Appetite (Rahasia Istri Idaman)

Appetite (Rahasia Istri Idaman)
18


__ADS_3

Zionna dan Vann memutuskan sarapan berdua di dalam kamar, bahkan setelah sarapan bersama, mereka juga mandi bersama seraya bersenda gurau. Setelah keduanya bersiap, mereka segera keluar dari kamar seraya jalan bergandengan dengan mesra.


“Wah.. aku sangat senang melihat keromantisan seperti ini.. dulu aku dan ibu Vann juga seperti itu.. sekarang semakin tua, istriku semakin mengabaikanku...” seru Pitt mengeluh seraya bergurau.


Zionna dan Vann tertawa kecil.


“Nona Zionna, di luar ada tamu..” seru salah seorang penjaga mansion yang menghampirinya ke dalam.


“Tamu? Ah... apa mereka sudah datang?” gumam Zionna senang.


“Siapa? Kau menunggu seseorang?” tanya Vann penasaran.


“Ayo, ikut aku..” seru Zionna menarik tangan Vann pergi keluar. Saat tiba di luar, Vann tercekat. Matanya membelalak kaget, bahkan ia tertegun dengan mata yang berkaca-kaca.


“Bagaimana? Kau suka?” tanya Zionna tersenyum lebar pada Vann.


Sebuah mobil sport mewah terparkir bersebelahan dengan mobil baru Zionna. Ternyata Zionna telah membelikan mobil baru yang serupa untuk sang suami.


“Baby... gimana? apa kau suka?” tanya Zionna merangkul lengan suaminya manja.


“Babe.. seharusnya aku yang memberikan hadiah mewah ini padamu,” ujar Vann terharu.


“Ini adalah hadiah ulang tahun dariku... bukankah besok kau akan berulang tahun?” imbuh Zionna girang.


“Kau tau tanggal ulang tahunku?” ujar Vann kaget.


“Tentu saja, mana mungkin aku tidak mencari tahu tanggal ulang tahunmu.. kenapa? Apa jangan-jangan kau tidak tau ulang tahunku?” tukas Zionna manyun.


Vann menangkup lembut kedua pipi istrinya dengan perasaan sangat bahagia.


“Tentu saja aku tau… bagaimana bisa aku tidak tau, ulang tahunmu satu minggu lagi kan??”


“Oh… kau sudah tau…” angguk Zionna tersipu.


“Thanks, baby.. Bagiku… kau adalah hadiah terindah seumur hidupku.. bahkan aku tidak menginginkan apapun lagi di dunia ini.. aku hanya menginginkan dirimu selamanya bersamaku,” ungkap Vann bersungguh-sungguh.

__ADS_1


Zionna manatap Vann hangat, ia mengecup hangat bibir sang suami seraya tersenyum manis.


“Mulai sekarang aku ingin punya barang-barang couple seperti ini..” ujar Zionna manis.


“Tentu saja.. apa perlu kita mengganti ponsel kita juga?” usul Vann.


“Hmm.. terdengar menyenangkan..” angguk Zionna setuju seraya terkekeh.


“Baiklah.. kali ini aku yang akan membelinya.. jangan coba-coba membelinya duluan…” ujar Vann memeluk istrinya.


“Ada apa ini? Kenapa kalian heboh sekali?” tanya Selena keluar menghampiri keduanya.


“Ah.. tidak ada kakak ipar..” geleng Zionna malas.


Ken bahkan tampak berjalan menghampiri Selena. Ia tampak memperhatikan dua buah mobil mewah yang kini berdampingan itu. Ia bahkan menatap dengan perasaan sangat iri. Zionna kemudian berpaling menatapnya seraya tersenyum manis. Ken hanya tersipu, bahkan lirikannya teralih pada gelang yang ada di pergelangan tangan kiri Zionna. Ia menjadi sangat senang. Ia melihat Zionna mengenakan gelang pemberian darinya itu.


“Kenapa kau tersipu seperti itu? Wajahmu merah sekali… apa kau sakit?” celetuk Selena pada Ken.


“Tidak… aku baik-baik saja…” timpal Ken segera berjalan menuju mobilnya yang telah di siapkan sang supir. Ken segera berangkat bekerja seraya mengabaikan Zionna dan Vann, bahkan istrinya. Hubungan Ken dan Selena benar-benar sangat dingin satu sama lain. Sudah lama tidak ada keromantisan di antara keduanya.


“Baby... kenalin... ini Lee... dia sekretarisku… sudah lebiih dari 7 tahun dia bekerja untukku…” celetuk Zionna memperkenalkan Lee pada sang suami.


“7 tahun?” seru Vann kaget.


“Hmm.. bahkan ia lebih seperti seorang kakak laki-laki bagiku..” angguk Zionna cepat.


“Mulai sekarang, kau juga harus membantu suamiku…” ujar Zionna memberi perintah pada Lee.


“Baik, Nona..” angguknya mengerti. Lee tampak membungkuk seraya menyapa Vann.


“Saya akan melayani anda dengan baik, Tuan..”


Vann hanya mengangguk tanpa berkata-kata. Ia bahkan merasa tidak tenang. Bagaimana bisa pria setampan dan segagah ini ada di sisi sang istri selama 7 tahun terakhir?


“Ja—jadi pria tampan ini benar-benar sekretarismu?” timpal Selena menguping pembicaraan mereka.

__ADS_1


“Tentu saja... apa aku perlu menunjukkan resume nya?” tukas Zionna ketus.


“Cih, tidak perlu !” bantah Selena segera pergi dengan kesal.


Zionna hanya menyunggingkan mulutnya kesal. Sementara Vann tak sekalipun berpaling dari Lee. Entah mengapa ia merasa tidak senang dengan pria itu.


“Kau mau berangkat sekarang?” tanya Zionna menyadarkan lamunan Vann.


“Oh… i—iya...” angguk Vann cepat.


“Mulai sekarang pakailah mobil ini...” ujar Zionna.


Lee tampak segera menyerahkan kunci mobil baru itu pada Vann, karena tadi Lee-lah yang membawakan mobil itu langsung ke mansion setelah mengambilnya dari showroom. Tentu, Zionna telah mendapat hak istimewa, sehingga ia dapat bertransaksi tanpa mengenal waktu, bahkan di tengah malam sekalipun, karena uang adalah segalanya.


“Apa rencanamu hari ini?” tanya Vann kemudian.


“Aku akan ke apartment... membereskan semuanya sampai selesai biar kita bisa lekas pindah ke sana,” ujar Zionna santai.


“Kau pergi dengannya?” tanya Vann cemburu.


“Tentu saja… dia harus melakukan banyak pekerjaan di sana,”


“Apa tidak bisa menggunakan jasa interior saja?” usul Vann merasa keberatan.


“Tentu saja, mereka juga akan membantu... aku sudah menyewa beberapa anggota untuk membantu di sana...” jelas Zionna menenangkan Chris.


“Oh… jadi, akan ada banyak orang kan?” imbuh Vann tenang.


“Kau khawatir aku berdua saja dengannya?” tebak Zionna.


Vann tersipu saat ketahuan cemburu pada Lee.


“Hal itu tidak akan mungkin, tak akan terjadi apapun antara aku dan Lee... dia sudah di anggap keluarga oleh ayah dan ibuku..” jelas Zionna meluruskan.


“Ah.. benarkah? Baiklah kalau begitu..” angguk Vann mengerti. Ia pun segera berangkat ke kantor setelah berpamitan dengan sang istri.

__ADS_1


****


__ADS_2