Ardila Hanafi

Ardila Hanafi
25- Hari Yang Melelahkan


__ADS_3

Setelah Shalat Dzuhur di Mushalla kecil belakang rumah, Halaman belakang rumah Papa Surya memang sangat luas. Disini ada Gazebo, Kolam renang Bangku di samping Kolam dan Mushalla ber dinding dan lantai Kayu Ukiran.


Mereka semua tengah memakan makan siang, Di rumah ini terdapat dua pembantu rumah tangga. Yang satu khusus membersihkan rumah, Seperti Menyapu, Mengepel, mengepel, Mencuci piring, dan Mencuci pakaian. Sedangkan yang satu lagi khusus untuk membersihkan halaman, Membersihkan Kolam drai bunga yang gugur, Membersihkan Mushalla serta Gazebo, dan Memasak makanan.


Setelah makan siang diiringi dengan canda tawa yang dilontarkan mereka ber 4. Rencananya sehabis Makan Siang, Mama Sarah ingin mengajak Dila ke Mall. Untuk menemani Mama Sarah yang ingin membeli Kado untuk cucu Pertamanya, Al**vian. Yang akan berulang tahun minggu depan.


Pastinya Papa Surya serta Bima turut ikut mengikuti kedua wanita berbeda generasi itu untuk berkeliling kedalam Mall terkenal didekat kawasan perumahan Bima. Mereka ber 4 naik dalam 1 mobil, Bima menyetir, Dila disamping pengemudi, Sementara dua pasnagan Kakek Nenek itu duduk di belakang. Mobil Berwarna Hitam itupun meluncur ke Mall yang dimaksud.


Bima dan Papa Surya berjalan dibelakang para wanita, Yang masih sibuk dengan ceritanya masing masing terutama Sarah yang sibuk menceritakan kebiasaan buruk Bima pada Dila.


"Mama, Udah dong bicarain aib Bima biar Bima sendiri yang cerita sama Dila" Sungut Bima pada Mamanya


"Nah gini, Bima juga suka kesel gak jelas sayang masa kaya cewek PMS aja" Mama Sarah membawa Dila beserta rombongan nya kedalam Toko Mainan dan Buku Buku anak.


Namun segera Bima meraih tangan Dila dan membuat pengangan Mama Sarah pada Dila terlepas.


"Gantian Ma, Aku sama Dila mau cari sendiri Papa sama Mama jiga berdua sana jangan ngerusak kebahagiaan anak deh!" Ucap Bima


"Hemmm, Okey. Karena untuk kebaikan Mama juga, Yaudah yuk Pa kita kesana" Pasangan paruh baya itu berjalan ke tempat Mainan Mainan anak. Sementara Dila masih diam mendongak menatap Bima


"Mas, Kita kesana yuk" Dila menggandeng Bima menuju rak rak buku anak yang beragam.


"Mas mau ngasih kado apa buat Vian ?" Tanya Dila


"Vian udah mulai suka banget liat buku bacaan kakaknya, Kita bisa kasih kado Buku atau Sepeda, Dia belum punya sepeda. Menurut kamu bagus an yang mana?" Tanya Bima

__ADS_1


"Gimana kalau Mas beliin Sepedanya, Aku beliin Buku bukunya" Usul Dila


"Yaudah oke" Bima membawa Dila ke Tempat sepeda anak kecil roda 4.


"Bagusan yang mana dek?" Tanya Bima


"Kok Dek?"


"Kalau yang kan belum nikah, Kalau nama kaya gimana gitu. Panggilnya dek aja ya kalau belum nikah" Ucap Bima


"Oke, Haha Dek Dila Mas Bima Ahahahaha" Pilihan mereka jatuh pada sepeda roda 4 berwarna Biru Dongker


Setelah selesai Memilih milih Kado, Akhirnya Mereka berempat bertemu di depan FoodCourt. Mereka membeli beberapa camilan di sana, Dan duduk di bangku yang disediakan.


"Nanti Papa sama Mama pulang dijemput Om Tio Bim, Mama sama Papa lupa kalau ada janji ketemuan. Nanti kamu langsung anter Dila aja, Kalau mau main jangan sampe malem Abis Magrib langsung pulangin ya!" Ucap Mama Sarah


"Alaaaahh, Yaudah Mama sama Papa udah ditunggu Om Tio sama Tante Yuna di depan Daah sayang" Mama Sarah mencium kedua pipi pasangan Muda itu.


"Jagain Dila Bim, Kalau sampe calon Mantu Papa pecet dikit aja kamu Papa gantung di pohon Cabe. Yaudah Papa duluan ya" Bima dan Dila pun memyalimi tangan Papa Surya


"Siap Pa, Bima bakal jagain Dila kok. Papa hati hati ya, Ngomong ke Om Tio jangan ngebut ngebut" Akhirnya Papa dan Mama pun pulang terlebih dahulu.


"Lanjut yuk, Tapi kita Shalat Ashar dulu" Mereka berdua pun menuju Mushalla di bawah.


Mereka Shalat Berjamaah karena memang sedikit telat. Sehabis Shalat mereka menuju Parkiran dan mobil melaju dengan kecepatan sedang. Di Perjalanan mereka hanya diam sembari memperhatikan jalanan Jakarta yang sedikit lenggang.

__ADS_1


Mereka sampai di sebuah tanah yang luas, Di pinggirnya terdapat Pohon pohon besar. "Kenapa Mas kesini?" Tanya Dila setelah turun dari Mobil mengikuti Bima


"Beberapa bulan lalu aku beli Tanah ini, Rencananya mau buat Rumah bareng Istri Tapi saat itu masih belum punya calon jadi aku undur. Kalau nanti kita nikah, Kita nanti tinggal dirumah Mama sambil nunggu pembangunan rumah ini, Gapapa kan?"


"Mas, Aku pengen bicara" Ucap Dila


"Ya? Bicara aja dek" Ucapnya


"Dila mau nikah sama Mas Bima, Dila mau bareng bareng buat bangkit. Dila gak mau malah kelamaan jatuhnya malah Zina, Dila percaya sama Mas Jadi jangan kecewain Dila Mas" Ucap Dila


"Beneran kamu mau jadi istri Mas?" Setelah dijawab anggukan oleh Dila, Bima merengkuh tubuh Dila dalam kungkungannya. Beberapa menit mereka berpelukan, Akhirnya Bima melepaskan pelukannya pada Dila


"Kamu mau kapan kita nikah? Gimana konsep resepsinya? Kamu mau nikah dimana? Nanti aku bicarain sama keluargamu" Ucapnya


"Bulan depan kalau Mas siap, Aku pengen menyegerakan niat baik. Buat akad sederhana aja Mas, Resepsinya gak usah besar besar ngundang keluarga sama Temen aja ya"


"Yaudah Aku akan bilang ke Mama buat rencananya, Aku juga akan bicara sama Ayah dan Kakak Kamu."


"Pulang yuk Mas, Aku udah capek Vitamin aku ketinggalan di Kost!" Ucap Dila


"Yaudah yok, Kita puoang tuan putri!" Bima membukakan pintu untuk Dila, Lalu mengitari mobil untuk ke kursi kemudi. Mereka melewati Bazar Makanan, Bima memberhentikan mobilnya ditepi jalan.


"Mau apa mas? Kok berenti?" Tanya Dila


"Mau beli makanan, Disana kayaknya ada Bazar makanan, Beli yuk sekalian buat makan malam kamu!" Ucap Bima

__ADS_1


"Yaudah yuk!"


Setelah membeli beberapa aneka ragam makanan mereka melanjutkan perjalanan mereka. Setelah Dila turun, Bima pun turut pulang kerumahnya.


__ADS_2