
Zionna masuk ke casino. Ia mengenakan stelah kemeja hitam dan celana bahan hitam. Ia menguncir rambutnya menggulung. Ia juga tampak mengenakan topi baseball hitam. Sesaat setelah tiba ia langsung di hampiri para penjaga, ia segera masuk dan di kawal 5 penjaga lainnya. Sekretaris Lee yang juga turut mendampinginya tampak membawa sebuah koper hitam dove di sisi kanannya. Mereka berjalan masuk casino yang sangat padat. Mereka menuju lantai 2, dimana ruang VVIP berada. Sekretaris Lee telah mengumpulkan semua orang yang Zionna perintahkan.
Mereka tampak terperangah saat Zionna benar-benar berada di sana.
“kenapa kalian melihatku seperti itu? Bahkan kita belum lama berpisah…” imbuh Zionna datar segera duduk di kursinya yang berada di center meja bulat besar.
“Bagaimana kabarmu, Nona?? Aku dengar anda sedang melakukan perjalanan bisnis…” ujar seorang pria bertubuh gemuk.
“Kenapa kau sangat peduli? Apa kalian senang jika aku pergi dan tak kembali?” tukas Zionna sinis.
“Bu—bukan begitu, tentu saja kami sangat senang jika kau ada di sini… kami merasa jauh lebih aman dan tenang…”
“Cih.. dasar pria tua munafik…” gumam Zionna sinis.
Semuanya tertunduk, berusaha menghindari kontak mata pada Zionna.
“Aku ingin menunjukkan sesuatu…” ujar Zionna kemudian, memerintahkan Lee untuk menghidangkan isi koper yang ia bawa sejak tadi.
Tak lama seorang pria yang bertelanjang dada berjalan masuk ke dalam ruangan itu. Pria itu mengenakan topeng, menutupi setengah wajahnya. Pria itu berdiri di sisi kiri Zionna dengan tegap.
Lee menata 10 kotak berisi bubuk bening seperti serpihan kaca tersebut ke atas meja. Selanjutnya ia mengeluarkan sebuah suntikan dan sebuah botol kecil berisi bubuk yang sama. Lee tampak menyuntikkan sesuatu ke dalam botol itu, mengguncangnya, lalu menyedot habis isi botol kaca itu memenuhi isi suntikan itu hingga setengah dosis.
Kemudian ia menyerahkannya pada Zionna. Zionna tampak menyeringai puas.
“Apa ini, Nona?” tanya salah satu di antaranya dengan wajah penasaran.
“Sesuatu yang selama ini kalian inginkan…” imbuh Zionna menyeringai.
Zionna segera bangkit dari duduknya. Ia mendekati pria bertopeng itu. Meraba dada bidangnya lembut. Mengecup pundak pria itu, sesaat sebelum akhirnya ia menyuntik leher pria itu. Pria itu tampak menahan sengatan suntikan itu.
__ADS_1
Hanya butuh waktu kurang dari 1 menit, pria itu sempoyongan. Ia juga menunjukkan ekspresi senyum seperti orang teler. Ia terus sempoyongan lalu berusaha menyangga tubuh berototnya di pinggir meja. Zionna mendekati pria itu lagi. Ia mengusap kepala pria itu lembut.
“Berdirilah yang tegak… berikan tanganmu padaku…” ucap Zionna setengah berbisik.
Sontak pria itu berdiri tegak, ia mengulurkan tangan kirinya dengan kepala tetap tertunduk. Zionna meraih tangan pria itu, mengeluarkan pisau lipat kecil dari sakunya. Dan hal gila lainnya terjadi, Zionna menyayat tangan pria itu dengan 3 sayatan. Namun, hebatnya pria itu tak bereaksi apapun. Ia tetap berdiri tegak tertunduk. Sementara, darah segar sudah mengalir deras dari luka sayatan di tangannya.
“Obat ini… akan membuat mereka tak sadarkan diri, tetapi mereka akan bisa mendengar dan melakukan semua perintah kita… dan juga… mereka mendapat kekebalan dari semua rasa sakit !! Ah… satu lagi yang pasti, setelah sadar… mereka tidak akan ingat hal apapun yang terjadi di hari itu… mereka benar-benar akan seperti amnesia dadakan… hahahaha… bukankah ini hebat??” jelas Zionna antusias.
Semua kliennya tampak memberi tepuk tangan dengan semangat dan girang.
“Akhirnya anda menyelesaikan project obat itu, Nona…” seru mereka takjub.
“Sudah aku katakan, aku tidak pernah gagal dalam hal apapun… dan aku akan mewujudkan semua yang tidak mungkin… hahahaha…”
Wajah puas dari semua klien Zionna kini terpancar. Lee segera membawa pria itu keluar dari sana, agar lukanya dapat segera di obati.
“Berikan aku 10 paket itu, Nona !!!”seru pria tua bertubuh gendut lainnya dengan antusias.
Pria itu tampak tersipu.
“Aku tidak akan menjualnya dengan mudah…” timpal Zionna lirih.
“Kalian ada 20 orang… aku hanya akan menjual 10 paket ini… masing-masing hanya memiliki berat 1 kilogram…” imbuh Zionna menerka-nerka.
“Kami akan membayar berapapun untuk obat ini !!!” seru mereka tak sabar saling sahut-menyahut.
“Tenanglah !! Aku hanya bercanda, tentu masing-masing dari kalian akan mendapatkan masing-masing satu… aku masih punya banyak stok di lab-ku…” celetuk Zionna tersenyum lebar.
“Berapa banyak kami harus membayarnya??”
__ADS_1
“Entahlah… aku menghabiskan banyak uang akhir-akhir ini… jadi aku pasti akan mendapatkan lebih banyak lagi kan, malam ini??” gelak Zionna terkekeh.
“tentu saja… uang bukan masalah…” sahut mereka tertawa.
“Baiklah… kalau begitu 50 miliar untuk masing-masing box berisi 1 kilogram itu…”
Semuanya sontak terdiam.
“Kenapa kalian tiba-tiba diam? Bukankah uang bukan masalah?”
“ta—tapi ini hanya untuk 1 kilogram, Nona…” imbuh seseorang.
“Kenapa?? Apa kau tidak punya uang?? Apa kau tau?? Aku harus membunuh sekitar 30 orang untuk uji coba obat ini, jadi…. Tentu saja, harganya akan sangat mahal… bukankah point utama obat ini adalah efek lupa ingatannya? Bukankah kalian bisa menggunakannya saat melobi project-project besar?? Berikan ini pada klien kalian, saat mereka sudah tak sadarkan diri, segera minta mereka menandatangani project itu secara sukarela dan mudah…” celetuk Zionna sinis.
“Oh iya, 1 kilogram ini bisa kau gunakan sebanyak 20 kali… kalian tidak akan rugi…” tambahnya lagi terkekeh.
“Baiklah !! Aku akan membelinya !!!” sahut seseorang di ikuti persetujuan dari yang lainnya.
“Berikan aku 10 kilo !! Aku akan men-supply nya ke rekanku yang lain…” seru seseorang lainnya.
“Kau benar-benar sangat pintar…” puji Zionna tertawa.
“Anak buahku akan menyiapkannya untuk anda…”
“Oke !!! Kalau begitu, urusanku sudah selesai ! Silahkan melakukan transaksi dengan sekretarisku !! dan selamat bersenang-senang… senang berbisnis dengan kalian semua !!!” seru Zionna segera pamit pergi.
“Sampai jumpa, Nona !! Terima kasih !! Kaulah penyelamatku !!” seru mereka serempak seraya memberi hormat dan salam perpisahan pada Zionna.
****
__ADS_1
Zionna duduk santai di bar casino-nya. Ia bahkan memantau setiap meja dengan seksama. Ia memperhatikan dengan hati-hati. Di tengah-tengah kerumunan, terdengar sedikit kegaduhan. Tak banyak bahkan tak ada yang tau jika Zionna pemilik casino itu. Casino dengan tema klasik dan memiliki ornamen patung tradisional khas jepang, membuat banyak orang berpikir jika pemiliknya adalah kelompok yakuza. Padahal Zionna memilih tema itu karena ia hanya sekedar menyukai ornamen-ornamen yang ia pajang di sana. bahkan ia tak memiliki satu titik tato pun di tubuhnya.
Ia memiliki kesepakatan khusus dengan sang ayah. Ia boleh dan bisa melakukan apa saja, tapi tidak dengan tato. Hal itu untuk menjaga image baik keluarga mereka, dan menghindari skandal buruk yang bisa merugikan mereka. Ayahnya benar-benar menyetel Zionna sebagai gadis polos yang lemah lembut. Padahal ia adalah bunga beracun yang sangat mematikan.