Ardila Hanafi

Ardila Hanafi
23- Black Forest, Chesse Cake, Red Velvet Kesukaan Kuuu..


__ADS_3

Malam Hari, Dila merasa lapar. Ia cari Mie Instan yang ia bawa dari rumah, Setelah ketemu ia berlalu ke dapur Kost dan membuat Mienya. Disana ternyata ada teman Kost, Andini dan Nada. Ia pun ikut nibrung dengan mereka.


"Hai Nad, Din" Sapa Dila


"Eh Dila, Gimana Dil? Kamarnya panas ya. Hehhe, emang gini kamarnya" Ucap Andini


"Lumayan kamarnya, Hampir sama kaya kamar aku di rumah. Oh ya kalian buat apa?" Tanya Dila


"Nih kita lagi buat kue, Besok ulang tahunnya Laras kita mau buat kuenya tapi bingung nih caranya" Bisik Nada di samping telinga Dila


"Aku bisa buatnya, Sini aku ajarin. Pengennya buat kue apa?" Dila mengambil alih timbangan untuk menimbang bahan kue


"Dia suka rasa Tiramisu, Lihat youtube perasaan gampang pas mau dicoba susahnya minta ampun" Tutur Andini


"Oke, Kita buat bareng bareng"


Akhirnya mereka ber 3 membuat kue, Di Kost ini hanya ada 4 kamar dan 4 pemghuni sekaligus Dila. Kost ini sebenarnya runah yang dialih fungsikan koleh pemiliknya, Ibu Kost juga tinggal disini, Ia adalah seorang Janda berusia 50 tahunan anaknya kerja diluar kota bersama istrinya.


Karena kesepian, Ia biat rumahnya jadi tempat Kost agar ramai. Dila mengajari cara membiat kue untuk Andini dan Nada. Mereka terlihat Axcitide membuatnya, Hingga sekitar jam 10 mereka baru selesai barulah mereka membuat makanan Rendang dalam bentuk Mie Instan. Jam 11, Mereka baru masuk ke kamar masing masing untuk tidur


**********


Bima dan Febry sedang berada di Caffe, Mereka duduk dilantai Dua Caffe itu yabg memang dibuat Konsep Out door.


Febry telah memesan 2 minuman, Chocolate Milkshake dan Jus Mangga.


"Loe tau kenapa Dila pengen pindah Kost?" Tanya Febry pada temannya itu


"Kalau yang gue tangkep, Dila kayaknya udah lelah sama hidupnya sendiri bahkan. Katanya, Dia pernah hampir bunuh diri"


"Hah? Bunuh diri? Kenapa dia gak pernah cerita sama gue?" Terlihat raut kaget dari wajah Febry


"Kejadian itu saat dia SMA, Mungkin loe gak deket sama dia jadi dia merasa gak perlu cerita ke Loe! Dila juga iri sama Loe dan Adek loe satu lagi" Ucap Bima


"Iri? Iri kenapa?" Febry terlihat ceng* nya


"Loe **** pa gimana sih? Gue yang baru kenal dia aja kayak udha kenal lama, Lah loe abangnya udah kenal dia dari bayi bahkan" Bima kesal

__ADS_1


"Gue gak sedeket itu sama Dila, Dari bayi dia dirawat Opa sama Oma. Dia tinggal sama kita karena waktu itu Opa sama Oma meninggal pas kecelakaan" Ucapnya


"Iya, Tapi dia menderita apalagi saat pacarnya meninggal"


"Dila punya pacar? Siapa?"


"Loe abang nya bukan sih? Kesel lama lama gue sama loe" Bima terlihat memandang ke sembarang arah


"Gue gak pernah deket sama Dila, Bahkan untuk bertegur sapa! Dila anaknya pendiem, Dia bahkan jarang dirumah karena sering main kerumah Dika. Mana gue tau, Yabg penting Dila dulu kecilnya gemuk tapi abis Kecelakaan badan dia jadi kecil gitu"


"Karena ginjalnya diambil satu, Yang bawa dia ke Dokter setiap jadwal Chek Up juga Tante sama Omnya" Sarkas Bima


"Hah? Ayah sama Bunda gak pernah bilang kalau Dila ginjalnya diangkat!"


"Kok gue jadi kesel sama loe sih" Bima meninggalkan Dila begitu saja di Cafe. Ia segera pulang untuk meredakan amarahnya


\=\=\=\=\=\=\=


Suara Adzan membangunkan Dila pagi ini, Ia segera mengambil air wudhlu dan menunaikan kewajibannya sebagai umat Islam yang taat. Lalu dilanjut dengan Mandi dan berganti pakaian. Ia tak algi membersihkan rumah besarnya, dan tak lagi menyiram tanamannya.


Setelah selesai memakai pakaiannya, Rok panjang berwarna Hitam bermotif bunga Merah Muda, Atasan berwarna Maroon dan Pashmina berwarna Maroon. Ia berjaaln menyusuri trotoar untuk mencapai kios kios makanan, Ia berhenti dipenjual Bubur Ayam. Ia beli 3 karena Nada dan Andini titip padanya. Setelah membayar bubur itu, Dila segera pulang.


Mobil berwarna Hitam itu berhenti didepan gerbang Kost, Bu Sastro Pemilik Kost keluar untuk memastikan siapa yang datang karena anak anak kost masih dikamar masing masing. "Cari siapa Mas?" Tanyanya


"Saya lagi jemput Dila bu, Bentar lagi keluar kok Bu" Ucap Bima ramah


"Oalah, Ini yang nganterin Ardila kemarin toh. Ibuk e lupa udah tua Mas, Pacarnya ya Mas?" Uhar Bu Sastro kepo


"Kami Ta'aruf bu"


"Ya semoga cepet nikah dan langgeng sampe Kakek Nenek, Aki Nini pokoknya sampe ajal yang misahkan nak" Doa wanita tua itu


"Aamiin Bu, Makasih doanya" Ucap Bima


"Iya Nak, Nah itu Nak Dilanya udah keluar Hati hati lo bawa anak orang"


"Iya Bu, Makasih"

__ADS_1


"Bu Sastro, Pagi Bu" Ucap Dila mendekat pada dua orang itu


"Pagi Nak Dila, Udah dijemput nih sama calon nya. Disegerakan ya nak, Biar jatuhnya gak Zina" Ucap Bu Sastro mengingatkan


"Iya Bu, Makasih nasihatnya nanti Dila pertimbangin"


Akhirnya mereka berdua pergi dari sana, Jalanan Jakarta hari minggu sedikit lenggang, Mungkin karena mereka lalah seminggu bekerja hingga memutuskan untuk beristirahat dirumah. Mobil Bima berbelok masuk ke Perumahan mewah. Banyak sekali rumah dengan Pikar besar disini, Rumah Dila yang lumayan jika ditempatkan disini mungkin saja sepeeti anak ayam diantara Induknya.


Bima membukakan Pintu untuk Dila sesaat setelah sampai di halaman Rumah bercat Cream dipadukan dengan Putih. Mereka berjalan beriringan masuk kedalam, Bima sedikit lebih depan dari Dila.


"Assalamualaikum" Ucap keduanya saat membuka pintu, Dan disambut ramah oleh wanita paruh baya yang langsung berdiri dari kursi ruang tamu dan berjalan ke arah Dila dan Bima


"Waalaikumsalam, Sini cantik sama Mama" Mama Sarah langsung menarik Dila dari Bima.


"Tante gimana kabarnya? Dila kangen sama tante" Ucap Dila lembut


"Tante baik sayang, Mama juga kangen sama Kamu nak, Manggilnya jangan Tante dong cantik panggilnya Mama ya" Ucap Mama Sarah


"Iya Ma"


"Yaudah yuk, Kita eksekusi dapurnya. Lets Go buat kue"


Sarah menuntun wanita 20 tahun itu menuju ke Dapur mewahnya, Dapur ini menggunakan Konsep Clasik serta minimalis. Ada benerapa tanaman Kaktus di sudut ruangan. Di Pantry, Sudah ada beberapa pack Tepung Terigu Kiloan dan beberapa bahan lainnya.


"Mas Bima sukanya Kue apa Ma?" Tanya Dila berusaha agar cepat akrab dengan Mama Sarah.


"Kalau Bima itu sukanya Black Forest, Kalau Papa Surya sukanya Red Velved kalau Mama sukanya Chesse Cake. Dila sukanya apa?"


"Kalau Dila suka Chesse Cake juga Ma, Black Forest juga suka sih" Ucapnya


"Yaudah kita buat 3 kue, Udah lama gak ada yang nemenin buat Kue. Papanya Bima juge kerja, Vasya udah punya tumah sendiri malah ribet sama 2 anaknya, Bima juga kerja, Bara kerja di Bandung, Clara Kuliah di Jogja. Jadi Mama dirumah kadang kesepian deh" Ucap Mama Sarah


"Pasti sedih ya Ma, Kalau Mama pengen Dila temenin telfon Dila aja Ma kalau Dila lagi senggang Dila temenin Mama deh" Ucapnya sumringah, Tak pernah ia merasa sangat disayangi selain saat bersama Sarah


"Janji ya sayang, Kapan kapan kita jalan bareng"


"Oke, Buat kuenya"

__ADS_1


__ADS_2