Appetite (Rahasia Istri Idaman)

Appetite (Rahasia Istri Idaman)
20


__ADS_3

“Ada apa? Kau ingin mengatakan sesuatu padaku?” tanya Zionna tersenyum, membuyarkan imajinasi nakalnya Ken.


“Ah... tidak... Gelang itu sangat cocok denganmu… aku senang kau memakainya...” imbuh Ken mengalihkan.


“Ayo, Mari kita makan..” celetuk Ken kemudian dengan canggung.


Ken membawakan 2 set steak daging mahal dengan tambahan salad buah dan salad sayur. Zionna di buat terperangah.


“Aku semakin lapar sekarang,” ujar Zionna tak sabaran.


“Aku tidak tau harus memesan apa.. aku hanya memesan yang mereka rekomendasikan,” ujar Ken ragu-ragu.


“Tidak apa-apa.. ini pasti sangat enak,” ujar Zionna girang.


“Syukurlah jika ini cocok denganmu,” timpal Ken lega.


Zionna segera memotong bagian daging dan tampak mengintip ke dalam, lalu ia tersenyum tipis.


“Ada apa?” tanya Ken bingung dengan tingkah Zionna.


“Syukurlah daging ini matang sempurna.. aku tidak suka makan makanan mentah.. apalagi sushi.. aku sangat membencinya,” ujar Zionna senang.


Ken tampak senang setelah mengetahui sedikit banyak tentang Zionna.


Mereka segera menyantap makan siang mereka dengan lahap dan nikmat.

__ADS_1


Ting.. Nung.. Ting.. Nung..


Suara bel berbunyi nyaring. Zionna dan Ken melihat ke arah pintu bersamaan.


“Kau menunggu orang lain?” tanya Ken kaget.


“Tidak.. jika dia sekretarisku harusnya dia sudah masuk... dia tau kata sandinya...”


“Sekretarismu tau sandi rumahmu? Kau berbagi hal se-privasi itu dengannya??” Ken tampak kaget.


“Hmm... tak ada satu hal pun yang aku rahasiakan darinya…” angguk Zionna cepat.


Ting.. Nung.. Ting.. Nung..


“Siapa ini??” gumam Zionna segera bangkit. Ia melihat ke layar cctv dan tertegun. Sang suami tengah berdiri di sana. Tanpa ragu Zionna segera membuka pintu apartmentnya.


“Sureprise !!” seru Vann girang.


“Ayo,masuk… kenapa kau tidak langsung membuka pintunya?? Bukankah aku sudah memberitahumu kata sandinya?” ujar Zionna basa-basi.


“Belum... itu sebabnya aku membunyikan belnya...” geleng Vann manja.


“Ah.. maaf... aku pasti lupa mengirimkannya padamu... kata sandinya tanggal lahirku, tanggal lahirmu dan tanggal pernikahan kita…” ujar Zionna merangkul lengan Vann.


Vann menghentikan langkahnya ketika melihat sepasang sepatu yang tampak ia kenal.

__ADS_1


“Apa kau sedang ada tamu?” tanya Vann curiga.


“Hmm... kakak ipar ada di dalam… dia singgah untuk membawakan makan siang untukku...” ujar Zionna segera menyeret Vann masuk.


Vann tertegun saat mendapati kakaknya Ken tengah duduk di meja makan yang masih sangat baru itu.


“Hai...” sapanya santai.


“Apa yang kakak lakukan disini?” tanya Vann dingin.


“Aku hany…”


“Dia mampir untuk mengantarkan hadiah itu untuk kita…” timpal Zionna memotong ucapan Ken seraya menunjuk ke arah sebuah box berisi pembersih udara.


Ken tampak membelalak kaget, sementara Vann tampak tidak senang.


“Terima kasih untuk hadiahnya...” ujar Vann kemudian segera duduk di hadapan Ken. Ia melihat 2 set makan siang di atas meja dengan tatapan dingin.


“Ternyata kau sedang makan siang..” gumam Vann cemburu.


“Kami baru saja makan... apa kau juga membawakan makan siang untukku??” tanya Zionna segera meraih sebuah totebag yang tengah di jinjing Vann sejak tadi. Zionna segera mengeluarkan box makan siang yang ternyata berisi set sushi.


Ken yang melihat set sushi itu tampak segera melihat ekspresi Zionna yang tampak berubah.


“Kau membawa sushi??” tanya Zionna basa-basi.

__ADS_1


“Hmm... ini set couple… menu terbaru di sana...” ujar Vann girang.


“Terima kasih... Ayo, kita makan...” ujar Zionna tampak segera mencicipi sushi itu dengan hati-hati.


__ADS_2