
Sudah satu bulan sejak pertemuan terakhir mengenai Usaha Caffe yang akan mereka jalani. Mereka tak lagi berkumpul ber empat, Hanya sesekali Hanya Dila, Dika dan Febry yang berkumpul dirumah Dika. Dan Febry yang mendiskusikannya dengan Bima saat senggang dengan urusan pekerjaannya.
Dila dan Nayra sedang menikmati jam kosong karena Dosennya sedang berhalangan hadir, Mereka sedang duduk santai dengan obrolan ringan di Kedai depan Fakultas Psikologi.
Dila hanya memesan minuman sembari mengerjakan Tugasnya yang belum selesai, Begitu juga dengan Nayra.
"Dil, Ntar jalan yuk! Dah lama kita gak hangout berdua" Ucap Nayra
"Emang mau kemana?" Tanya Dila
"Gue lagi butuh suasana baru, Nongki di taman aja yuk" Ucap Nayra lagi
"Yaudah, Nanti ya habis Jam kedua" Ucap Dila seraya meminum Chocolate Milkshakenya.
Setelah jam Kedua, Dila dan Nayra menaiki Mobil Nayra menuju Taman Mekar Sari. Dila dan nayra memang sering hangout berdua kadang bertiga dengan Adik Nayra, Friska. Namun sejak awal semester lalu, Friska mendapatkan beasiswa di Singapura.
Mereka sudah sampai di Taman itu, Taman yang ditumbuhi berbagai jenis Bunga dan Pohon yang tertata rapi. Mereka berdua duduk diatas Rumput taman, Di bawah pohon Kamboja yang rimbun dengan Bunganya.
"Huuuuuhhhhhhhhhhh" Dila menarik napasnya panjang
"Masih asri ya taman ini, Dulu waktu kecil Gue Friska sama Papa Mama sering kesini" Ucap Nayra
"Gue juga dulu sesekali pernah kesini sama Dika sama Tanter Rita Om Herman" Ucap Dila
Mata Dila menajam ketika melihat Bima, Dosen serta teman kakaknya sedang bermain dengan dua anak kecil, Sepasang laki laki dan perempuan. Nayra yang penasaran akhirnya mengikuti arah mata Dila
__ADS_1
"Tuh bukannya Pak Bima ya, Dosen pengfantinya Pak Reyhan" Celetuk Nayra
"Iya itu pak Bima, Kayaknya sama anaknya deh" Jawab Dila
"Yah, Kalah dong gue. Gue kira masih single tuh dosen ternyata udah punya bontot Dua" Ucap Nayra sengaja di buat semelas mungkin
"Halah Nay, Mimpimu ketinggian" Ucap Dila
Ternyata Bima yang mereka awasi sedari tadi berjalan menggandeng dua anak itu mendekati Dila dan Nayra.
"Hai, Kamu disini Dil?" Tanya Bima
"Em Iya Pak, Sama temen saya" Ucap Dila
"Nayra Pak, Mahasiswa bapak juga kok" Ucap Nayra
"Boleh pak, silahkan tapi kita ya duduk lesehan di rumput gini" Ucap Dila
"Gapapa kok" Bima pun duduk memangku bocah perempuan itu
"Anaknya pak?" Tamya Nayra
"Bukan, Ini ponakan saya. Vian, Vina kenalin itu Muridnya Om Bima, Tante Dila sama Tante Nayra" Ucap Bima
"Kenalin cantik, ganteng Tante namanya Tante Dila" Dila menarik Vian yang sedang duduk duduk dirumput ke pangkuannya
__ADS_1
"Nama atu Vian ante" Ucap bocah laki laki itu, Yang belum genap 3 tahun
"Namaku Vina tante" Ucap Vina, Usianya sudah 4 tahun jadi sudah fasih dalam berbicara
"Hai, Nama tante Tante Nayra. Kalian boleh manggil tante Rara juga gapapa" Ucap Nayra
"Enatan Tante Ayla" Ucap Vian
"Boleh kok" Ucap Nayra sambil tersenyum
"Pak boleh kita pinjem Vian sama Vinanya? Cuma keliling taman kok pak, Pak Bima tunggu disini aja nanti saya balikin" Ucap Dila
"Yaudah, Saya tunggu disini. Saya titip Vian sama Vina" Ucap Bima
Dila dan Nayra pun berkeliling Taman dengan Vian dan Vina, Dila menggendong Vian sedangkan Nayra menggandeng Vina
"Tante, Tante kenal sama Om Bima?" Tanya Vina pada Dila
"Iya sayang, Kan Tante muridnya om Bima" Jawab Dila
"Owhh,"
"Vian adiknya Vina ya?" Tanya Dila
"Iya, Vian adik Vina Tante. Umulnya baru Dua Tahun" Ucap Vina dengan huruf "R" yang belum begitu jelas
__ADS_1
Mereka berjalan jalan hingga tak terasa sudah sore, Setelah Dila dan Nayra mengembalikan Vina dan Vian pada Bima. Mereka berdua pamit untuk pulang