
Pria berusia di akhir 40 tahunan itu segera membawa koper Zionna keluar. Kemudian Lee sang sekretaris tampak menyodorkan sebuah amplop berisi surat perjanjian dan penawaran yang ingin ia berikan pada Celine nanti.
Menunggu hampir setengah jam, manager itu tampak segera kembali ke ruang meeting seraya di bantu security membawakan koper berukuran super besar yang di penuhi dengan uang cash sebanyak 180 miliar. Sekretaris Lee sudah membawa uang 35 miliar cash dalam bagasi mobilnya. Jadi, mereka akan membawa 215 miliar uang cash untuk di tawarkan pada Celine.
Setelah itu Zionna dan Lee sekretarisnya segera menuju kantor Celine. Di sana sudah ada seorang pengacara serta sang suami yang tampak mendampinginya. Melihat penampilannya saja, Zionna sudah bisa menilai jika suami wanita itu kecanduan judi dan narkoba.
“Selamat datang, Nona..” sapanya takut.
“Hai..” sapa Zionna melambaikan tangannya lalu segera duduk di kursi tamu di ruang perkantoran itu.
“Anda ingin minum sesuatu??” tanyanya menawarkan.
“Tidak perlu... mari kita langsung saja...” tukas Zionna tanpa basa-basi.
Celine dan suaminya segera duduk di hadapan Zionna.
“Aku dengar hotel suamimu sedang mengalami kesulitan...” ujar Zionna blak-blakkan.
“I—iya, Nona..” angguk Celine hati-hati.
“Hei... apa maksudmu... aku tidak sedang kesulitan… bahkan bisnis hotel itu sangat baik dan sukses... aku hanya perlu modal tambahan untuk mengembangkannya !!” tukas suami Celine menyela.
Zionna mengeluarkan 2 buah amplop, berwarna hitam dan coklat dari dalam tasnya, lalu melemparkan amplop itu ke atas meja.
“Apa ini?” tanya Celine kebingungan.
“Amplop coklat berisi penawaran akuisisi bisnis hotel suamimu... dan amplop hitam itu?? Sebaiknya kalian melihat isinya bersama...” jelas Zionna santai.
__ADS_1
Celine segera membuka amplop hitam itu terlebih dahulu. Alangkah terkejut nya dia saat mendapati isi dokumen dan foto di dalamnya. Dokumen itu berisi rincian pencucian uang dan penggelapan pajak bisnis sang suami yang hampir mencapai belasan miliar. Serta ia ketahuan menggelapkan uang saham mitranya. Tak lupa foto pria itu sedang berjudi dan bersama wanita lain.
“Bajingan !! apa ini?!!!” hardik Celine murka pada suaminya.
Plakkk !!
Celine menampar suami nya keras, setelah ia melihat semua bukti kejahatan suaminya. Ia terus mengumpat dan memukul suaminya di hadapan Zionna.
“Hentikan !” seru Zionna keras seraya menggosok telinganya yang terasa pekak.
“Aku kemari tidak untuk melihat pertengkaran kalian... aku ingin menawarkan sesuatu...” ujar Zionna datar.
“A—apa itu?” tanya Celine terbata berusaha mengatur nafas nya yang terengah akibat tersulut api amarah.
“Dalam tas itu ada uang cash 215 miliyar.. aku akan membeli ketiga apartmen itu dan membeli semua saham di perusahaan hotel itu...” jelas Zionna lugas.
“Lalu dimana uang itu? Di mana keuntungan itu hah?!” tukas Celine menantang.
Suaminya seketika terdiam. Ia tak bisa menjawab karena uangnya habis untuk berjudi, membeli narkoba serta memanjakan para selingkuhannya.
“Bahkan aku sudah sangat malu pada adik ku, Selena !! Kita berhutang miliyaran pada nya gara-gara usaha hotelmu ini !!!” tukas Celine kembali murka. Kini suaminya tak sanggup bergeming sama sekali.
“Denda penggelapan pajak hingga 10 miliyar, denda korupsi dan penipuan hingga 45 miliyar.. bukankah sebaiknya kau melepaskan hotel itu dan memulai hidupmu yang baru??” saran Zionna menghibur.
“Lalu bagaimana dengan semua hutangnya?” tanya Celine kebingungan.
“Aku akan membereskannya…”
__ADS_1
“Kau akan membereskan se—semuanya ?” tanya suami Celine tercengang.
“Hmm...” angguk Zionna yakin.
“Aku akan membereskan semuanya... Itu bukan hal yang sulit…” ujar Zionna sangat meyakinkan.
Celine dan suaminya saling bertatap muka. Mereka saling termenung satu sama lain.
“Baiklah, aku setuju !!” seru Celine setuju.
“Kau gila?! Lalu bagaimana dengan perusahaanku? Aku susah payah membangunnya dari nol…” tukas suaminya masih tidak setuju.
“Apa kau lupa? Aku pemegang saham terbesar di perusahaan itu ! 60% dari saham itu milikku, milik keluarga ku !! lagipula, apa kau akan sanggup membayar semua hutang mu itu? Bahkan Ken sudah tidak mau membantu kita lagi !!! Jadi, sebaiknya kau mulai memikirkan cara mencari uang sebanyak itu sendiri… karena aku akan mengambil semua uang penjualan apartment itu…” imbuh Celine menyelamatkan diri.
“Dasar wanita sialan !! kau hanya memikirkan dirimu saja !!” umpat pria itu kesal.
“Tentu saja, selama ini aku selalu berjuang untukmu !!”
Ssseett..
Mata pisau lipat yang sangat tajam menempel tepat di bibir pria itu.
“Diamlah ! sudah aku katakan jangan ribut di hadapanku !” ancam Zionna menggeram. Entah kapan ia mengeluarkan pisau lipatnya.
Sontak hal itu membuat Celine dan suami nya terdiam dan tak berani bergerak sama sekali. Zionna menurunkan pisau itu turun ke leher nya.
“Cepat putuskan... aku sedang sangat teburu-buru...” imbuh Zionna lirih.
__ADS_1