Ardila Hanafi

Ardila Hanafi
1- Keseharian


__ADS_3

Namanya Ardila Hanafi, Ardila memiliki arti Dermawan dan tidak mementingkan dirinya sendiri sedangkan Hanafi adalah nama Ayahnnya, Hanafi Septian.


Ayah dan Ibunya adalah tipe orang tua yang keras dan pengekang anaknya, Terutama dalam masalah pribadi Dila. Dila juga memiliki Kakak perempuan dan Kakak Laki laki laki namanya, Ragila Arsyi Hanafi dan Febryan Hanan Septian.


Di keluarganya, Dila selalu merasa terasingkan. Kepentingannya selalu di kesampingkan oleh anggota keluarganya. Jika ia dan kakaknya menginginkan hal sama ia akan diberikan paling akhir. Sedangkan kedua kakak nya adalah prioritas, Dila pernah sekali mendengarkan Ayah dan Ibunya sedang berdiskusi mungkin. Mengatakan bahwa Dila adalah Kekhilaf an Ayahnya.


Keberadaan dirinya tak pernah diharapkan karena kedua orang tuanya telah memiliki sepasang anak.


Namun dengan kemampuannya Dila selalu mengeluarkan senyuman khasnya, Dan selalu menuruti semua kemauan Orang tua serta Kakak Kakak nya.


"Yah, Bun. Dila berangkat Kuliah dulu ya" Pamitnya lalu menyalimi kedua punggung tangan Tian dan Karin-Istrinya


"Iya" Jawab mereka


"Yah Bun, Arsyi juga berangkat ya" Arsyi pun juga langsung menyambar tangan Tian dan Karin


"Iya hati hati ya, Ada ongkosnya gak nak? Kalau gak ada Bunda tambahin" Seru wanita paruh baya itu


Dila yang mendengarnya hanya terus melangkahkan kakinya lebih cepat agar cepat keluar rumah


..."Udah ada Bun, Arsyi berangkat ya!" Arsyi pun ikut menyusul adiknya yang berjalan lebih duku darinya....


Dila berjalan menyusuri jalanan Komplek rumahnya, Sedangkan Arsyi telah lebih duku berangkat dengan Ojek Online. Dila membelokkan perjalanannya didepan Rumah lantai dua dengan cat berwarna Abu Abu muda dengan pagar Hitam.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Dika! Dika, Assalamualaikum, Dika" Ucap Dila


Keluarlah pria paruh baya namun masih sehat dnegan seragam polisinya, membuka gerbang.


"Ternyata kamu Dil, Dika nya masih sarapan. Ayo masuk, Kamu panggil aja di dapur. Kamu udah sarapan apa belum, Kalau belum sekalian sama Dika sama tantemu aja" Ucap Om Herman, Adik Ayah.


"Dila udah sarapan kok Om, Yaudah Dila masuk panggil Dika ya Om"


"Yaudah masuk aja Om mau pakai sepatu dulu"


"Siap Om" Dila pun masuk kedalam rumah yang, Ya lumayan bagus. dengan penataan yang minimalis, Menjadikan terkesan mewah.


Dila pun melangkahkan kakinya memasuki area dapur yang dijadikan satu dengan area meja makan, Ia sudah melihat Sepupunya, Andika. Sedang sarapan bersama Mamanya Rita.


"Ternyata berisik didepan, Om mu ngomong sama kamu toh ternyata, Udah makan belum Dil? Kalau belum Tante ambilin sekalian sama Dika" Ucap Wanita paruh baya itu


"Gak usah Tan, Dila tadi udah sarapan kok dirumah. Mau nebeng sama Dika aja kok tan. Kaya biasa, Hehe" Ucap Dila


"Nebeng aja kerjaan lo Dil, Nanti bayar bensin ya? 1 liter aja, Uang mingguan belum dikasih sama Bundahara" Ucap Dika


"Rebes Dik! Cepet ah makannya, Entar kita telat" Ya, Fika dan Dila sama sama mengambil jurusan Psikologi. dan sekarang sudah semester 4.


"Gak usah Dil, Nanti Mama tambah aja mingguan kamu" Rita melotot kepada Dika, Ya Rita tau semua tentang Dila. Dila dengan uang saku pas pasan, Kalau pun untuk transportasi hanya cukup untuk naik angkot saat berangkat saja. Makanya ia menebeng Dika.

__ADS_1


"Yaudah Iya Ma! Janji ya?" Ucap Dika


"Iya Mama janji, Cepet ah makannya! kasihan Dila nungguin nanti kalian juga telat" Ucap Rita.


Setelah selesai sarapan, Dila dan Dika menaiki motor Matic Dika untuk meluncur ke Kampus. Masih ada waktu 25 menit jam pertama di mulai, Sedangkan perjalanan akan menghabiskan waktu 10 menit lagi.


Nereka sampai di parkiran, Dila segera turun dan memberikan helmnya pada Dika.


"Thanks ya Dik!" Ucapnya sembari membenari Pashminanya yang miring


"Santai aja sama Gue Mah! Yuk masuk, 10 menit lagi Doler dateng" Ucapnya sembari meninggalkan Dila


Setelah selesai Jam ketiga, Dila keluar kelas bersama Nayra, Mereka bersahabat sejak semester 1, Sedangkan Dika entah sudah menghilang kemana, Ia telah mengirimi pesan pada Dila kalau ia akan ke parkiran jam 2 siang.


Maka Dila dan Nayra menuju kedai depan fakultasnya, Ia membeli gorengan dan juga es teh. Sedangkan Nayra membeli Bakso Goreng dan Es Teler.


Mereka pun melangkahkan kakinya menuju taman samping parkiran motor sambil menunggu jemputan Nayra dan menunggu Dika untuk menjemput Dila.


"Dil, Gimana tugas minggu depan. Kita sama yang lain mau ngumpul dimana?" Ucap Nayra sembari mengunyah Basrengnya


"Aku sih ngikut aja! Kalau bisa sih kerumah siapa gitu, Irit hehe" Dengan cengiran khasnya


"Kebiasaan deh loe Dil, Gimana dirumah Dika apa Radit apa rumah gue aja. Nyokap bokap gue sih slow"

__ADS_1


"Kalau gue maunya dirumah Dika aja Haha, Biar deket" Mereka pun berbincang hingga jemputan Nayra datang, Dan Dila melihat ke hp nya, Sekarang sudah jam 1.55 namun Dika tak segera menunjukkan batang hidungnya


__ADS_2