Ardila Hanafi

Ardila Hanafi
20- Strowberry Mocca


__ADS_3

Dila membantu Pelayan untuk melayani pengunjung dan juga mencoba membuat resep menu baru yang ia akan tambahkan di Caffe berkat persetujuan dari Febry, Memang Caffe akhir akhir ini selalu ramai pengunjung karena Caffe ini baru dan juga suasana yang damai.


Sebenarnya Dila berencana menambah menu Bakso Jumbo namun terlalu nekat jika mencoba itu karena pikirnya Caffe ini masih terlalu baru dan jangan sampai kewalahan nantinya. Apalagi di Caffe ini masih belum ada Managernya, Febry sendiri yang menghandle dibantu oleh Dila dan Dika. Katena ia masih bekerja di Perusahaan Perhotelan. Setelah menu kue itu jadi, Dila menyuruh para rekannya untuk mencoba yang sebelumnya sudah ia sisihkan karena yang lain akan ia berikan pada Febry, Dika dan Bima agar mencoba juga.


"Gimana?" Dila sangat berharap Kue buatannya enak


"Enak mbak Dila, Kalau dikasih Cream Vanila tambah enak deh mbak!" Ucap Rosa


"Iya mbak, Enak tinggal tambahin Topping biar cantik" Tambah Yuna


"Oke, Layak gak kalau kita jadiin menu baru?" Tanya Dila


"Layak banget mbak, Aku aja belum pernah makan kue seenak ini" Timpal Balqis juga


Usai mencoba resep itu Dila kembali keruangan Febry, Ia mencoba membuat Design Menu baru Caffe serta ia ingin menambah aksen spot foto, Ia ingin menambahkan Rak rak yang diisi oleh kaktus kaktus mini.


Dila yang kelelahan pun akhirnya ketiduran dengan laptop yang masih menyala. Tak terasa hingga jam sudah menunjukkan angka 6.


Dila merasa ada yang mengusap kepalanya, Ia menggeliat menyesuaikan cahaya yang masuk ke relung matanya. Dilihatnya ada tangan kekar diatas kepalanya, Tangan itu segera ditarik oleh sang empunya.


"Eh Mas Bima udah jemput? Hah berarti jam 7 dong, Aku belum Shalat Magrib" Dila seperti orang panik, Bima langsung menarik Dila yang kalang kabut yang akan berdiri.


"Pelan pelan aja, Ini masih jam 6 kok masih keburu Shalat Magrib. Aku juga belum Shalat, Jamaah aja ya" Ucapnya sambil melepas pegangan tangannya yang masih bertaut dengan jemari Dila


Dila pun segera mengambil wudhlu dan menjalankan Shalat diimami oleh Bima. Namun makmumnya bukan hanya Dila saja, Ada Mbak Yuna dan dua orang pengunjung Caffe karena mereka Shalat di Mushalla.


Shalat itu ditutup dengan salam, Dila dan Bima keluar akhir karena Doa terlebih dahulu. Dila melipat mukenanya dan keluar dari Mushala diikuti oleh Bima dibelakang sambil menurunkan celananya yang semula diatas mata kaki.

__ADS_1


Mereka duduk berjarak untuk memakai Sepatu masing masing.


"Habis pulang kerja langsung kesini Mas?" Tanya Dila


"Iya, Sengaja memang biar sekalian makan malem sama kamu" Ucapnya


"Dari jam 5 dong?" Dila merubah mimik mukanya


"Iya, Liatin kamu tidur aja. Cantik loh, Pengen cepet ceoet nikah deh" Guyon Bima


"iiiiiih Mas Bima!" Dila segera berdiri dan meninggalkan Bima yang masih memakai sepatunya yang kiri.


Usai Shalat Magrib tadi, Dila duluan ke ruangan Febry dan membuka kembali Laptopnya untuk melihat lagi Desain menunya yang sudah setengah jadi. Ditambahkannya menu terbaru, Strowberry Mocca Cake spesial. ini adalah kue dengan resep buatannya sendiri ia keluarkan 1 toples bening berisi Kue buatannya tadi yang ingin ia berikan pada Bima.


Bima pun masuk ke Ruangan Febry, Ia duduk di Kursi depan Meja Febry yang ditempati oleh Dila hingga mereka berhadap hadapan, Bima hanya memperhatikan wajah Dila yang juga menatapnya sambil tersenyum.


Dila menyodorkan Toples tadi, Ia balas senyuman Bima.


Dengan sengaja Ia memberikan mimik wajah kecewa, Dila yang melihat wajah Bima pun menjadi takut dan sudah pasrah jika memang kue buatannya tak enak karna ia belum mencobanya sama sekali. Tawa Bima pecah melihat Dila yang kecewa, Ia senang sekali menggoda gadis itu


"Hahahahaha!" Bima tertawa hingga perutnya sakit, Dila hanya mengerucutkan bibirnya sebal


"Mas Bima, ih galucu tau aku kan takut kalau gak enak Kue nya" Dila menampakkan wajah kesal


"Iya maaf ya cantik, Pengen aja coba bikin kamu kesel" Ucapnya menunjukkan deretan gigi putih miliknya


"Terus kuenya enak gak?" Tanya Dila serius

__ADS_1


"Enak enak, Apalagi kamu yang bikin"


"Aku serius Mas! Enak beneran?" Dila tak yakin


"Seriusan kok! Kamu cobain nih" Bima memberikan suapan pada Dila, Dila mengunyah Kue tersebut. Tak ada yang aneh, Jika dirasa memang lumayan namun masih oerlu ada yang diperbaiki dari segi takaran


"Ada yang kurang sih Mas, Mochanya terlalu over. Strowberryannya pas sih" Ucapnya masih sambil mengunyah Kue itu


"Kapan kapan aku bantuin buat kuenya, Sekaligus belajar dulu aku, Bara sama Mama swring buat kue kue kaya Nastar, Tiramisu kadang juga buat Coockies" Ucap Bima


"Mau dong buat Tiramisu sama Tante" Ucapnya anstusias


"Nanti aku bilangin Mama ya! Kalian bisa bikin kue bareng, pasti enak"


Akhirnya mereka memutuskan untuk makan malam Bakso beranak request Dila, Bima memarkirkan mobilnya didepan Minimarket. Mereka tirun dan menuju sebrang jalan, Bima memesan Bakso Beranak Original sedangkan Dila memilih Bakso beranak Keju.


Setelah selesai makan malam, Bima mengantarkan Dila terleboh dahulu. Setelah itu baru Bima yang menancap gas menuju Rumahnya.


Bima masuk kedalam rumah, Dilihatnya sang Mama sedang duduk dikursi Ruang Keluarga Bima pun mengahmpirinya lalu duduk disamping sang Mama. Ia senderkan pundaknya di bahu Sarah.


"Kenapa sih Mas?" Tanyanya lembut sambil membelai rambut sang anak


"Gak papa, Tadi Mas habis jalan sama Dila. Oh ya Dila pengen buat kue bareng Mamah loh surung bilangin" Ucapnya pada sang Mama


"Waahh.... Beneran? Kapan bisanya?" Sekarang giliran Sarah yang antusias


"Hari libur aja Ma, aku gak mau Dila kecapean"

__ADS_1


"Yaudah hari minggu kamu bawa Dila kesini, Mama juga kangen sama dia"


"Siap Mamaku cantik" Akhirnya Bima pun kembali kekamarnya, Ia mandi dilanjut dengan Shalat Isya' yang ia tunda


__ADS_2