Ardila Hanafi

Ardila Hanafi
19- Makin Dekat.....


__ADS_3

Hari ini Dila berangkat dengan Dika, Mulanya Bima ingin mengantarnya kekampus namun dibantah oleh Dila. Dengan dalih, Sebagai pekerja sosial seperti Psikolog harus lebih banyak membantu orang orang sekitar yang memiliki gangguan mental dan jangan terlalu banyak cuti pula.


Dila dibonceng Dika menuju Kampus, Ia menuju ke Perpustakaan semetara Dika sudah pergi dengan teman teman laki lakinya. Ia menghampiri Nayra yang sedang menatap laptopnya. Dila langsung menepuk pundak Nayra, Hingga sang empu kaget.


"Eh,,, Cakep Cakep Cakep" Latahnya


"Astagfirullah Dila, Gak usah balas dendam juga sih! Kaget akunya kan" Ucap Nayra mengelus dada


"Biar loe ngrasain aja! Enak kan?" Godanya


"Au ah, Mana buku titipan gue?" Dila pun memberika buku titipan Nayra kemarin saat dirinya ke toko buku.


30 menit mereka disana untuk mengerjakan tugas, Mereka kekelas untuk mata kuliah pagi. Siang Hari, Nayra, Dila, dan Almira menuju kantin untuk mengisi kekosongan perut bukan hati. Meleleh adek, Bang!

__ADS_1


Mereka membeli makanan favorite masing masing, Dila berdiri di Stand Mie Ayam. Usai makan siang mereka pun pulang kerumah masing masing selain Dila. Hari ini Dika ada rapat Organisasi, Kadi Dila memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Menyusuri trotoar jalanan ramai, Ia Nikmati pemandangan kota yang ramai dan berpolusi. Karena lelah, Ia berhenti sejenak. Dila memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan naik angkot hingga sampai di depan kompleksnya dilanjut jalan kaki kembali.


Dila meletakkan tasnya dan duduk diranjang, Ia merasa lelah sangat lelah. Ia tau ini adalah gejala dari born out. Ia merasa lelah jiwa dan lelah batin, Badannya terasa sakit semua dan ia merasa sednag sendiri dan hampa.


Dila memutuskan untuk mandi dan dilanjut merapikan kamarnya yang kecil itu, Dengan kamar sekecil itu sudah memuat semua barang mulai dari Lemari, Meja belajar, Kasur serta sedikit tempat untuk dirinya Shalat.


Sementara Bima, Saat ini masih di Rumah Sakit. Hari ini ada beberapa pasien yang konsultasi, Selepas makan siang ia melihat handphonennya. Dila mungkin masih Shalat atau di perjalanan pikirnya karena telponnya tak diangkat.


Mama Sarah dan Papa Surya menerima cerita Bima tentang Dila, Ia setuju apapun yang di pilih oleh putranya itu. Karena yang menjalani bukan mereka, Dila memang gadis cantik dengan kulit putih serta tubuh yang tak tinggi juga tak pendek dan Tak kurus serta tak gemuk.


Bima menelpon Dila, Deringan pertama belum diangkat ia coba telfon sekali lagi dan diangkat oleh pemilik nomor.


"Assalamualaikum, Ya ada apa Mas maaf habis Shalat!" Ucapnya dari sebrang

__ADS_1


"Waalaikumsalam, Iya gapapa. Cuma mastiin kalau udah sampai rumah aja" Ucapnya


"Aku udah sampai, Mas sendiri lagi habis ngapain?" Dila mencoba agar terbuka pada Bima


"Iya ini aku habis makan siang, Sama Shalat terus balik ke ruangan telfon kamu cantik" Bima sudah mulai berani menggoda ya


"Mas bisa aja! Oh ya habis ini aku mau ke Caffe pulang nanti malem kayaknya jadi maaf kalau telfonnya gak aku angkat" Ucap Dila


"*Pulangnya aku jemput ya nanti!"


"Terserah Mas aja, Jemput jam 7 an aja! Soalnya hari ini aku mai riset menu baru lagi" Ucap Dila*


Taklama kemudian panggilan telfon itu berakhir, Bima melanjutkan pekerjaannya hingga sore. Dila jiga sudah berangkat ke Caffe dengan naik Ojek online.

__ADS_1


__ADS_2