
Dila dan Dika sudah keluar dari Caffe itu, Mereka menjalankan motor menuju ke Caffe Febry yang terlihat cukup ramai, Mungkin orang mampir karena penasaran seperti apa Caffe baru itu. Dila melangkahkan kakinya di ikuti oleh Dika dibelakang. Mereka berjalan ke sebuah pintu disamping dapur.
Dila mengetuk pintu itu Tok Tok Tok,,
"Masuk" Teriak seseorang dari dalam yang ia yakininadalah Febry
Dila dan Dika pun masuk, Ia melihat kakaknya sedang duduk dengan berkas ditangannya dan melihat teman kakaknya sedang memerhatikan handphonenya serius karena memang ada pekerjaan.
Dila mencium tangan Febry, Dilanjut Dika yang melakukan tos dengan Febry.
"Acaranya udah selesai kak?" Tanya Dila
"Iya, nanti bukak sampe jam 8 malem kan hari pertama" Jawab Febry
"Ooohh, Yaudah aku pengen bantuin didapur ya" Ucap Dila
"Yaudah, Dik bantuin Abang buat ngedit Slide sini" Ucap Febry meminta bantuan pada Dika
Dila keluar dati ruangan kakaknya dan masuk kedapur, Ia melihat 2 orang yangbsedang memasak dan 1 orang yang bertugas mencuci piring serta ada dua orang yang bertugas melayani pengunjung.
"Hai mbak" Sapa Dila karena melihat orang orang disana ada yang lebih tua darinya
"Eh Hai, Adiknya Pak Bos ya Mbak?" Tanya seorang Juru Masak dengan Name Tag Rosalina
"Iya Mbak, Kenalin aku Ardila panggil aja Dila" Ucap Dila
"Saya Rosa mbak, Yang masak disini kalau yang masak jiga satu ini namanya Tari terus yang nyuci itu Mbak Yuna terus yang baru keluar ngelayanin pengunjung tadi Balqis kalau yang itu Fania" Ucap Rosa memperkenalkan teman temannya
"Salam kenal ya, Oh ya mbak ada gak ya yang bisa saya bantu?" Tanya Dila
__ADS_1
"Eh Mbak, Gak usah. Biar kami aja yang ngerjain, Mbak duduk aja" Tolak Rosa
"Lagi pengen nih, Aku bantuin nglayanin pengunjung aja deh mbak. Boleh kan?" Ucap Dila
"Yaudah gapapa mbak, Celemeknya sama Buku catatan disana ya" Ucap Rosa sambil menunjuk Meja diatasnya ada beberapa celemek dan tumpukan buku catatan
Dila melayani oengunjung dengan ramah, Ia tak mengeluh hanya sesekali mengusap peluhnya. Hingga waktu sudah agak sore, Dila berjalan ke arah dapur dan melepas Celemeknya.
"Capek mbak?" Tanya Fania jiga baru kembali dari melayani pengunjung
"Hehe iya, Lumayan lah. Yaudah aku duluan ya mau Shalat Ashar" Pamit Dila
Dila kemudian mengambil air wudhlu di Kamar mandi dan kembali ke ruangan Febry untuk mengambil mukena.
Dila memasuki ruangan itu "Assalamualaikum" Ucap Dila
"Waalaikumsalam" Dika, Febry dan Bima menoleh bersamaan
"Udah, Mau Shalat Ashar dulu ngambil mukena" Dila membuka tasnya dan mengeluarkan mukena yang mudah dibawa kemana mana
"Yaudah yuk jamaah aja, Kita semua juga belum Shalat" Ucap Febry
"Yaudah, Dila tunggu di Mushala"
Dika, Febry dan Bima pun mengambil air Wudhu, Dan Dila langsung menuju Mushala.
"Imamnya?" Tanya Dika saat semua sudah berdiri
"Bim! Imam" Jawab Febry sambil sedikit memerintah kepada Bima
__ADS_1
"Ya"
Akhirnya Bima yang menjadi Imam Shalat mereka berempat. Suara takbir yang merdu dari mulut Bima membuat Dila terpaku, Suara yang indah ucapnya dalam hati.
Setelah kalimat Salam diucapkan oleh Bima, Dika dan Febry segera kembali. Dila harus melipat mukena terlebih dahulu, Sedangkan Bima ia sepertinya sedang berdoa. Dila membawa langkahnya keluar mushala dan duduk untuk memakai Sepatu miliknya bersamaan dengan Bima yang juga keluar dari Mushala dan juga akan memakai sepatunya.
"Mas" Sapa Dila sedikit membungkukkan badannya sedikit dan sedikit senyum
"Dila" Sapa Bima balik
"Dari pagi mas di Caffe?" Tanya Dila
"Iya, Dari waktu gunting pita sampek sekarang" Jawab Bima
"Kamu sendiri kenapa datengnya siang?" Sambung Bima
"Em tadi ada kelas pagi sama ngerjain tugas juga sama temen temen" Jawab Dila
"Owwhh, Sama Dika juga?"
"Iya Mas, Sama dua temen lainnya yaudah ya aku duluan!" Ucap Dila sambil merapikan bajunya yang belakang
"Eh, Em boleh minta nomor hp gak?" Ucap Bima
"Buat apa ya Mas?"
"Ya kalau mau Contac Contac an, Kalau nanti ada perlu" Ucap Bima memberi alasan
"Yaudah sini pinjem HP nya Mas" Bima pun memberikan Hpnya kepada Dila, Dila mengambil Hp Bima lalu mengetikkan nomor teleponnya
__ADS_1
"Udah Mas, Aku duluan ya" Dila melangkahkan kakinya menjauh dari Bima
Sementara Bima, Lelaki itu entah kenapa malah terkekeh geli entah kenapa.