
Malam itu, acara berjalan sangat lancar. Semua tamu undangan elit turut hadir. Bahkan orang tua Zionna turut hadir di sana. Zionna mengenakan dress edisi khusus, dengan bagian atas terbuka, bahkan bagian bawah dress itu memiliki belahan tinggi hingga ke pahanya. Dress berwarna merah berglitter itu menambah pesona luar biasa Zionna. Ia menggerai rambut bergelombangnya indah. Make up tipis seadanya di padupadankan dengan lipstik berwarna merah merona yang membuat watak tegas nan seksi pada wajahnya.
Saat ia keluar dari kamar, dan menuju taman belakang. Pandangan semua orang langsung tertuju padanya. Semua orang membelalak kagum. Mereka langsung tersihir oleh pesona luar biasa yang Zionna pancarkan. Bahkan Vann seolah tak percaya jika wanita sempurna itu adalah miliknya. Vann segera menghampiri Zionna. Mengecup pipi Zionna mesra. Zionna segera merangkul lengan berotot sang suami mesra.
“Wah, bahkan dress itu tidak tersedia di negara ini…” gumam Selena pada Ken, Chris dan Evy.
“Dia benar-benar ****** terkaya di negeri ini…” umpat Selena lirih dengan kesal.
“Setidaknya ****** kaya itu ada di keluarga ini, bukankah itu bagus untuk relasi bisnis suamimu?” timpal Evy meledek.
“Apa kau bodoh? Bagaimana jika dia justru mengambil alih semua saham keluarga ini karena dia sangat pintar dan berkuasa?”
Ken sontak tertegun mendengar ucapan istrinya. Ia bahkan tak berpikir seperti itu karena sudah larut dalam pesona Zionna.
“Aku akan coba untuk mendekatinya… barangkali dia bisa membantuku dengan project perusahaanku…” imbuh Chris terkekeh.
“Bukankah perusahaanmu sedang mengembangkan mobil listrik?”
“Ya, dan ayahnya pemilik perusahaan suku cadang terbesar di negeri ini…” ujar Chris mengingatkan.
“Lihatlah betapa sombongnya adikmu memamerkan istrinya…” bisik Selena pada sang suami.
“Lagipula, dia memang pantas untuk di banggakan…” celetuk Ken menenggak wine nya cepat.
“Apa maksudmu? Apa aku tidak pantas untuk kau banggakan??” keluh Selena tak terima. Ken segera meninggalkan meja mereka.
“Kakak ipar, setidaknya… Zionna sangat jauh berada di atas rata-ratamu… tentu saja dia berada di kelas yang sangat berbeda denganmu..” ledek Chris yang mendengar pembicaraan Ken dan Selena.
“Cih ! bahkan istrimu tidak lebih baik dariku !” tukas Selena sinis. Ia segera pergi menyusul sang suami.
“Hahaha… aku sangat membenci ****** sialan itu, padahal keluarganya sudah bangkrut, tapi dia masih saja berlagak…” gumam Chris tertawa pada istrinya.
__ADS_1
“Biarkan saja dia, jangan ganggu dia…” ujar Evy menghentikan suaminya.
------
Zionna yang tengah merasa sedikit kelelahan, memutuskan untuk segera duduk di meja yang ada di ujung. Jauh dari keramaian. Ia duduk menyilangkan kakinya, sehingga paha mulusnya terpampang indah di bawah sana.
Ia memperhatikan sekitar. Ia bahkan melihat ayahnya yang tampak sangat akur dengan mertuanya sedang bersenda gurau bersama rekan bisnis mereka. Zionna memeriksa ponselnya. Ia menerima pesan dari lee.
“Aku sudah membereskannya… anda harus melihatnya…” tulisnya singkat. Zionna segera menyembunyikan ponselnya. Ponsel pintar itu bahkan menghapus otomatis semua pesan yang telah di baca. Bahkan zionna menggunakan fitur pesan tersembunyi di ponselnya. Jadi, ia menyembunyikan semua pesan sekretaris Lee dari nomor ponselnya yang berbeda. Nomor itu di gunakan Lee, khusus untuk semua pesan rahasia mereka. Sehingga tidak akan ada yang bisa menemukan pesan itu di ponsel Zionna.
“Bagaimana kabarmu malam ini, Princess?” sapa Ken menghampirinya.
Zionna hanya tersenyum.
“Kau sudah merasa lebih baik?” tanyanya lagi.
Zionna hanya mengangguk pelan. Matanya tertuju pada satu titik. Dimana Vann tengah berdiri sangat dekat dengan sekretarisnya, mereka tengah berbicara dengan rekan bisnis Vann yang lain. tatapan mata Zionna bak laser yang ingin menembus tengkorak keduanya.
“Ayah mertua yang mempekerjakannya?” tanya Zionna tertarik.
“Hmm, kau tau kan… ayahku suka mengumpulkan orang-orang miskin untuk bekerja di perusahaan… dia merasa sudah menjadi pahlawan bagi orang-orang miskin seperti mereka,” imbuh Ken mengguncang pelan gelas wine-nya dengan gerakan memutar.
Zionna menghela nafas panjang. “Tentu saja, orang-orang seperti mereka akan menjadi anjing peliharaan yang paling setia,” imbuh Zionna dingin.
Ken tercekat mendengar pendapat Zionna.
“Kau cemburu padanya?” ledek Ken.
“Kau tau kan, kalau dia tidak akan sebanding denganmu, kau tak perlu khawatir…”
“Aku hanya khawatir pada rasa belas kasih Vann padanya, dan aku sangat tidak suka jika ada orang lain yang menginginkan milikku…” ujar Zionna dingin.
__ADS_1
“Ah… ternyata kau wanita yang sangat posesif,” timpal Ken mengerti.
“Tentu saja, karena aku bisa memberikan segalanya padanya, kekuasaan, uang, kekuatan, dan kepuasan… itu sebabnya aku tidak suka jika ia menjadi serakah jika sampai menginginkan hal yang sangat hina seperti gadis itu,” ucap Zionna penuh arti.
“Bukankah kita sangat serasi? Aku juga berpikir demikian…” angguk Ken setuju.
“Sayang sekali ayahku tidak memilihmu…” gumam Zionna lirih penuh arti.
Ken menatap Zionna intens. Ia bahkan merasa sangat canggung dan deg-degan saat menatap wajah cantik itu. Matanya tuurun ke bawah. Ia melihat dengan jelas paha mulus Zionna yang terbuka lebar. Ken menelan salivanya.
“Apa kakak menginginkanku?” imbuh Zionna sangat lirih.
Lagi-lagi Ken menelan salivanya, menatap Zionna intens.
“Tentu saja, siapa yang tidak menginginkamu?” jawabnya tegas memalingkan wajahnya yang memerah.
Zionna mengibas rambutnya lembut ke arah belakang, membuat garis lehernya yang indah terlihat, bahkan belahan baju bagian dada Zionna memperlihatkan gumpalan daging yang bulat sempurna itu terlihat sangat menonjol.
“Maka kakak harus selalu mendukungku…” bisik Zionna lagi dengan nada sedikit menggoda. Bahkan ia menggigit kecil bibir bawahnya.
Ken benar-benar telah terpedaya oleh pesona Zionna. Nafasnya mulai memburu. Wajahnya yang memerah menunjukkan betapa sangat bergairahnya dia sekarang.
“Tentu, aku akan selalu mendukungmu,” angguk Ken setuju.
Zionna segera bangkit dari duduknya, bahkan tangannya dengan sengaja menyentuh paha Ken lembut.
“Kau mau kemana?” tanya Ken segera.
“Aku harus melepaskan ikatan anjing itu… agar aku bisa mengusirnya…” ujar Zionna memberi isyarat ke arah Chia, sekretaris Vann.
Ken menyunggingkan senyumnya seraya terkekeh. Ia tau apa yang akan Zionna lakukan. Tentu ia akan bersiap untuk mulai melindunginya. Jujur saja, meski hanya menatapnya, Ken bisa di buat sangat bergairah oleh Zionna. Dan hal itu belum pernah ia rasakan sebelumnya, bahkan ia tak pernah jatuh cinta pada istrinya. Mereka menikah atas perjodohan, dan memiliki anak hanya untuk menjadi pewaris sah mereka kelak.
__ADS_1
Benar-benar hubungan keluarga yang sangat buruk dan menjijikkan.