
"Kak?" Dila memanggil kakaknya kembali
"Bentar aja Dil!" Dila pun hanya menurut saja pada kakak tertuanya, Selama ini ia tidak memiliki masalah spesifik namun, Mereka tidak terlalu akrab karena jika Dila ingin mengajak Kakaknya main selalu dimarahi oleh Ayah dan
Bundanya dengan Alasan Jangan Mengganggu Kak Febry Dila!
Febry melepas rengkuhannya pada Dila, "Kita selesain duku bersih bersihnya! Kakak mau ngomong"
Febry membantu Dila mencuci Piring setelah selesai, Febry menarik tangan Dila untuk masuk kedalam Kamarnya. Kamar ini, Terlihat rapi dengan cat berwarna Putih bersih dengan luas hampir 2 kali kamar Dila.
Terakhir kali Dila masuk kamar ini, Dimana disaat Dila masih kelas 1 SD dan jika dihitung Sampai sekarang sudah belasan tahun lamanya.
Febry duduk di Kursi meja belajarnya, dan Dila duduk diranjang Febry.
"Kakak mau bicara apa sama Dila?" Tanya gadis itu
"Dila, Maafin Kakak ya. Kakak gak pernah belain kamu kalau dimarahin Ayah sama Bunda. Kakak gak pernah lindungin kamu, Kakak selalu diem aja kalau kamu di marahin Arsyi. Kakak lagi butuh temen cerita, Kakak bingung mau cerita sama siapa" Ucap Febry sendu
"Kakak boleh kok cerita sama Dila, anggap aja Dila ini temen Kak Febry. Gak ada yang salah kan kalau seorang Kakak cerita sama adeknya?"
"Kakak pengen buat usaha, Modalnya udah ada. cuma buat tekad aja, Kakak pengen resign dari kantor tapi masih bimbang nanti kalau Usaha kakak gak berhasil. Menurut kamu gimana Dil?" Tanya Febryan
"Kalau menurut aku yah Kak, Mending Kakak rintis dulu. Jangan resign dulu. Sedikit sedikit kakak sisain waktu nanti kalau kira kira udah ada keuntungan sedikit sedikit baru kakak resign, Kan kalau gagal pun Kakak masih kerja di Perusahaan juga"
"Gitu yah? Kakak pengen buat Cafe, Yang buat anak anak muda gitu. Tapi kakak bingung mulai dari mananya" Febry mengambil Amplop di laci meja belajar nya beserta buku Note
"Kakak ada modal segini, Kalau menurut kamu gimana?" Tanya Febry
"Cukup lah kak kalau modal segini, Aku juga mau buat usaha tapi Kue. Modal ada juga sedikit, Nanti aku mau jualan online rencananya ngajak Dika" Dila kemudian duduk bersila sambil mengambil bantal Febry lalu memeluk nya
__ADS_1
"Gimana kalau kita buat usaha berdua, Nanti buat Cafe kita kamu yang buat menu Kuenya, Sekalian ajak Dika" Ucap Febry
"Aku pikirin dulu ya bang, Dila pengen kekamar. Ngantuk" Dila pun berdiri sembari mengucek matanya, Disusul Febry yang juga ikut berdiri.
Febry merentangkan tanganya, Dila yang tau maksudnya pun langsung memeluk Kakaknya itu. Febry mengusap punggung Dila,
"Kak Febry janji mulai saat ini akan ada buat Dila, Kakak bakal belain kamu kalau Ayah, Bunda sama Arsyi marahin kamu" Ucap Febry kemudia mengecup ubun ubun Dila
Dila pun mendongakkan kepalanya, Melihat sorot mata teduh Kakaknya itu, Ia semakin mengeratkan pelukan itu.
"Dan akan Dila tagih terus janji kakak itu!" Dila akhinya melepaskan Pelukan itu
Dila kekamar dulu, Mau bobok. Besok harus bangun paui karna ada kuis. Daaa" Dila pun keluar dari Kamar Kakaknya lalu menuju kamarnya sendiri.
Pagi Sekali Dila telah bangun, Ia membaca sedikit materinya yang ada dibuku catatan, Lalu berwudhlu untuk Shalat Subuh. Setelah shalat subuh ia memutuskan untuk belajar kembali dan dilanjut dengan mandi.
Hari ini ia ingin tampil lebih segar, Dengan atasan berwarna Biru muda, Celana Jeans Biru Biru Tua dan Pashmina Biru Tua serta tas punggung berwarna Hitam berisi Buku Catatan dan Laptop.
Setelah Karin datang, Nereka pun menghabiskan Sarapan dengan tawa dari nereka semua kecuali Dila. Fila merasa seperti di asing dirumah ini.
"Bun, Yah. Nanti kalau IPK Arsyi naik kasih kado ya?" Ucap Arsyi sembari memasukkan suapan terakhirnya.
"Iya, Kamu mau apa emangnya?" Tanya Tian
"Yah, Boleh gak minta Mobil biar enak kalau Kuliah" Jawab Arsyi, Saat Ini memang Arsyi baru Semeter 6, Karena ia cuti satu tahun
"Iya nanti Ayah beliin, Gak naik IPKnya juga gapapa" Ucap Ayah penuh jasih sayang
"Yah?," Panggil Dila
__ADS_1
"Hmm?" Gumam Tian melihat kearah Dila
"Boleh gak Dila minta motor buat Kuliah" Ucap Dila sedikit menghiba
"Buat apa juga beli motor, Selama ini kamu nebeng Dika aja gak malu kok. Harusnya kamu itu angkot atau ojek, Ayah malu kalau kamu nebeng terus" Jawab Ayah sedikit marah
"Tapi kan Yah- " Ucap Dila yang langsung dipotong oleh Bunda
"Kalau dikasih tau orang tua didengerin, Jangan mbantah aja! Kalau gak boleh ya gak boleh, Kamu jangan Nebeng Dika terus. Ayah sama Bunda malu sama Om Tantemu" Sarkas Bunda
Dila hanya bisa sabar, Ia sedikit melirik Febry.
"Bun,Yah. Tapi kan uang sakunya gak cukup buat naik Angkot atau Ojek" Bela Febry
"Kan bisa gak jajan, Apa susah nya nyisihin uang jajan. Kerja itu susah" Ucap Ayah
"Tapi Yah-" Ucap Febry langsung dipotongboleh Dila yang mengusap tangan Kakaknya yang mengepal
"Udah Kak! Dila gapapa" Ucap Dila sambil memainkan senyum palsunya
"JANGAN SENTUH ANAKKU!!" Teriak Tian marah
Dila hanya bisa menunduk dan menarik tangannya kebawah meja, Ia takut kalau Ayah dan Bundanya akan memarahinya.
Febry menggenggam tangan Dila yang ada di bawah meja, agar tak dilihat oleh Ayah, Bunda dan Arsyi.
Semua irang meninggalkan Dila dan Febry di meja makan, Ayah pergi kekamar untuk mengambil tasnya, Bunda kekamar untuk memasangkan Dasi Ayah. Sedangkan Arsyi berangkat kuliah.
"Udah gapapa, Kalau Kakak punya uang Kakak yang beliin. Gak usah sedih" Febry membawa kepala adiknya kedadanya.
__ADS_1
Dila mendongakkan kepalanya, Nelihat wajah kakaknya. Ia menampilkan Senyum terindahnya.
"Dila juga gapapa, Udah ya! Dila mau berangkat, Nanti aku telat loh kalau kakak meluk aku terus"