini hanya ada satu di negara ini?” tanya Zionna kaget.

__ADS_1


“Bagaimana kau tau?” tanya Ken terkejut.


“Aku mendapat undangan acara pelelangannya... bukankah gelang ini yang ada di halaman depan undangannya?”


“Hmm, betul...”


“Ini benar-benar untukku? Bukankah harganya sangat mahal?”


“Cih… mari kita tidak membahas soal nilai uang, karena kita sama-sama tahu jika uang bukanlah masalah di keluarga kita... aku memberikannya padamu, karena aku pikir kau akan lebih sangat cocok mengenakannya,” ujar Ken salah tingkah.


“Apa sebenarnya ini untuk istrimu?” terka Zionna terang-terangan.


“Tidak !” bantah Ken langsung.


“Untuk selingkuhanmu?”


“Kau mau menerimanya apa tidak?” tukas Ken murung.


“Baiklah.. aku terima… terima kasih… aku akan menggunakannya dengan baik.”


“Jangan coba-coba memikirkan apapun…” tukas Zionna.


“Aku menerima hadiah mahal ini karena niat baikmu..” Zionna segera bangkit.


“Kalau begitu, aku masuk dulu… nanti Vann pasti akan mencariku lagi,” gumam Zionna segera masuk ke dalam.


****


Pagi itu semuanya sarapan bersama, Chris dan Evy keluar kamar lebih lama.


“Kenapa kau jam segini baru bangun??” seru Ken marah karena sudah menunjukkan pukul 7 pagi, ia melihat Chris tergesa-gesa saat mengenakan stelan kerjanya menuju meja makan.


“Ah… aku telat bangun… aku tidak bisa tidur tadi malam, pengantin baru ini membuat kegaduhan sepanjang malam,” gerutunya menatap ke arah Zionna dan Vann. Zionna tampak sangat santai, sementara Vann tampak tersipu.

__ADS_1


Ehemm.. ehemm..


Pitt berdehem canggung tak sanggup mengomentari.


“Hei… seharusnya kalian mengecilkan sedikit suara kalian,” gerutu Evy lirih.


“Maaf… kakak ipar...” ujar Vann malu.


“Tapi... kalian sangat hebat sekali adik ipar... berapa ronde kalian selesaikan tadi malam? Bahkan itu sangat lama sekali... sepertinya lebih dari 2 jam kami mendengar kegaduhan itu,” goda Selena meledek keduanya berniat membuat malu.


“Apa kau pakai obat penguat??” ledek Chris menimpali. Sejak tadi Selena hanya ikut terkekeh, sementara Ken tampak terus memperhatikan Zionna dengan intens.


“Sudahlah... ini bukan bahan candaan… maaf sudah mengganggu kalian,” tukas Vann sinis. Kini keduanya sudah sangat keterlaluan.


“Maaf tadi malam kami sangat mengganggu... itu semua salahku... aku sangat menggebu-gebu dan bergairah... bahkan aku tidak membiarkan suamiku berhenti memuaskanku... setidaknya... aku juga sangat jago dan hebat urusan ranjang... bukankah Vann sangat beruntung memilikiku? Selain karena aku sangat kompeten dalam bekerja, aku juga sangat hebat di urusan lain…” celetuk Zionna skakmat semua iparnya.


“Sudahlah !! kenapa kalian ributkan hal seperti ini di meja makan !!!” seru Pitt menghentikan semuanya.


Zionna dan Vann segera membersihkan mulut mereka berbarengan.


“Kalau begitu kami pamit dulu,” ujar Vann segera membawa Zionna pergi.


“Kalian bikin malu saja !!” hardik sang ayah kesal segera bangkit dan pergi meninggalkan semuanya. Di ikuti langkah sang istri yang segera merangkul tangan Pitt.


“Bukankah kali ini kalian sangat keterlaluan??” timpal Ken kemudian.


“Sejak kapan kakak membela anak bodoh itu??” tukas Chris membela diri.


“Apa kalian tidak sadar?? Bahkan si bodoh itu kini semakin jauh maju ke depan dengan sangat kencang berkat istrinya... sementara kita?” imbuh Ken kesal dan marah segera pergi.


“Sayang… tunggu aku !” seru Selena segera menyusul suaminya.


Chris hanya berdecak kesal.

__ADS_1


****


__ADS_2