
Bab 7
Setelah selesai makan malam, mereka melanjutkan dengan obrolan bisnis, kebiasaan para pengusaha pada umumnya.
“Jadi... apa kau benar-benar tidak akan mengambil alih jabatan ayahmu??” tanya Pitt penasaran.
“Aku tidak pernah berencana melakukannya, apalagi ayahku masih hidup dan sangat sehat... hahaha...” tukas Zionna tertawa.
“Ah... hahaha iya benar juga... hahaha” sahut Pitt tertawa canggung.
“Oh iya, aku dengar akan ada project mengenai pengembangan wilayah 3 di distrik 1...” ujar Zionna memancing obrolan mereka.
“Ah... bagaimana kau bisa tau??” tanya Pitt kaget.
“Ayahku membicarakannya kemarin… Sejujurnya mereka telah melimpahkan semua project itu pada Bowie Group,” jelas Zionna menarik perhatian semua orang.
“Hah?? Benarkah?? Aku bahkan belum mendengar putusannya,” Pitt tampak terkejut.
“Ya... keputusan itu baru di tetapkan kemarin dan belum di umumkan secara resmi, tapi keputusan itu benar-benar sudah bulat… dan… ayahku ingin Vann melakukannya.” Zionna merangkul lengan Vann, membuat ia tersedak saking kagetnya mendengar ucapan Zionna.
Semua orang di meja makan tampak sangat kaget. Project pengembangan itu sudah menjadi incaran para pengusaha selama 3 tahun terakhir.
“Bagaimana bisa mereka melimpahkan project itu pada Bowie Group??” Pitt tampak tidak percaya.
“Mereka menyukai desain denah pembangunan yang di ajukan oleh ayahku 2 tahun lalu,” jawab Zionna percaya diri.
“2 tahun lalu? Denah pembangunan yang memenangkan penghargaan nasional?” tebak Pitt.
Zionna mengangguk cepat.
“Jadi, ayahmu mengajukan denah itu sebagai project distrik 3? Tapi bagaimana bisa dia melakukannya? Aku tidak pernah tahu jika ia seorang insyinur…” Pitt sang kakak ipar semakin tertarik dengan obrolan itu.
“Tentu saja ayahku bisa melakukannya… karena dia punya aku yang bisa melakukan segalanya,” timpal Zionna penuh percaya diri.
__ADS_1
Sontak semua orang membelalak kaget dan ternganga lebar, tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
“Ka—kau melakukannya? Kau membuat denah pembangunan itu?” Pitt tampak sangat tidak percaya.
“Kau sendiri yang melakukannya?” celetuk Pitt tak kalah kaget.
Zionna hanya tersenyum lebar.
“Apa kau Eagle-Eye yang memenangkan penghargaan insinyur terbaik 3 tahun lalu?” sahut Pitt lagi-lagi antusias.
“Kau juga tau soal itu?” Zionna kaget karena Pitt tau banyak tentang penghargaan yang ia dapati.
“Apa itu benar kau Zionna??”tanya Pitt meyakinkan keberuntungan terbesar dirinya saat itu..
“Seharusnya aku tidak mengatakan ini, tapi.. kita keluarga sekarang.. jadi.. kalian perlu tau siapa aku..” ujar Zionna basa-basi.
“Yesssss !!! Wohooooo !!” sorak sorai Pitt di luar kendali. Ia melonjak kegirangan dan membuat semua orang kaget dan kebingungan.
“Aku tidak menyangka akan seberuntung ini Zionna !! Aku sangat beruntung mendapatkan dirimu sebagai menantuku !! Hahahaha..” seru Pitt tertawa puas. Ia berjoget tak karuan dengan sangat senang.
Namun, kali ini ia mendapat project pembangunan distrik 1, itu berkat denah pembangunan dari kakaknya, Ken. Nantinya, mereka akan membagi hasil keuntungan dari project itu.
Zionna mendapati Vann yang termenung dengan wajah sendu. Zionna menggenggam tangan suaminya lembut. “Aku akan menceritakannya nanti..” bisik Zionna lirih menjawab kebingungan Vann.
“Jadi... ayahmu akan memberikan project itu pada Vann?” tanya Pitt kemudian.
“Hmm...” angguk Zionna cepat.
“Awalnya aku tidak tahu tentang project ini, ia hanya memintaku membuat denah pembangunan kota megapolitan yang sangat ramah lingkungan… dan aku melakukannya karena ia berjanji akan memberikanku sebuah gedung untukku memulai bisnis di sini… Bahkan setelah tahu pun aku tidak tertarik dengan project ini… Dia memaksaku mengerjakannya dalam waktu 4 bulan, dan itu 4 bulan yang sangat menyiksa, karena dia sangat bawel dan menyebalkan… hahahaha… ” Zionna terkekeh.
“Jika aku tau ini akan bernilai ratusan miliar won, bukankah harusnya aku meminta 40% dari nilai kontraknya??” tambah Zionna santai.
“Jadi kau seorang arsitek??” tanya Ken kemudian.
__ADS_1
“Aku mengambil double-degree selama kuliah.. arsitektur dan administrasi negara, saat s2 aku mengambil jurusan management, bisnis dan administrasi… Lebih tepatnya aku hanya suka menggambar, tapi seperti yang aku katakan, ayahku menyuruhku melakukan banyak hal untuk kepentingan dirinya…” Zionna dengan senang hati menjelek-jelekkan ayahnya untuk menghibur keluarga barunya itu.
“Wow ! Aku akui, aku sangat iri padamu, Vann ! kau benar-benar mendapatkan harta karun yang amat sangat berharga…” tuai Ken kagum.
Zionna tertawa kecil. Ia mendekati wajahnya ke telinga Vann.
“Sudah aku katakan, jika kau tidak akan kecewa padaku,” bisik Zionna membanggakan diri.
“Tentu saja.. tanpa hal itu, kau sudah sangat luar biasa mengagumkan..” puji Vann lirih dengan tatapan intens.
Ken dan Chris melihat kemesraan keduanya dengan perasaan sangat iri pada Vann. Bagaimana tidak? Ia menikahi pewaris tunggal Bowie Group, wanita dengan wajah cantik sempurna, bahkan ia juga memberikan sebuah project besar senilai ratusan miliar won secara cuma-cuma pada sang suami yang baru ia nikahi selama 2 hari. Mereka benar-benar merasa sangat iri hati.
****
Setelah makan malam, Zionna dan Vann segera masuk ke kamar Vann yang lama. Orang tua Vann memaksa mereka menginap di sana malam itu karena Vann tampak cukup mabuk setelah menenggak banyak wiski setelah makan malam. Kamar itu telah di rapikan dan di bersihkan sedemikian rupa. Bahkan isi kamar itu telah di ganti dengan perabotan yang baru.
“Semoga kau nyaman, Zionna.. ini kamar Vann yang lama, jika kau tidak nyaman di sini, kalian bisa menggunakan kamar tamu yang lebih besar di lantai 2..” ujar ibu mertuanya basa-basi. Padahal kamar itu sudah cukup besar untuk keduanya.
“Tidak apa-apa, Bu.. ini sudah sangat nyaman untukku,” geleng Zionna tersenyum.
“Tidak biasanya Vann seperti ini.. tolong maafkan dia... aku akan mengingatkannya untuk tidak minum terlalu banyak lagi agar tidak merepotkanmu... Dia pasti sangat merepotkanmu...” ujar Pitt sungkan pada Zionna saat melihat putra bungsunya telah tepar di atas tempat tidur.
“Ibu dan Ayah, jangan khawatir… Aku akan mengurusnya dengan sangat baik…” Zionna tersenyum hangat.
“Ah.. kau ini benar-benar gadis yang sangat baik... aku sangat iri dengan ayahmu karena memiliki putri yang luar biasa sepertimu…” sanjung Pitt dengan mata berbinar.
Zionna hanya tersipu malu. “Sekarang ayah tidak perlu merasa iri, karena sekarang aku juga sudah menjadi putri ayah…”
“Tentu saja, aku sangat senang,” angguk Pitt setuju.
“Kalau begitu… silahkan istirahat..” ujar Pitt kemudian segera pergi meninggalkan keduanya di dalam kamar.
Zionna berdiri melihat ke arah Vann dengan tatapan dingin dan kesal. Ia menggerak-gerakkan wajahnya, meregangkan otot wajahnya yang kaku karena terlalu banyak tersenyum dan tertawa.
__ADS_1
“Menyebalkan sekali..” batin Zionna segera menuju kamar mandi.