Ardila Hanafi

Ardila Hanafi
15- Tes


__ADS_3

Dila bangun agak siang, Karena tadi malam ia mendapatkan bulanannya. Ia segera membersihkan tempat tidur dan Membersihkan rumah. Sementara Bunda sudah memasak di dapur, Arsyi mungkin masih tidur dikamarnya.


Setelah selesai Dila masuk kembali kekamarnya, Menyalakan kipas angin kecil karena keringat sudah bercucuran. Ia menyeka peluhnya dengan lengan hingga HP nya berbunyi notifikasi memberi tahu bahwa ada pesan yang baru dikirim. Ia memastika hpnya, Dilihatnya ada nomor tak dikenal memberinya pesan


+628**********


Pagi, Udah bangun. Nanti aku jemput ya ke kampusnya


Dila mengeryitkan kedua alisnya, Siapa pagi pagi kirim pesan kaya gitu. Apa orang jahat, Hanya itu dibenaknya.


Ardila


Maaf, Siapa ya?


+628**********


Oh iya, Bima. Mau kan dijemput?


Ardila


Oh Mas Bima, Yaudah boleh mas


Mas Bima


Nanti berangkat jam berapa?


Ardila


Jam 8 Mas


Setelah mengakhiri pesan itu, Dila segera mandi dan bersiap untuk berangkat kekampus. Hari ini ia menggunakan setelan modern, dengan Atasan bahan berwarna Kuning Pastel, Rok panjang mekar berwarna Hitam bunga bunga berwarna kuning dan Pashmina Hitam. Ia keluar dari kamar,


Dan segera duduk di meja makan karena semua orang sudah ada disana kecuali Bunda yang masih membawa makanan ke Meja Makan.


Hingga akhirnya selesai makan, Dila pamit pada kedua orang yuanya untuk berangkat Kuliah. Ia melihat mobil Hitam mikik Bima baru berhenti didepan Gerbang rumah Dila. Dila sedikit berlari ke gerbang, Ia menghalangi Bima yang mau masuk ke gerbang.


"Kenapa?" Tanyanya bingung, Karena jalannya diblokir oleh Dila


"Mau kemana?"


"Izin sama Ayah kamu buat nganterin kamu Kuliah" Ucapnya enteng


"Jangan!"


"Kenapa?"

__ADS_1


"Kalau jangan ya jangan! Langsung berangkat aja Mas!" Dila memelas pada Bima


"Yaudah ayo" Akhirnya Bima mengalah


Bima membukakan pintu untuk Dila, Ia pun segera mengitari Mobil untuk masuk juga.


"Nanti aku jemput ya!" Ucap Bima setelah mobilnya keluar dari Komplek rumah Dila


"Gak usah Mas! Aku nanti ada keperluan diluar, Gak langsung pulang" Ucap Dila


"Gakpapa, Nanti aku anter kamu" Ucap Bima sambil melirik Dila


"Aku mau kerumah sakit, Di Husada! Kalau mas mau nemenin nanti gausah jemput. Aku kesana aja, Kamu tunggu aku di depan Ruangan Dokter Alatas. Jam setengah1"Ucap Dila


"Yaudah nanti aku tunggu kamu di Husada" Ucap Bima


"Iya Mas"


Akhirnya mereka diam, Sampai mobil ini berhenti didepan Fakultas Psikologi. Dila berpamitan pada Bima, Akhirnya Bima juga melajukan mobilnya ke Rumah Sakit.


Dila berjalan menuju kelasnya, Ia tadi sudah menghubungi Dika bahawa ia pergi bersama Bima. Ia langsung duduk di kursi tengah paling pinggir, Tadi pagi Nayra bilang bahwa dirinya sedang tak enak badan jadi ia tak masuk.


Dika tengah berjalan menyusuri lorong panjang kampus, Sampailah dikelasnya. Ia segera masuk, Karena memang kelas masih sepi hanya baru ada 3 anak salah satunya Dila.


Ia duduk disamping Dila, Karena masih kosong


"Iya, Nayra gak masuk sakit katanya" Jawab Dila


"Oowwhh, Gimana tadi? Nanti siang jadwalnya Cek Up kan? Mama katanya udah transfer" Ucap Dika


"Sampein Makasih ya Buat Tansky, Nanti gue Cek Up ditemenin Mas Bima kalau jadi"


"Jadi beneran mau nerima dia?" Dila pun mengangguk tanda mengiyakan


"Semoga dia orang baik, Dan bisa bikin loe bahagia kayak Rafa" Ucap Dika tulus


"Iya, Loe juga cepet cari pacar" Usul Dila


"Nunggu gue sukses dulu, Nanti walaupun gak gue cari nanti bakal dateng sendiri kalau udah jodohmah"


"Oke lah, Fighting" Dila memberi semangat dengan membentuk sudut siku di lengannya


Jam Pertama selesai dilanjut dengan Jam Kedua setelah Istirahat 30 menit.


Jam setengah 12 siang sudah waktunya makan, Ia menuju kantin bersama Dika, Radit dan Almira pacar Radit. Mereka memesan Soto dan Es Jeruk semua.

__ADS_1


Setelah selesai makan Dila pergi ke ATM dekat Fakultas hukum. Ia mengambil uang untuk biaya Cek Up perihal Ginjal. Setiap 6 bulan sekali ia rutin Cek Up untuk memantau kondisi Ginjalnya, Biasanya ia akan ditemani oleh Rita bahkan warisan bagian Om Herman dari Popo dan Omo pun ia berikan pada Dila untuk segala pengobatan Dila.


Dila naik Ojek Online ke Rumah Sakit, Ia segera mengantri karena sudah janjian dengan Dokter Alatas 3 hari sebelumnya. Ia lohat dari arah samping kanan laki laki dengan kemeja Abu Muda dan Jas Putih khas dokter. Ia menghampiri Dila.


"Udah Antri lama?" Tanyanya kembut smabil duduk disamping Dila


"Baru banget dateng, Tinggal nunggu di panggil bentar lagi" Ucap Dila


5 menit mereka menunggu akhirnya saatnya Dila, Mereka berdua masuk.


"Siang dokter Alatas" Sapa Dila pada Dokternya yang sudah berusia 45 tahun.


"Siang Nona Cantik, Gimana keadaannya?" Ucap Dokter Alatas, Dila dan Bima pun duduk


"Baik dok, Cuma sesekali nyeri tapi gak terlalu sering kaya dulu kok" Ucapnya dengan senyum indah miliknya


"Wah bagus dong, Wah Mas Bima pacarnya ya?" Dokter Alatas kepo banget sih....


"Kami ta'aruf Dok" Ucap Bima ramah


"Waaah bagus dong, Biasanya anak jaman sekarang pacaran malah terjerumus ke hal yang gak baik" Ucapnya


"Hehe iya Dok!" Dila bingung mau membicarakan apa, Biasanya ia akan bertanya tanya pada Dokter itu namun karena ada Bima seperti canggung dan malu saja.


Akhirnya serangkaian test dilakukan, Dari tes darah, Tes Urine, Rontgen dan masih banyak lagi.


"Gimana dok kondisinya?" Tanya Bima tak sabar


"Dari test baik, Tapi mohon dikurangi makan berlemak dan makanan ber penyedap rasa. Kalau bisa kurangi gula, garam dan micinnya, Nanti kota pantau kalau kondisinya menurun harus segera cari Donor Ginjal, Kalau bisa dari pihak keluarga. Biasanya akan lebih cocok, Nanti obatnya fiambil ya di Apotik" Ucap Dokter Alatas


"Oh ya Dok, Kalau pas sakit tapi gak diminum obatnya apa pengaruhnya" Kok malah Bima yang kepo


"Ya pasien sakit dong Mas, Kan itu semacam obat pereda nyeri. Tapi kondisi Nona kan sudah membaik setiap jadwal cek up nya" Ucap Dokter Alatas


"Makasih ya dok!" Dila dan Bima keluar dari ruangan Dokter Alatas membawa rekap tes kesehatan. Mereka duduk di kursi tunggu di Apotek.


"Mas ilfeel?" Tanya Dila sambil menoleh menatap manik hitam milik Bima


"Kenapa Ilfeel? Semua orang punya kekurangan kan? Kamu yang punya kekurangan biasa aja, Kenapa aku yang cuma bisa lihat harus jijik ataupun ilfeel? Yang ngrasain semuanya kan juga kamu" Ucapnya sambil menampilkan senyum tulus


"Kapan kapan aku ajak ke suatu tempat, Tempat yang banyak meninggalkan kenangan buat aku. Minggu bisa?" Tanyanya


"Bisa, Aku minggu libur jadi bisa" Ucapnya


"Oke, Hari minggu akan aku ajak kesemua tempat yang dipenuhi kenangan ku, Siapin energi lebih sama Bensin lebih karena akan menguras. Mungkin dari pagi sampai Malem atau Sore" Ucap Dila

__ADS_1


"Oke, Bakal aku isi Energi dan Bensin ku. Akan pangeran antar kemanapun tuan putri mau"


Setelah menemani Dila mengambil obat, Bima kembali keruangannya karena ada janji dengan pasiennya. Dila pun pulang menaiki Ojek Online namun ia kerumah Dika dulu untuk bertemu Tante Rita untuk melaporkan hasil tes yang ia jalani dan memberikan segala hasil tes tadi pada Tante nya.


__ADS_2