Ardila Hanafi

Ardila Hanafi
13- Wuuaaah Aku Bingung!!


__ADS_3

Pagi Hari Dila langsung menuju ke pekarangan samping rumahnya, Ia tak menggunakan Hijab karna hanya dirumah. Ia menghirup udara pagi yang belum tercemar dan belum terlalu terang karena baru sehabis subuh.


Ia duduk di Ayunan pinggir taman, Ia mengayun maju dan mundur. Ini adalah mainan kesukaannya sejak kecil. Kakek sering sekali mengajaknya ke taman untuk bermain Ayunan. Kadang juga Om Herman dan Dika yang membawa ke taman. Namun setelah ia dan Kakek Neneknya Kecelakaan tak ada lagi yang membawanya ke Ayunan di Taman.


Karena pada masa itu Ia sangat terpuruk, Ia kehilangan orang yang merawat sejak kecil, Ia kehilangan senyum Kakeknya yang sangat tampan baginya. Laki laki pertama yang membuatnya bahagia adalah Kakeknya sebenarnya. Sedangkan Rafa, Laki laki pertama yang menyembuhkan lukanya. Ia menjadi seceria ini berkat Rafa dan bantuan Dika.


Dila mendongak ke langit yang belum sepenuhnya terang, Ia menerawang jauh. Popo, Omo Dila kangen kalian, Dila kangen banget. Popo dan Omo adalah panggilan cantik yang ia berikan pada sang Nenek dan Kakek, Sedangkan Febry, Arsyi dan Dika memanggil mereka dengan sebutan Oma dan Opa.


Sampai jam 7 Dila disana, Ia pun masuk kembali ke rumah. Ia masuk kekamar untuk mengambil handuk dan pakaiannya dan menuju ke Kamar mandi.


Dila keluar kamar dengan atasan Kaos berwarna Cream dan Celana Legging Hitam yang terlihat mecing jika Dila yang memakainya. Ia duduk di Kursi meja makan, Semua orang sudah selesai makan dan kembali ke kegiatan masing masing.


Ia duduk di bangku miliknya, Hanya tersisa lauk Kerupuk dan sedikit sisa Sayur Kangkung di mangkuk. Huuffffftttt.... Lauk sudah dihabiskan oleh mereka ber 4. Dilla pergi kedapur, Rumah ini terlihat sepi. Mungkin Ayah dan Febry sudah berangkat bekerja, Arsyi sudah berangkat kuliah dengan mobil barunya yang kemarin sore diantar dan entah kemana Bunda. Biasanya jika mereka sudah berangkat Bunda akan menonton Tv karena sudah tidak ada yang akan dikerjakan selain memcuvi piring bekas sarapan karena sudah dikerjakan oleh Dila pagi pagi.


Ia membuka Kulkas, Sayuran dan bahan makanan terlohat lengkap karena baru kemarin Lusa Bunda dan Arsyi belanja bulanan. Dila mengambil Udang dan Sosis. Ia ingin membuat Udang Osis Pedas Manis, Ia mengulek bumbu demgan panutan resep dari Google.


Setelah bergulat dengan Uleg dan wajan akhirnya sepiring masakan tersaji, Ia pun membawanya ke Meja Makan. dan memakan masakannya.


Setelah selesai makan, Dila membersihkan alat masak dan Membersih seisi rumah karena dirinya hari ini tak ada jadwal.


Ia membersihkan lantai Atas terlebih dahulu, Hingga semua bersih ia pun kembali ke lantai satu dan membersihkan semuanya, Dari menyapu, Mengelap, Mengepel dan Mencuvi Pakaian walau menggunakan mesin cuci


Ia menyelesaikan bebenah sampai siang, Saat ini sudah jam makan siang terkadang Febry pulang tapi jarang karena jarak Hotel tempat bekerjanya lumayan jauh.


Namun tidak siang ini Febry menaiki mobilnya memasuki Gerbang rumah. Ia masuk kedalam rumah, Dan langsung menemui Dila yang sedang duduk di kursi meja makan dengan kepala bertumpu pada meja.


"Assalamualaikum" Salam Febry

__ADS_1


"Waalaikumsalam, Eh Kak Febry. Pulang kak? Aku gak masak loh, Bunda gak tau kemana!" Ucap Dila


"Kakak gak pengen makan, Kakak pengen bicara sama kamu Dil" Ucap Febry


"Ngomomg aja kak!"


"Kita ngomong di Ruang keluarga aja biar enak" Febry menarik Dila untuk mengikiti langkahnya.


Dila duduk bersebelahan dengan Febry, Ia sedikit bingung tak biasanya Febry begini. Biasanya mereka akan telfonan jika ada perlu agar semua orang tak tau.


"Dil, Temen Kakak. Bima, Bilang dia mau ta'aruf sama kamu dan silaturrahmi nanti malem" Ucap Febry sambil menatap manik mata Dila dan menggenggam tangan adiknya itu.


Dila bingung, "Haahh??"


"Iya, Bima pengen kenal lebih deket sama kamu Dila. Dia suka kamu" Ucap Febry memberi penjelasan


"Dil, Nanti Bima dateng sama keluarganya ngomong sama kamu. Kalau nerima atau gak kamu bisa omongin sama mereka, Itu semua keputusan kamu tapi kakak harap keputusan kamu yang terbaik"


"Kakak tadi udah ngomong sama Ayah Bunda sama Arsyi kalau nanti ada yang mau ngelamar kamu" sambung Febry


Dila terlihat seperti orang bodoh, Apa Bima akan menerimanya dengan kondisi gisik yang tak sempurna. Apakah Bima mau menerima wanita yang bekum bisa move on dari mantannya. Hanya Bima dan Tuhan yang tau


Febry kembali ke Hotel lagi setelah berbicara dengan Dila, Sementara Dila ia kembali kekamar mengambil Hp, Memakai Cardigan dan Hijab Instan. Ia berlari keluar rumah dan berhenti didepan gerbang rumah Dika.


Ia membuka gerbang berwarna hitam itu, Lalu masuk dan mengetuk pintu dan menekan bel rumah Dika


Tok,,Tok,,Tokk

__ADS_1


"Assalamualaikum" Salam Dila


Tak lama pintu terbuka menampakkan seorang laki laki,


"Waalaikumsalam, Ya Ampun Dila! Ngapain loe pakek ngetok, Biasanya kalau main nylonong juga gak pakek ngetuk pintu juga! Kan jadi capek gue turun dari lantai atas" Cerocos Dika seperti ibu ibu komplek saat membeli sayur.


Dila langsung menabrak dada Dika dan memeluknya erat hingga tak terasa ia sudah menangis sesenggukan..Dika sangat bingung namun ia segera membawa Dila yang masoh dalam pelukannya untik masuk agar orang lain tak melihat.


Iamembawa Dila ke ruang keluar Dika yaang terlihat santai karena ada Sofa dan Karpet serta bantal di Karpetnya. Ia masih memeluk Dila dan membawanya untuk duduk.


"Kenapa? Cerita?" Ucap Dika sambil mendongakkan paksa kepala Dila dengan memegang kedua pipi Dila


"Kata- Srooott" Dila menyedot ingusnya yang hampir keluar, Dika pun.mebgambilkan Tissue


"Ih Jorok Dila Mah, Nih oake Tissue nya" Ucap Dika, Dila pun membersihkan ingusnya dengan tissue yang diberikan oleh Dika tadi.


"Kata Kak Febry, Te-Temennya yang waktu itu. Mas Bim-Bima katanya Mau Ta'aruf gue Dika!" Dila kembali menabrakkan kepalanya pada Dada Dika


"Aww Sakit Dil! Ati ati dong nabraknya"


"Yaudah apasih masalahnya, loe kan bisa nolak" sambung Dika


"Gue masih sayang Rafa Dik, Gue nanti bingung mau ngasih jawaban apa ke Orang tuanya Mas Bima" Jawab Dila smabil mendongakkan kepalanya dengan badan masih memeluk Dika


"Yaudah loe minta aja waktu, Kemereka atau loe juga bisa bilang Beri loe waktu buat pendekatan sama Mas Bima kalau Cocok lanjut kalau enggak ya udah selesai, Ceunah" Ucap Dika


"Gitu ya? Tapi gue gak yakin kalau dia bisa buat gue move dari Rafa. Waktu selama ini aja gue belum bisa move on, nanti takutnya malah ngecewain mereka" Ucap Dila

__ADS_1


"Yaudah loe shalat sana minta petunjuk sama Allah, Kalau emang jalannya minta dipermudah kalau bukan ya minta tolong di jauhkan aja! Sana! Mukenanya udah ada di ruang Slahat" Ucap Dika sbil melepaskan pelukan Dila dibadannya.


__ADS_2