Appetite (Rahasia Istri Idaman)

Appetite (Rahasia Istri Idaman)
2. Pernikahan


__ADS_3

Wanita dengan lekuk tubuh montok sempurna tampak mengenakan pakaian pengantin berwarna putih yang menjuntai panjang ke lantai.


Ia tengah berjalan menuju altar.


Wajahnya yang putih pucat sempurna membuatnya terlihat seperti seorang vampir


di dunia nyata. Namun, paras cantik sempurna itu dipadupadankan dengan riasan


sederhana yang membuatnya terlihat seperti bidadari.


Acara pernikahan yang super megah dan tertutup itu di hadiri orang-orang penting, mulai dari pejabat publik hingga para petinggi di pemerintahan.


Mereka mengadakan acara pernikahan di Ballroom terbesar hotel Vonel milik keluarga


mempelai wanita. Pernikahan ini semata hanya untuk ikatan bisnis, mengingat


peluang peningkatan saham mereka setelah di umumkannya pernikahan ini.


“Shit! Wanita itu tampak sangat luar biasa..” bisik Chris kakak laki-laki Vann yang kedua.


“Bahkan lekuk tubuhnya sangat menggoda..” tambahnya lagi tergiur.


“Tapi wajah cantik itu tidak menjamin apapun..” ledek Ken mengejek adik bungsunya yang kini tengah berdiri di altar dengan tatapan polos penuh bahagia saat melihat calon istrinya berjalan mendekat menghampiri.


“Kak, lihat saja istriku, kalau bukan karena saham Perusahaan Astra, aku tidak akan sudi


menikahinya.. ia bahkan tidak bisa makan dengan benar, aku selalu merasa mual


saat makan bersamanya.. dia makan dengan cara yang sangat menjijikkan.. aku


tidak yakin dia lulusan dari Inggris." gerutu Chris mengeluh tentang istrinya


yang bernama Evy.


“Andai saja aku bisa menikahi wanita secantik istri si tolol itu, bukankah setiap hari


akan sangat menggairahkan?” bisik Chris nakal. “Aku tidak akan membiarkan dia


beranjak dari tempat tidur, hahaha,” tambahnya lagi seraya terkekeh.


“Hentikan pikiran kotormu di hari sakral ini..” timpal Ken ketus.


 


Setelah mengucap sumpah janji pernikahan, kedua mempelai duduk di meja makan yang sangat besar bersama kedua belah pihak keluarga.


Di pihak mempelai laki-laki di


hadiri ayah, ibu, 2 kakak laki-lakinya beserta istri dan 1 orang anak dari masing-masing abangnya. Sementara di pihak mempelai wanita hanya ada ayah dan


ibunya karena wanita itu adalah putri semata wayang mereka.


“Aku benar-benar sangat takjub saat melihat menantuku.. ini pertama kalinya aku


melihatmu, dan ternyata kau wanita yang sangat cantik.. bahkan sesaat aku pikir


kau tidak nyata, hahaha,” seru Pitt ayah mertua Zionna lantang seraya


tertawa.


Zionna hanya tersenyum dan tersipu. Vann sejak tadi tak memalingkan wajah dan


tatapannya dari Zionna. Ia benar-benar mengagumi mahkluk sempurna itu.


“Lihatlah.. bahkan putraku tak bisa memalingkan wajahnya dari istrinya,” timpal Ana ibu Vann meledek.


Sadar akan hal itu Zionna menoleh ke arah Vann, menatapnya intens hingga wajah polosnya memerah karena salah tingkah. Zionna meraih tangan Vann dan menggenggamnya hangat. Vann menatap wajah Zionna dengan berani. Wajah cantik itu melemparkan senyuman yang sangat indah, membuat ia jatuh cinta untuk pertama kalinya dalam hidupnya.


“Mereka benar-benar saling jatuh cinta pada pandangan pertama,” seru Evy istri Chris.


Semua orang tertawa melihat aksi keduanya yang tampak malu-malu satu sama lain.


Setelah selesai acara makan bersama, kini mereka menikmati penampilan dari pianis


ternama yang mengisi acara pernikahan sensasional itu.

__ADS_1


Para orang tua duduk di meja terpisah untuk membicarakan bisnis. Sementara Zionna dan Vann bergabung dengan kakak-kakaknya di meja lainnya.


“Kau benar-benar sangat cantik, Zionna..” puji Selena terperangah.


“Terima kasih. Kakak ipar juga sangat menawan dan elegan..” puji Ziona sungkan.


“Hahaha, kau ini bisa saja,” tukasnya malu.


“Aku dengar kau seorang pebisnis di negara A …” seru Ken penasaran. “Tapi aku tidak


menemukan satupun idientitas atau artikel tentang dirimu,” ujar Ken penasaran.


“Kakak ipar sangat cepat mencari informasi tentang aku,” ledek Zionna tersipu.


“Disana aku mengelola beberapa hotel dan restoran.. tentu orang tua ku sangat


keras perihal idientitasku, mereka memanipulasi semuanya, tapi.. tentu semua


uang yang aku hasilkan langsung masuk ke dalam kantongku..” imbuh Zionna


tersenyum tipis.


“Lalu.. kenapa kau menolak untuk mengelola perusahaan ayahmu?? Ah.. aku dengar dari ayah


mertuaku, jika kau enggan berhubungan dengan Bowie Company..” timpal Selena.


“Karena aku lebih suka mengelola perusahaanku sendiri.. bisnis hotel dan restoran sangat


berbeda dengan bisnis lainnya.. kita bergelut dan bersaing dengan kualitas


terbaik.. semakin baik pelayanan dan kualitas yang kita berikan, maka semakin


pesat perkembangan bisnis kita ke depannya..” jawab Zionna dengan elegan.


“Sejujurnya, lebih muda mengambil uang para konglomerat dengan bisnis ini..”


bisik Zionna memberi tips.


Mereka tampak tertawa kecil, mendengar candaan Zionna itu.


Zionna mengangguk pelan seraya menenggak wine-nya habis.


“Apa kau akan menetap disini setelah kita menikah?? Atau kau akan kembali ke negara A??”


Vann tampak khawatir.


Zionna meletakkan gelas wine-nya ke atas meja, lalu menangkup tangan kanan Vann


lembut.


“Tentu kedepannya, aku akan selalu berada di sisimu, kini aku seorang wanita


yang sudah menikah.. jadi aku akan selalu mendampingi suamiku dan mendukungnya


penuh..” imbuh Zionna hangat.


“Atau.. apa kau ingin kita berhubungan jarak jauh satu sama lain??” tutur


Zionna lirih mendekatkan tubuhnya ke Vann.


“Bu.. Bukan begitu.. Lalu bagaimana bisnismu di sana??” geleng Vann canggung.


“Tenang saja, aku sudah membentuk tim profesional untuk menjalankannya.. jadi aku bisa


fokus hanya padamu.. lagipula kita bisa pergi ke sana kapan saja sambil


liburan..” ujar Zionna menggombal.


Vann memberanikan mengecup punggung tangan Zionna lembut.


“Terima kasih.. aku sangat senang mendengarnya..” ujarnya tersipu.


“Aku ingin pernikahan kita bukan hanya untuk bisnis keluarga kita.. tapi aku ingin


pernikahan ini juga di dasari atas keinginan dari perasaan kita satu sama

__ADS_1


lain..” ungkap Zionna sungguh-sungguh.


“Tentu saja, aku berjanji akan menjadi suami yang baik untukmu.. aku akan memenuhi


semua keinginanmu dan membahagiakanmu..” tukas Vann mantap.


“Tentu saja, kau harus berbuat baik padaku..” timpal Zionna lugas.


Sementara Ken dan Chris tampak sangat iri dengan kemesraan keduanya. Mereka bahkan


menghabiskan wine mereka dengan cepat, lalu bergegas pergi.


****


Malam itu Zionna dan Vann bermalam di hotel. Mereka duduk berdampingan di sisi tempat tidur


saling berdiam diri.


“Aku ingin kau merasa nyaman saat bersamaku.. sebaiknya kau segera istirahat.. kau pasti


sangat kelelahan, bahkan kau baru saja tiba ke negara ini tadi pagi..” ujar Vann


perhatian.


“Apa kita akan melewatkan malam pertama kita??” timpal Zionna santai.


“Huh??” Vann tampak terkejut. “Ya.. maksudku.. aku ingin melakukannya nanti.. aku tidak


ingin kita terburu-buru melakukannya.. aku tidak ingin bertindak gegabah dan


membuatmu tidak nyaman.. lagipula aku ingin kau mengenalku lebih jauh.. karena


aku ingin melakukannya dengan penuh perasaan.. kita juga baru bertemu pagi ini


dan langsung menjadi suami istri.. aku bahkan masih merasa sangat gugup..”


jelasnya canggung.


Zionna tersenyum lebar. “Baiklah.. aku mengerti..” angguk Zionna setuju.


“Tapi.. bukan berarti aku tidak menyukaimu.. aku sangat menyukaimu.. aku juga belum


pernah berpacaran sebelumnya, aku tidak pernah menjalin hubungan bebas dengan


siapapun dan wanita manapun.. artinya aku pria yang sangat bersih.. kau tidak


akan kecewa padaku.. itu sebabnya aku sangat gugup sekarang..” imbuh Zionna


lagi meracau.


Zionna tertawa kecil mendengar bualan Vann yang kaku.


“Ini juga pertama kalinya bagiku.. aku belum pernah berkencan dengan siapapun


sebelumnya.. aku wanita yang sangat sibuk, bahkan aku tidak punya waktu yang


cukup untuk tidur setiap harinya," imbuh Zionna menimpali.


Vann tampak mengangguk dan tersipu.


“Jadi, Kau ingin makan atau minum sesuatu?? Atau ingin langsung istirahat?”


tanya Vann kemudian.


Drrttt..drttt..


Ponsel Zionna bergetar. Ia tampak memeriksa ponselnya sesaat sebelum menjawab Vann.


Ekspresinya berubah. Tiba-tiba Zionna tampak sangat serius dan dingin setelah


melihat sesuatu di layar ponselnya. Hal itu, membuat Vann merasa sangat


penasaran. Namun ia menahan keingintahuannya. Mereka baru saja menikah, ia


harus bisa menahan diri. Lagipula, bagaimana jika itu hanya soal pekerjaannya.

__ADS_1


__ADS_2