Appetite (Rahasia Istri Idaman)

Appetite (Rahasia Istri Idaman)
16


__ADS_3

Ba—baiklah... aku akan menjualnya padamu… akan menyerahkan hotel itu padamu..” sontak pria itu segera setuju pada Zionna, ia mati ketakutan dengan tatapan mematikan Zionna serta pisau yang menari-nari di batang tenggorokannya itu.


“Seharusnya kau tidak membuat ku menunggu lama... bahkan aku harus sampai mengeluarkan mainanku ini...” gerutu Zionna melipat pisau itu lalu kembali menyimpan nya ke dalam saku.


Zionna memberi isyarat pada Lee untuk menyerahkan surat dan dokumen persetujuan akuisisi perusahaan tersebut.


Pria itu segera menandatangani semua surat-surat itu tanpa membaca nya lagi. Ia sudah mati ketakutan dengan intimidasi yang Zionna lakukan. Ia segera mengembalikan semua berkas itu pada Lee dan Zionna.


“Berikan pada mereka...” gumam Lenna mengisyaratkan pada Lee untuk segera memberikan semua uang itu. Sepasang suami istri itu segera meraih kedua tas itu, memeluknya erat.


“Sebaiknya kalian tidak berubah pikiran atau membuat keributan tentang ini...” gumam Zionna memperingati kedua nya. Mereka hanya mengangguk cepat tak berani membantah.


“Oh iya, apa kalian sudah tau? Jika aku sudah menikah dengan Vann, jadi secara resmi aku ini adalah adik iparnya Ken dan Selena…” tambah Zionna sontak membuat kedua nya tercengang.


“Jadi… pastikan kalian tidak membuat kesalahan apapun, atau aku akan…” Zionna mengisyaratkan tangan yang menyayat lehernya dengan ekspresi joker nya yang menyeringai.


Zionna dan Lee kemudian segera pergi. Mereka segera menuju salah satu apartment yang telah Zionna beli itu. Ia memilih apartment yang ada di pusat kota, yang tak jauh dari kantor suaminya. Bahkan, di hari itu juga Zionna berencana membeli sebuah mobil sport keluaran terbaru dengan harga yang fantastis.

__ADS_1


****


Siang itu, setelah selesai membeli mobil untuk Zionna, Zionna dan Lee segera pergi berbelanja furniture untuk mengisi apartmentnya yang masih kosong. Zionna memesan berbagai furniture dengan kualitas terbaik. Ia berkunjung ke salah satu mal terbesar di negara K. Dimana mal itu adalah milik sang ayah, Jack. Alias, akan segera menjadi miliknya karena ia adalah sang pewaris tunggal.


Selama berbelanja di sana. Selena dan Evy ternyata melihat Zionna juga ada di sana. Awalnya mereka ingin menyapa dan menghampiri Zionna, namun saat melihat Zionna tengah bersama pria tampan dan gagah yang mengenakan stelan jas dengan santai, membuat mereka menghentikan niatnya. Mereka bahkan mengambil beberapa foto dengan niat terselubung.


Usai berbelanja, Zionna segera kembali ke apartmentnya. Di sana ia langsung menata perabotan yang sudah ia beli dengan cepat. Apartment itu mulai terlihat semakin bagus. Meski ada beberapa barang yang tak bisa di kirim di hari yang sama, namun Zionna tak mempermasalahkannya. Ia hanya mengatur seadanya agar lekas selesai. Bahkan ia juga sudah menyisakan sebuah kamar yang ada di lantai 2 untuk dirinya sendiri. Ia juga sudah memasangkan sebuah kunci khusus yang mana tidak bisa di buka tanpa sidik jarinya. Ia akan menjadikan kamar itu sebagai kamar rahasianya.


****


Tepat pukul 7 malam, Zionna segera kembali ke mansion orang tua Vann. Setibanya di parkiran, di taman depan tampak ada kerumunan. Semua mata itu menuju pada mobil sport mewah Zionna. Zionna memperhatikan semua tamu itu dengan seksama. Bahkan ia dapat melihat mertua beserta kedua kakak ipar perempuannya dan juga kedua abang iparnya. Mereka tampak menyambut tamu yang tengah datang ke sana.


“Menantuku !!” seru Pitt riang.


“Menantumu? Apa dia istri Vann?” tanya seorang pria tua pada Pitt.


“Benar.. maaf aku belum sempat mengenalkannya dengan kalian…” jelas Pitt terkekeh.

__ADS_1


Zionna tersenyum canggung, ia segera berjalan dengan elegan menghampiri semuanya.


“Dia istri Vann..” jelas Evy berbisik lirih pada orang tuanya yang tengah berkunjung ke sana.


“Halo.. selamat malam.. aku, Zionna..” ujar Zionna menyapa kedua orang tua kakak iparnya Evy dengan sopan dan santun.


“Wah... lihatlah dia sangat cantik,” puji ibu Evy kagum.


“Terima kasih, Nyonya..” imbuh Zionna rendah hati.


“Ah... jangan memanggilku Nyonya.. panggil aku Bibi saja...” tukasnya sungkan.


Para orang-orang tua itu tampak saling terkekeh dan kagum pada Zionna. Sementara Evy dan Selena tampak saling menatap sinis pada Zionna dengan perasaan benci dan kesal. Sementara itu, Chris tak sanggup mengomentari dan bergeming karena ia takut pada mertuanya itu. Sedangkan Ken, sejak tadi tentu saja ia tak henti-hentinya memandangi Zionna.


“Kalau begitu, mari kita mengobrol di dalam,” ajak Pitt segera.


Semua orang masuk ke dalam seraya saling berbincang kecuali Zionna, Evy dan Selena. Saat Zionna saat hendak masuk, ia di hentikan oleh keduanya.

__ADS_1


“Bagaimana apartmentmu? Kau sudah jadi membelinya?” tanya Selena memulai percakapan itu.


__ADS_2